
ELLE WEDDING.
[Episode 22 ~ Jalan Dengan Yang Lain?]
Via
Kalau ia tidak bisa mendapatkan Abang Ars, begitu juga dengan yang lainnya tidak akan pernah bisa mendapatkan Abang Ars.
Ia adalah Via seorang gadis yang tidak sengaja kenal dengan Abang Ars melalui media sosial dan dekat kemudian memutuskan untuk pacaran dan dua bulan kemudian ia harus putus dari Abang Ars karena istri Abang Ars yaitu Sha mengetahui hubungan keduanya dan marah.
Dan Abang Ars langsung memutuskan hubungan gelap itu karena bagaimanapun Sha adalah di dunia nyata sedang ia adalah di dunia maya (tidak nyata) dan tidak pernah bertemu sekalipun di dunia nyata.
Maka dari itu Abang Ars lebih memilih istri dan calon anaknya daripada ia yang belum pernah bertemu langsung bahkan sekalipun.
Dan mengetahui cintanya di campakkan, maka Via pun tidak tinggal diam dan mencoba untuk merayu Abang Ars lagi namun rayuan tidak mempan karena Abang Ars sudah menutup semua pintu hatinya.
Dan itu semakin membuat ia frustasi karena merasa seperti pelampiasan Abang Ars saat Abang Ars sedang gabut dan setelah senang maka ia di campakkan begitu saja.
Menyedihkan!
Ia mencoba cara untuk masuk antara Sha dan Abang Ars untuk membuat mereka berdua bertengkar dengan cara mengadu domba mereka berdua dan kalau mereka sampai pisah maka itu adalah sebuah kesenangan untuknya.
" Elo, istrinya Abang Ars? " tanyanya dengan tatapan memindai Sha dari atas sampai bawah.
" Hah! Masih cantikkan gue kemana-mana. " Katanya angkuh lagi.
" Maaf, saya nggak kenal dengan anda. " Kata Sha mencoba menghindar dari situasi ini karena ia ke Ibu Kota hanya menemani suaminya saja setelah semua pekerjaan suaminya selesai maka ia akan segera pulang ke KL.
" Nggak usah sok begok deh loe. " Katanya nyolot karena merasa kalau istri dari mantan pacarnya ini terlalu begok apa pura-pura?
" Loe itu istrinya Abang Ars kan? Dan gue adalah Via, pacarnya Abang Ars? " katanya begitu bangga.
Memang apa yang perlu di banggakan dari seorang pacar di depan istri sah nya?
" Lalu? bukankah kalian sudah putus? " kata Sha mencoba tenang.
" Eh, nggak usah sok paling menang ya! Suatu hari nanti loe juga bakal di buang sama Abang Ars setelah ia menemukan cewe lebih segala-galanya daripada loe. " Katanya sambil matanya memindai penampilan Sha yang begitu biasa saja bahkan tanpa make up antara natural atau apalah itu.
" Dan saat itu tiba, gue yakin loe juga bakal nangis dan merasakan sama apa yang gue rasakan... perasaan di campakkan? atau perasaan bertepuk sebelah tangan? " katanya mengejek Sha dan Sha hanya diam tanpa bisa menjawab.
" Abang Ars tidak akan cukup dengan satu wanita, camkan itu! " katanya langsung berlalu dari sana.
__ADS_1
Shaila
Ia termenung di atas ranjang empuk di dalam kamarnya dan memikirkan perkataan Via.
" Sha? " kata Abang Ars sambil memegang pundaknya.
Kapan Abang datang?
" Eh Abang, maaf Sha nggak denger kalau Abang sudah pulang. " Katanya mencoba tersenyum selebar mungkin.
" Kamu nggak apa-apa Sha? " tanya Abang Ars lagi untuk memastikan.
" Nggak apa-apa kok Abang, Abang mau mandi atau makan dulu. " tanyanya mencoba mengalihkan perhatian Abang Ars.
" Baiklah, kalau ada apa-apa katakan pada Abang. " Kata Abang Ars lagi dan ia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Sekarang Abang mau mandi dulu. " Kata Abang Ars sambil melepaskan kancing kemejanya dan berlalu ke kamar mandi.
Maafkan Sha sudah berbohong pada Abang.
Elle
" Elle sekarang lagi vamous (terkenal) ya De, chat nya sama dua cowo sekaligus. " Kata Tante Nana yang terus terang dan terdengar menyebalkan di telinganya.
" Bagus lah Tan, kalau yang satu nggak cocok mah tinggal pilih yang satunya lagi. " Kata Dea dengan enteng karena belum tau seluk beluk percintaannya yang sangat rumit, se rumit rumus matematika.
" Maksud Tante, Ell udah nggak waras (nggak sehat) gitu? " tanyanya sebal karena Tante Nana membantu menyadarkannya tapi dengan cara yang menyebalkan.
" Loh Tante nggak ngomong begitu ya. " Kata Tante Nana mencoba mengelak tapi terdengar di telinganya seperti alasan saja.
Dan Dea terbahak-bahak mendengar delikannya pada Tante Nana.
" Kalau orang nggak waras (nggak sehat) pilihannya kayak gimana Tan? " kata Dea lagi masih penasaran atau semakin membuatnya jengkel seperti pembicaraan ini akan berlangsung lama.
" Gini De, nanti pilihnya yang sudah beristri dan yang bujang (perjaka) di tolak sepertinya jaman sekarang ada slogan seperti... Suami orang semakin terdepan. " Kata Tante Nana.
" Udah ganti ya Tan, bukanya duda yang semakin terdepan ya? " kata Dea dengan terbahak-bahak.
" Ya kalau si ono duda bakal Tante dukung, karena masing-masing masih single (sendiri) lah yang ono udah punya istri sama calon anak, masa mau di rebut? " kata Tante Nana dengan menggebu-gebu.
" Tante mah takut karma aja De, doa orang yang teraniaya adalah doa mujarab... dih amit-amit deh! wong bujang (orang perjaka) aja masih banyak. " Kata Tante Nana semakin melakonis tapi ia memilih tidak peduli dan tetap menonton televisi.
Walaupun dari sudut matanya ia melihat Tante Nana mendelik sebal ke arahnya tapi ia tidak peduli (i don't care).
__ADS_1
Arsya
" Woy bro kapan nih datang ke Ibu Kota kok nggak kasih tau? " kata Josh salah satu temannya.
" Ish bule udah berapa lama datang ke Ibu Kota kok kayaknya betah? " katanya ikut meledek.
" Ish malah balas tanya, eh kenalin nih istri ku namanya Elina. " Kata Josh mengenalkan istrinya yang daritadi hanya tersenyum tipis.
" Hai, aku Arsya. " Katanya dan di balas dengan senyuman.
Plak!
" Apa yang kamu lakukan hah? kamu selingkuhi Shaila? " kata Papa nya yaitu Pak Othoman dengan menggebu-gebu.
" Siapa yang selingkuh? selingkuh sampai mempunyai anak haram dari wanita lain? " katanya dengan tidak takut karena ia sudah muak dengan sifat Pak Othoman yang selalu merasa selalu benar padahal dulu Pak Othoman melakukan kesalahan fatal hingga membuat masa kecilnya terasa sangat menyakitkan.
" Jaga ucapan mu! " teriak Pak Othoman tapi ia tidak peduli dan memilih pergi dari sana daripada meladeni amarah orang tua itu.
Ia meringis saat Shaila mengompres pipinya yang terasa sakit karena habis di tampar.
Dan dengan diam ia melihat wajah Shaila yang cantik, bukan cantik fisik semata tapi cantik hatinya.
Oh sungguh aku bersalah!
" Maafkan Abang, Sha... Abang bukalah suami yang sempurna. " Katanya sambil membelai pipi Shaila dengan lembut dan di balas Shaila dengan senyumannya.
" Abang sudah menjadi suami yang sempurna untuk Sha, karena kesempurnaan itu hanya milik yang menciptakan dunia beserta isinya ini. " Kata Sha dengan nada lembut yang membuatnya kagum.
Ah sungguh Shaila adalah malaikat yang dikirimkan untuknya, untuknya seorang.
Dan dengan perlahan ia mendekatkan wajah mereka berdua, sehingga ia lupa dengan rasa sakit yang terasa di pipinya dan sekarang terasa, perasaan yang menggebu-gebu menginginkan lebih.
Ia mengelap ujung bibir Shaila dengan ibu jarinya saat melihat di ujung sana masih ada yang tertinggal dengan nafas masih tersenggal dan saling menempelkan kening satu sama lain.
Dan ia melakukan apa yang seharusnya suami-istri lakukan, melakukan hal yang membuat hatinya merasa berseri-seri dan ini sangat seperti good mood (perasaan baik) untuk dilakukan.
Ia sudah melakukan hingga gelombang hasrat datang, dan dengan nafas tersengal ia masih berada di atas Sha dengan melihat Sha yang sangat seksi dan ia inginkan melakukannya sekali lagi mungkin beberapa kali lagi karena sungguh ia tidak akan merasa puas hanya dengan satu atau dua kenikmatan, ia ingin lebih.
Ia melakukannya dengan lembut dan perlahan melakukan seperti Shaila adalah queen (ratu) dan itu membuat Shaila pasrah sepenuhnya di bawahnya hanya menerima semua hasrat yang ia berikan.
•
•
__ADS_1
•
Habis baca WAJIB TEKEN LIKE dan VOTE dan jangan lupa komentar di bawah :)