
...ELLE WEDDING Series 2...
...-...
...-...
...Prahara Pernikahan...
...-...
...[Dua Belas Tahun Kemudian...]...
Saat Arsy & Ella berusia tujuh belas tahun.
" Kenapa tuh muka cemberut aja dek? " tanya Arsy pada Ella yang sedari tadi cemberut dan enggan mengatakan sepatah katapun setelah mereka keluar dari kelas padahal Ella biasanya sangat cerewet dan membicarakan hal-hal yang unfaedah hingga membuat telinga Arsy sakit karena mendengar ocehan Ella itu.
" Au ah bang, sebel deh! Kenapa sih cewek-cewek yang tiba-tiba dekat in adek selalu ujung-ujungnya mau kenalan sama Abang? Karena ada maunya, nggak tulus... Ya ampun! Kapan adek punya temen yang tulus. " Keluh Ella yang selama sekolah tidak mempunyai teman dan hanya Arsy yang selalu menjadi teman Ella begitu sebaliknya karena Arsy dan Ella dalam satu kelas.
Terkadang ada yang mendekati Ella untuk berkenalan tapi ujung-ujungnya kepo tentang Arsy, terkadang itu membuat Ella jengkel karena ternyata mendekati Ella ada maunya, nggak tulus dan kalau ada yang pacaran dengan Arsy, pasti Ella di lupakan, dan Ella tidak menyukai itu.
" Udah ih nggak usah cemberut, nanti pasti akan indah pada waktunya. " Kata Arsy menghibur saudarinya ini.
" Sekarang kita pulang yuk. " Kata Arsy sambil memeluk bahu Ella dan berjalan berhimpitan menunju ke parkir sekolah karena Arsy datang ke sekolah dengan memakai motor dengan Ella yang berada di boncengan Arsy.
" Ya ampun ganteng. "
" Sama adiknya aja sweet (manis) apalagi sama istrinya nanti. "
Begitulah kira-kira pekik an cewek-cewek yang ada di sekolah saat melihat Arsy dan Ella.
Memang mereka tidak kembar tapi mereka tau kalau mereka adalah saudara beda Ibu, kata Ibu mereka, mereka akan tau kisah yang sebenarnya... Sebentar lagi.
" Elle semakin tua, semakin cantik ya. " Kata Dea dengan mulut benar-benar tidak berubah, tetap saja lemes.
" Aura calon janda. " Kata Dea dengan tersenyum lebar dan Elle berdecak sebal saat Dea mengatakan... Janda.
Coming soon (segera)
" Nggak usah makin lemes deh De, makan dulu baru dakwah. " Kata Elle yang akhirnya menyahuti omongan Dea yang tidak pernah berbobot itu.
" Nggak nyangka, kalau Elle bakal bertahan hingga bertahun-tahun sampai sekarang strong women (wanita kuat). " Kata Tante yang mengingatkan masa lalu, dimana mereka berempat dengan Ella yang masih kecil di cegat di Bandara saat akan kembali ke Ibu Kota.
" Perasaan kayak baru kemarin ya Tan? Ella aja sekarang udah mau kuliah. " Kata Dea dengan terkekeh.
" Iya De, waktu sangat cepat berlalu... Sekarang kita ini nyebutnya tua atau semakin matang? " tanya Tante Nana yang sekarang sudah berada di usia empat puluh tahun sedangkan Dea dan Elle hampir di ujung usia tiga puluhan.
Hm!
" Terserah deh, udah laku juga. " Kata Elle dengan terkekeh dan di sahuti Tante dan Dea.
__ADS_1
" Elle, janda dengan segera. " Kata Dea dengan meledek Elle tapi Elle tidak tersinggung tapi terkekeh... Sebentar lagi beban berat yang di pikul Elle selama bertahun-tahun akan segera pergi dan Elle bisa berjalan dengan ringan dan menikmati sisa usia.
" Elle mah banyak yang suka Tan, pasti cepet laku lah, emang dasar Elle tuh banyak milih, banyak mikir atau jangan-jangan Elle nggak bisa move on (melupakan) Arsya? " kata Dea dengan enteng dan menggoda Elle di akhir kalimat.
Hm!
" Lemes banget deh loe De, mentang-mentang sekarang udah ada Sam. " Kata Elle dengan wajah memelas tapi dalam hati mengatakan...
" Ngerjain Dea ah, biar tau rasa. "
" Elah, nggak usah sedih kenapa? Bercanda. " Kata Dea ikut iba saat melihat raut wajah Elle.
Itu adalah cara Elle untuk membuat Dea diam agar tidak membahas tentang menjadi janda.
Karena mau bagaimanapun Elle ingat kok.
Pernikahan antara Arsya dan Sha masih berjalan hingga saat ini, hingga Arsy dan Ella bersekolah bersama, selalu bersama seperti saudara kembar padahal mereka beda Ibu tapi tetap saling menyayangi karena sedari kecil sudah terus bersama.
Seperti sekarang, Arsy dan Ella lebih dekat dengan Elle daripada Sha yang karena Elle selalu ada untuk mereka dari mereka kecil hingga sekarang.
Di saat Sha mengambilkan Arsya makan, Elle akan sibuk dengan anak-anak, seperti mengambilkan Arsy dan Adit makan sedangkan Alea dan Ella mengambil sendiri karena bagaimanapun wanita nanti yang akan melayani suami jadi di biasakan dari sekarang.
" Wah rendang Ibu enak loh Kak. " Kata Adit dengan mulut penuh dengan nasi dan rendang dan menyuapi apa yang Adit makan tadi ke arah Ella dan Ella dengan senang hati membuka mulut dan menerima suapan dari Adit itu.
" Iya enak, hm! Nanti kalau Akak pulang kampung mau bikin rendang. " Kata Ella dengan polos dan mengatakan soal pulang kampung dan suasana pun menjadi hening seketika.
Sedih?
Setelah suasana yang tadi di ruang makan yang tiba-tiba saja hening karena perkataan polos Ella, anggota keluarga menjadi sedih.
Karena anak-anak mengerti apa yang sedang terjadi di rumah yang mereka tempati dan sudah tau kenapa Daddy mereka mempunyai dua istri.
Semua sudah di ceritakan tanpa ada penambahan atau pengurangan cerita dan juga soal perpisahan Elle dan Arsya akan terjadi sebentar lagi.
Karena saat itu terjadi, Elle dan Ella akan pergi dari rumah itu, rumah yang sudah bertahun-tahun tempat Ella tumbuh dan tempat Elle menghabiskan masa muda.
Hanya akan ada keluarga yang sesungguhnya, mulai dari Daddy, Mommy dan ketiga anak mereka.
Sedangkan Elle dan Ella pergi dengan sendirinya karena Elle cukup tau diri, tidak mungkin seumur hidup bertahan di kehidupan yang fake (palsu) sedangkan Ella ikut apa yang Elle kehendaki karena sudah cukup pengorbanan Elle selama bertahun-tahun ini.
Ella sudah cukup umur untuk mengetahui hal yang terjadi dan Ella salut kepada Elle karena sudah bertahan untuk Ella.
I Love You Ibu.
Aku mencintai Ibu.
Ella sedang berada di kamar dengan Elle yang sedang sibuk dengan laptop.
" Ibu, Ella ke taman belakang dulu ya... disana ada Abang. " Kata Ella yang langsung di setujui Elle dengan mengagukkan kepala.
__ADS_1
" Bahkan Ella sangat dekat dengan Arsy, mungkin nanti adalah perpisahan yang sulit, maafkan Ibu anak-anak, biarkan Ibu egois untuk kali ini saja. " Kata Elle yang tidak hanya memikirkan Ella tapi juga, Arsy, Adit dan Alea yang pasti nanti akan sedih.
[Suara kodok ~ pesan masuk]
" Hm baiklah, akan Abang pastikan kamu akan menjadi milikku walaupun harus menunggu. "
Elle menghebuskan nafas perlahan saat membaca pesan itu.
Memang benar kata Dea kalau Elle banyak yang suka tapi terkadang Elle merasakan hatinya hambar dan hanya berdetak dengan berdebar saat bersama Arsya.
Ya ampun Elle sadarlah!
Selama bertahun-tahun menikah, hubungan pernikahan ini sangat hambar karena masih ada jarak antara Elle dan Arsy.
Tidak bisa bersama!
Di saat dulu, kalau acara minum teh di malam hari mungkin Elle akan sibuk dengan ponsel dan merasakan bodoamat.
Tapi, seiring bertambah usia dan juga pengalaman yang ada, Elle sekarang semakin elegan.
" Apakah karena akan menjadi janda? " pikir Elle dalam hati yang membuat Elle meringis seketika.
Hm!
Sekarang Elle minum teh hangat dengan rasa yang sedikit manis, minum dengan perlahan walaupun dari sudut matanya, Elle melihat Sha yang memeluk erat-erat lengan Arsya.
Tapi Elle tidak peduli.
I don't care.
Setelah puas dengan minum teh, Elle meletakkan teh di atas meja dengan perlahan dan elegan dan setelah itu.
Elle meletakkan rambut sebahunya di belakang telinga dan menonton televisi dengan tenang.
Hingga suara ponsel Elle yang ada di atas meja berbunyi dan terdengar...
Lagu Halsey ~ Without Me
Langsung saja Elle mengakat itu bukan karena lagu nya yang tidak enak di dengar atau tidak bagus karena saat layar ponsel menyala, terpampanglah siapa yang menelfon Elle malam-malam begini...
Rio Danuarta.
Dan dengan isyarat mata Elle langsung ijin masuk ke dalam kamar terlebih dahulu walaupun Elle yakin kalau Sha dan Arsya sudah melihat siapa yang menelepon, Elle tidak peduli.
Bodoamat.
TBC
LIKE nya diratain genks š
__ADS_1
Sedih author tuh kalau lihat LIKE yg Bawah & Atas lebih banyak daripada LIKE yg di Tengah...
Ratain dulu ya genks š