ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Mereka Adalah Anak-Anakku


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...-...


...-...


...[Mereka Adalah Anak-Anakku]...


...-...


...-...


Arsya tau kalau pernikahannya dengan Elle berjalan di tempat, tidak aka kemajuan.


Tidak ada kedekatan, hanya just say hello dan tersenyum dengan canggung.


Walaupun Elle dan Arsya satu rumah selama bertahun-tahun itu tidak membuat mereka dekat ataupun mendekat.


Masih ada jarak.


Elle yang sadar akan posisinya yang sebenarnya dan Arsya yang masih tidak enak karena kalau sampai Arsya dekat dengan Elle pasti Sha akan cemburu, cemburu buta.


Dan sekarang, Elle dengan Arsya hanya berada di zona nyaman.


Zona nyaman, saking nyamannya membuat mereka harus berpisah.


Eh?


" Abang ayok ke ruang televisi yuk. " Kata Sha dan mau tidak mau Arsya ikut dan mereka tidak berdua saja karena Elle juga akan ikut duduk di sofa yang lainnya dengan tenang.


Tanpa ada kecemburuan.


Elle sekarang terlihat lebih elegan seiring bertambah usia, tidak menggunakan emosi saat marah tapi menggunakan logika untuk berfikir.


Bertindak sebelum berfikir.


Arsya membiarkan Sha yang bermanja di lengannya dan Arsya lalu melirik Elle yang terkesan acuh dan bodoamat!


Hei Arsya apa yang kau pikirkan?


Elle memang seperti itu, pandai berakting.


Di saat Arsya merasa Elle perlu cemburu saat Sha terlalu menopoli Arsya dan itu terkadang membuat Arsya dan Sha terlihat jauh dari anak-anak dan malah anak-anak dekat dengan Elle.


Arsya ingin Elle setidaknya... entahlah!


Dan di saat Arsya masih memandangi Elle secara diam-diam dan mencuri pandangan, tiba-tiba saja telepon Elle yang berada di atas meja langsung berbunyi dan menampilkan nama seorang pria.


Ia pria! Dari namanya saja Arsya sudah menebak kalau itu seorang pria.


" Mau apa menelfon malam-malam begini? " tanya Arsya dalam hati.

__ADS_1


Arsya merasakan cemburu!


Dan dengan isyarat seolah-olah meminta ijin untuk pergi ke kamar, untuk mengangkat telepon.


" Memang tidak bisa di angkat di sini saja? "


" Abang, ih lama banget sih! Kita udah telat. " Kata Ella yang marah-marah di depan teras rumah.


" Nggak usah teriak-teriak pagi-pagi, nggak tau malu. " Kata Sha dengan sinis, entahlah!


Bahkan Elle selalu baik kepada anak-anak Sha tanpa pamrih ataupun membedakan tapi selalu saja Sha sinis kepala Ella.


Ella hanya terdiam saat Mommy tiri nya itu mengatakan hal dengan wajah yang seram padahal hanya masalah sepele.


" Ayok Abang... " kata Arsy terpotong karena melihat sedih Ella dan Sha langsung melengos dan pergi dari hadapan Arsy sekarang Arsy tau kenapa Ella berwajah sedih seperti itu.


Hm!


" Udah nggak apa-apa, yok pergi... Maafkan Abang ya. " Kata Arsy setelah sampai di hadapan Ella dan dengan perlahan membujuk Ella sambil mengelus kepala Ella perlahan.


Dan Ella hanya mengangguk kepalanya karena memang tidak ada gunanya bersedih karena bagaimanapun, Sha akan selalu membenci Elle dan Ella.


" Let's go (ayo pergi). " Kata Ella dengan ceria dan sudah naik di atas motor.


" Gue tau kalau loe nggak ada rasa simpati sama orang lain, tapi gue nggak akan tinggal diam saja kalau hanya karena masalah sepele loe udah berkata sinis kepada Ella, memang Ella adalah anak ku, tapi aku tidak pernah membedakan antara Arsy, Adit dan Alea mereka sama, karena mereka adalah anak-anak ku, camkan itu! " kata Elle dengan lirih tapi bisa di dengar oleh Sha dan juga Arsya yang sedang berada di sana saat itu.


Tanpa salam ataupun pamit, Elle langsung pergi dari rumah menuju bagasi.


Elle berkendara menuju tempat kerja deh perasaan yang kesal setengah mati.


Apalagi Arsya sebagai kepala rumah tangga yang tidak bisa tegas kepada Sha.


Sha boleh membencinya tapi bukan kepada anak-anaknya, itu tidak adil.


Hanya karena kemarahan Sha kepada Elle, Sha harus melampiaskan kepada anak-anak.


Jangan!


" Benar-benar seenaknya aja, bukannya semakin tua semakin bener! Malah semakin menjadi. " Rutuk Elle sepanjang jalan.


Dan setelah sampai di butik, Elle berdiam dulu sebentar di mobil sebelum turun.


" Kamu tuh banyak main nggak jelas, sampai-sampai nilai kamu jadi jelek dan sekarang malah di panggil guru karena bertengkar, karena apa hah? " kata Arsya dengan marah dan di sebelah kiri dan kanan ada Elle dan Sha sedangkan Adit, Alea dan Ella ada di kamar dan Arsy yang sedang di sidang bersama orang tua.


Merek berempat ada ruang baca dengan Arsy yang takut melihat ke arah Arsya dan sesekali memandang ke arah Elle agar membantu nya.


Arsy tidak dekat dengan Sha, dan Arsy tau hanya Elle yang dapat menyelamatkan dari kemarahan sang Daddy.


" Kebanyakan di manjain sama Ibu nya jadi ikut membangkang. " Kata Sha dengan enteng dan menabur garam di atas luka.


Dan Arsy semakin menundukkan kepalanya karena mendengar kata sang Mommy itu.


" Ini adalah hal yang lumrah, tidak perlu marah seperti ini Abang. " Kata Elle mengeluarkan jurus andalan dan segera memegang lengan Arsya agar Arsya tenang.

__ADS_1


Walaupun Elle berkata lirih tapi semua orang yang ada di ruangan itu bisa mendengarnya saking hening nya.


" Apa-apaan kamu dek, seharusnya mendukung Abang. " Kata Arsya lagi tapi Elle hanya tersenyum sambil memegang tangan Arsya dan mengatakan...


" Kasih Arsy satu kesempatan lagi hm? Aku Ibu nya aku tau bagaimana Arsy karena Arsy sudah dekat dengan aku sejak kecil hingga sekarang... Ini masalah yang wajar masih bisa di toleransi dan Arsy juga tidak menghamili anak gadis orang kan? Jadi masih bisa di maafkan. " Kata Elle sambil membujuk Arsya agar Arsya yakin, bisa saja Elle berbuat seenaknya dengan menyuruh Arsy kembali ke kamar dan Elle berdebat dengan Arsya.


Tapi Elle tidak melakukan itu karena Elle tau Arsya adalah kepala rumah tangga yang memutuskan segala hal yang ada di rumah dan Elle hanya bisa membujuk Arsya sampai Arsya luluh dengan sendirinya.


Elle juga memegang tangan Arsya sebagai tanda bujukan.


Arsya sedikit luluh dengan kata-kata bujukan Elle tapi Arsya langsung mendengus saat Elle juga mengatakan tentang...


" Menghamili anak gadis orang. " Seperti kata-kata itu di tunjukkan kepada Arsya walaupun tidak secara terang-terangan hanya menyindir.


Sha hanya terdiam dengan kata-kata yang di tahan di dalam hati.


" Dad? " panggil Arsy lagi karena melihat Ibu dan sang Daddy sibuk berbisik-bisik dan sang Mommy berwajah cemberut, seperti melihat drama yang akhir-akhir ini lagi booming.


Cinta segitiga yang tidak ada ujungnya.


" Iya, baiklah... Kesalahan kamu kali ini akan Daddy maafkan tapi kalau kamu melakukannya lagi akan Daddy hukum sebagai akibatnya, sekarang pergi tidur sana. " Kata Arsya dengan kesal karena selalu saja kalah kalau berdebat dengan Elle.


" Baiklah, terimakasih Daddy... Selamat malam. "


" Selamat malam Mommy. " Kata Arsy sambil memeluk Sha dengan sekilas, walaupun Sha kadang menyebalkan tapi Arsy sadar kalau bagaimanapun Sha adalah Mommy nya, tidak boleh membenci.


" Selamat malam Ibu. " Kata Arsy mencium kening Elle sekilas lalu memeluk Elle dan mengatakan...


" Terimakasih Ibu. " Walaupun lirih Elle bisa mendengarnya dan Elle semakin mengeratkan pelukan terhadap Arsy dan mengatakan...


" Sama-sama sayang. "


" Tuh kan Abang nggak mungkin di hukum sama Daddy selama masih ada Ibu karena Ibu nggak akan membiarkannya. " Kata Adit dengan tenang saat melihat Arsy membuka pintu dan itu membuat Alea dan Ella menjadi lega seketika.


" Kenapa masih ada disini, nggak pada tidur? " tanya Arsy pada adik-adiknya.


" Gimana mau tidur kalau Abang aja masih di sidang sama Daddy, maafkan adek ya Abang. " Kata Ella yang sedih melihat Arsy yang harus menanggung kesalahan karena perbuatannya itu.


" Nggak apa-apa, ada Ibu yang selalu bisa menenangkan Daddy. " Kata Arsy dengan terkekeh dan di ikuti adik-adiknya yang selalu tau kalau mereka tidak akan mendapatkan hukuman karena Elle selalu membela mereka dengan catatan...


" Jangan ulangi lagi. "


" Sayang Abang. " Kata Alea yang paling bungsu sambil memeluk Arsy dan di ikuti Ella dan terakhir Adit.


To be continued...


Sorry kalau dikit, ini tidak author kurangi kok tetap sama 1000 lebih kata/bab jadi kalau mau banyak bisa di baca seminggu sekali karena author selalu up setiap hari, jadi bisa baca 7 bab, banyak kan? :)


Author udah ngajuin kontrak tapi belum di acc sama pihak NT, ini bab udah hampir seratus dan author ngajuin saat bab 60 an sampai sekarang masih review ulang terus...


Terus kalau author up banyak-banyak terus udah hampir ending baru dikontrak ya ambyar šŸ˜•


Jadi author tetap update 1 kali sehari, sesuai jadwal yang author tentukan karena author juga ada novel di aplikasi lain, lagi bagi-bagi waktu...

__ADS_1


Dah, apapun yang terjadi jangan sedih, author tetap up demi kalian šŸ˜‡āœļøšŸ’Ŗā¤ļø


__ADS_2