
ELLE WEDDING
[Episode 57 ~ Perlahan]
Arsya
Ia sedang berada di rumah Elle ya walaupun sang tuan rumah sudah memasang wajah jengah dan kesal kearahnya tapi ia tidak peduli, ia harus mendekati Elle secara perlahan dan dari hati ke hati agar Elle lama semakin lama luluh kepadanya ya walaupun akan sulit karena Elle terus saja menunjukkan ketidaksukaan kepadanya.
Ah itu bukan rahasia lagi, right (benar)?
Byur!
Ia menyemburkan kopi pahit yang ia minum karena rasa wsksjakauhaj...
" Dek! kamu tuh sengaja ya? Bikinin Abang kopi pahit! " katanya pada Elle setelah ia minum air putih satu botol.
" Ih, jangan panggil aku dek, aku nggak suka. " Kata Elle mengalihkan pembicaraan dengan larangan dengan nama panggilan.
" Nggak usah mengalihkan pembicaraan dek, dulu kamu juga nggak masalah Abang panggil dek... Kenapa sekarang jadi masalah? " katanya sambil memicingkan matanya dan senyum meremehkan.
" Ish, yaudah sana pulang ih! Ngapain sih pagi-pagi buta udah datang kesini? Disini nggak ada sarapan gratis. " Kata Elle dengan nada jengkel dan mengusirnya untuk segera pergi.
Pagi-pagi buta apa?
Ini sudah jam tujuh pagi, emang aneh ini orang.
" Ha bagus tuh sarapan, lagian perut Abang tuh sakit dek, gara-gara kamu bikinin kopi nggak dikasih gula, itu kopi apa racun pahit amat. " Katanya dengan nada memelas berharap Elle akan membuatkannya sarapan.
" Nggak usah kayak orang teraniaya deh, aku juga kalau bikin teh nggak pake gula... Lagian kalau mau pergi tuh pastikan makan yang kenyang biar nggak kayak musafir yang kehabisan air di tengah jalan, padahal Abang baru keluar dari rumah juga sebentar. " Kata Elle dengan jengah dan itu malah membuat senyuman semakin merekah karena sekarang Elle lebih banyak berbicara seperti saat mereka bertemu pertama kali dan sebelum tragedi itu ia lebih suka Elle yang selalu ngoceh daripada diam saja.
" Nggak usah senyum-senyum, udah pergi sana ih. " Kata Elle sambil mengusirnya tapi ia tidak kehilangan akal.
" Iya iya, yaudah Abang berangkat kerja dulu ya. " Katanya sambil beranjak dari duduknya dan berdiri untuk segera pergi kerja.
Tapi, baru beberapa detik ia berdiri ia tiba-tiba memegang perutnya dan mengatakan...
" Adudududuh... perutku sakit dek, kayak magh ku kumat deh, dari semalam aku belum makan. " Katanya sambil memegang pelan sofa dan sebelah tangannya di pegang Elle karena reflek saat melihat ia yang kesakitan.
Yes!
" Yaudah sini Abang sarapan dulu, mumpung tadi Tante sama Dea bikin nasi uduk. " Katanya dengan wajah datar tapi ia tau kalau Elle sangat cemas kepadanya.
-
" Ambilin donk dek. " Katanya saat sudah duduk di meja makan.
Dan tanpa diminta dua kali Elle langsung mengambilkan ia nasi dan lauk.
-
Ia sudah berada di kantor dari jam sembilan pagi tapi tidak apa-apa untuknya karena sekarang Elle sudah mulai menjinak kepadanya dan itu membuatnya sangat senang.
Walaupun begitu Elle masih sedikit garang padanya karena setelah ia sarapan nasi uduk, Elle dengan tidak berperasaan mengusir nya untuk segera pergi bekerja.
__ADS_1
Kalau orang lain melihatnya akan merasakan kasihan tapi ia malah tersenyum sendiri, ah sungguh aneh.
" Woy nggak gila ya, masih siang ini. " Kata Arsyad saat masuk kedalam ruangan tanpa mengetuk apalagi mengucapkan salam.
" Apaan sih, nggak usah berisik deh Syad. " Katanya malas karena Arsyad kalau ke ruangan selalu saja berisik.
" Lagian ngapain Abang senyum-senyum sih. " Kata Arysad sambil bergidik ngeri.
" Suka-suka Abang lah, udah sana pergi, Abang mau kerja lagi. " Usirnya lalu sibuk membaca berkas yang ada di meja.
Dan tanpa mengatakan apapun Arsyad lalu pergi dari ruangannya tanpa salam ataupun pamit.
" Adik lucnut! " gumamnya dalam hati saat Arysad sudah berlalu.
-
Ini sudah pukul lima sore dan semua pekerjaannya juga sudah selesai.
Maka dari itu ia segera berkemas dan ingin segera pulang.
Ia hanya mengagukkan kepalanya saat semua karyawan menyapanya.
Ia melangkah untuk menuju tempat parkir.
" Terimakasih Pak. " Katanya pada security yang mengabilkan mobilnya.
-
Ia sedang berada di atas ranjang dengan polos dan Sha berada di atasnya dan meringkuk di pelukannya, melakukan skin to skin.
" Iya Abang. " Kata Sha sambil menodongkan keatas dan menatapnya.
" Sekarang kamu tidur ya. " Katanya sambil mengusap dagu Sha perlahan dan juga bibir bawahnya Sha yang begitu ia rindukan.
" Bolehkah Sha? " katanya dengan suara parau.
Sungguh hasratnya sudah on fire ingin ber cinta lagi.
Dan Sha hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju maka tanpa bertanya dua kali ia langsung me ma ng gut bibir Sha dengan dalam, rakus dan lama.
Ia sungguh rindu dengan rasa yang membuncah ini.
-
Ia sedang berada di dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk baby boy dan Sha sedang beristirahat karena Sha masih sedikit demam walaupun tidak seperti semalam.
Kalau mengingat semalaman ia jadi malu sendiri.
Bagaimana gairah yang membakar tubuhnya dan berkahir polos, berkeringat dan penuh kenikmatan.
" Sha? " panggilannya pelan saat ia merasakan Sha memeluknya dari belakang.
" Abang nggak berangkat kerja ya. " Kata Sha sambil mengusap dada bidangnya dengan perlahan dan Sha juga mengecupi punggung telanjangnya.
Ia sedang tidak memakai kaos jadi pergerakan Sha seperti ini sungguh sudah memancing hasratnya.
__ADS_1
" Nggak Sha, Abang di rumah aja jagain kamu sama Baby kita. " Katanya setelah bisa menenangkan hasratnya dan tangannya masih menyiapkan roti bakar.
" Terimakasih Abang. " Kata Sha lagi dan sekarang beralih memeluknya dari depan dan mengecup sekilas bibirnya tapi ia langsung menahan tengkuk Sha untuk memperdalam ciu man pagi hari ini.
Elle
Ia sedang ngeteh di pinggir kolam renang dan merasakan sungguh tenang karena tadi Abang Ars mengirimkan ia pesan kalau tidak bisa menemuinya.
Hei, aku tidak menyuruhnya untuk selalu menemuinya dan juga darimana Abang Ars mendapatkan nomornya lagi?
Menyebalkan!
Seharusnya Abang Ars sibuk saja setiap hari agar tidak mengganggunya.
Ia masih terdiam di pinggir kolam renang, hingga ia mendekat ke arah kolam renang dan memasukkan setengah kakinya masuk kedalam dan ia duduk di pinggir kolam renang.
Ia merasakan sungguh rileks melakukan ini sampai-sampai ia memejamkan matanya.
" Seperti rileksasi. " Katanya dengan mata terpejam.
Ia sangat menyukai saat-saat dirinya sendiri, ia jadi mengingat kehidupannya yang dulu.
Tenang dan sendiri.
" Elle ayok sarapan. " Kata Dea sambil menepuk pelan bahunya dan ia pun langsung menganggukkan kepalanya dan segera berdiri dengan pelan-pelan.
" Wah. " Katanya kagum saat sudah berada di meja makan karena ada nasi uduk kesukaannya.
" Ayo makan ayo. " Kata Tante Nana sambil mengambilkan makanan ke dalam piringannya.
-
" Kalau pagi nih begini Ell, biar seger... Berjemur. " Kata Tante Nana saat ia dan Dea berjemur di pagi hari.
Ya memang kalau alasanya kalau di suruh berjemur di belakang rumah aja.
Tapi Tante Nana memaksa untuk di depan rumah aja karena sinar matahari yang bagus.
Maka dari itu ia hanya menurut saja daripada nanti di omelin kan.
" Iya Tan iya. " Katanya yang sudah berjemur di bawah sinar matahari dengan kakinya tanpa alas kaki dan sekarang ia berpijak pada bebatuan agar sehat kata Tante Nana.
" Kayaknya anak kamu bakalan segera keluar deh Ell. " Kata Tante Nana sambil memandang perut buncitnya.
Ia hanya tersenyum menanggapinya dan mengelus perutnya.
Ia sungguh tidak percaya sudah berada di tahap ini dan akan segera melahirkan.
Setelah melahirkan ia akan melakukan rencananya, dimana ia akan pergi dan menghilang.
Ia masih mengelus perut buncitnya dan menerawang ke masa depan.
-
Dukungan dan Apresiasi kalian sangat berarti untuk kelanjutan novel ini š
__ADS_1