ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Again?


__ADS_3


ELLE WEDDING


[Episode 28 ~ Again!]


Again \= Lagi


Elle


Ia sedang pulang kerumah hari ini, pulang ke rumah terkutuk itu, rumah dimana saksi...


Bagiamana rasanya sakit hati dalam diam.


Ia ingat jelas bagaimana dulu, saat Buk'e berbicara dengannya ia hanya menjawab singkat bahkan terdengar sangat malas.


Bukannya ia bersikap angkuh, sombong, tinggi hati atau apalah itu.


Ia merasakan mati dengan tali hati ini yang menyambungkan sebuah chemistry (ikatan) antara ibu dan anak, ia merasakan datar dan biasa saja.


Karena apa?


Karena semua luka yang torehkan Buk'e kepadanya tidak bisa hilang begitu saja dan masih menyisahkan banyak luka.


Ia mencoba berdamai dengan masa lalu, ia bisa.


Tapi rasa sakit itu akan selalu ada dan akan selalu datang, ia tidak bisa melupakan begitu saja.


Ia membutuhkan waktu seumur hidup, mungkin tidak bisa hilang sampai maut menjemput hingga ia harus reinkarnasi dulu sebagai orang baru, baru rasa sakit itu hilang.


Ia mendesah tak percaya mendengar perdebatan antara Buk'e dan suaminya itu dengan perasaan jengah.


" Bukannya semakin tua, semakin baik malah semakin menjadi. " Katanya dalam hati saat mereka berdua masih berdebat tanpa ada ujungnya.


Kenapa ia diam saja?


Seperti yang ia katakan waktu itu...


Kalau kamu saja tidak peduli dengan hidupmu sendiri, lalu buat apa aku peduli?


Yeah!


Ia hanya mendengar perdebatan itu tanpa ada niatan untuk menyela atau membela.


Terserah!


" Kono loh pi (nama panggilan) masak mie nggo anak e (Vita). " Kata suami baru Buk'e dengan nada kesal.


(Sana loh pi, masak mie buat anak kita)


" Ish koe kono lah. " Kata Buk'e malas karena seharian capek kerja di toko.


( Ish kamu aja sana lah)


" Angger dino juga ora pernah masak, pisan kon masak malah wegah. " Kata suami baru Buk'e dengan nada marah.


( Setiap hari juga nggak pernah masak, sekali di suruh masak malah males )


Memang suami baru Buk'e gampang marah untuk hal-hal kecil.


Ia sudah hapal dengan suara kasar seperti itu.


" Vit, kamu mau makan sama apa? " tanya Buk'e dengan bahasa Indonesia, sebenarnya Vita lahir di Jawa Tengah tapi saat sudah lahir di bawa ke Jakarta jadinya hanya bisa bahasa Indonesia saja karena teman bermain memakai bahasa itu semua.


Dan di dalam keluarga jarang sekali memakai bahasa jawa, jadinya yah Vita nggak bisa.

__ADS_1


" Aku mau bakso Mak! " kata Vita ngambek, memang selain cerewet Vita itu memang gampang sekali ngambek dan terkadang ia juga tidak peduli.


" Udah beli sosis aja. " Kata Buk'e lagi dan ngotot (memaksa).


Ia yang sudah jengah melihat seolah-olah keluarga bahagia itu langsung keluar dari pintu dengan merasakan bodoamat, bahkan ia masih mendengar suara Buk'e saat mengatakan...


" Ape nong ndy Ell? (Mau kemana Ell?) " tapi ia tidak peduli dan tidak menjawab apalagi membalikkan badan.


Ia hanya terus berjalan keluar dari rumah terkutuk itu.


Ia merasakan iri dengan Vita saudari nya tapi beda Bapak.


Masa kecil Vita dengan orang tua lengkap dan juga ekonomi keluarga dalam fase pertengahan menuju ke atas.


Saat mengingat masa lalu sungguh, bahkan untuk membeli mie instan yang seharga dua ribu lima ratus saja ia merasakan tidak mampu.


Pernah tetangga samping rumahnya bertanya...


" Tumben tuku mie? (Tumben beli mie?) " kata tetangga nya itu dengan heran, karena ia jarang bahkan tidak pernah jajan karena saking tidak punya uang jajan, ia hanya makan nasi dan lauk seadanya di rumah.


" Lagi pengen mangan mie (Lagi mau makan mie) " katanya memang hari ini ia ingin sekali makan mie hingga ia membeli dengan uang saku sekolahnya untuk besok.


Arsya


Ia termenung di meja kerja yang berada di samping kamar tidur utama.


Ia sedang termenung dan memikirkan tragedi cinta satu malam itu.


Mengingat itu membuatnya langsung mengacak-acak rambutnya frustasi.


Jika belum menikah sudah pasti ia akan memaksa Elle dan langsung menikahinya mau atau tidak, ia tidak peduli.


Tapi sekarang ia sudah menikah dan berharap semuanya akan baik-baik saja.


Ya walaupun Elle kehilangan kehormatannya.


Ia akan mencoba melihat ke depan apalagi sekarang sudah ada anak antara ia dan Sha.


Elle


" Ini sinetron bagus juga ya! " kata Tante Nana sedang menyalakan televisi dan menonton sinetron dan ia harus terjebak mendengarkan semua perkataan Tante Nana.


" Emang bagusnya apa Tan? " tanya Dea dengan menyebalkan.


Huft Dea juga sekarang suka menonton sinetron ku menangis...


Seperti menonton sinetron sudah menjadi kegiatan di sore hari setelah pulang kerja karena ia baru menyadari kalau hal ini terjadi selama seminggu berturut-turut.


" Tuh! pelakornya lebih galak daripada istri sah. " Kata Tante Nana terbahak-bahak dan di ikuti Dea.


Memangnya ada yang lucu?


Ia hanya melihat Tante Nana dan Dea dengan meringis bingung, uh ya ampun ia benar-benar terjebak.


" Ia bener Tan, istri sah nya malah kalem banget ya... muka-muka orang gampang tertindas. " Kata Dea sambil mengamati televisi, uh mereka sekarang sudah lihai menilai karakter di sinetron.


Hebat! saking seringnya nonton sinetron.


" Bakal lebih dramatis nanti De, coba nanti lihat aja... tuh istri sah bakal nangis-nangis bombay saat nanti di tinggal suaminya. " Kata Tante Nana dengan berkomentar.


" Iya Tan, nanti cowoknya bakal kena karma tuh di akhir. " Kata Dea ikut berkomentar.


Bahkan mereka sudah tau alur ceritanya.


" Loe ngapain aneh banget sih Ell? " tanya Dea heran saat melihatnya memakan buah sambil minum soda.

__ADS_1


Memang tidak cocok.


" Sewot amat sih De! " katanya coba mengelak.


" Yeee siapa yang sewot, aneh aja Ell. " Kata Dea yang masih ngotot (maksa)


" Udah ah berisik, gue mau ke kamar dulu. " Katanya lagi dan beranjak masuk kedalam kamar.


Ia sedang duduk di sofa yang ada di kamarnya dengan menyalakan layar proyektor untuk menonton filmnya favoritnya.


Ia masih memakan buah yang ia cari di mesin pencarian beberapa waktu lalu.


Malam ini ia sedang menonton film romantis, Safe Haven yang di bintangi oleh Josh Duhamel dan Julia Hough.


Ia sangat suka film ini, dan suka kata-kata nya...


" Tidak ada tempat yang aman, selain di sisiku "


Ia melihat adegan demi adegan di film itu dan saat di adegan making love, ia malah teringat tragedi cinta satu malam dan dengan cepat ia mematikan televisi dan menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan semua pikiran yang ada di kepala nya.


Shaila


Lagi ia melihat Abang Ars yang sedang memikirkan beban berat tapi saat ia bertanya Abang Ars hanya menjawab...


" Abang baik-baik saja Sha. "


Kata Abang Ars yang membuatnya mendesah tak percaya.


Ia tidak bisa memaksa Abang Ars untuk mengatakan apapun padanya, ia hanya berdoa semoga nanti Abang Ars akan mengatakannya dengan sendiri.


Ia sedang berada di ruang televisi sambil menyusuri baby Arsy dengan pelukan Abang Ars dari belakang dan sesekali mengecupi puncak kepalanya.


Ia merasakan begitu terlindungi.


" Abang nggak berangkat ke kantor? " tanyanya setelah beberapa saat saling terdiam.


" Nanti Sha, Abang masih mau main sama baby boy. " Kata Abang Ars yang semakin mengeratkan pelukannya.


Dan ia hanya diam dan tidak menjawab lagi.


" Sini biar Abang yang taro baby boy di box bayi nya. " Kata Abang Ars saat malam hari setelah ia selesai menyusui.


" Dan sekarang saatnya kita tidur. " Kata Abang Ars setelah meletakkan baby Arsy dan menghampirinya sambil memeluk.


" Sha mau ke kamar mandi dulu Abang. " Katanya lagi.


" Yaudah ayok Abang bantuin. " Kata Abang Ars lagi.


" Eits nggak usah, Sha bisa sendiri kok. " Tolaknya dan Abang Ars pun mengiyakan dan menunggunya di atas ranjang.


Tiga puluh menit kemudian...


" Lama banget s... " kata Abang Ars terpotong saat menoleh kepadaku.


" Sha? kamu kenapa? " tanya Abang Ars dengan bingung karena melihatnya memakai baju tidur seksi pada ia masih berada dalam masa nifas dan baru seminggu.


Ia hanya tersenyum saat melihat wajah cengo Abang Ars dan juga wajah penuh hasrat.


Uh ia sungguh tidak sabar!




__ADS_1


Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, VOTE dan komentar di bawa, biar aku semangat buat Up lagee :(


__ADS_2