
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...[Tidak Ada Malam Pertama]...
Shaila
" Abang mandi dulu ya. " Katanya sambil membatu Abang Ars untuk melepaskan kancing kemeja yang baju koko, yang sedang Abang Ars pakai dan senang hati Abang Ars pun langsung melingkarkan tangan di pinggang rampingnya dengan mesra.
" Mandi berdua aja Sha. " Kata Abang Ars sambil mengedipkan sebelah mata dengan genit.
Ish!
Dan tanpa pikir panjang Abang Ars langsung menggendongnya menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasrat dengan menggebu di kamar mandi.
" Abang, tapi... " katanya terpotong karena Abang Ars keburu menyela dan mengatakan...
" Udah nggak apa-apa, mumpung Arsy sedang tidur. "
Dan ia pun tidak bisa mengelak lagi dan ia pun hanya pasrah saat Abang Ars dengan menggebu-gebu melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya dan juga tubuh dia sendiri.
Ia terus saja hanya bertindak pasif dan menerima.
Setelah dua jam kemudian ia dan Abang Ars baru keluar dari kamar mandi dengan kedinginan.
Mandi malam yang sangat berhasrat.
" Bang? " katanya ingin bertanya lebih lanjut tapi ia urungkan, sekarang Abang Ars sedang membantunya untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
" Kenapa Sha? kamu mau tanya aja. " Katanya seolah tau ke khawatiran di wajahnya ini.
" Ini Abang nggak ke kamar Elle aja, kan ini... " katanya terpotong karena tidak sanggup untuk meneruskannya lagi karena Abang Ars keburu memotong.
" Sha... "
" Bang, itu Ella nangis... Abang coba lihat dulu ya. " Katanya pada Abang Ars agar menemui Elle karena bagaimanapun ini adalah malam pertama mereka sebagai suami-istri.
Elle
Ia mendesah tak percaya apa yang sedang ia lakukan, ia sekarang sudah menikah dengan Abang Ars dan dijadikan istri kedua.
Yang benar saja!
Tapi walaupun begitu ia tidak ingin terlihat lemah dan di rugikan makanya ia membuat perjanjian yang tidak akan pernah membuat ia rugi.
Dan saat malam pertama saja seperti ini, ia sungguh tidak peduli.
Mau Abang Ars tidur di kamar Sha kek, maka biarkan saja karena ia....
__ADS_1
" Mumpung Ella masih tidur aku mandi aja dulu. " Katanya dalam hati tapi setelah mengatakan itu ia tidak beranjak juga ke kamar mandi dan malah termenung di atas ranjang.
Semoga ia bisa menjalani pernikahan dengan embel-embel tanggung jawab ini.
Dan ia langsung melihat Ella yang tertidur dengan nyenyak dan mengatakan...
" Semoga kamu suatu hari nanti kamu tau dan mengerti bagaimana posisi Ibu Na. " Katanya dan mengecup kening Ella dalam dan memejamkan matanya.
" Udah lah mandi dulu. " Katanya untuk segera mandi dan mengambil baju ganti dan peralatan mandi.
Ia pun melangkah ke kamar mandi tapi Tante Nana keburu masuk tanpa mengetuk pintu dan mengatakan...
" Tante nggak ngetuk pintu nggak apa-apa kan? " tanya Tante Nana setelah masuk ke dalam kamarnya dan ia hanya menganggukkan kepalanya tidak masalah.
" Aku kira Tante udah tidur. " Katanya malah duduk lagi di atas sofa dan menunda acara mandinya.
" Kamu emang kayak begini Ell? " tanya Tante Nana dengan ambigu walaupun seperti itu ia tau siapa yang sedang di bicarakan Tante Nana.
" Iya Tan, lagian mereka juga ngomongnya mau tanggung jawab ya aku bilang lah nggak ada namanya hubungan suami-istri atau pun malam pertama, disini nggak ada yang libatkan perasaan Tan. " Katanya sambil memandang keluar jendela.
" Lagian heran sama mereka, kenapa pake acara di cegat segala coba, di Bandara lagi. " Kata Tante Nana yang masih teringat bagaimana Abang Ars yang sedang nekat.
" Udah kayak begitu, pernikahan yang dikasih kayak begini lagi, bangsat. " Kata Tante Nana dengan emosi dan sekaligus mengumpat.
Tante Nana mewakilkan perasaannya.
" Udahlah Tan, kita lihat sampai mana mereka bertahan. " Katanya lagi dengan tenang walaupun dalam hati sangat resah.
" Iya lah Tan, hidup cuma sekali dinikmati aja Tan, jangan di bawa baper... Tante tau kan kalau hatiku udah mati. " Katanya dengan enteng seperti tidak ada beban hidup.
" Ck, emang bener ya kamu tuh... Udahlah Tante mau tidur dulu ya. " Kata Tante Nana dan ia menganggukkan kepalanya padahal dalam hati ia mengatakan...
" Tumben jam segini udah mau tidur. "
Setelah Tante Nana keluar dari kamarnya ia langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan kepalanya yang terasa pusing.
Walaupun sekarang adalah malam hari tidak menyurutkan keinginannya untuk keramas, agar kepala tidak gatal dan pusing pun hilang.
Hm!
Sebelum masuk ia melihat ke arah ranjang dan melihat Ella yang tidur dengan nyenyak seperti sekarang dan ia pun segera masuk kedalam kamar mandi, tidak akan lama ia mandi.
-
" Eh kenapa sayang? " tanyanya setelah mandi Ella terbangun dan menangis.
" Kamu tuh ya, anaknya menangis malah nggak cepetan keluar. " Kata Abang Ars yang sudah duduk diatas ranjang sambil menggendong Ella yang sekarang sudah tenang dan tertidur kembali.
" Yeee, siapa juga yang kayak gitu, ini juga udah cepetan tauk... Ya pakai baju dulu lah masa mau telanjang dih, kalau Abang tiba-tiba masuk kayak begini gimana? " tanyanya kembali dengan sewot.
" Lagian kenapa pintu kamar nggak di kunci hah? ya Abang masuk ajalah lagian Ella juga nangis terus. " Kata Abang Ars lagi dan ia mengacuhkannya dan memilih untuk mengeringkan rambutnya untuk segera tidur.
__ADS_1
Pusing juga ya dengerin omelan Abang Ars malam-malam begini.
" Yaudah Abang balik lagi sana ke kamar Sha, lagian Ella juga udah tidur. " Katanya lagi tidak peduli dengan yang lainnya karena sekarang ia sungguh mengantuk.
" Udah ih sana keluar, aku mau tidur dulu. " Katanya tanpa perasaan mendorong Abang Ars keluar dari kamarnya dan setelah berada di luar ia langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam tanpa basa-basi.
" Dasar istri nggak ada akhlak. "
Tante Nana
Ia sedang tiduran di atas sofa sedangkan Dea sudah adamolor daritadi bahkan sekarang sudah terdengar suara ngorok nya.
Ish dasar!
Di saat Dea sudah tertidur dengan nyenyak, ia malah gelisah lebih dari Elle.
Entahlah!
Walaupun Elle mengatakan kalau dia santuy, bukan seperti itu yang ia rasakan.
Elle merasakan tidak nyaman dan juga tertekan.
Apalagi saat ia datang ke kamar Elle, Elle mengatakan kalau pernikahan ini adalah untuk bertanggung jawab dan juga ada perjanjian di dalamnya dan suata saat nanti akan berakhir.
Dan sebelum saat itu terjadi maka ia hanya bisa bersabar begitu dengan Elle.
Ia berjanji akan selalu berada di samping Elle, bahkan ia sudah mempunyai rencana untuk membuka usaha di KL dan akan pindah ke KL.
Ia masih memikirkan sesuatu, hingga suara tangisan Ella membuatnya tersadar.
Ia ingin segera ke kamar Elle untuk menenangkan Ella tapi sebelum ia beranjak, Arsya sudah keluar dari dalam kamar dan dengan tergesa-gesa menuju ke kamar Elle yang ia yakini tidak di kunci karena ia melihat Arsya langsung masuk begitu saja tanpa ketuk pintu dulu.
" Walaupun begitu mereka kan suami-istri. " Katanya dalam hati dan masih pura-pura tidur di sofa yang ada di ruang tamu.
" Coba lihat dia bisa menenangkan Ella tidak. " Gumanya lagi.
" Wih bisa ternyata. " Katanya saat ia sudah mendengar suara tangisan Ella setelah Arsya masuk dan ia masih menunggu...
Apakah Arsya akan tidur di kamar Elle?
Atau kembali ke kamar Sha?
Hm!
Setelah beberapa saat hening ia mendengar seperti nya Elle sedang mengomel dan Arsya juga begitu dan setelah suara itu terdengar suara pintu yang di tutup.
Bruk!
Ia melihat pintu kamar yang ditutup Elle dengan kesal dan umpatan Arsya dengan pelan.
" Macam mau di gombal in, nggak mempan. " Katanya dengan senyuman mengejek dan segera tidur karena ia sudah tau jawabannya.
__ADS_1