ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Wanita Karir


__ADS_3


...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...[Episode 12 ~ Wanita Karir]...


Arsya


Ia sudah pernah bilangkan kalau Elle adalah wanita yang sangat keras kepala dan juga tidak bis di atur.


Ia sudah berbicara dengan Elle perlahan tapi semua perkataannya itu di muntahahkan dan juga di skakmat oleh Elle.


Malah saat ia akan tegas berbalik kepadanya karena tiba-tiba saja Elle bersikap tegas tentang semua yang terjadi dan mengingat semua tentang perjanjian yang sudah mereka sepakati dan mereka tanda tangani.


Seharusnya ia harus bersyukur karena Elle tidak melaporkan nya ke polisi tapi ia malah semakin ribut dengan sikap Elle yang banyak sekali melanggar aturan yang ia tidak sukai.


Seperti kalau dulu saat ia akan menikah dengan Sha, ia mengatakan dengan tegas tidak menyukai kalau sudah menjadi rumah tangga istrinya bekerja dan Sha waktu itu menurut saja karena menikah karena perjodohan.


Tapi tidak dengan Elle, dia bahkan bodoamat dan tetap bekerja dan menjadi wanita karir!


Tapi semua hal yang dilakukan Elle harus ia tahan karena sepertinya Elle sengaja dan mereka akan berpisah/bercerai dengan mudah.


Tidak segampang itu!


Maka dari itu ia tidak bisa melarang perkataan Elle tentang bekerja maka ia harus berangkat dan pulang bersama saat bekerja.


Seperti sekarang, sedang menjemput Elle yang sedang bekerja di butik dan kebetulan sekali kalau di samping butik ada kantor.


Ia bisa melihat tatapan karyawan kantor yang sangat berminat pada Elle karena walaupun Elle baru saja melahirkan badannya kembali seperti semula.


Langsing dan bagian gunung kembar semakin sintal.


Yang selalu membuatnya meriang saat membayangkan itu.


Ah sungguh brengsek ia padahal ia sudah pun Sha.


Ia tau kalau ini adalah perasaan cinta karena selalu saja cemburu pada semua pria yang mendekati Elle.


Seperti sekarang, saat ia sudah turun dari atas mobil dan bersandar pada badan mobil ia melihat Elle yang sedang mengobrol dan tertawa-tawa dengan seorang pria yang membuatnya cemburu seketika.


Dan saat Elle mendekat kearahnya ia langsung membuka pintu mobil dengan tangannya berada di atas kepala Elle agar tidak kejedot pintu mobil untuk Elle dan tidak lupa memasangkan seltbelt pada Elle agar pria tadi melihat kalau Elle sudah sold out (terjual) atau sudah menikah.


Dan setelah melakukan itu ia langsung mengitari mobil dan menuju ke kursi kemudi dan segera masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Ia tau kalau Elle sedang menatap jengah padanya tapi ia tidak peduli dan tetap menjalankan mobil agar menuju kerumah.


-


Ia sedang makan malam dengan Sha dan Elle yang berada di kiri dan kanan dengan anak-anak yang berada di samping Ibu mereka masing-masing.


Dan makan malam pun berjalan dengan santai dan hening dan hanya ada suara celotehan Arsy dan juga Ella yang terdengar.


-


Setiap malam selalu saja ada kegiatan yaitu menonton televisi bersama sedangkan anak-anak sudah tidur di kamar masing-masing dan sepertinya Elle sedang ada yang dia inginkan karena mau duduk bergabung di depan televisi bersama ia dan juga Sha yang duduk di sampingnya sedangkan Elle berada di sofa lainnya dan sibuk dengan ponsel yang sedari tadi dimainkan.


Ia akan bertanya pada Elle nanti karena sekarang ia masih ingin menonton acara televisi yang sedang memutar film action karena tidak mungkin ia memutar film romantis sedang di samping kiri dan kanan ada wanita dan nanti ia akan bingung akan romantis pada siapa?


-


" Abang besok aku mau keluar kota, sama Ella juga aku ajak. " Kata Elle saat mereka sudah selesai menonton televisi dan sekarang masih duduk dan di depan televisi yang sudah dimatikan dan Sha sudah berada di kamar karena ia dan Elle akan membahas beberapa hal.


" Baiklah. " Katanya kemudian karena kalau ia melarang pun Elle akan tetap pergi.


Lebih baik mengatakan itu saja daripada emosi malam-malam begini.


" Okeh deh, aku masuk kedalam kamar dulu. " Kata Elle yang langsung beranjak berdiri dan masuk kedalam kamar tanpa mengucapkan terimakasih padanya.


Setelah pertengkaran mereka pagi itu, ia sekarang mengerti dan tau kalau sia-sia saja dan percuma kalau berdebat dengan Elle karena Elle sangat ahli dalam hal berdebat.


Setelah memastikan semua pintu, jendela untuk di kunci ia pun langsung mematikan semua lampu dan menuju kamarnya dengan Sha.


-


" Sudah bang? " tanya Sha saat ia masuk ke dalam selimut dan segera berbaring.


" Sudah Sha, tadi Elle bilang akan keluar kota untuk beberapa hari sama Ella. " Katanya memposisikan Sha untuk tidur di lengan kekarnya.


" Kapan berangkatnya bang? " tanya Sha sambil mengendus aroma yang ada di tubuhnya.


" Besok Sha. " Katanya lagi dan mengecup kening Sha dalam dan memejamkan mata.


" Bang, malam Jum'at. " Kata Sha lagi mengajak untuk perpeluh malam Jum'at ini.


" Ayok yok. " Katanya lagi mengiyakan ajakan Sha karena tadi ia masih berfikiran tentang Elle dan enggan untuk ber cinta malam ini tapi karena Sha yang minta duluan maka ia iyakan saja karena Sha jarang sekali meminta duluan.


Karena ia juga bertanggung jawab seng kebutuhan biologis Sha.


Takut saat berfikir itu ia malah kepikiran tentang Elle lagi.

__ADS_1


" Abang? " tanya Sha lagi karena ia masih saja berbaring dan belum melakukan apa-apa.


" Iya Sha, kamu diatas ya. " Katanya langsung mengakat tubuh Sha di atas dan ia hanya ingin menikmati malam ini biarkan Sha yang mendominasi.


" Jangan malu Sha. " Katanya sambil mengelus pipi Sha yang merona dan mengarahkan tangan Sha ke titik sensitif tubuh nya yang sudah menegang.


Elle


" Elle keren ya Tan. " Kata Dea yang mulai meledeknya saat mereka sekarang berada di salah satu daerah untuk kerja bertemu klien.


" Keren apa lagi deh De? " tanyanya sebal karena Dea selalu saja menggodanya ya walaupun ia tau kalau itu semua hanyalah candaan.


" Ya keren atuh De, Elle kan tipe-tipe wanita yang bakal membangkang kalau di dalam rumah kayak neraka. " Kata Tante Nana dengan terkekeh tapi ia sebal saat Tante Nana mengatakan kalau ia membangkang tapi seperti itulah faktanya.


" Merdeka! " kata Dea lagi dengan gaya menyebalkan.


" Ish kayak udah pernah ke neraka aja sih Tan, lagian bosen dirumah terus terlalu flat! Pergi kerja terus pulang lagi ke rumah. " Katanya mulai bosan.


" Ya gimana nggak flat karena mau mesra sama Abang Ars malah ada istri pertama ya gagal atuh Bu! " kata Dea dengan gaya menyebalkan seperti ibu-ibu kepo.


" Ish nggak usah ngaco deh De. " Katanya sebal karena tidak ada di pikirannya untuk mesra dengan Abang Ars karena semuanya sudah mati!


" Udah lah Ell, palingan nggak mesra tatap-tatapan pun jadilah, ya nggak Tan. " Kata Dea lagi dengan gaya menyebalkan.


" Iya bener De, gimana mau luluh hatinya si Ell kalau rumah aja berlima terus mau mesra pun ada bini pertama dan Elle orang yang paling bodoamat pasti akan menghindar dan enggan menatap mangsa. " Kata Tante Nana lagi.


Ish!


" Udah lah nggak usah mikir yang nggak-nggak, suami orang itu tuh! " katanya lagi.


" Nggak usah pikun deh Ell, si Arsya kan juga suami loe yang bertanggung jawab sama kebutuhan biologis nya elo ya masak cuma sekali tusuk waktu itu doang, sekarang belum pernah sama sekali kan? Semala menikah? " kata Dea yang langsung specless di pikirannya.


Memang setelah malam itu ia tidak pernah lagi sampai sekarang.


" Cih! Kayak udah pernah pacaran aja sih De. " Katanya mulai sebal dengan perkataan Dea yang menyuruh nya untuk tek dung!


" Sekali-kali di servis kek Ell. " Kata Dea semakin menjadi.


" Udahlah biarkan saja De, mungkin Elle belum siap untuk tek dung sekarang mungkin sepuluh tahun kemudian. " Kata Tante Nana dengan terkekeh.


" Keburu pisah mereka lah. " Kata Dea lagi dan ia lebih memilih untuk diam saja karena mau ngomong pun ujung-ujungnya nanti di ledek.


_


" Dia Rio Danuarta, model untuk pakaian yang Bu Elle rancang. "

__ADS_1


-


Iyes double up! Jangan lupa untuk komentar karena komentar kalian adalah semangat untuk author... semangat untuk up, semangat untuk ngetik


__ADS_2