
...Extra Part...
...Aku Melepaskanmu but, I Love You...
...-...
...-...
...[Sebuah Tragedi]...
" Nggak usah ngomong nggak guna kayak gitu deh loe, gue bisa maklum kalau omongan loe kayak gitu di rumah karena nggak ada yang dengar kecuali gue dan anak-anak, jadi loe di luar bisa pakai topeng muka dua loe itu tapi sekarang kayaknya loe nggak tau malu apa hah? Dilihat banyak orang! " ucap Elle sebal dengan perkataan Sha tentang Ella yang menggangu Arsy.
Heh! Bukannya Elle baper! Tapi Ella dan Arsy itu sudah sepaket sedari kecil dan selalu bersama jadi kalau saling menggangu sesama saudara adalah hal yang wajar tapi kenapa Sha begitu berlebihan!
Semakin tua bukanya sembuh eh semakin menjadi, sewotnya!
Dan dengan sengaja menyenggol bahu Sha saat berjalan melewati Sha, Elle langsung menuju keruangan yang sudah di tunjukkan polisi yang ada di sana dan enggan untuk membalas perkataan Sha yang terdengar mendengus itu.
Biarkan saja Sha mengoceh sendiri di kantor polisi kalau merasa keberadaan Sha menggangu sekitar palingan nanti juga di usir!
Elle masuk kedalam ruangan yang di dalamnya sudah ada polisi dan di ikuti Sha sedangkan Arsya belum datang.
" Permisi Pak, saya Ibuk nya Ella. " Ucap Elle pada polisi yang melihat dengan Elle dengan tatapan menyelidik, kira-kira Ibuk siapa.
" Oh ya, silahkan duduk dulu Bu. " Ucap polisi itu mempersilahkan Elle duduk dulu dan polisi itu melihat ke arah Sha yang masih berdiri di tengah pintu dan bertanya...
" Ibu, wali dari saudara atau saudari siapa? " tanya polisi itu lebih dulu karena Sha sedari tadi hanya jengkel dengan Elle yang terlihat semakin menyebalkan itu dan Sha datang ke kantor polisi bukannya fokus apa yang terjadi pada Arsy hingga sampai di kantor polisi, Sha malah fokus kepada Elle lebih tepatnya fokus akan kebenciannya terhadap Elle bahkan melihat Elle duduk saja Sha sudah merasakan benci sampai di ubun-ubun hingga masuk ke kantor polisi bukannya bertanya tentang Arsy malah ingin mencari gara-gara kepada Elle.
" Saya Ibu nya Arsy. " Ucap Sha singkat dan segera duduk di samping Elle yang masih kosong walaupun enggan untuk berdekatan dengan Elle tapi lebih baik duduk daripada berdiri, capek!
Menghadapi kenyataan saja sudah capek!
Dan saat Elle akan berbicara lagi tiba-tiba saja pintu di buka dan di susul dengan kemunculan Arsya dan saat Elle melihat Arsya merasakan hatinya berdesir tapi Elle membuang perasaan itu karena Ella lebih penting sekarang ini dan mengatakan dalam hati.
" Jangan baper Elle. "
Sha melihat Arsya dengan mata berbinar seolah-olah mengatakan...
' Dia suamiku ' tapi Elle tidak peduli dan tetap fokus dengan polisi yang ada di depan.
" Maaf Pak saya terlambat. " Ucap Arsya yang sudah menormalkan raut wajahnya yang tadinya kaget saat melihat Elle dan sekarang menjadi raut datar seperti biasanya.
" Oh ya gak apa-apa, silahkan duduk Pak. " Ucap polisi itu dan menyuruh Arsya segera duduk.
-
-
__ADS_1
-
-
Elle tidak percaya apa yang dia dengar dari polisi tadi.
Apakah sejarah akan terulang kembali?
" Tuh lihat, mereka baru masuk kuliah Pak! Pasti ada kesalahpahaman. " Ucap Sha lagi dengan histeris.
" Nggak ada kesalahpahaman, jelas-jelas mereka di temukan di dalam kamar yang sama dengan keadaan yang tidak menguntungkan. " Ucap polisi tadi dan itu membuat Sha marah dan melihat ke arah Elle dan mengatakan...
" Lihatlah anakmu itu, merusak putra ku yang berharga. " Ucap Sha dengan kesal tapi Elle enggan menyahuti perkataan Sha itu dan malah terdiam saat polisi bertanya pada Arsya...
" Bapak, orang tua siapa? "
" Saya, orang tuanya Ella dan Arsy. " Ucap Arsya dengan tenang dan itu membuat polisi terdiam beberapa saat seolah-olah di dalam hati mengatakan... Benarkah?
Dan di ikutin dengan melihat Elle dan Sha satu persatu dan mengatakan dengan lirih...
" Mempunyai dua istri. "
Padahal mereka hanya sepasang suami-istri dan mantan istri.
Mereka sudah keluar dari dalam Kamto polisi dan sekarang di luar hingga Arsya mengatakan pada mereka...
Ada apa lagi ini?
Hingga Elle tersadar dan segera masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Ella dan Arsy.
Elle hanya terdiam di dalam mobil dan menyetir dalam diam, Elle tadi menyuruh Rio untuk pulang saja karena ini masalah keluarga dan enggan kalau orang luar mengetahui urusan ini karena Elle merasakan malu, sungguh!
Elle hanya diam walaupun dari sudut matanya melihat Ella yang terus saja melihat ke arah Elle tapi Elle tidak peduli dan enggan menoleh.
Hatinya Elle terasa sakit setelah berbulan-bulan sembuh lalu luka itu kembali datang begitu saja.
Hingga sampai berada di depan rumah Arsya, rumah yang dulu tempat Elle menghabiskan masa mudanya Elle masih terdiam dengan Arsy dna Ella juga diam, mungkin tidak berani berbicara lebih dahulu kepada Elle setelah membuat Elle malu dan sakit hati.
-
-
-
-
-
__ADS_1
" Ada apa sebenarnya ini? " tanya Arsya pada Ella dan Arsy yang terdiam.
Elle duduk di samping sedangkan Arsya dan Sha duduk yang berhadap-hadapan dengan Ella dan Arsy langsung.
" Abang pun nggak tau. " Ucap Arsy yang enggan untuk menceritakan tentang yang sebenarnya hingga membuat Arsya memijat pelipisnya karena merasakan pusing.
Tangannya yang sakit karena kecelakaan saja belum sembuh sekarang harus merasakan sakit karena ulah kedua anak tertuanya itu dan tidak wajar mereka yang selama ini baik-baik saja sampai terkena kasus di club tanpa sebab akibat.
" Ella... " ucap Arsya saat tau bertanya pada Arsy tidak akan berjalan lebih baik dan lebih memilih bertanya pada Ella.
" Ella waktu itu sedang berada di rumah tapi tiba-tiba saja Jose mengirim Ella pesan kalau Abang berada di club sedang mabuk jadi Jose menyuruh Ella untuk menjemput Abang. " Ucap Ella yang tidak tau apa-apa tapi malah Ella ikut terkena getahnya.
Mendengar penjelasan Ella itu sekarang Arsya tau kalau yang sedang bermasalah adalah Arsy.
" Abang... Katakan ada apa? Kamu nggak kasihan lihat Ella yang menjadi korban seperti ini! " sentak Arsya yang merasakan pusing dan entah apa yang terjadi pada Ella kalau tidak ada yang tanggung jawab.
Karma kah ini?
" Apa yang harus Abang katakan? Abang merasakan tertekan dengan keadaan rumah yang begitu kacau! " ucap Arsy dengan marah dan mengeluarkan apa yang berada di dalam hatinya.
" Abang kamu jangan kurang ajar pada Daddy! " ucap Sha marah pada Arsy yang memberontak seperti Elle dulu.
" Keluarkan saja bang, apa yang ada di dalam hati Abang. " Ucap Elle dengan lembut dan itu membuat Arsy memejamkan matanya seketika.
Mempunyai dua Ibu yang berkarakter saling serang!
" Bukankah keadaan rumah sudah seperti ini selama bertahun-tahun dan semuanya tidak ada yang sampai pergi ke club! Ada apa sebenarnya bang? " tanya Arsya yang tidak percaya dengan jawaban Arsy yang mengatakan tidak kuat dengan situasi rumah padahal Arsy sudah berada di situasi ini selama bertahun-tahun kenapa baru sekarang?
" Kenapa Daddy berpisah/cerai dari Ibuk! Kenapa? Dan itu membuat Abang tertekan padahal selama ini Ibuk yang mengayomi anak-anak tapi Daddy malah berpisah/cerai dari Ibuk lalu Mommy selama ini hanya sibuk dengan Daddy, tidakkah Daddy memikirkan perasaan anak-anak? " ucap Arsy yang sebenarnya membuat Sha terkejut, Elle merasakan kasihan dan Arsya yang bimbang dengan keadaan karena Arsya tidak bisa memeiliik keduanya dan tidak punya alasan yang kuat untuk berpisah/cerai daripada Sha, hanya maut yang memisahkan mereka berdua.
" Apa yang kamu katakan? Hah! Kamu mau Mommy berpisah/cerai dari Daddy iya? " ucap Sha dengan marah dan tidak segan-segan langsung berdiri menuju Arsy dan...
Plak!
Sha menampar Arsy,.karena menghalangi jadi Ella yang kena tampar bukanya Arsy.
" Apa melakukan kekerasan, Mommy merasakan puas? "
-
To be continued
Author hari ini radak galau š gini tuh, author lagi alergi dan yang kena malah jari manis di tangan kanan, sekarang udah mendingan tapi kalau mau ngetik rasanya nggak enak soalnya harus di olesi salep dan juga harus minum pil tapi setelah minum pil kok ngatuk, setelah di pikir-pikir ternyata pil yang author minum tuh ada efek sampingnya bikin ngantuk!š¤£
Sekarang tidur siang dulu karena habis minum pil jadinya ngatuk š
Draft untuk sekuel lanjutan novel ini semoga udah banyak setelah ELLE WEDDING Series ending biar siap di publish, author tuh kalau belum punya draft banyak suka galau, beneran deh š
__ADS_1