
ELLE WEDDING.
[Episode 36 ~ Patah Hati]
Arsya
Ia terbangun di pagi hari dengan selimut putih dan tebal yang membungkus tubuh polos dengan Sha yang masih berada dalam dekapan hangatnya.
Ia meletakkan kepalanya Sha di atas bantal dengan pelan dan segera beranjak dari ranjang, memakai celana pendeknya dan segera berlalu ke kamar mandi.
Ia tidak kembali lagi berbaring di ranjang dan mendekap Sha seperti tadi ia lebih memilih untuk pergi ke balkon dan menyalakan rokok dan memeriksa ponsel, apakah ada pesan masuk atau tidak?
Ia menyalakan sambungan data dan membiarkan aplikasi chat dan menunggu beberapa saat apakah ada pesan masuk atau tidak.
Ia memeriksa mana yang lebih penting.
Hingga ia terpaku dengan chat yang dikirim tadi malam dari anak buahnya, orang suruhannya untuk mencari keberadaan Elle.
Namun sekarang belum juga ketemu.
Memang Elle sepertinya pandai dalamnya bersembunyi, bahkan tidak pernah terlihat di ruko dan tempat tinggalnya katanya hanya ada temannya saja yang tinggal di sana.
" Susah sekali kamu di lacak! " katanya lagi dengan melihat ke depan dan ia merasakan pelukan dari belakang dan ternyata itu Sha.
" Udah bangun hm? " katanya smabil mengecup sekilas kening Sha dan melupakan sejenak kegelisahannya.
" Iya, kan ini udah siang. " Kata Sha lagi masih memeluknya dari belakang.
Dan ia pun tidak menjawab lagi dan memilih untuk menghisap lagi rokok dan menghembuskan nya perlahan.
" Sha... " Katanya lirih saat merasakan tangan Sha yang mengelus dada bidang yang sedang telanjang karena saat ini ia hanya memakai celana pendek dan Sha memakai kemeja nya, adalah keadaan bahwa semalaman mereka melakukan hal kenikmatan duniawi sampai berkali-kali dan sempai dini hari.
" Hm... " kata Sha sambil berdehem dan mengabaikan peringatan nya.
" Kamu mau lagi hm? " tanyanya sambil menggoda dan menggerus puncak rokok nya di asbak dan segera membalikkan badannya.
Dan saat ia akan mengecup bibir Sha, Sha menahan nya dan mengatakan...
" Bau rokok. " Kata Sha dengan mengerlingkan kepadanya dan penuh godaan.
Dan tanpa pikir panjang lagi ia menggedong Sha di depan seperti koala dan segera menunju ke nakas dimana ada permen untuk menghilangkan bau rokok seperti ini.
Dan setelah selesai ia langsung me mang gut Sha dengan menggebu-gebu karena sudah membangunkan nya tadi, lebih tepatnya junior nya.
" Ini tidak akan berkahir lama. " Katanya tepat di depan wajah Sha dan mengerlingkan nakal.
" Aku tidak keberatan, tapi aku tidak tau bagaimana dengan Baby Arsy, apakah rela kalau Mama nya di tahan lebih lama. " Katanya seolah-olah menantang dan itu membuat semakin bersemangat.
Semoga saja baby Arsy bangun setelah ia menuntaskan hasrat nya.
Dua jam kemudian...
__ADS_1
Ia sedang mendekap Sha setelah kenikmatan yang kita dapatkan yang kedua kalinya lebih tepatnya ia saja karena Sha entah yang keberapa kalinya.
" Abang itu anak kita bangun. " Kata Sha dan ia dengan segera mengambil baby Arsy dan menyerahkan kepada Sha agar di susui.
" Itu punya Daddy Boy. " Katanya dengan bercanda tapi ia bisa melihat wajahnya Sha yang langsung merona.
Ah sungguh menggemaskan!
" Ih Abang. " Kata Sha dengan malu-malu tapi mau.
Bahkan saat ia mendekap Sha dan mengelus sisi yang lainnya, Sha tidak menolak dan malah menyadarkan kepalanya di dada bidangnya.
" Udah kamu rileks aja, aku udah pegangin Baby boy kita. " Katanya sambil memposisikan dirinya di belakang tubuhnya Sha sebagai sandaran yang nyaman dan dengan tangan nya mulai mengelus dan me re mas pelan gunung kembar Sha.
Ia tau Sha masih merasakan lelah karena per cinta an kita tadi dan membantu Sha untuk menemani menyusui Baby Arsy dan ia juga tau kalau Sha senang sekali kalau Sha lagi menyusui di elus dan me re mas perlahan.
Katanya sungguh nikmat dan membuat rileks.
Ya kalau melakukan itu sih dia okeh aja lagian itu juga menyenangkan.
Dan ia bisa sekalian modus dan menyembunyikan wajah di ceruk leher dan memberikan beberapa tanda.
" Aku letakkan baby boy ke box nya dulu. " Katanya sambil mengecup pelan bahu polos Sha saat ia melihat baby Arsy sudah tertidur lagi.
Sungguh gemes!
" Kamu tidur lagi. " Katanya saat sudah berbaring di belakang Sha dan mengelus perlahan punggung tangan Sha.
Elle
Oek oek oek!
Muntahnya di pagi hari, ia selalu saja muntah-muntah di pagi hari selama kehamilannya muda ini.
Tapi tidak ada yang ia keluarkan dari mulut nya dan itu membuatnya tersiksa.
" Jadilah anak yang baik Nak. " Katanya sambil duduk di bawah dan menyadarkan badannya di dinding kamar mandi dan mengelus perutnya yang masih rata.
Ia memejamkan matanya dan mencoba untuk memulihkan kembali tenaganya sebelum nantinya beranjak ke kamar.
Ia sekarang hanya meringkuk di sofa yang ada di ruang televisi dan memejamkan matanya karena sekarang ia sungguh masih sangat mengantuk.
Dan supaya ia tidak terlalu merasakan sepi ia lebih memilih menyalakan televisi dan menonton kartun kesukaannya.
Spongebob Squarepants.
Dan tanpa sadar ia memejamkan matanya tapi masih belum juga tertidur hingga ia mendengar suara Dea yang mengatakan membawakan nya bubur ayam.
" Seperti nya enak. " Katanya dalam hati.
Dan dengan segera ia bangun dan membuka bungkusan bubur dan memakannya selagi masih hangat.
Arsyad
__ADS_1
Ia merasakan patah hati karena Elle tidak bisa di hubungi setelah kejadian dimana ia di tolak cintanya.
" Heh kenapa tuh muka kok kusut amat. " Kata Abang yang seperti meledek di telinganya.
" Ya kayak nggak tau aja. " Katanya lagi malas.
" Patah Hati ya? sejak kapan loe kok sering patah hati kayak begini, nggak kayak biasanya. " Kata Abang Ars lagi bingung karena ia tidak pernah di tolak cintanya oleh siapapun itu.
" Hah taulah bang, ini tuh beda cewek nya. " Katanya lagi.
" Wis ngomongin cewek. " Kata Abang Ars seolah-olah meledeknya.
" Au ah bang, bye! " katanya malas karena semua yang ia katakan di ledek Abang Ars.
" Heh tunggu dulu, gue tau caranya biar cinta loe diterima. " Kata Abang Ars sambil menaikkan turunkan alis nya.
" Apa bang? " katanya mulai antusias.
" Hamili. " Kata Abang Ars dengan terkekeh yang langsung membuat nya cemberut.
Benar-benar Abang nya yang satu ini.
" Setelah menikah gue kira Abang bakal nggak gila lagi tapi ternyata malah parah. " Katanya lagi sebal karena semua omongan yang dikatakan Abang Ars sungguh tidak ber faedah.
Ia bersungut-sungut sambil keluar dari dalam ruangan Abang Ars dan yang memiliki ruangan malah tertawa senang karena sudah berhasil membuatnya jengkel.
Sialan!
Elle
Ia mengelus perut datarnya semoga kejengkelan nya ini tidak berimbas pada sifat bayi nanti kalau sudah besar.
Ia sungguh jengkel karena mendengar suara Tante Nana yang sedang mengomel menonton sinetron bertema anak dan juga Dea yang ikut mengompori.
Benar-benar duo komentator.
" Kalian nggak kerja? " tanyanya saat Tante Nana dan Dea masih saja berada di rumahnya dan tidak ada niatan untuk berangkat kerja karena ini udah pagi dan waktunya berangkat.
" Nggak ah libur aja, udah kaya kok kerja terus mau selonjoran aku hari ini. " Kata Dea dengan gaya menyebalkan dan tetap melihat sinetron.
" Iya bener itu De, atau mungkin kita liburan aja ke puncak ya, biar otak ikut sejuk juga. " Kata Tante Nana dengan antusias.
Ia memang kalau mereka bertiga jarang jalan-jalan karena sibuk kerja.
" Eh kios beneran tutup? " tanyanya lagi.
" Nggak lah, sekarang mah udah ada pegawai lain, jadinya bisa di tinggal, tenang bisa di percaya kok. " Kata Dea menjawab pertanyaan nya dan ia hanya mengagukkan.
-
-
Iyes double up!
__ADS_1