ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Setelah Pernikahan


__ADS_3


...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...[Setelah Pernikahan]...


Enam bulan kemudian...


Elle


Ia sekarang menatap di KL begitu juga dengan Dea dan Tante Nana juga ikut menetap di KL karena tidak mungkin mereka pulang ke Ibu Kota sedangkan salah satu dari mereka masih harus tertahan di sini.


Mereka adalah sahabat yang solid, susah dan senang selalu bersama dan sekarang mereka juga mendirikan butir bersama.


Untuk dulu ia sempat kuliah dan juga mempunyai pengalaman sendiri di kios yang ia punya di Ibu Kota jadi tidak terlalu sulit untuk mendirikan butik.


Palingan ia sekarang banyak menggambar daripada packing.


NEA butik itulah namanya, singkatan dari nama Nana, Elle dan Dea semoga kita selalu kompak seperti ini.


" Ini mendingan Ella bawa kesini aja deh Ell bisa sama kita. " Kata Tante Nana di sela-sela istirahat mereka.


" Dilarang sama bapaknya Tan, sekarang di asuh sama Sha sekalian ngasuh sama Arsy kan. " Katanya santai karena saat ia ngotot ingin tetap bekerja walaupun Abang Ars melarangnya tapi ia tidak peduli.


Ia hanya ingin bebas karena seperti yang Abang Ars katakan hanya bertanggung jawab dan ia tidak ingin terjebak dalam pusaran itu.


Maka dari itu apapun yang Abang Ars larang maka akan ia lakukan kecuali membawa Ella ke tempat kerja, ia membiarkan saja.


Ya ia mengalah dikit lah, sudah banyak larangan dari Abang Ars yang ia langgar mungkin yang satu ini akan ia setujui.


Hm!


" Bapaknya nggak ngebolehin Tan. " Katanya santuy sambil cocol timun kedalam cobek yang berisi sambal.


Mereka sedang makan rujak di siang hari yang bolong.


" Sekarang Elle keren ya Tan, sekarang ngomongnya pake bapaknya gitu... Dulu aja waktu di tanya tetap tutup mulut. " Kata Dea dengan kompor dan dengan raut wajah jahil yang membuatnya terkekeh.


Ia tidak marah kalau Dea begitu, memang Dea dan Tante Nana adalah orang yang ceplas-ceplos dan apa adanya.


Tapi ia suka.


" Ya kan si bapak kepala rumah tangga De, si Elle mah cuma kacung. " Kata Tante Nana semakin menjadi.


Biarkanlah.


" Mana ada kacung yang kayak gue, semua larangan gue langgar... Gue ini queen (ratu). " Katanya dengan santai dan tetap makan rujak.


" Queen dalam kurung (selir). " Kata Dea lagi dengan terkekeh.


Ia pun ikut terkekeh karena memang benar begitu faktanya kalau dia adalah selir.


Bahkan sampai sekarang ia selir yang bebas.


Apa maksudnya itu?

__ADS_1


Entahlah!


" Tapi gue rasa si Arsya itu suka deh sama si Elle, kalau Elle kan dalam diem, jaim-jaim gitu... Kalau Arsya tuh ya cinta tapi nggak pernah ngomong, cuma di lakukan lewat tindakan... Tante ngerti kan apa yang aku maksud. " Kata Dea seperti pakar cinta tapi dia sendiri sampai sekarang masih jomblo.


Sialan!


" Iya tau De, nanti lihat aja gimana happy ending (akhir bahagia) nggak. " Kata Tante Nana sambil tersenyum jahil kepada Dea dan mengabaikan dirinya yang daritadi kepo.


Sepertinya mereka tuh ada rahasia, hm!


" Kalian tuh ngapain pake isyarat segala sih. " Katanya malah mulai sebal.


" Ealah santuy Bu, gini Ell... Kamu masih kalau pakai sabuk pengaman di pakein sama Arsya? " tanya Dea dengan raut wajah serius.


Ia menganggukkan kepalanya karena memang ia pakai sabuk pengaman di pakein sama Abang Ars ya karena entah kenapa sabuk pengaman di mobil Abang Ars selalu susah.


Memang sekarang ia selalu pulang dan pergi bareng bersama Abang Ars karena Abang Ars yang meminta padahal ia sudah menolaknya karena ya...


Tapi akhirnya ia mengiyakan saja karena melihat Abang Ars yang melotot.


Ish!


" Ish, tuh kan! Padahal bisa aja langsung ajarin kamu Ell, biar kamu bisa pakai sendiri, berarti setiap hari selalu Abang Ars yang pakein sabuk pengaman dan juga kalau Elle mau naik mobil selalu saja di bukain pintu dan tangan Abang Ars selalu di atas kepalanya Elle supaya Elle nggak ke jedot pada mobil saat mau naik. " Kata Dea yang seperti selalu menjadi cctv tentang hubungannya dengan Abang Ars.


Ya ampun.


" Ah ngaco, mau kerja lagi ah. " Katanya langsung berdiri setelah menghabiskan rujak karena pembahasan seperti ini, ia takut hatinya nggak kuat dan berujung baper.


" Cieee Elle malu. " Kata Dea yang disetujui oleh Tante Nana karena di butik cuma mereka bertiga kadang mereka suka, suka-suka.


Tapi saat bekerja mereka sangat serius.


-


Setelah mengucapkan salam dan Abang Ars juga sudah menjawab salamnya dengan mencium tangan Abang Ars ia pun langsung membuka pintu mobil bagian depan tanpa menunggu Abang Ars membukakan pintu untuknya, ia hanya membuktikan kalau bukan seperti itu kepada Tante Nana dan juga Dea.


" Hati-hati dek. " Kata Abang Ars sambil meletakkan tangan di puncak kepalanya dan mengelus kepalanya pelan sambil menunggunya untuk duduk dengan nyaman.


Ish gagal.


Setelah ia duduk di mobil dengan tenang ia melihat Abang Ars yang menganggukkan kepalanya pelan kepada Tante Nana dan juga Dea dan ia bisa melihat dari wajah mereka berdua yang masih di depan butik begitu sangat mengejeknya.


Ish dasar!


Ia cemberut dengan karena mengingat pemikiran Dea tadi saat di butik.


Pokoknya apapun itu jangan baper!


-


" Kok kamu diem aja dek. " Kata Abang Ars yang berbicara lebih dulu.


" Nggak apa-apa. " Katanya singkat dan ia lebih memilih untuk melihat ke luar jendela.


Dan sepanjang perjalanan menuju rumah di isi dengan kesunyian.


-

__ADS_1


Ia segera turun dari mobil setelah sampai di rumah dan tanpa menunggu Abang Ars membukakan pintu untuknya lalu setelah itu ia langsung cuci tangan untuk segera memeluk Ella.


" Assalamualaikum. "


" Walaikumsalam. "


" Abang mana Ell? " tanya Sha.


" Masih memakirkan mobil. " Katanya dengan cuek.


" Yuk ke kamar ibu. " Katanya pada Ella karena setelah pulang bekerja seperti ini, Ella akan selalu berada di sampingnya ya karena ia tidak ingin Sha lebih dekat kepada Ella daripada dirinya sendiri.


" Aku masuk dulu ya Akak. " Katanya tanpa menunggu jawaban dari Sha langsung aja ngacir ke dalam kamar dengan Ella si dalam gendongannya.


Ia langsung menutup pintu dan segera merebahkan Ella di atas ranjang.


Ella sangat menurut padanya, padahal kalau anak kecil lainnya pasti akan menangis kalau di rebahkan di ranjang padahal tidak mengantuk tapi Ella malah tertawa sambil melihat kearahnya dengan senyuman.


Arsya


" Assalamualaikum sayang. " Katanya saat melihat Sha yang masih di depan pintu menunggu kedatangannya.


" Walaikumsalam Abang. " Kata Sha sambil mencium punggung tangannya dan ia langsung mencium kening Sha dengan memejamkan mata.


" Ella di bawa sama Elle? " tanyanya saat melihat cuma Arsy yang bermain sendiri di ruang tamu.


" Iya bang. " Kata Sha dengan singkat tapi ia tidak bertanya lagi dan lebih memilih untuk mengajak Sha ke dalam kamar karena ia akan mandi dulu.


Di dalam kamar mandi di bawah guyuran air shower ia memejamkan matanya sambil memikirkan pernikahan nya dengan Elle yang sudah berjalan selama enam bulan.


Pernikahan yang tenang bahkan Elle maupun Sha tidak pernah berselisih paham.


Sha yang penerima.


Dan Elle yang bodoamat.


Iya bagaimana tidak bodoamat?


Mungkin kalau istri lain akan merasakan cemburu karena ia selama ini selalu tidur di kamar Sha istri pertama nya.


Tapi Elle malah bodoamat dan tidak pernah keberatan.


Malah seperti silahkan...


Ia merasakan tersentil dan ia tau bagaimana Elle sungguh tidak mau menikah dengannya.


Perjanjian yang dulu Elle buat sungguh efektif dan juga berguna.


Karena dengan perjanjian itu Elle mau dinikahi dirinya dengan batas waktu yang telah ditentukan dan suatu saat nanti pasti Elle akan pergi.


Ia melihat Elle yang sekarang santuy menjalani kehidupan karena kehidupan pernikahan yang ia jalani sungguh tenang seperti yang Elle mau.


-


Hari Senin genks! Kasih VOTE ya ^_^


Sengaja aku up pagi-pagi biar kalian inget kalau novel ini butuh VOTE dari kalian semua πŸ˜‡

__ADS_1


Nanti antara siang sampai sore akan ada 1 eps lagi, jadi aku hari ini double up ya... buat timbal balik karena udah mau kasih VOTE ke novel iniπŸ€—


__ADS_2