ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Harus Apa?


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 39 ~ Harus Apa?]


Arsya


Ia masih menjalani hari-hari seperti biasanya, seperti pergi bekerja dan menjalani beberapa aktivitas nya.


Ia sedang berada di kantor dan tiba-tiba saja sekertaris nya mengatakan...


" Maaf Pak, hari ini adalah hari terakhir saya kerja karena saya mengundurkan diri karena ingin fokus dengan kehamilan saya dan juga keluarga. " Kata sekertaris nya dan ia langsung menyadarkan kepalanya di kursi yang sedang ia duduki.


" Okeh baik, terimakasih ya selama ini sudah membantu pekerjaan saya. " Katanya dan mengagukkan kepala.


" Iya Pak sama-sama, kalau begitu saya permisi. " Kata sekertaris dan ia hanya menganggukkan kepalanya.


" Ya? "


" Nggak ketemu? "


" Gimana sih! "


" Pokoknya cari sampai ketemu! "


Sialan!


Ia langsung melemparkan ponsel dengan buah di gigit sedikit di ujung nya di atas ranjang dan mengacak-acak rambutnya frustasi.


" Kamu sangat jago bersembunyi Dek. " Katanya dalam hati saat orang suruhannya mengatakan semua informasi tentang Elle Wardoyo adalah nama baru dan semua tentang masa lalu nya tersimpan rapi dan tidak ada yang mengetahui kecuali Elle sendiri.


" Abang panggil Sha? " tanya Sha saat berada di dalam ruang kerjanya.


" Hah! " katanya bingung.


" Iya tadi, Abang panggil Sha dengan sebutan dek. " Kata Sha sambil tersenyum malu-malu.


Ia hanya tersenyum saja saat mendengar itu karena sesungguhnya nama panggilan itu untuk seseorang dan bukanlah untuk Sha.


Elle


Ia masih termenung di depan televisi, Tante Nana dan Dea tadi pamit untuk mencari makan tapi ia memilih di vila saja karena sudah keburu capek saat jalan-jalan tadi.


" Tan aku nggak mau seperti ini terus, aku nggak mau sembunyi dulu karena bukan aku yang salah tapi kenapa aku yang bersembunyi. " Ungkapnya pada Tante Nana di malam hari.


Ia melihat Tante Nana menggeleng tidak setuju dengan pendapatnya itu.


" Itu bukanlah cara yang terbaik Ell, emang benar kamu tidak bersalah tapi bukan itu yang di bahas sekarang, sekarang kamu lagi hamil dan Arsya tidak tau itu kalau sampai tau Tante yakin kalau hidup mu tidak akan pernah tenang lagi karena di ganggu Arsya, untuk sekarang ini jalan yang terbaik Ell sampai kamu melahirkan. " Kata Tante Nana sambil menatapnya dan mengatakan pendapat.


Kalau di pikir-pikir memang benar, kalau sampai Abang Ars tau tentang kehamilannya akibat tragedi itu ia bisa membayangkan bagaimana hidupnya akan selalu di ganggu oleh Abang Ars.


Ia menggelengkan kepalanya saat mengingat itu.


" Iya bener Tan. " Jawabnya sambil bergidik ngeri.

__ADS_1


" Kamu lagi hamil muda juga Ell, jadinya nggak baik kalau terlalu tertekan... memang sekarang kamu lagi bersembunyi tapi bukan karena takut tapi karena ingin menghindari masalah yang akan terjadi kalau sampai Arsya tau. " Kata Tante Nana.


Berbincang malam memang menyenangkan, membahas hal-hal keresahan dalam hati dengan orang yang dapat di percaya.


" Tante juga tau kalau kamu tuh tipe orang yang suka hidup tenang seakan-akan hanya butuh beberapa teman baik untuk tempamu berkeluh kesah. " Kata Tante Nana menerawang.


Memang benar kalau di pikir-pikir ia hanya mempunyai beberapa teman baik saja.


" Dan kalau Arsya sampai tau, boom! boom langsung meledak dan kehidupan tenang mu cuma tinggal kenangan. " Kata Tante Nana lagi dengan bergidik ngeri, ia pun ikut bergidik juga.


Ia sudah berbincang cukup lama dengan Tante Nana dan ia juga melihat Dea yang sudah tertidur.


Tumben tuh bocah!


" Tante tidur duluan ya. " Kata Tante Nana sambil menepuk pelan bahunya dan ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


Di ruang televisi hanya sunyi dan terdengar suara televisi yang ia nyalakan dengan volume pelan.


Ia bukannya menonton televisi, tapi sepertinya televisi yang menonton dirinya dan menampilkan sebuah film romantis.


Safe Haven


Ia tersenyum melihat film itu dan juga suka dialog nya yang berbunyi...


" Tidak ada tempat yang lebih aman selain di sisiku. "


Kata-kata itu terus saja membuatnya merasakan senang dan tersenyum.


Ia mengelus perutnya yang sudah menonjol sedikit.


Dan tanpa terasa ia juga mengatakan...


" Apapun yang terjadi Ibu akan selalu berada di samping mu. "


Setelah selesai dengan semua pemikiran nya ia pun langsung mematikan televisi dan bersiap untuk tidur.


Arsya


Ia sedang tertidur dan tiba-tiba saja ia terbangun di jam dini hari dan membuka mata, ia melihat Sha yang tertidur tenang di sebelahnya dengan tubuh polos.


Ia langsung memejamkan matanya lagi dan mendekap erat Sha karena ia tidak bermimpi dan itu membuatnya resah.


Ia sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja dan Sha membantunya untuk memakai dasi.


" Abang nanti pulang jam berapa? " tanya Sha merapihkan kemejanya.


" Pulang nya sore. " Katanya lagi dan segera mengecup kening Sha sekilas dan mengucapkan salam.


Ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan berangkat ke kantor.


Ia kesiangan pagi ini ya karena apalagi kalau bukan karena hasrat nya yang sudah di ubun-ubun kalau bangun tidur.


Dan tanpa pikir panjang ia mengajak Sha untuk berkeringat bersama dengan gelora yang membara dan berkahir dengan tubuh polos dengan keringat yang membasahi sekujur tubuh.


Kegiatan kenikmatan duniawi yang begitu ia sukai yang terbukti ia ulangi berkali-kali dengan Sha dan juga dengan... Elle.

__ADS_1


" Eh? "


Ia kaget sendiri dengan pemikiran nya itu dan tiba-tiba saja teringat Elle yang langsung membuatnya pusing seketika.


Ya bagaimana tidak pusing, sejak kejadian tragedi cinta satu malam itu, Elle langsung memutuskan hubungan kerja sama dan menghilang seperti orang yang begitu mahir dalam menghilang.


Terbukti selama kejadian itu dan sampai sekarang ia belum juga biasa menemukan di mana keberadaan Elle.


Ya ampun!


Ia pikir Elle sama dengan gadis-gadis lainnya yang akan mendatanginya dan meminta pertanggungjawaban.


Tapi ia salah, setelah kejadian itu bahkan Elle tidak pernah terlihat di depannya di sengaja maupun tidak.


Dan malah menghilang dan membuatnya penasaran dan juga seperti di lecehkan.


Seperti Elle tidak membutuhkan pertanggungjawaban nya kalau Elle benar-benar hamil akibat dari tragedi.


Dan lebih memilih menghilang dan pergi jauh.


" Huft. " Ia langsung menghembuskan nafas perlahan karena mengingat itu.


Ia sudah sampai di depan parkir perusahaan dan menyerahkan kuncinya pada satpam untuk di parkiran mobil nya itu.


" Kusut amat bang, kayak nggak dapat jatah. " Kata Arsyad dengan nada menyebalkan dan menggoda nya.


Ia hanya melirik sinis dan tidak mau menanggapi omongan adik nya itu.


" Diem aja, jadi beneran nggak dapat jatah ya! " kata Arsyad yang semakin meledek itu.


Ah sungguh pusing!


" Ck, mana ada gue dapet jatah everyday (setiap hari) everything (kapanpun) itu ya. " Katanya dengan sombong karena memang benar itu faktanya.


" Ya tapi kenapa kok lusuh kayak gitu, kayak cucian nggak di cuci. " Kata Arsyad semakin menjadi.


" Galau gue. " Katanya tanpa sadar.


" An jrit, loe galau apaan lagi kalau jatah loe aja di kasih tiap hari. " Kata Arsyad dengan semakin kepo dan menjadi.


Dan ia sudah tidak sengaja mengatakan itu semakin menjadi salah tingkah.


" Apaan sih, udah sono pergi ah. " Katanya sebal dan mengusir Arsyad dengan gerakan tangan, cara untuk menyelamatkan diri.


" Ciee galau. " Kata Arsyad setelah itu langsung berlalu pergi dan itu membuatnya pusing.


Menyebalkan!


Ia masih termenung di meja kerja nya setelah mengakat telepon dari orang suruhan nya yang mengatakan...


" Saya belum mendapatkan apa-apa Pak. "


Kata itu yang langsung membuat nya mengurutkan pelipis karena sungguh merasakan pusing dan mulai kehilangan kesabaran karena rasa ingin tau untuk memastikan sesuatu jadi semakin rumit saja.


-

__ADS_1


Adakah yang masih bangun?


Aku udah up eps 40, mungkin bentar lagi bakalan muncul kalau proses review nya nggak lama šŸ˜‚


__ADS_2