
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...-...
...-...
...[Hanya Ada 1 Tulang Rusuk]...
" Tau, tadi pergi ya De... Baru aja, kenapa? Nggak diajak ya, udah lah biarkan aja! Nggak usah begitu, kalian tuh sama-sama istri Arsya, jadi kamu tuh nggak usah serakah karena bagaimanapun Elle itu juga istri Arsya yang mempunyai hak yang sama dengan kamu Sha, jadi nggak usah cari Arsya dan Elle seolah-olah mereka tuh pasangan selingkuh. " Kata Tante Nana yang malah membuat Sha menjadi tidak terima.
" Nggak, nggak boleh! Anda tuh nggak tau apa-apa... Mereka udah janji. " Kata Sha dengan keras dan membuat beberapa pengunjung melihat ke arah mereka.
" Udah lah terima nasib aja, nggak usah terlalu menyedihkan kayak gitu. " Kata Dea mencoba menyadarkan Sha yang terlalu gila dalam hal mencintai.
" Telepon Arsy suruh kesini De, kasih tau! " kata Tante Nana dengan berbisik dan Dea pun langsung menelfon Arsy.
-
-
-
-
-
-
Arsy tau keluarganya belakang ini terasa hambar dan banyak masalah dan itu membuatnya merasa sedih apalagi Arsy harus berpisah dari adiknya yaitu Ella dan Ibunya yaitu Elle.
Mereka adalah dua orang yang sangat berarti untuk Arsy tapi kenapa mau meninggalkan Arsy?
Sungguh! Takdir ini tidak berpihak padanya dan terus saja mempermainkan nya dan membuat Arsy sedih dan kecewa.
" Makan lah bang, nggak usah melamun terus. " Kata Ella yang sedari tadi sangat lahap untuk makan dan tidak terpengaruh dengan persoalan yang ada dirumah.
Katanya... Mau melamun pun harus ada tenaga.
" Habis makan baru tuh melamun lagi. " Kata Ella yang seolah-olah mengejek Arsy dan dengan gemas Arsy mengacak-acak rambut Ella yang membuat Ella berteriak dengan sebal.
" Udah nggak usah cemberut, makan dulu karena cemberut pun butuh tenaga. " Kata Arsy mengikuti perkataan Ella tadi.
Ish!
" Ha? Iya-iya! Segera ke butik. " Kata Arsy dengan khawatir dan tanpa menjawab pertanyaan Ella, Arsy langsung menggandeng tangan Ella ke arah parkiran untuk segera ke butik karena Sha sedang mengamuk di sana.
-
-
-
-
-
-
" De, Arsy mana sih? " tanya Tante Nana dengan meringis karena melihat wajah Sha yang merah padam karena marah.
" Otw Tan. " Kata Dea yang ikut melihat ke arah Sha juga.
__ADS_1
" Orang kalem kalau tiba-tiba marah kayak gini amat ya De? " tanya Tante Nana dan Dea hanya mengagukkan kepalanya dan pada saat itu datanglah Arsy dengan tergesa-gesa dan di ikuti Ella.
" Jangan telpon Ibu ataupun Daddy, mereka sedang me time. " Kata Tante Nana pada Arsy sambil berbisik pasti Arsy akan mengerti dan setelah itu Arsy hanya tersenyum dan mendekat ke arah sang Mommy.
" Assalamualaikum Mommy. " Kata Arsy mengucapakan salam sambil menyalami sang Mommy dengan takjim.
" Walaikumsalam. " Kata Mommy dengan lirih tapi langsung melihat ke arah Arsy.
" Bang. " Panggil Sha sambil memeluk sang anak.
" Udah nggak apa-apa, pulang sama Abang ya. " Kata Arsy membujuk sang Mommy dan hanya mengangguk kepalanya tanda setuju.
Arsy hanya mengangguk kepalanya pada Tante Nana dan Dea sebagai tanda berpamitan yang di setujui mereka berdua.
" Mommy Sha itu kenapa? " tanya Ella dengan polos yang ternyata belum tau sedari tadi.
" Udah nggak usah tau lah La, makan siang dulu yuk! Lapar... Habis makan terus kenyang baru deh kita gibah. " Kata Tante Nana dengan ajakan menggiurkan tapi gibah adalah ajakan sesat tapi Ella mau-mau aja karena tadi belum makan puas keburu di tarik oleh Arsy.
" Boleh Tan, lapar. " Kata Ella lagi mengikuti dua orang dewasa itu dari belakang untuk menuju dapur.
-
-
-
-
-
" Rumah siapa? " tanya Elle yang sudah sadar dari keterkejutan nya dan bertanya pada Arsya.
" Rumah kita? " tanya Elle dengan kaget.
Gimana nggak kaget, bertahun-tahun menikah tapi baru kali ini mereka dekat dan setelah dekat Arsya membawa Elle ke suatu rumah yang dikatakan itu adalah rumah mereka.
Ish!
" Mau tour rumah? " tanya Arsya dan Elle pun mengagukkan kepalanya.
" Sini Abang tunjukkan. " Kata Arsya lagi sambil berjalan perlahan menuju ke sudut rumah dengan Elle yang berjalan di belakang Arsya.
" Halamannya luas ya bang. " Kata Elle lagi saat melihat halaman belakang yang luas dan hijau.
" Ada kolam renang juga. " Kata Elle dan Arsya hanya tersenyum.
" Abang belinya kapan? " tanya Elle pada Arsya dan menoleh ke arah Arsya.
" Waktu tahun pertama kita menikah. " Jawab Arsya dengan jujur.
Selama itukah?
" Lama nya, kenapa Abang nggak bilang? Malah baru bilang sekarang. " Tanya Elle lagi ke arah Arsya yang masih menatap Elle.
" Kamu dulu menyebalkan dek! Kamu pasti tau itu, kalau sifat kamu menyebalkan itu terus tiba-tiba Abang kasih adek rumah kan makin menjadi, Abang nggak kasih apa-apa aja kamu udah menyebalkan. " Kata Arsya lagi yang membuat Elle mendengus dengan kata-kata... Menyebalkan!
Memang nya dulu, Elle se menyebalkan itu apa?
" Terus kenapa kasih tau sekarang? " tanya Elle lagi dengan berbalik arah untuk melihat sisi rumah yang lainnya.
" Sekarang adalah saat yang tepat. " Kata Arsya di belakang Elle tapi mendengar itu Elle menghentikan langkahnya dan menatap Arsya sebentar dan setelah itu Elle melanjutkan langkahnya dan mengatakan...
" Nanti akan aku jual. " Kata Elle dengan terkekeh walaupun di dalam hati sungguh sedih.
__ADS_1
Arsya mengikuti Elle dari belakang dan ternyata Elle berada di kamar utama yang begitu rapi.
" Disini rapi amat bang, bukannya nggak pernah di tempati ya? " tanya Elle lagi saat melihat ke sekeliling kamar yang rapi, wangi dan bersih.
" Iya, tapi sebelum ke sini tadi Abang nyuruh orang lain buat bersihkan dulu. " Kata Arsya sambil berjalan ke arah Elle dan sekarang duduk di samping Elle yang dengan mata melihat ke sekeliling kamar.
Lalu, tiba-tiba saja Arsya memegang tangan Elle dan itu membuat Elle tersentak kaget tapi Elle pura-pura biasa saja walaupun di dalam hati, dag, dig, dug.
Mereka masih saja terdiam dengan kebisuan yang ada dengan Elle maupun Arsya yang memikirkan apapun yang sedang ada di pikiran mereka masing-masing hingga Arsya membuka suara...
" Maafkan Abang. " Kata Arsya dengan tulus dan mengecup punggung tangan Elle satu persatu dan setelah itu menatap mata Elle yang ternyata sedang menatap ke arah Arsya.
" Abang. " Kata Elle tercekat.
" Hanya ada 1 tulang rusuk dan itu adalah Sha. " Kata Elle seolah tau apa yang dikatakan Arsya dan lebih memilih untuk memotongnya dan mengatakan hal itu dulu.
" Abang harus apa dek? " tanya Arsya lagi yang siang ini terasa sangat emosional.
" Abang cukup mengiklas kan. " Kata Elle dengan tangannya yang sedari tadi masih berada di pipi Arsya.
" Susah sungguh susah, Abang belum menjadi suami yang baik untuk adek. " Kata Arsya lagi dan perkataan Arsya itu membuat Elle menggelengkan kepalanya dengan keras tanda tidak setuju.
" Tidak ada manusia yang sempurna dan di mata ku, Abang sudah menjadi suami yang baik... Walaupun aku kadang suka membangkang tapi Abang nggak pernah marah walupun aku tau kalau Abang ingin sekali marah pada ku. " Kata Elle dengan mata yang saling menatap.
" Maafkan aku. " Lanjut Elle lagi.
" Maafkan Abang juga. " Kata Arsya lagi dengan mengecup telapak tangan Elle yang sedari tadi Arsya genggam.
Cup!
" Eh Abang? " kata Elle kaget karena tiba-tiba Arsya menciumi bibir nya.
Arsya tidak mengatakan apa-apa lagi selain... Abang mencintaimu.
Seolah-olah dalam pikiran Elle ada yang mengatakan...
" Biarkan ini terjadi, ini akan menjadi pertama kalinya setelah kalian menjadi sepasang suami-istri, biarkan Arsya memberikan nafkah biologis kepada mu yang selama ini selalu kamu tolak. "
Elle menikmati dan membiarkan saja di saat Arsya semakin memanggut dan mencium nya semakin dalam, lama panjang dan menuntut.
Bahkan Elle mengalungkan tangannya di leher Arsya dan membiarkan Arsya yang merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai bergerilya dengan lebih.
Meraba dan merasakan hal-hal yang selama ini tidak pernah Arsya rasakan.
" Abang! "
Cup!
-
-
-
-
-
-
TBC
Author up sekarang takut nanti siang nggak sempat... okeh! tinggalkan komentar kalian author janji akan balas komentar kalian kalau author udah radak senggang š
__ADS_1
LIKE nya rantain ya genks, semoga akhir bulan Oktober udah ada 100k popularitas, amin š biar author makin semangat ngetiknya āļøš¤
See you tomorrow ā¤ļø