ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Ipar Atau Istri Kedua?


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series...


...Prahara Pernikahan...


...-...


...-...


...[Ipar Atau Istri Kedua?]...


...-...


" Apa sekarang kamu mau menghindar hm? " tanya Arsya sambil menahan koper Elle dan enggan melepaskan.


" Aku tidak menghindar tapi akan melaporkan atas tindakan kekerasan. " Kata Elle dengan sungguh-sungguh dan segera menyentak tangan Arsya yang masih terus saja memegang koper Elle.


Dan setelah tangan Arsya terlepas dari koper yang Elle bawa, Elle dengan langkah pasti pergi meninggalkan rumah di iringi tatapan Arsya, Sha dan anak-anak yang ada.


" Ibu. " Panggil Arsy yang mengejar Elle dan langsung memeluk paha Elle karena Arsy hanya setinggi itu.


Dan dengan tangis tertahan, Elle mencoba untuk menahan agar tidak menangis di depan Arsy, bagiamana pun Elle tidak ingin melihat Arsy membenci Arsya dan dengan perlahan, Elle melepaskan tangan mungil Arsy dari paha Elle dan Elle mulai berjongkok agar sejajar dengan Arsy dan tersenyum lebar walaupun hatinya sakit dan Elle mengatakan...


" Anak Ibu kenapa hm? " tanya Elle dengan lembut, terlepas dari apa yang terjadi, Elle begitu menyayangi Arsy seperti Elle menyanyangi Ella.


" Arsy mau ikut Ibu aja, Arsy mau sama adek. " Kata Arsy dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan sekarang sudah menangis.


Air mata Arsy membuat Elle lemah dan dengan cepat, Elle memeluk Arsy dengan erat dan mengecupi kepala Arsy dengan sayang.


" Ibu sama adek Ella pasti pulang kok, Abang di rumah dulu ya... Jaga adek Adit sama adek Alea, mau janji sama Ibu? " kata Elle dengan lembut dan senyuman lebar dan mengulurkan jari kelingking, janji khas anak kecil yang sering di lakukan Ella dan Arsy.


" Beneran ya, Ibu sama adek pulang? Pokoknya kalau Ibu sama adek nggak pulang, Abang marah sama Ibu. " Rajuk Arsy dengan cemberut, oh sungguh!


Seandainya kalau Arsy adalah kembaran Ella, Elle dengan yakin membawa Arsy kemampuan Elle pergi.


Maafkan Ibu.


" Iya Ibu janji, Abang jadi anak yang baik ya biar bisa jagain adik-adik. " Kata Elle dengan tersenyum saat Arsy mulai menautkan jari kelingking mereka dan Elle mengecup kening Arsy dengan sayang.


Dan sebelum beranjak, Arsy berbisik dan mengatakan pada Elle...


" Mark, dia yang bilang kalau Abang sama adek punya dua Ibu. " Kata Arsy setelah mengecup kedua pipi Elle sekilas seperti yang biasa dilakukan.


Dan Elle memantung saat Arsy mengatakan kalau Mark sepupu mereka yang mulai semua hal ini.


Anak kecil seperti itu sampai tau pasti karena racun orang tua yang tidak mendidik yang benar.


" Sheryl. " Kata Elle dalam hati saat tau kalau Mark adalah anak Sheryl.


Elle benar-benar tidak percaya dengan Sheryl yang mendidik anak kecil di mulai dengan hati yang iri dengki.


Elle masih terdiam di tempatnya berjongkok tadi dan melihat Arsy yang di gandeng masuk ke dalam rumah oleh Arsya dan sesekali Arsy menoleh ke arah Elle dan mengatakan... I Love You Ibu.


Yang membuat Elle meneteskan air mata seketika, air mata yang sedari tadi Elle tahan.


Dan saat masuk mobil di sana sudah ada Tante Nana yang melihat Elle dengan pandangan kasihan dan Ella yang melihat Elle dengan raut sedih.


-

__ADS_1


-


-


-


-


-


Dan saat Elle mengatakan kalau akan segera kembali, Elle masih saja belum kembali dan sudah seminggu Elle berada di tempat Tante Nana dan saat Elle mengatakan akan melaporkan Arsya, itu hanya gertakan saja, bagaimanapun Elle bukanlah orang yang suka bikin keributan.


Elle pergi hanya ingin menenangkan diri tapi Elle juga merindukan Arsy yang sudah seminggu tidak Elle temui dan juga Ella yang bertemu Arsy saat di sekolah saja terus saja bertanya...


" Ibu, apa kita pulang sekarang. " Tanya Ella dengan sorot mata polos tapi Elle menggelengkan kepalanya tanda kalau belum saatnya dan Elle melihat sorot mata Ella yang tiba-tiba saja langsung redup tapi Ella langsung berkata...


" Tidak apa-apa, setidaknya ada Ibu yang selalu ada buat Ella. " Kata Ella dengan terkikik dan kata Ella itu membuat Elle sedih dan segera memeluk Ella dengan erat dan mengatakan dalam hati.


" Aku berhasil membuat Ella bahagia walaupun hanya ada aku. " Kata Elle saat mengingat masa kecilnya yang suram dan Ella sangat beruntung daripada Elle dulu.


-


-


-


-


-


-


" Mau apa loe? Nggak usah ngomong kalau nggak tau apa-apa. " Kata Elle dengan tatapan yang masih mengarah ke sekolah dan enggan menatap Sheryl yang membuat Elle jijik.


" Gue tau, loe di tampar sama Arsya karena loe fitnah Sha soal Sha yang meracuni pikiran Arsy. " Kata Sheryl dengan gaya sok tau yang membuat Elle geram.


Pantas saja Sam lebih memilih Dea daripada Sheryl si mulut nyinyir dan enggan introspeksi diri.


" Tai apa loe soal rumah tangga, kalau loe sekarang aja seorang janda. " Kata Elle dengan senyuman mengejek karena memang Sheryl seorang janda karena bercerai saat suami berada di penjara.


Antara kasian dan rasain!


" Hah! Kenapa kalau gue janda? Loe istri kedua buat apa? " kata Sheryl mulai menantang.


" Ya buat status lah, sah secara agama dan hukum asal loe tau! Tapi gue nggak lakukan apapun bukan karena gue takut, gue nggak sudi nama gue yang indah harus tercemar bakteri kayak loe sama Sha yang munafik itu. " Kata Elle puas saat melihat kemarahan di wajah Sheryl.


" Dan jangan pernah ikut campur sama urusan gue kalau scandal loe sama beberapa pria nggak mau tersebar. " Kata Elle dengan senyuman puas.


" Ja...lang berkedok wanita baik-baik, cih! basi. " Kata Elle dengan lirih dan Elle segera pergi dari hadapan Sheryl yang sudah marah setengah mati.


Tapi Elle tidak peduli dan lebih memilih pergi saat melihat Ella yang sudah keluar dari kelas dan melihat ke arah Elle dengan tatapan ceria.


" Ibu, tadi Ella main sama Abang... Itu Abang. " Kata Ella dengan bahagia dan menunjuk Arsy yang sekarang sudah bersama Mark dan Sheryl.


Elle menghela nafas saat melihat Sheryl yang menjemput Arsy karena Elle tau kalau Sheryl nanti akan meracuni pikiran polos Arsy dengan kebencian seperti yang Sheryl lakukan pada anaknya sendiri, Mark.


" Maafkan Ibu, Arsy. " Kata Elle segera berbalik saat melihat tatapan sedih Arsy saat melihat ke arah Elle.

__ADS_1


" Maafkan Ibu. "


-


-


-


-


-


-


Arsya tau apa yang sudah Arsya lakukan pada Elle adalah hal yang salah dan itu adalah hal yang tidak adil.


Setelah semalaman ber cinta dengan Sha dan memberikan nafkah batin, Arsya bangun di pagi hari walaupun Arsya sendiri baru tidur saat dini hari.


Arsya bangun pagi demi meminta maaf pada Elle, tapi yang di pikirkan Arsya buyar saat Arsya melihat Elle membawa koper dan Ella sudah berada di dalam mobil yang tidak jauh dari rumah.


Dan saat Arsya akan menahan Elle pergi karena bagaimanapun Arsya adalah suami Elle, kepala rumah tangga.


Tapi kata-kata Elle yang akan melaporkan Arsya karena tindakan kekerasan dalam rumah tangga membuat Arsya syok dan tanpa sadar tangan Arsya sudah di hempaskan Elle yang masih saja memegang koper Elle.


Sebegitu marahkah Elle pada Arsya?


Arsya hanya berdiri mematung di teras di depan rumah melihat kepergian Elle dan dengan tidak terduga Arsy menyusul Elle dengan adegan dramatis.


" Bahkan Arsy begitu menyayangi Elle, apa yang telah aku lakukan? " sesal Arsya dalam hati yang tidak berguna lagi, basi!


Dan saat entah apa yang di obrolkan antara Arsy dan Elle, Arsya memegang tangan Arsy agar segera masuk ke rumah dan dengan kepala Arsy yang terus saja melihat ke belakang, melihat ke arah Elle dan mengatakan... I Love You.


Walaupun lirih tapi Arsya dapat mendengar kata itu.


Di saat Arsya mulia menyesal dengan apa yang telah terjadi.


Sheryl tiba-tiba datang dengan tangisan dan itu membuat Sha dan juga Arsya kaget.


Ada apa?


Dan dengan enggan berkata, Sheryl memberikan rekaman yang terdengar di ponsel dan Arsya bisa tau itu suara siapa.


Elle!


Arsya geram apa yang sudah di katakan Elle.


Semua rasa bersalah tadi menguap dan hilang...


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


To be continued...


__ADS_2