ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Pria Yang Frustasi


__ADS_3


ELLE WEDDING


[Episode 54 ~ Pria Yang Frustasi]


Elle


Ia masih berada di KL karena kehamilannya yang tidak diijinkan untuk melakukan perjalanan jauh dan untuk sementara waktu ia harus menetap disini beberapa saat.


" Itu mobil di depan, aku yakin banget tuh mobil si Arsya. " Kata Dea sambil menyeruput teh hangat tanpa gula.


Memang semenjak Sheryl datang dan marah-marah padanya, ia sangat membentengi dirinya untuk tidak terlalu terikat dengan Abang Ars.


Ia harus sadar dengan posisinya ini.


" Ah itu mah, nebak pake tutup mata juga bakal tau. " Kata Tante Nana sambil memakan rempeyek yang terdengar sangat renyah saat di gigit terdengar dari suaranya.


Ia hanya diam tanpa berkomentar dan biarkan ia yang menjadi pendengar per gibah an antara Tante Nana dan juga Dea.


" Lagian kenapa nggak pulang ke rumah nya aja sih, dia kan punya anak baby juga... masih pagi buta begini udah jadi penguntit di rumah orang, apa kita pindah lagi ya Tan? " kata Dea yang berbicara saling menyahuti dengan Tante Nana.


" Ah iya bener tuh De... jangan sampai nanti malah istri sah yang nge labrak Elle, eh tapi kayaknya nggak berani deh... Tante lihat dari wajahnya kalau istri pertama Arsya tuh antara naif sama begok beda tipis. " Kata Tante Nana dengan menggebu.


" Kayak pura-pura baik gitu ya Tan? " tanya Dea dan ia hanya diam tanpa memotong ataupun berkomentar.


" Bisa aja kayak gitu De. " Kata Tante Nana melihat ke halaman rumah, memang di sebrang sana ada mobil yang terparkir.


" Entahlah De, mungkin di depan nanti akan terjadi sesuatu yang lebih besar... Lihat si Arsya SE frustasi itu, Tante tau kalau tuh orang bakal melakukan hal yang besar... dan kamu harus siap Ell. " Kata Tante Nana mengatakan padanya untuk siap maka ia pun mengagguk mengiyakan.


Ia suka sekali obrolan seperti ini, obrolan yang tidak ada yang di sembunyikan.


Mengatakan apapun yang ada di dalam hati dan selaku antisipasinya apa yang akan terjadi ke depannya.


Arsya


Ia sedang berada di sebrang rumah Elle.


Bagaimana ia bisa tau alamat Elle?


Entahlah, ia memaksa orang lain untuk mengikuti Elle.


Ia tau Elle tidak mau membalas pesan, mengakat telepon dan bahkan menemui nya.


Apa yang harus ia lakukan?


Ia sungguh sangat frustasi.


Sangat merasakan bersalah yang amat dalam.


Maka yang ia lakukan adalah bersabar dan menunggu saat di mana Elle akan menjadi miliknya.


Miliknya?

__ADS_1


Ah kenapa ia sungguh serakah sekali, bahkan ia sudah punya Sha!


" Abang! " ia tersentak kaget saat Sha memanggilnya pelan.


Setelah kejadian dimana pengakuan Sha, tentang mengatakan urusan rumah tangga ini kepada Sheryl.


Ia mencoba memafkan karena bagaimanapun kesalahan yang ia buat juga sangat besar maka dari itu ia akan selalu, selamanya mempertahankan Sha, selama Sha masih mau di sisinya ia akan selalu mempertahankannya.


" Iya, katanya tadi capek... tidur dulu hm! " katanya sambil memandang Sha dan menyatukan bibir mereka berdua yang sudah terasa kebas dan bengkak, ia me lu ma t dengan dalam bibir Sha dan menyensap nya sebentar lalu melepaskan bibir Sha, lalu menatap sang pemilik bibir dengan hasrat yang belum padam sepenuhnya.


" Tapi pok pok ya. " Kata Sha dengan manja dan ia pun mengagguk kepalanya dan mengecupi puncak kepala Sha dengan tangannya mengelus punggung polos Sha.


Setelah kejadian pengakuan Sha, ia selalu memperlakukan Sha dengan baik bahkan urusan ranjang ia selalu melakukan nya setiap hari, minimal satu hari satu kali.


Biar Sha merasakan kalau ia menyukainya, walaupun rumah tangganya ada masalah pelik urusan ranjang juga penting.


Urusan ranjang membuat masalah langsung selesai begitu saja.


Berkahir dengan keringat dan juga tubuh polos yang terengah-engah setelah mendapatkan kenikmatan duniawi.


Setelah memastikan Sha tertidur, ia pun langsung turun dari ranjang dan melangkah kaki menuju kamar mandi dengan polos untuk membersihkan diri.


Ia perlu menyegarkan otaknya yang sangat pelik, be r cin ta seng Sha tapi selalu memikirkan Elle.


Ini rasa bersalah apa cinta?


-


Ia sedang berada di sebrang rumah Elle tapi ia melihat rumah itu seperti nya kosong.


" Oh mereka mah udah pindah, katanya mau pindah ke tempat kerabat. " Kata satpam itu.


" Bapak tau di mana alamatnya sekarang? " tanyanya lagi.


Pasti setelah ini ia tidak bisa menemukan Elle.


Karena Elle sangat pandai dalam bersembunyi.


Ia sangat frustasi sendiri.


" Wah nggak tau mas, kalau begitu saya permisi ya. " Kata satpam itu tapi ia memilih terdiam dan masih menatap rumah itu.


Ia berdiri dan menatap rumah yang beberapa hari yang ia lihat itu.


Rumah dimana baby nya tinggal.


Ia bahkan bisa di hitung jari kapan ia bisa mengelus perut buncitnya Elle.


Hah mengingat itu sungguh membuatnya tak berdaya.


Elle tidak akan pernah membiarkannya untuk menyentuh dia dengan seenak hati.


Jika mengingat hal itu ia sungguh frustasi dan itu sangat membuatnya merasakan tersinggung dengan sikap Elle yang selalu kekeh (ngotot) itu.

__ADS_1


-


Ia akhirnya langsung pulang saja ke rumah karena bakal percuma kalau ia pergi ke kantor tapi ia tidak bisa konsentrasi.


" Abang kok udah pulang? " tanya Sha saat mereka sudah berada di dalam kamar.


" Iya, kepala Abang lagi pusing nih Sha jadinya Abang pulang aja. " Katanya sambil memijat keningnya yang semakin mengerut.


" Nanti Sha pijat ya? " tanya Sha dan ia hanya mengagukkan kepalanya.


Di pijat mungkin bisa membuatnya rileks.


" Oh ya baby boy kita kemana? " tanyanya saat melihat ke seluruh ruangan yang tidak menemukan Arsy.


" Oh tadi umi mengajak Arsy buat ke pengajian. " Kata Sha dan segera berlalu ke kamar mandi.


Dan ia pun langsung menyusul Sha ke kamar mandi, mumpung ada kesempatan maka ia akan gunakan sebagai rileksasi terbaik.


Dan dengan perlahan ia pun langsung menyusul Sha ke kamar mandi dan setelah melihat Sha yang sedang mengisi bak ia pun langsung memeluk Sha dari belakang.


" Yok sekarang aja yok. " Katanya dengan tidak sabaran dan tangannya yang sudah bergerilya kemana-mana.


-


Setelah tiga jam menuntaskan hasrat yang menggebu-gebu di bak mandi ia pun langsung mengendong Sha yang masih berbalut handuk putih pendek untuk rebahan saja di atas ranjang.


" Kami istirahat dulu ya. " Katanya sambil merebahkan Sha di ranjang dan ia pun langsung mengecup kening Sha setelah mendapatkan jawaban dengan mengagukkan kepalanya.


Setelah memastikan Sha tidur dengan nyenyak di kamar ia pun langsung menuju ke ruangan pakaian untuk memakai baju karena sekarang ia sedang memakai handuk sebatas pinggang saja.


Setelah beberapa saat berganti baju ia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Cari dia. " Katanya singkat dan ia langsung mematikan ponselnya saat orang si sebrang sana mengatakan siap.


-


Ia sedang berada di ruang televisi dengan Sha yang memeluk nya dengan erat.


Mereka sedang menonton televisi dengan diam, atau hanya Sha saja yang menonton televisi? Karena dari tadi ia hanya diam dan melamun saja.


Ia masih mengusap-usap lengan Sha yang bertengger di pinggang nya.


" Abang kok diem aja. " Kata Sha setelah daritadi ia memang diam saja.


" Kan lagi nonton makanya Abang diem aja, kamu mau jalan ke luar? Mumpung boy masih bersama umi? " tanyanya lagi dan langsung mengecup sekilas bibir Sha.


" Nanti aja deh bang, aku nonton televisi dulu... Nanggung. " Kata Sha lagi sambil mengelus sela kang an nya dan tersenyum lebar.


" Udah berani ya sekarang. " Katanya gemas karena Sha sangat suka menggoda nya akhir-akhir ini.


Dan sekali balik ia langsung menindih Sha dan bergerilya kemana-mana walaupun sekarang mereka masih di ruang televisi tapi karena hasrat yang sudah menggebu ia pun langsung menuntaskan hasratnya di atas sofa.


Ia aman melakukan nya disini dengan Sha karena hanya mereka saja yang ada di rumah jadi bisa melakukan apapun itu sampai puas.

__ADS_1


-


Dukungan kalian sangat berpengaruh dengan kelanjutan novel ini...


__ADS_2