
ELLE WEDDING
[Episode 58 ~ Bulan Kelahiran]
Elle
Ia sedang berada di depan televisi dengan Tante Nana dan Dea yang menonton dengan fokus dan mata melotot .
" Oh ya ampun jangan sampai kalian seperti mereka karena Ibu terlalu ngoceh dengan tontonan mereka yaitu sinetron ikan terbang. " Katanya dalam hati sambil mengelus perut buncitnya dan bergidik melihat Tante Nana dan juga Dea dengan tatapan horor.
Oh ya sekarang kandungan sudah memasuki bulan ke sembilan jadi sekitar dua minggu lagi ia akan melahirkan baby nya.
Ia kalau lahiran ingin di rumah saja, karena sebenarnya ia takut untuk datang kerumah sakit dan memutuskan untuk lahiran di rumah saja karena suasana rumah yang tenang dan asri membuatnya nyaman.
Dan soalnya Abang Ars ia hanya memberitahukan secukupnya saja, karena sungguh... Ia masih tidak nyaman ada Abang Ars berada di sampingnya.
Ia sungguh tidak membutuhkan Abang Ars, ia ingin melakukan dengan mandiri tanpa bantuan Abang Ars.
Ya walaupun ia sudah bersikap ketus dan juga jengah, Abang Ars selalu saja datang dan menengok kandungannya yang sebenarnya baik-baik saja.
Ya tentu saja baik-baik saja karena ia sangat menjaga kandungannya ini.
Ia di temani Dea dan juga Tante Nana yang sangat mengayomi dan ia juga bukan tipe orang yang selalu memikirkan suatu masalah sampai ia tidak makan dan berakhir kurus karena kurang asupan.
Tidak, ia tidak seperti itu.
Walaupun hidup itu berat, ia tetap makan dengan lahap karena ia lapar.
Untuk apa memikirkan orang lain sampai segitunya.
Toh! Tulang rusuk tidak akan pernah tertukar.
Cukup berada di tempat semula dan menjalani hari-hari dengan baik maka tulang rusuk akan kembali pada dimana tempat berasal.
Lagian Abang Ars juga sudah mempunyai seorang istri dan anak.
Ia bukanlah wanita yang suka keributan ataupun merebut punya orang lain.
Ia sudah cukup apa yang ia punya dan ingin menjalin hari-hari dengan bahagia dan tenang dengan orang tersayang.
Ya walaupun ia terlihat seperti orang bodoh karena tidak melaporkan Abang Ars ke kantor polisi.
Ia tidak ingin terlihat seperti wanita lemah dan tidak ingin melihat keluarga yang hancur karena dirinya walaupun ia adalah korban.
Cukup dia saja, tumbuh tanpa kasih sayang orang tua.
-
" Lahirannya kapan Ell? " tanya Tante Nana setelah sinteron ikan terbang sudah selesai.
Akhirnya!
__ADS_1
" Kata dokter sih dua minggu lagi Tan, nggak tau deh nanti bakalan maju atau mundur. " Katanya sambil mengelus perutnya yang buncit dan merasakan ada pergerakan disana.
Tante Nana hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan obrolannya...
" Beneran mau lahiran di rumah Ell? " tanya Tante Nana yang sekarang ikut mengelus perutnya dengan gerakan memutar-mutar dan perlahan.
" Iya Tan, lebih suka suasana yang ada di rumah daripada di rumah sakit. " Katanya dengan tersenyum, karena beberapa hari ini Abang Ars tidak menghubunginya dan itu membuat mood (suasana) hatinya sangat baik karena dengan begitu ia tidak akan merasa bersalah pada istri ataupun anak Abang Ars.
" Udah pesen Dokter buat bantuin aku lahiran, siap dua puluh empat jam. " Katanya dengan tersenyum karena ia sudah memesan Dokter untuk jadwal lahirannya di sebuah Rumah Sakit.
Ia hanya ingin sederhana saja dan nyaman.
-
Ia sedang menonton televisi dengan Tante Nana dan juga Dea yang duduk di sofa yang tidak jauh dari ia duduk.
Ia duduk sambil memakan biskuit dan juga susu hangat dan ini adalah perpaduan yang sangat enak.
Setelah tiga puluh menit kemudian ia pamit kepada Tante Nana dan juga Dea untuk tidur lebih dulu karena ia merasakan perutnya yang tidak enak tapi ia diam saja dan menahannya karena ia tidak ingin terjadi ketegangan di tengah malam seperti ini.
" Hati-hati Ell. " Kata Tante Nana saat ia pamit dan dengan perlahan ia langsung menuju ke kamarnya dan menutup pintu, berjalan ke arah ranjang dengan perlahan.
" Lahir besok pagi aja ya sayang. " Katanya sambil mengelus perutnya buncitnya dan bernafas dengan perlahan-lahan seperti yang sudah ia pelajari di beberapa buku dan video yang ia tonton seputar kehamilan.
" Ia memejamkan matanya dan melakukan pernafasan dengan perlahan dan mengelus perutnya buncitnya yang terasa sakit.
-
Bahkan untuk berteriak saja ia tidak mampu dan saat ia melihat jam dinding yang ada di kamarnya baru jam enam pagi.
" Pasti Tante dan juga Dea belum pada bangun. " Katanya dalam hati.
Ia merasakan sakit yang begitu amat dan juga untuk berdiri dan juga melangkah ia sungguh tidak sanggup dan dengan segala keberanian yang ada dan segera pengetahuan yang ia punya dan ingat.
Ia melakukan pernafasan dengan perlahan dan mengejan karena ia juga mendapatkan dorongan dari dalam.
" Kamu mau bertemu dengan Ibu ya nak? " katanya dalam hati.
Ia mengambil nafas dan mengejan lagi saat ia merasakan dorongan dari dalam dan saat itu juga bayi yang ia kandung keluar.
Ia tersenyum lelah saat di pang kal pahanya ada anaknya yang masih ber simbah darah ia langsung membawa anaknya untuk di letakan di dadanya untuk melakukan skin to skin.
" Anak Ibu. " Dengan tangisan yang terus saja menetes di sudut matanya dan saat itu juga anaknya menangis untuk pertama kalinya dan...
Brak!
" Ya ampun Elle. " Kata Tante Nana dengan histeris dan di susul ada Abang Ars yang datang dengan wajah cemas dan juga ada dokter Aila yaitu adiknya Abang Ars.
Ia menyeka air matanya dengan perlahan dan terus-menerus saat ia sedang diperiksa oleh dokter dan ia mendengar dan melihat bagaimana Abang Ars menggedong dan mengadzani anak mereka untuk pertama kalinya.
Ah anak mereka?
Kata-kata itu yang selalu teringat di kepala dan membuatnya tersenyum.
__ADS_1
Melupakan kesakitan karena habis melahirkan dan melupakan kalau Abang Ars adalah pria ber istri.
Sekarang ia sungguh terjebak dan tidak bisa lepas.
-
Ellana Wardoyo
Ia menamai baby nya dengan nama belakangnya sendiri, karena Ella adalah miliknya, seorang.
" Hei Ella, anak Ibu. " Katanya sambil menyusui Ella dan tersenyum lembut.
Ia sedang berada di kamar sendiri karena ia hanya ingin me time dengan Baby nya padahal itu hanya alibi agar Abang Ars mau pulang karena dia sudah disini sejak pagi dan menjelang malam.
Kalau Abang Ars tidak pulang juga maka ia akan mengusirnya, bikin resah aja.
" Benar-benar duplikat kamu Ell. " Kata Tante Nana saat melihat baby Ella yang sedang tidur di box bayi dan ia tersenyum mendengar itu.
" Ella hanya untuk dirinya. "
" Si Arsya tidak ada di wajah Ella, benar-benar kayaknya kecebong nya Arsya nggak ada yang bisa ngalahin telor nya si Ell. " Kata Tante Nana dengan ngawur tapi ia tetap saja tertawa kecil.
" Bahkan Arsya aja pasrah kalau kamu udah bikin keputusan. " Kata Tante Nana yang seperti selalu memperhatikan kalau ia sungguh tidak mau mengalah apapun itu kepada Arsya.
" Yeah wanita selalu benar. "
" Yaudah kamu istirahat ya. " Kata Tante Nana dan ia pun mengaguk mengiyakan dan sekarang rebahan di atas ranjang sambil memandangi baby yang ada di box bayi.
-
Entah berapa lama ia tertidur hingga ia mendengar suara tangisan bayi.
" Baby Ella laper nih dek. " Kata Abang Ars yang sekarang sudah menggedong baby Ella dan menuju kearahnya untuk di susui.
" Kapan datang? " tanyanya pada Abang Ars dan menerima baby Ella.
" Udah Abang keluar dulu sana, aku mau menyusui. " Katanya mengusir Abang Ars untuk keluar dari kamar sebelum Abang Ars berkata apapun untuk menjawab pertanyaannya.
" Yaudah de... " Kata Abang Ars terpotong karena ia segera berkata.
" Keluar dulu. " Katanya dengan marah.
Ya kalik harus menyusui di depan nya.
Setelah Abang Ars pergi ia pun segera menyusui baby Ella.
" Ella anan Ibu. " Katanya sambil mengusap pipi Ella yang sangat lembut.
" Kita akan selalu bersama. " Katanya lagi dan mengecup kening Ella dengan sayang.
-
Tinggalkan jejak setelah membaca episode ini :(
__ADS_1