ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
About Love


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 31 ~ About Love]


About Love \= Tentang Cinta.


Elle


" Eh nanti ke Mall yuk! Disana lagi ada diskon delapan puluh persen. " Kata Dea dengan heboh setelah tadi melihat layar ponsel.


" Dalam rangka apaan tuh De? " tanya Tante Nana yang sepertinya berminat.


" Lagi buka baru Tan. " Kata Dea dan ia hanya mendengarkan saja karena disana ada Dea dan Tante Nana maka di sana juga ada dirinya.


--


Ia sudah duduk di restoran yang ada di mall dan ia hanya diam mendengarkan semua obrolan antara Tante Nana dan juga Dea.


Ia asik memainkan ponsel sambil menunggu pesanan datang.


Dan saat ia merasakan lelah bermain ponsel ia langsung menegakkan kepalanya dan saat itu juga ia melihat seseorang, seseorang yang telah menodai nya...


Ia masih diam menatap Abang Ars dari kejauhan dan bisa ia lihat dari sini kalau Abang Ars dan istrinya Sha sedang berbelanja, dan sekarang ia juga melihat perut Sha sudah mengecil berarti sudah mengempes.


Dan ia juga melihat mereka adalah pasangan yang bahagia, lalu bagaimana dengan nasib nya?


Arsya


Hubungan dengan Sha berjalan, ya jalani saja bagaimana pun semua yang ia lakukan adalah hal yang fatal karena melakukan hal terlarang dengan Elle daripada dengan istrinya sendiri.


Saat ia bertanya...


" Sha, maafkan Abang, Abang nggak mau kita pisah kita harus tetap sama-sama untuk anak kita. "


" Kalau kita pisah nggak akan merubah apapun Abang, karena semuanya sudah terjadi kalaupun kita pisah, Sha tidak ingin Arsy tumbuh tanpa orang tua lengkapnya, semuanya demi anak. " Kata Sha sangat bijak yang membuatnya semakin merasa bersalah.


--


Ia dan Shaila berada di mall untuk membeli beberapa keperluan, dan baby boy di rumah dengan Kakek dan Nenek nya yang datang jauh dari KL setelah mendengar Shaila akhirnya melahirkan di Ibu Kota.


Ia berjalan dengan memegang pinggang Sha posesif dan tangan yang lainnya memegang belanjaan.


--


Ia dan Sha sedang makan sebentar karena habis berkeliling dan sekarang lapar.


Dan tanpa tidak sengaja matanya melihat ke objek...


Elle


Setelah kejadian itu ia dan Elle begitu jauh dan memang menjauh karena ia tidak bisa melakukan apapun selain melupakan.


Ia masih menatap Elle yang ternyata juga menatapnya dan setelah tersadar Elle langsung memalingkan wajah.


Ia hanya bisa melihat Elle dari jauh dan diam.


" Abang mau makan apa? " tanya yang langsung membuatnya mengalihkan perhatian.


" Apa ya? " katanya bingung dengan tangannya mengelus kepala Sha yang berbalut hijab.


" Sha aja yang pilihin deh. " Katanya pada akhirnya sambil mengecup sekilas pipi Sha yang langsung merona.


Menggemaskan!


" Baiklah Abang. " Kata Sha langsung memilihkan menu untuknya.

__ADS_1


Dan setelah membuat Sha sibuk dengan memilih menu makanan, ia langsung melihat ke arah Elle yang ternyata sedang melihat kearahnya.


Ia tidak tau arti dari tatapan itu, tapi ia seakan-akan tau tatapan itu mengatakan...


" Kau adalah orang paling munafik di dunia ini. "


Dan setelah berpandangan beberapa saat, Elle langsung memutuskan tatapan antara mereka dan pergi dengan raut wajah marah, kesal.


Ia tidak bisa melakukan apapun, selain melihat kepergian Elle dengan diam dan terus menatap setiap langkah.


" Semoga kamu bahagia, Elle. "


Elle


Ia seperti harus sering-sering mengajak nonton Tante Nana dan Dea di bioskop daripada nonton televisi di rumah.


Karena apa?


Karena saat menonton di bioskop Tante Nana dan Dea sangat kalem dan tidak mengomentari apapun selain memakan popcorn (berondong jagung) dan minuman soda.


Uh sangat tenang.


Dan ia juga bisa menikmati film yang di putar dengan khidmat.


Ia menoleh ke arah kirinya di sana ada Tante Nana dan Dea yang makan dalam diam dengan mata yang melihat layar lebar di depan.


Dan setelah bosan ia melihat kearah kanan.


Ia langsung melotot dan kaget saat melihat sepasang kekasih yang berciuman.


Sialan!


Dan ia mengabaikannya dengan segera memalingkan wajahnya dan mencoba fokus untuk melihat film di depan.


Tapi sungguh sial.


Ia bahkan mendengar suara perempuan itu saat mengatakan...


" *Pelan-pelan remes nya. "


Sialan*!


Ia keluar dari dalam bioskop dengan wajah cemberut dan menggerutu dan di kanan dan kiri ia mendengar suara tawa Tante Nana dan Dea yang begitu puas tertawa.


" Ish kok malah pada ketawa sih! " sungutnya dengan kesal.


" Itu namanya... " kata Tante Nana dengan menggantung ucapannya.


" Kurasa, ku sedang dimabuk cinta... " kata Dea menyahut dengan nyanyian dan mereka berdua tertawa lagi.


" Ya kan nggak usah di tempat umum juga. " Katanya lagi dengan kesal.


Kesal kenapa harus mendengarkan suara laknat itu.


" Hahahaha, namanya juga lagi mabuk cinta. " Kata Dea sambil merangkul bahunya.


" Ih geli deh. " Katanya lagi.


" Kalau lagi jatuh cinta gitu ya, dimana pun selalu di seruduk. " Kata Tante Nana dengan terkekeh.


" Dunia serasa milik berdua. " Kata Dea menambahkan.


" Itu nggak takut kelihatan cctv apa? " katanya lagi.


" Udah nggak mikir Ell, yang dipikirin gimana nikmatnya sebuah ciuman. " Kata Tante Nana.


Dan ia hanya bisa diam.

__ADS_1


Benar-benar, kenikmatan duniawi mengalahkan semua akal sehat.


Ia jengah sungguh jengah, setelah tadi menonton film bagus di bioskop sekarang Tante Nana dan Dea sekarang sedang nonton sinetron yang jalan ceritanya sungguh bikin orang kesal.


Dan ai yakin sebentar lagi Tante Nana dan Dea pasti akan berkomentar.


" Ish kenapa tuh istri pertama kok bisanya nangis aja kalau dimarahin. " Kata Dea yang berkomentar pertama kali.


Tuh kan!


Sekarang ia hanya akan menjadi pendengar antara kiri dan kanan karena sekarang ia sedang duduk di tengah.


" Hati cewek tuh lembut De, kalau dibentak dikit ya bakalan nangis. " Kata Tante Nana.


Kok tumben bener!


" Lembut sih lembut Tan, tapi jangan mau sampai di tindas kayak gitu donk. " Sungut Dea saat melihat suami sedang mengambil uang istrinya.


" Iya bener De, lagian bukanya udah pisah (cerai) sama tuh cowok ya? kok yo bisa-bisa malah ngambil duit mantan istrinya. " Kata Tante Nana saat melihat adegan yang sangat dramatis dan berakhir dengan wanita itu yang jatuh ketanah.


" Iya cerai, kan tadi cowoknya milih nikah sama cewe yang lebih tajir. " Kata Dea.


" Pintu Doraemon tolong bawalah aku menghilang sekarang juga. "


Arsya


Ia sedang berada di ruang tamu dengan Sha yang duduk di sampingnya dan ia meletakkan tangannya ke bahu Sha.


Ia tersenyum saat melihat Abi dan Umi dengan antusias menggedong cucu pertama mereka.


" Arsy sayang. " Kata Umi saat tangan Arsy terangkat seolah-olah minta di genggam.


" Eh Ars, kamu aja Sha istirahat aja di kamarnya, nanti Arsy akan Umi antar ke kamar. " Kata Umi kepalanya dan Sha.


Dan tanpa banyak tanya ia meletakkan tangannya di pinggang Sha dan berjalan berdempetan menuju kamar.


" Abang gendong ya. " Katanya tanpa minta persetujuan dulu dan langsung menggendong Sha yang langsung terpekik kaget.


" Abang ih..." kata Sha yang langsung mengalungkan tangannya ke lehernya dan ia hanya terkekeh saat melihat wajah kaget Sha.


Ia langsung merebahkan Sha di atas ranjang setelah sebelumnya menutup dan mengunci pintu.


Ia belum melepaskan tangannya dari pinggang Sha dan sekarang mereka malah bertatap, dalam dan lama seolah-olah mata mereka mengatakan sesuatu.


Entah siapa yang mulai dulu, sekarang mereka ber ciu man dengan dalam, rakus, dan lama hingga tautan bibir mereka terlepas karena pasukan oksigen yang mulai berkurang.


Ia tidak tinggal diam, ia lebih memilih meletakkan kepalanya di leher jenjang Sha yang putih dan menghirup aromanya yang sangat enak.


" Abang! " erang Sha saat tadi ia menggigit leher jenjang itu.


Ia tidak menjawab malah lebih memilih menyusupkan tangannya ke dalam baju Sha dan me re mas area kesukaannya.


" Ishhhhh, jangan kenceng-kenceng elus aja... " protes Sha dan dengan senang hati ia mengelusnya dan itu membuat darahnya semakin mendidih dan mengingkan lebih.


" Sha, ini baby Arsy mau nyusu. "


Kata Umi yang langsung membuatnya lemas seketika.


•


•


•


**Terimakasih untuk Kakak-kakak yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan LIKE, VOTE dan komentar di bawah ya :)šŸ˜


Big hug šŸ¤—šŸ˜‡**

__ADS_1


__ADS_2