ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Comeback


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 47 ~ Comeback]


Comeback \= Kembali


Elle


Ia sungguh sangat kesal, pelariannya selama ini ternyata sia-sia dari mulai Ibu Kota sampai ke Bali ternyata Abang Ars bisa menemukan nya dengan cara yang tidak terduga.


Yaitu Dr.Aila, yaitu dokter kandungan yang sering ia datangi untuk periksa selama ia di Bali, ternyata adalah adik dari Abang Ars.


Sangat sungguh mengejutkan untuknya padahal selama ini ia sungguh sangat peka kalau ada yang mencurigakan.


Kenapa dengan Aila ia tidak curiga sama sekali?


Ya gimana nggak curiga, Aila sungguh tidak mempunyai logat bicara seperti orang Malay malah terdengar biasa saja di telinganya dan ia malah mengira kalau Aila adalah orang Bali asli.


Tapi semua asumsi nya itu hilang saat tiba-tiba Abang Ars datang menemuinya.


Dan mengatakan...


" Kamu nggak bisa lari dariku Ell. "


Dan itu membuat nya kaget bukan main karena Abang Ars mengatakan...


" Abang akan menikahi kamu. " Kata Abang Ars dengan ekspresi seolah-olah jangan pernah membantah karena ini perintah bukan permintaan.


" Apa kau gila hah! " katanya dengan nada keras dan hampir saja ia mengumpat tapi masih ia tahan karena ia tidak mau Baby yang ia kandung mendengarkan Ibu nya sedang mengumpati Bapaknya.


Oh come on (ayolah) jangan berfikir seperti itu sekarang!


" Abang memang gila, gila sejak kamu menghilang begitu saja tanpa kabar. " Kata Abang Ars seperti ingin merayu dengan kata-kata pujangga cinta tapi ia mendengar itu sangat jengah dan kesal rasanya ingin menyakar saja wajah Abang Ars itu.


Kalau bukan karena dirinya di malam itu, hidupnya tidak akan rumit seperti ini.


Aku rindu hidup tenangku!


Kenapa ia sangat jengah dan kesal dengan perkataan Abang Ars?


Ya tentu saja ia kesal, karena apapun yang akan dibicarakan Abang Ars tidak akan mendapatkan jalan terbaik karena semua cara dan jalan pasti sangat buntu, ia tau itu bahkan sebelum ia mulai melangkah.


" Kumohon pergilah dulu, Abang. " Katanya dengan nada melemah karena ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat dan juga perut nya merasakan tidak enak.


Ia menyetuh perutnya untuk menenangkan bayi yang ada di perut nya yang merasakan ketegangan seperti dirinya.


" Ell... " ia bahkan langsung menghindar saat Abang Ars mencoba untuk mendekat dan menyentuh nya karena ia segera untuk duduk di atas sofa dengan perlahan.


Karena bagaimanapun ia tidak ingin lagi berdekatan dengan Abang Ars walaupun ia sekarang sedang menahan sakit di perutnya.


Ia masih menghembuskan nafas nya perlahan sambil memejamkan matanya dan juga mengelus perut buncitnya dengan perlahan seolah-olah mengatakan...


" Baik-baik saja di perut Ibu ya Nak. "


Ia melakukan itu terus menerus hingga lima menit lamanya dan itu sangat efektif mengurangi rasa sakit di perutnya.


Tapi bagaimana ia bisa menyembuhkan rasa sakit hatinya?


Apakah ada obatnya?

__ADS_1


Walaupun di sudut matanya ia melihat Abang Ars yang masih berdiri mematung dan menatap nya dengan cemas dan khawatir tapi untuk apa?


Itu tidak berguna dan tidak ada artinya apa-apa untuknya karena selama pelarian nya selama ini, ia baik-baik saja dan sehat saja.


Tapi setelah Abang Ars menemukan tempat ia bersembunyi tiba-tiba saja jantung berdetak dengan cepat dan itu membuat perut nya sakit.


Kumohon aku tidak ingin melihat mu untuk sekarang, mengertilah!


Ia masih saja mengelus perut buncitnya dengan perlahan walaupun di sudut matanya ia melihat Abang Ars yang menatapnya dengan tajam tapi ia memilih mengabaikan tatapan itu dan tidak peduli.


Sungguh ia tidak peduli.


" Nanti kita bicara lagi. " Kata Abang Ars dan langsung menutup pintu kamarnya.


Dan ia langsung menangis seketika.


Ia tidak tau apa yang sedang terjadi saat ini, mulai dari niat menolong nya.


Tapi malah membuatnya mengalami tragedi dan ia langsung mengandung akibat tragedi itu.


Harus bagaimana dirinya ini?


Karena orang yang membuatnya mengandung adalah pria ber istri?


Sanggupkah ia menjadi istri kedua?


-


Karena setelah dari Bali Abang Ars langsung membawanya ke Malay dan menempatkan nya di sebuah rumah dan ia juga belum mengabari Tante Nana dan juga Dea mereka pasti khawatir mencarinya.


Ia memandangi kamar yang ia tempati, sungguh ia disini sangat asing karena tidak ada satupun orang yang dikenalnya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Ia mulai trauma!


Kenangan masa kecilnya nya menari-nari di kepalanya dan ia pun menggelengkan kepalanya untuk mengusir semua pemikiran yang ada di otaknya tapi itu tidak berhasil dan itu berhasil membuat air matanya yang daritadi ia bendung sekarang tumpah bahkan sampai membasahi pipinya.


Ia terisak dalam sunyi nya malam, sendiri, sepi di dalam kamar yang asing untuknya.


Tidak ada yang menemani, tidak ada yang peduli.


Aku benar-benar tertekan!


Ini benar-benar tidak baik untuk kandungan nya.


Arsya


Ia dengan segera menemui Elle yang ia tau keberadaan dari Aila adiknya yang ternyata dokter kandungan nya Elle di Bali.


Kebetulan yang menguntungkan.


Dan dari informasi Aila ia tau kalau sekarang Elle hamil seperti yang ia perkirakan beberapa bulan yang lalu setelah tragedi itu dan Elle sekarang benar-benar mengandung.


Karena saat kejadian ia tidak memakai pengamanan dan menyemburkan nya di dalam.


****!


Mengingat itu membuatnya marah atau apalah...


Ia berhasil membawa Elle yang sedang mengandung dari Bali ke Malay.

__ADS_1


Dan ia langsung membawa Elle ke rumahnya yang lain.


Seperti sekarang ia harus siap-siap, coming soon (segera) akan menjadi pria dengan dua istri.


Tapi sepertinya pikiran nya itu tidak akan terwujud sama sekali karena Elle tetap kekeh tidak mau ia bertanggung jawab.


Ia sungguh aneh dengan sifat Elle yang satu itu.


Ketika seorang wanita hamil maka akan minta pertanggungjawaban.


Tapi Elle malah pergi dan menghindar yang membuat tersetil.


Apa-apaan itu!


" Kamu nggak bisa lari dariku Ell. " Katanya untuk pertama kali sejak ia dan Elle datang ke rumah ini dan ia bisa melihat wajah Elle yang kesal dan penuh dengan amarah.


Tapi ia tidak peduli.


Bagaimana pun caranya ia harus berhasil menikahi Elle karena ia yang bertanggung jawab atas kehamilan Elle itu.


Benarkah hanya karena sebuah tanggung jawab belakang?


Apakah ada perasaan yang lainnya?


Entahlah, double ****!


" Kumohon pergilah dulu, Abang. " Kata Elle dengan wajah penuh dengan menahan sakit karena karena pembicaraan barusan yang membuat nya tersentak dan seharusnya ia tidak mengatakan hal seperti ini dulu karena Elle baru saja datang dari perjalanan jauh.


Dan saat ia akan mendekati Elle dan menolong, Elle langsung menghindari, menghindari sentuhan fisik darinya dan lebih memilih, berjalan dengan perlahan menuju sofa dengan wajah menahan sakit.


Yang langsung membuatnya tersetil.


" Bahkan saat kamu kesakitan saja tidak membutuhkan aku Elle. " Katanya dalam hati.


Ia masih memandangi Elle yang sedang duduk di atas sofa dengan memejamkan matanya dan mengelus perut buncitnya demi mentralkan nafas agar teratur.


Walaupun tadi Elle menyuruh nya untuk pergi, tapi ia tidak bergeming dan tetap berdiri di tempat semula dan memandangi Elle yang membuat jiwanya bergetar.


Love (cinta)?


Oh tidak jangan pikirkan itu sekarang!


Yang perlu aku lakukan adalah membuat ia bertanggung jawab dan membuat Elle tetap disisi nya.


Egois memang!


Tapi begitulah manusia.


-


Ia masih berdiri di tempat nya semula dan masih memandangi Elle dengan wajah datarnya yang terasa begitu sesak di dalam dadanya.


" Nanti kita bicara lagi. " Katanya pada akhirnya saat melihat wajah Elle yang enggan memandang nya dan juga berbicara padanya.


Karena ia takut ada apa-apa dengan kandungan Elle, ia memilih keluar dari kamar itu dan segera berlalu dari kamar itu dan segera menutup pintunya.


Ia masih berdiri di depan pintu kamar memejamkan matanya dan ikut merasakan kesedihan saat mendengar suara tangisan Elle yang begitu memilukan.


Aku benar-benar brengsek!


-

__ADS_1


*Elle : Kau kejam!


Author : Aku butuh secangkir kopi ā˜•*


__ADS_2