
...Extra Part...
...Aku Melepaskanmu but, I Love You...
...-...
...-...
...[Penyebab Kecelakaan]...
Elle sedang berada di butik dengan Dea dan Tante Nana yang sedari tadi melihat Elle dengan horor karena sangat kepo dengan kejadian penyebab kecelakaan tapi Tante Nana dan Dea enggan untuk bersuara dan bertanya penyebabnya karena wajah Elle yang sangat terlihat murung dan tidak enak di lihat itu.
" Kenapa tuh? " tanya Tante Nana pada Dea dan menyikut pelan bahu Dea tapi Dea hanya menggelengkan kepalanya enggan bertanya karena takut kena semprot Elle lebih tepatnya.
" Udah kerja-kerja, nggak usah lihatin aku mulu karena melihat aku nggak akan selesai kerjaannya. " Ucap Elle menyindir Tante Nana dan Dea hingga membuat dua orang berjiwa kepo itu mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Elle karena di dengar dari suara Elle, Dea yakin kalau Elle masih kesal.
" Udah kerja Tan, nanti juga cerita sendiri tuh bocah kalau hatinya lega. " Ucap Dea kepada Tante Nana dengan berbisik pelan.
" Tapi masih kepo lah De, kok kayak patah hati gitu sih? " ucap Tante Nana dengan berbisik lagi dan Dea mengatakan.
" Lah, di awal cerita Elle kan emang di pihak yang teraniaya jadi nggak heran kalau Elle patah hati. " Ucap Dea dan setelah itu Elle berdehem untuk mengehentikan acara bisik-bisik mereka berdua karena bisikan mereka masih terdengar ditelinga Elle.
-
-
-
-
-
-
Arsya masih berada di rumah sakit, setelah pertengkarannya dengan Sha waktu itu... yang semula hubungannya dengan Sha hambar sekarang tambah hambar karena setelah pertengkaran itu tidak ada yang mengucapkan dari Arsya maupun Sha karena masing-masing pihak masih merasa benar.
Walaupun begitu, Sha masih melakukan tugasnya sebagai seorang istri seperti menyuapi Arsya makan dengan mulut yang bungkam karena enggan berbicara cukup bertidak saja dan saat mereka masih berdiam dengan pikiran masing-masing yang tidak ada ujungnya, tiba-tiba saja pintu ruangan perawatan diketuk dan di susul dengan kemunculan polisi dan disambut dengan ucapan Sha yang membuat Arsya terdiam seketika.
" Oh Pak polisi, udah datang... Pasti mau menanyakan soal penyebab kecelakaan ya, pas banget waktu, Abang juga udah siap kok. " Ucap Sha menyambut polisi.
Apa katanya tadi?
Arsya sudah siap? Tidakkah Sha melihat raut syok yang sekarang Arsya perlihatkan!
Sudah siap apanya!
" Loh, bukannya kasusnya udah saya tutup ya Pak, soal dari saya atupun pihak yang satunya lagi tidak ada yang mengajukan gugatan... Lalu ada masalah apa lagi ya? " tanya Arsya yang bingung karena Arsya enggan berurusan dengan hukum karena kemarin hanya ada Arsya, Elle dan Ella yang terlibat.
Lalu siapa yang melapor pada polisi, bahkan tidak ada pihak yang di rugikan disini!
" Iya benar Pak, saya kesini karena gugatan Ibu Sha dan ingin mewancari anda sebagai saksi. " Ucap Pak polisi yang membuat Arsya memejamkan matanya seketika.
Sha lagi, Sha lagi!
" Biasakah Bapak kembali nanti karena ini masih di jam istirahat saya dan saya ingin berbicara dengan istrinya saya dulu. " Ucap Arsya yang diangguki Pak polisi dan setelah Pak polisi pergi dan menutup pintu Arsya langsung melihat ke arah Sha dengan wajah tak percaya.
Setelah berhari-hari bertengkar dan tidak saling berbicara, sekali berbicara mereka pasti akan berdebat.
Arsya yakin itu!
__ADS_1
" Apa-apaan itu Sha! Kau melaporkan Elle ke penjara bahkan Elle sudah tanggung jawab! Apa yang kau inginkan Sha! " ucap Arsya setelah polisi itu pergi.
" Kenapa? Abang nggak setuju? Elle pantas mendapatkannya! " ucap Sha yang tidak mau kalah.
" Cabutan tuntutan itu atau Abang ceraikan! " ucap Arsya yang membuat Sha ternganga seketika.
" Abang berubah! " ucap Sha yang langsung pergi dari ruangan itu dengan membanting pintu.
Arsya tau yang terjadi di pernikahan dengan Sha memang sudah tidak bisa di selamatkan karena Sha tidak merasa bersalah dan enggan meminta maaf dan malah semakin membuat Arsya marah dan selalu berdebat dengan Arsya hingga hubungan keduanya renggang.
Seperti saat ini, tanpa bertanya dulu padanya Sha malah neng gugat karena kecelakaan kemarin murni karena ketidaksengajaan dan ya sudah cukup begitu saja tidak perlu sampai lapor polisi dan terjerat hukum.
Tapi Sha malah ingin memperpanjang masalah dan entah apa yang diinginkan Sha itu.
Mereka sudah tidak satu arah lagi, sudah tidak satu prioritas lagi sudah tidak saling mengerti lagi.
Bisakah mereka tetap bertahan?
-
-
-
-
-
Elle masih berada di butik dan bekerja sedangkan Tante Nana dan Dea yang sedari tadi kepo masih bisa memendam ke kepo an mereka cukup lama karena Elle enggan bercerita sekarang.
Tapi lama-kelamaan Dea nggak betah juga yak!
" Cerita kek Ell? " tanya Dea lagi.
" Cerita dari mana dulu? " tanya Elle lagi karena tidak tau mau mulai dari mana.
" Kemarin kok kecelakaan begitu kenapa? Melamun? " tanya Dea dan dengan menggelengkan kepalanya Elle mengatakan...
" Musibah! "
" Sama si Arsya? " tanya Tante Nana lagi.
" Iya. " Ucap Elle singkat.
" Kenapa sih Elle? " tanya Tante Nana lagi karena Elle tidak bersemangat.
" Kita saling mencintai. " Ucap Elle yang membuat Tante Nana dan Dea melongo seketika.
Apa yang Elle bilang tadi?
" Kita? Kita tuh siapa? " tanya Dea untuk memastikan.
" Abang Ars dan aku. " Ucap Elle yang membuat Tante Nana dan Dea melongo seketika.
" Ck, kamu mau masuk ke lubang yang sama, kamu udah terbebas dan sekarang malah mengatakan soal cinta! Apa yang kamu dapatkan Elle? Kebahagiaan? " tanya Tante Nana yang kesal dengan Elle yang plin-plan itu.
" Elle wake up (bangun) Arsya sekarang tuh suami nya Sha dan kamu tuh hanya mantan istri jadi lupakan Arsya itu, bullshit tauk nggak! Kalau Arsya suka sama kamu tapi tetap menceraikan kamu dan mempertahankan Sha, harus pake logika Elle jangan pakai perasan karena nanti kamu yang terluka sendiri kalau di campakkan! " ucap Tante Nana lagi yang bingung dengan Elle.
" Mendingan kamu sama Rio aja deh. " Ucap Dea lagi.
__ADS_1
" Rio juga belum move on (melupakan) mantan istrinya. " Ucap Elle yang tau kalau Rio masih mencintai sang mantan istri.
Kalau mereka bersama pasti akan terasa palsu.
" Terus! Sekarang apa yang kamu inginkan Elle? Kembali pada Arsya dan menjadi istri kedua lagi? " tanya Dea pada Elle.
" Tidak, bagiku cinta ku selama ini di balas sudah lebih cukup itu saja! " ucap Elle lagi yang membuat Tante Nana dan Dea saling berpandangan seolah-olah mengatakan... Cinta gila.
Dan setelah perdebatan tadi, semuanya terdiam dengan pikiran masing-masing dan enggan untuk berbicara lagi hingga Tante Nana dan Dea pulang ke rumah masing-masing Elle masih terdiam di ruangan nya dengan melamun dan memikirkan banyak hal.
Cinta ini sungguh menyedihkan!
-
-
-
-
-
Di saat ketiga orang tuanya masih mempunyai banyak konflik! Arsy dan Ella malah terlibat masalah baru dan pasti akan membuat orang tua mereka marah.
" Abang? " ucap Ella dengan menangis.
" Enggak dek! Bukan, coba ingat-ingat semalam kamu sama siapa? " tanya Arsy lagi dan mengatakan agar Ella tenang dan berfikir.
" Pras... " ucap Ella lirih tapi sebelum mereka berdua beranjak pergi tiba-tiba saja pintu di didobrak dan di susul dengan polisi yang berteriak dan mengatakan...
" Duduk ditempat, tempat ini sudah di kepung! " ucap polisi yang membuat Arsy dan Ella keget.
-
-
-
-
Arsya masih berada di rumah sakit hingga mendapatkan telepon yang membuat Arsya memejamkan matanya seketika.
" Ada apa lagi ini. "
Dan tanpa pikir panjang Arsya lalu menghubungi pengacara keluarga dan mengatakan untuk segera membebaskan Arsy dan Ella yang sekarang berada di kantor polisi.
Entah apa yang terjadi, anak-anak yang terlihat tidak neko-neko sekarang malah berurusan dengan polisi dan sekarang ditahan dan lebih mengejutkan lagi karena bukan hanya Arsy tapi Ella juga ikut.
Entah apa yang dilakukan mereka berdua hingga terlibat di kantor polisi hingga...
-
To be continued
Author udah bikin Naskah dan udah author ketik Sekuel dari Novel ini, tuh gercep kan!?
Demi kalian biar nggak penasaran ini tuh š
LIKE nya ratain genks, biar author senang š
__ADS_1