
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...-...
...-...
...[Dia Adalah Tulang Rusukmu]...
Brak!
Elle menabrak mobil yang ada di depannya hingga membuat Elle maupun Ella hingga terdorong ke depan dan kening mereka terjedot dasbor mobil.
Hingga kening Ella maupun Elle terasa sakit dan benjol.
" La kamu nggak apa-apa? " tanya Elle saat sudah tersadar dari keterkejutannya dan melihat Ella yang terus saja memegang keningnya yang terlihat memar.
" Uhk sakit Buk, itu lihat dulu di depan tadi nabrak mobil siapa kok orangnya nggak langsung keluar malah sampai sekarang nggak keluar, nggak wajar! Coba lihat Buk takut ada apa-apa lagi sama pengemudi mobil di depan. " Ucap Ella yang masih memikirkan mobil yang ditabrak Elle bukan memikirkan mobilnya tapi orang yang ada di dalam mobilnya.
Baik-baik saja atau bagaimana?
Karena mungkin kalau kebanyakan orang di tabrak dari belakang pengemudi mobil depan pasti akan cepat-cepat keluar dan menggedor pintu mobil tapi ini tidak!
Hingga beberapa saat pengemudi mobil di depan tidak keluar juga dan Ella takut orang yang di dalam mobil depan itu kenapa-napa.
" Iya, tapi kamu juga keluar La! Mobilnya berasap. " Ucap Elle dan di angguki oleh Ella.
Dengan perlahan dan tertatih Elle dan Ella keluar dari dalam mobil, setelah memastikan posisi Ella nyaman duduk di pinggir jalan, Elle langsung menyerahkan ponselnya kepada Ella dan mengatakan...
" Panggil ambulans. " Ucap Elle singkat dan di angguki setuju oleh Ella dan Elle segera ke mobil yang ada di depan dan mengeceknya, apakah ada sesuatu yang aneh?
Dengan langkah sakit dan tertatih Elle melangkah menuju mobil yang di tabraknya itu dan mulai melihat di dalam mobil ada siapa.
" Abang... " ucap Elle dalam hati dan dengan cepat Elle menggedor pintu tapi tidak ada pergerakan dan mulai membuka pintu mobil itu.
" Abang, Abang Ars? " ucap Elle lagi saat pintu mobil bisa di buka dan mengguncang bahu Arsya dengan perlahan.
" Abang... " ucap Elle khawatir lagi karena Arsya tidak bergerak dan tidak menyahuti perkataan Elle, itu membuat Elle khawatir.
Sungguh!
Dan setelah beberapa lama akhirnya Arsya bergerak dan mengatakan dengan lirih...
__ADS_1
" Dek... " ucap Arsya dengan lirih tapi membuat Elle tersenyum karena apa yang tadi hinggap di pikiran Elle tidak terjadi karena Arsya menyahuti perkataannya.
Tapi, saat Elle akan menyahuti perkataan Arsya tiba-tiba saja ambulans datang dan memisahkan mereka berdua dan dengan suara lirih Arsya mengatakan...
" Jangan telepon keluarga ku dulu. " Ucap Arsya dengan lirih pada petugas ambulans walaupun bingung dengan perkataan Arsya tadi petugas ambulans mengangguk kepala setuju dan Elle yang masih setengah sadar mendengar perkataan Arsya pun jadi bingung apalagi saat Arsya mengatakan...
" Dia Ibu dari anakku pastikan dia ada di sampingku selama aku ada di rumah sakit. " Ucap Arsya lagi yang membuat Elle kaget tapi Ella yang mengalami luka ringan di antara kedua orang tuanya itu mengatakan...
" Daddy akan baik-baik saja, jangan banyak permintaan seolah-olah itu adalah permintaan terakhir. " Ucap Ella yang begitu khawatir dengan sang Daddy dan perkataan Ella itu membuat Arsya terseyum.
" Ayo Pak tolong Daddy ku. " Ucap Ella dengan khawatir dan mengikuti petugas ambulans yang membawa Arsya sedangkan Elle sudah masuk ke dalam mobil ambulans.
" Kenapa Abang nggak bahagia dek? " ucap Arsya yang tertidur di ranjang pasien sedangkan Elle dan Ella ada di sisi kanan dan kiri Arsya dan duduk di bangku yang ada.
" Abang nggak usah ngaco, fokus sama kesehatan Abang! Ingat anak-anak. " Ucap Elle dengan khawatir kondisi Arsya karena Elle yang mengemudi tidak hati-hati, Arsya menjadi berada di posisi ini dan hampir meregang nyawa.
" Dia adalah tulang rusukmu. " Ucap Elle dengan cepat saat melihat Arsya akan berbicara ngawur.
Perkataan Elle itu membuat Arsya terseyum dan perlahan-lahan memejamkan matanya yang membuat Elle dan Ella khawatir dan dengan suara histeris meminta untuk segera menuju ke rumah sakit.
-
-
-
-
-
" Nggak usah! " ucap Arsya saat melihat Sha akan memakaikan jas nya seperti biasanya.
Hati Arsya sungguh hambar.
Sha yang mendapatkan penolakan itu sungguh sedih bahkan sampai di ulu hatinya.
Tapi Sha mencoba bersabar, bahkan saat Arsya berjalan menuju ke pintu depan rumah tanpa mengajak Sha pun, Sha tetap mengikuti Arsya hingga ke teras.
Hingga Sha merasakan sakit hati saat Arsya hanya mengambil tas kerja tanpa mengecup kening Sha seperti biasanya dan hanya berlalu setelah mengucapkan salam bahkan Sha tidak di beri kesempatan untuk mengecup punggung tangan Arsya seperti biasanya.
Sungguh itu membuat Sha terluka!
Apa se fatal itu kesalahannya?
__ADS_1
Setelah memastikan Arsya berlalu dari halaman rumah dengan menggunakan mobil, Sha langsung menutup pintu dan menguncinya dan segera ke depan televisi dan menyalakannya.
Anak-anak sedang kuliah dan sekolah, Arsya kerja dan hanya Sha yang selalu saja di rumah selama bertahun-tahun sebagai ibu rumah tangga.
Hingga di saat sang suami mulai berisikan cuek kepada Sha, Sha merasakan sangat kesepian karena selama ini hanya menggapai hati sang suami dan mengabaikan anak-anak.
Hingga Sha berada di masa ini, masa dimana kesendirian sungguh menyakitkan apalagi anak-anak yang begitu sibuk seperti anak-anak sedang membalas dendam pada Sha karena dulu di abaikan saat mereka kecil dan Sha semakin tua anak-anak mengabaikan Sha.
Hukun alam yang begitu sempurna!
Hingga beberapa saat Sha menonton televisi, si bungsu Alea pulang dari sekolah dan duduk di samping Sha dan mengatakan...
" Abang sama Daddy nggak pulang buat makan siang ya Mom? " tanya Alea yang basa-basi karena suasana yang ada di ruang tamu cukup canggung apalagi hubungan antara anak dan Mommy itu juga canggung.
" Iya. " Ucap Sha singkat dan itu membuat Alea mengembuskan nafas perlahan sang Mommy belum berubah masih saja kaku dan tidak bertanya balik ke Alea.
Ish!
" Alea masuk ke kamar dulu Mom. " Ucap Alea yang enggan berada di situasi canggung ino dan memilih untuk segera beranjak ke kamar untuk istirahat karena capek baru pulang dari sekolah.
Hm...
Saat malam hari Arsya tidak ada kabar dan itu membuat Sha dan anak-anak jadi khawatir karena tidak biasa karena di saat akan malam bersama belum juga pulang karena biasanya, Arsya selalu pulang sore hari dan ini sampai larut malam belum juga pulang.
" Mom, Daddy kemana? " tanya Arsy yang baru saja turun dari lantai atas dan melihat sang Mommy dan kedua adiknya yang terdiam.
Ini waktu makan malam dan sang Daddy belum juga pulang.
" Nggak tau Bang, Daddy belum ngabarin coba Abang telepon Daddy dulu. " Jawab Adit kepada Arsy karena sang Mommy dan Alea hanya terdiam dengan pikiran masing-masing.
" Katanya lembur, keluar kota. " Ucap Arsy yang membingungkan karena begitu jawaban sekertaris pribadinya.
" Maksudnya Daddy ke luar kota ya bang? " tanya Adit untuk memastikan karena jawab Arsy yang begitu ambigu dan sang Mommy juga begitu horor malam ini.
" Iya, udah yuk makan malam aja. " Ucap Arsy mengajak anggota keluarga untuk makam malam tapi tiba-tiba saja Sha berdiri dari duduknya dan mengatakan...
" Mommy nggak lapar kalian aja makan malam. " Ucap Sha kepada ketiga anaknya dan segera naik ke lantai atas tanpa menunggu jawaban dan sifat Sha itu membuat ketiga anak yang ada di meja makan tau kalau hubungan antara Daddy dan sang Mommy sedang tidak baik.
karena sang Daddy keluar kota tidak memberitahukan kepada sang Mommy seperti biasanya dan itu membuat Mommy terlihat khawatir di depan anak-anaknya.
" Kenapa tuh? " ucap Alea pada kedua saudaranya yang terdiam.
" Udah nggak apa-apa dek, makan dulu biar bisa menghadapi kenyataan. " Seloroh Adit dan segera mengambil makan malam sendiri.
__ADS_1
-
To be continued