ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Not Ending


__ADS_3


ELLE WEDDING


[Episode 60 ~ Not Ending]


Not Ending \= Tidak berakhir


Arsya


" Memang apa hak Abang? Bahkan setelah pemerkosaan itu, apa yang Abang lakukan untukku? " Kata Elle dengan nada sedih.


" Sekarang setelah Ella datang, Abang berpura-pura kalau Ella membutuhkan seorang Ayah seperti Abang, walaupun Ella bersama Abang, nasab Ella tetap kepada Ibunya... Karena apa? Karena Ella adalah anak h... " Kata Elle yang tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.


Elle terdiam beberapa saat dan mengatakan...


" Abang jangan seperti ini, sadarlah bang... Biarkan aku pergi dengan Ella dan hidup bahagia berdua, Abang jangan egois memikirkan tanggung jawab karena semua itu sia-sia karena keadaan sungguh sudah berbeda. " Kata Elle dengan tangisan.


" Nggak, kamu yang egois dek, Abang bertanggung jawab karena Ella juga mempunyai hak yang sama seperti Arsy, bagaimana kalau Ella tanya tentang Abang? Apa yang akan kamu katakan? Tetap disisi Abang, dek... Memang sulit tapi bertahanlah karena ada anak diantara kita. " Katanya dengan nada memelas berharap Elle mengerti dan tidak keras kepala tapi ia salah, Elle benar-benar keras kepala karena masih saja menolak.


" Aku bisa mengatasinya, Abang nggak perlu khawatir... Aku bisa menjalani hidupku sendiri. " Kata Elle masih dengan sangat keras kepala.


" Enggak, berfikir lah dulu dek... Ella. " Katanya tak sanggup untuk mengatakan alasan apalagi yang akan ia katakan pada Elle karena sungguh dia sangat keras kepala.


" Abang mendingan pulang aja deh! Abang yang udah bikin hidup ku rumit seperti ini dan sekarang Abang menepatkan aku di posisi masih sangat tabu dan itu juga posisi, dimana orang akan melihatku sebagai perebutan... Itu yang Abang inginkan? " kata Elle dengan frustasi.


" Ta... " Katanya terpotong karena Elle keburu menutup out dengan keras hingga menimbulkan suara yang gaduh dan berisik.


Brak!


Dan ia masih di depan rumah Elle dengan suara tangisan Ella yang menangis yang sangat kencang.


Mungkin kaget suara pintu yang di banting atau Ella peka kalau kedua orang tuanya sedang bertengkar dan selalu tidak menemukan solusi atau buntu dan berakhir dengan ia yang selalu kalah kalau ia berdebat dengan Elle.


-


Setelah beberapa saat di depan pintu rumah Elle dan tangisan Ella tidak terdengar lagi ia pun langsung berbalik menuju ke mobilnya dan ingin segera pulang.


Ia akan membukakan pintu mobil tapi ia masih menoleh ke belakang, menoleh ke rumah Elle yang terdengar suara tangisan Ella yang kembali menangis dan dengan langkah lebar ia langsung masuk ke dalam rumah Elle dengan cara paksa dan menggendong Ella agar tidak menangis dulu.


" Anakku rindu pada ku. " Katanya sambil memandang Elle yang langsung melengos saat ia mengatakan itu.


Elle


Ia sedang duduk termenung di depan ruang televisi dengan televisi yang sudah mati dan ia hanya termenung dalam kegelapan.

__ADS_1


Tante Nana, Dea dan juga Ella sedang tidur di kamar masing-masing tapi ia masih terdiam di ruang televisi karena ia sungguh tidak bisa tidur.


Ia termenung dan memikirkan hal-hal yang membuat pikirannya semakin kalut dan itu membuatnya khawatir berlebih.


Ceklek!


Suara saklar lampu di hidupku dan seketika ia langsung sadar dari lamunannya yang berkepanjangan dan di sana ia melihat Tante Nana dan juga Dea yang berjalan kearahnya dan duduk di samping kiri dan kanannya.


" Kenapa nggak tidur Ell? " tanya Tante Nana untuk pertama kalinya setelah mereka terdiam beberapa saat.


Ia menghembuskan nafasnya perlahan dan mengatakan...


" Nggak bisa tidur Tan, Tante sama Dea kenapa nggak tidur? " tanyanya pada mereka yang terbangun malam-malam begini.


" Sama Ell, rasanya hati resah. " Jawab Dea dengan menghela nafas perlahan.


Sejak ia tertimpa banyak masalah ia sudah jarang mengobrol dengan Tante Nana dan juga Dea seperti ini, secara dari hati ke hati.


" Tante juga rasanya resah De, kamu tadi terlalu menyinggung perasaan si Arsya deh sampai banting pintu kayak tadi. " Kata Tante Nana membahas tentang pertengkarannya dengan Abang Ars yang sangat berisik tadi.


" Aku udah kesal banget sama dia Tan, kekeh aja mau tanggung jawab... tanggung jawab apa sih maksudnya dia tuh? Di nyembur benih ke aku aja nggak mikir tanggung jawab sekarang giliran udah lahir ngomongin tanggung jawab... Seolah-olah dia adalah korban padahal mah pelaku. " Katanya jengkel saat mengingat bagaimana Abang Ars yang begitu keras kepala dengan keputusan akan tanggung jawab dan juga istrinya yang ikut kekeh.


Bikin pusing saja.


" Mau di selesain bagaimana pun juga nggak bakal bisa ketemu solusi nya, udahlah lagian dia juga bukan orang berpengaruh di sini... Hingga bisa menahan kita. " Katanya dengan tenang padahal hatinya sangat gusar.


Mereka masih terdiam beberapa saat hingga perkataan Dea membuatnya menoleh dan menjawabnya dengan mata menerawang.


" Loe itu sebenarnya suka kan sama si Arsya? " kata Dea yang langsung membuat Tante Nana menoleh kearah dan dengan tenang ia menjawab...


" Iya De, tapi aku lebih suka dalam diam... Aku bahagia kalau dia bahagia, cukup seperti itu... Tidak ada sedikitpun keinginan untuk merebut Abang Ars dari istri dan anaknya, karena aku tau rasanya bagaimana hidup tanpa orang tua yang lengkap... Sangat sedih! Dan kehamilan ku ini juga hal yang terduga karena aku hanya ingin menolong malah berakhir petaka untuk ku. " Katanya dengan menyadarkan kepalanya di sandaran yang ada di sofa dam melihat langit-langit rumah.


Ia masih terdiam dan melanjutkan perkataannya lagi...


" Walaupun aku terlihat cukup pendiam kepada orang baru aku sebenarnya memperhatikan keluarga Abang Ars yang begitu harmonis... Aku dulu sempat berfikir dan ingin melaporkan Abang Ars ke polisi karena pemerkosaan tapi aku berfikir lagi, ia akan menjadi seorang Ayah, aku tunggu mungkin membuat seorang anak yang baru di lahirkan kekurangan kasih sayang seorang Ayah! Aku sungguh tidak tega. " Katanya lagi dan memberitahukan tentang alasannya.


Mengapa selama ini ia hanya diam saja?


Mengapa ia lebih memilih pergi dan menghindar?


Mereka masih terdiam.


" Kayaknya si Arsya tuh suka sama loe deh Ell, gayung bersambut (peribahasa). " Kata Tante Nana.


Ia juga merasakan hal yang sama tapi ia diam saja seolah-olah tidak tau.

__ADS_1


Ia tidak ingin menyakiti orang lain, cukup cinta dalam diam saja.


" Kalaupun sama-sama suka juga bakalan buntu Tan, wong (orang) Abang Ars juga udah punya istri. " Katanya dengan terkekeh seolah-olah mengatakan itu bukanlah hal yang menyedihkan.


Tertawa untuk menutupi kesedihan!


" Bener Ell, Tante suka sama sikap tegas kamu yang menolak Arsya untuk tanggung jawab... Ya walaupun Arsya selalu bilang kalau kamu keras kepala tapi menurut Tante itu adalah sifat tegas! Nggak akan terpengaruh oleh apapun itu karena kamu memutuskan untuk pergi dan menghilang juga pasti sudah kamu pikirkan baik-baik. " Kata Tante Nana.


Ia senang karena Tante Nana sudah sangat mengerti dirinya tanpa ia minta sekalipun.


" Lagian aku tuh juga nggak bakal mau jadi istri kedua, ih! Bisa aja kan keluarga besar mereka menentang... Bisa-bisa bakalan di nyinyirin. " Katanya membayangkan menjadi istri kedua yang pasti akan selalu mendapatkan gunjingan.


Ia akan meneruskan obrolannya lagi tapi tiba-tiba Ella menangis dalam kamar.


" Eh nyusuin Ella dulu ya. " Katanya berlalu kedalam kamar tanpa menunggu jawaban dari Tante Nana dan juga Dea.


-


" Uluh-uluh anak Ibu haus ya? Mau minum? " tanyanya kepada Ella yang tidak mungkin menjawab perkataannya.


Ia memposisikan Ella untuk menyusun dengan se nyaman mungkin.


-


" Ibu janji, akan memberikan kehidupan yang terbaik untukmu Nak. " Katanya lalu menutup mata dan tertidur untuk melalui hari besok yang pasti akan sangat berat.


Ini bukanlah akhir dari segalanya tapi ini adalah permulaan, permulaan dari sebuah Prahara...


End


-


*Sampai episode ini, gimana tanggapan kalian dengan novel ini? Silahkan komentar di bawah dan terus dukung novel ini karena dukungan kalian adalah mood booster (semangat) untuk aku agar terus konsisten upπŸ€—πŸ˜‡πŸ˜˜


Ini adalah akhir dari Novel ELLE WEDDING Series 1 masih ada lanjutannya...


Nanti aku bakal kasih pengumuman setelah baca komentar kalian, untuk episode selanjutnya? tergantung apresiasi kalian nanti apakah masih mau membaca lanjutan atau cukup sampai disini?😞


Oh ya kalau dihitung lagi kayaknya aku up 6 episode deh, salah ngitung πŸ˜…


Semoga semua pembaca yang baca novel ini selalu sehat dan juga selalu dalam perlindungan Yang Maha Kuasa... AminπŸ˜‡


With love,


ELLIE MCRUKEN*

__ADS_1


__ADS_2