
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...[Hei! Tidak Perlu Buang Tenaga]...
" Kenapa loe nggak terima apa yang gue katakan? Emang itu fakta! Gue diem selama ini bukan karena gue lemah! Gue tau kalau selama ini loe sering mengadu masalah rumah tangga dengan Sheryl itu yang loe jadikan panutan... tapi Sheryl nggak sebaik itu hanya karena Sheryl tuh kembaran loe! Ada maksud tertentu dan gue yakin kalau loe paham apa yang sedang gue omongin karena loe nggak se bodoh itu... Ups! "
" Tapi kalau loe bodoh ya seperti ini? " kata Elle sambil memandang Sha dari atas sampai bawah.
" Sampai nggak tau apa pura-pura nggak tau kalau Sheryl juga mencintai Arsya? " kata Elle lirih dan segera berlalu dari dapur karena sungguh sudah sangat kesal untuk melanjutkan masak dan saat Elle pergi ke kamar, Elle melihat Arsya yang sedang menatap ke arah Elle dan Arsya yang sibuk berdebat.
Tapi Elle tidak peduli dan malah pergi menggunakan mobil dengan membanting pintu rumah yang meninggalkan suara yang gaduh.
Brak!
" Kalau Elle seperti itu karena Abang tau Elle adalah tipe orang pembangkang! Tapi kamu Sha? Abang bahkan hampir saja tidak mengenali apakah itu Sha apa bukan? " kata Arsya yang kecewa dengan semua yang di lakukan Sha.
Padahal Sha yang dulu mendukung Arsya, bahkan menyarankan untuk menempuh jalur hukum untuk mengikat Elle tapi sekarang?
Setelah mengatakan itu, Arsya lalu pergi ke kamar untuk siapa-siapa pergi ke kantor.
" Abang... " kata Sha terputus karena Arsya pergi ke kantor begitu saja tanpa melakukan pamitan seperti biasanya yang membuat hati Sha sedih!
-
Arsya sangat terkejut saat mendengar pertengkaran Elle dan Sha karena Sha cemburu.
Yang benar saja!
Rasa Arsya ingin marah, tapi Arsya bingung mau marah pada siapa?
Karena semua hal yang terjadi di dalam rumah tangganya adalah karena Arsya sendiri apalagi mengingat ucapan Arsyad yang...
" Banyak yang menunggu janda nya Elle. "
Yang membuat Arsya geram!
Jangan pernah!
Sebenarnya Arsya tidak tau kalau pertemuan dengan Mr Xiao akan sampai di liput media dan sampai beredar di media digital dan juga di surat kabar.
Arsya tidak tau dan akibat dari itu...
Sha yang selalu menurut sekarang menjadi pembangkang karena semua orang tau kalau Arsya dan Elle adalah suami istri.
__ADS_1
" Go publik (menunjukkan ke publik) nih. " Kata Arsyad yang tidak sengaja berpapasan dengan Arsya dengan senyum jahil.
Dan Arsya juga mendengar kalau semua pegawainya di kantor membicarakan tentang rumah tangga.
" Bu Shaila tuh istri pertama yang kemarin do berita tuh istri kedua namanya Elle seorang desainer terkenal. "
" Kok bisa ya? "
" Desainer terkenal mau aja jadi istri kedua kalau bukan karena MBA (menikah karena kecelakaan). "
" Bu Shaila yang sempurna aja di dua kan apalagi aku yang masih banyak kekurangan. " Dan masih banyak lagi semua perkataan yang di ucapakan pegawai.
Hm!
Dehem Arsyad yang membuat suasana hening seketika, yang tadinya membicarakan Arsya sekarang terdiam karena ketahuan.
" Dimana loyalitas kalian hah? Di jam kerja malah bergosip! Balik kerja sekarang! " kata Arsyad dengan tegas dan menyuruh segera berkerja.
Arsya pulang ke rumah sekarang rasanya enggan karena Sha masih saja cemburu dan Elle yang sedang marah.
Ya ampun!
Bahkan saat Sha sudah menunggu di depan pintu, Arsya langsung berlalu saja karena... Jujur! Arsya masih tidak percaya kalau Sha mempunyai dendam kesumat dengan Elle.
" Jangan dulu Umi, sekarang Sha sudah berumah tangga biarkan mereka menyelesaikan permasalah, lagian mempunyai istri lebih dari satu adalah hal yang tabu di negara ini, intinya ikhlas. " Kata Abi yang bijaksana dan tidak mau gegabah karena di sana Arsya adalah kepala rumah tangga dan sebagai seorang orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik.
" Abang... " kata Sha yang langsung terisak sambil memeluk Arsya dari belakang.
Sungguh Sha tidak tahan harus di diam in seperti ini karena penyakit kebencian nya kepada Elle.
" Maafkan Sha, Sha cemburu Abang... Sha merasakan minder, Elle sangat sempurna dari segi manapun! Sha... " kata Sha terpotong karena Arsya keburu memotong dan memeluk Sha dengan erat.
" Hustttt! maafkan Abang, Abang yang salah... Abang sebagai suami belum bisa memberikan kebahagiaan kepada kamu Sha, kamu pantas bahagia, dan pantas... " kata Arsya terpotong karena Sha keburu memotong perkataan Arsya dan dengan suara tergugu, Sha mengatakan...
" Sha hanya ingin menua bersama Abang, hanya maut yang bisa memisahkan kita dan kita akan bertemu di alam yang kekal dan abadi. " Kata Sha mengatakan itu karena Sha mengerti apa yang akan di samping Arsya.
Apa yang ingin di sampaikan atau dipikiran Arsya tidak boleh terjadi.
Arsya hanya untuk Sha bukan untuk yang lainnya.
Biarkan Sha egois kali ini saja.
Dan berawal dari tangisan karena kemarahan lalu berlanjut tangisan tidak ingin kehilangan dan berakhir dengan tangisan kebahagiaan.
Saat sang suami memberikan nafkah biologis hingga membuat Sha melupakan sejenak kesedihan dan merasakan Arsya ada di dalam dirinya.
__ADS_1
Berakhir dengan peluh yang membasahi sepanjang kulit tubuh dan nafas yang terengah-engah karena mendapatkan kepuasan yang haqiqi dan juga merasakan kelelahan.
Walaupun begitu senyuman tetap saja terukir lebar.
" Terimakasih Sha. " Kata Arsya saat semuanya sudah selesai dan mengecup kening Sha dan menarik selimut agar tubuh tidak kedinginan.
Sha tidak mengatakan apapun karena merasakan lelah dan Sha melihat dari sudut matanya kalau Elle melihat semua yang Sha dan lakukan di ruang tamu.
Senyuman penuh kemenangan.
-
Elle tau kalau Sha sangat cemburu pada nya tapi kenapa?
Bukankah adalah pemenang dan menjadi permaisuri di rumah ini?
Lalu kenapa harus cemburu pada rakyat jelata seperti Elle ini?
Dan karena tidak tahan dengan omongan Sha, Elle langsung membanting spatula yang langsung mengeluarkan bunyi bising.
Setelah mengatakan apa yang Elle tau, Elle langsung pergi dari dapur dan enggan untuk memasak lagi dan saat berjalan menuju kamar, Elle melihat Arsya yang mendengar pertengkarannya dengan Sha tapi Elle tidak peduli dan lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu.
Bahkan saat keluar kamar Elle melihat Arsya dan Sha yang bertengkar untuk pertama kalinya sesudah Elle menikah.
Tapi karena semua perkataan Sha tadi terus saja berputar-putar di kepala Elle, Elle lebih memilih pergi kerja dengan Ella dan membanting pintu depan karena sungguh kesal.
" Maafkan Ibu ya Ella. " Kata Elle setelah sampai di dalam mobil dan melajukan kendaraannya pergi ke butik.
" Wow, ada apa ini Nyonya Othoman? Pagi-pagi udah ngungsi ke butik aja? Lagi ada peperangan ya? " kata Dea yang seperti sudah tau kalau bakal ada situasi ini karena hal yang sedang beredar.
" Istri pertama cemburu dan menciptakan neraka dunia. "
Memiliki itu membuat Elle bergidik.
" Ah berisik loe! Nggak tau apa masih ada Ella, ngobrol nya nanti aja yang penting pesan sarapan dulu De. " Kata Elle yang lapar karena keluar dari rumah belum sempat sarapan.
" Nggak perlu buang tenaga Ell, seperti biasanya aja... Bukanya hati loe udah kebas dan mati? Ya udah kayak biasanya aja masuk telinga kanan keluar telinga kiri. " Kata Dea saat mendengar cerita Elle tentang yang terjadi di rumah.
" Ha bener tuh kata Dea, kalau meladeni yang cemburu buta nggak bakal sadar tuh orang malah ikut ngotot! Tunjukkan wajah datar dan enggan tersenyum seperti yang kamu punya Ell terus perbarui tuh isi perjanjian yang kamu sepakati pas mau nikah, contoh istri pertama dan kedua harus tinggal terpisah. " Kata Tante Nana yang langsung terkekeh saat mengatakan bait yang terakhir.
" Bener tuh Ell, kalau loe mau jungkir balik pun nggak ada yang melarang apalagi mau mendekati Arsya. " Kata Dea dengan tertawa.
Mendekati Arsya? Yang benar saja!
bersambung...
__ADS_1