ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Bersamamu Nak


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...-...


...-...


...[Bersamamu Nak]...


Membaca pesan yang membuat Ella begitu kaget dan langsung menuju ke kamar sang Ibuk dan mengetuk pintu dengan tidak sabaran.


Tok tok tok!


" Buk, Ibuk! " ucap Ella sambil dengan tangan yang terus saja mengetuk pintu.


Ceklek!


Pintu di buka dan di sana ada Elle yang selesai mandi dan keramas karena di kepala Elle masih ada handuk yang membalut kepala Elle yang basah karena habis keramas.


Tanpa mengatakan apapun, Ella langsung menyodorkan ponsel ke arah sang Ibuk yang menampilkan pesan dari Budhe Enny dan setelah membaca itu wajah Elle datar dan mengatakan...


" Besok kita pulang ke Ibu Kota. " Ucap Elle kepada Ella dengan raut datar tanpa ada kesedihan ataupun kekhawatiran di wajah Elle.


Memang benar, perkataan Elle dulu benar! Kalau hati Elle kepada Buk'e sudah mati, walupun kejadian di mana Elle remaja sudah terjadi dan berlalu bertahun-tahun lalu tapi tetap saja, kenangan buruk selalu dan masih tersimpan di otak Elle dan tidak akan pernah bisa hilang.


Dan hubungan Elle dengan sang Buk'e sungguh hambar dan Elle tidak pernah pulang, percuma!


Karena di rumah itu ada bapak tiri yang Elle benci, sungguh benci! Walaupun begitu Elle masih dengan setia dan ikhlas menanggung biaya hidup Buk'e dan bapak tiri nya karena Elle tau itu adalah kewajiban nya.


Hubungan darah tidak bisa terputus dan ini adalah takdir Elle, setelah menjadi janda dengan seorang anak... Elle juga menjadi yatim dengan seorang Ibu yang mengabaikan Elle karena pria lain.


Sungguh sedih!


Setelah selesai makan malam yang hening dengan Ella, Elle langsung masuk ke kamar setelah memastikan Ella tertidur dan menelfon sepupu nya itu.


" Aku nggak bisa pulang. " Ucap Elle pada sang sepupu yaitu Enny.


" Loh gimana ini? Lek Sophe masih kayak gini. " Ucap Enny lagi dengan bingung.


" Akan aku biayai semua pengobatan, lagian suami nya juga ada, itu udah cukup bagi Buk'e. " Ucap Elle mengatakan yang sebenarnya karena memang seperti itu kenyataan nya.


" Yuadah lah terserah, jangan sampai menyesal. " Ucap Enny yang di jawab Elle dengan deheman saja dan Elle langsung mematikan teleponnya sesudah apa yang ingin di katakan.


Begini lebih baik, Elle tidak mungkin kembali ke Ibu Kota yang membuat dirinya begitu menderita.


Elle ingin segera melupakannya.


-


-


-


-

__ADS_1


" Buk, jadi pulang nggak? " tanya Ella saat pagi hari dan terlihat Elle yang santai di belakang rumah dengan secangkir teh hangat yang Ella sangat yakin kalau teh hangat itu tampa gula yang sering di sebut less sugar!


Begitu pahit!


" Nggak, kata Enny baik-baik aja! Kemarin Enny hanya kaget aja makanya langsung kirim pesan kayak gitu. " Ucap dusta Elle pada sang anak yaitu Ella, Elle tidak ingin Ella melihat kebencian Elle kepada sang Buk'e masih ada walaupun sampai bertahun-tahun dan sampai sekarang.


Penyebab hidup Elle begitu menderita.


" Yah padahal, Ella mau lihat Mbah loh Buk. " Ucap Ella dengan sedih memang Ella tidak pernah melihat sang Mbah karena hubungan Elle dan sang Buk'e tidak pernah baik dan hingga membuat Ella tidak bisa melihat wajah sang Mbah, bahkan Elle tidak mempunyai foto Buk'e.


" Udah nggak apa-apa, minta Budhe Enny buat kirim foto Mbah, La! Apa kamu mau ke Ibu Kota bareng Paman Arsyad aja? " tanya Elle yang enggan untuk pulang dan menawari sang anak untuk pulang ke Ibu Kota dengan Arsyad saja yang kebetulan akan ke Ibu Kota.


" Nggak ah, Ella sama Ibuk aja. " Ucap Ella yang kembali merubah ucapannya dengan senyuman.


" Ella pergi sama Abang ya Buk, udah nunggu di ruang televisi tuh! Mau berangkat kuliah. " Ucap Ella yang di angguki oleh Elle.


Walaupun tempat tinggal Ella dan Arsy terpisah tapi Arsy selalu menjemput Ella untuk ke kampus bersama karena mereka satu kampus walaupun tidak satu kampus pun, Elle yakin kalau Arsy pasti akan mengantar Ella pergi ke kampus, se sayang itu Arsy pada Ella.


" Eh itu Abang. " Ucap Elle saat melihat Arsy menyusul ke belakang untuk melihat sang Ibuk.


" Ibuk, Abang rindu. " Ucap Arsy yang lebay padahal setiap pagi buta, Arsy selalu sudah sampai di rumah dengan alasan akan mengantar jemput Ella pergi ke sekolah padahal sampai di rumah langsung tidur lagi di kamar nya sendiri karena memang hari masih pagi buta.


" Ibuk juga rindu sama Abang, ih! Tambah ganteng Abang padahal baru kemarin nggak ketemu. " Ucap Elle menggoda Arsy yang langsung membuat Ella terkekeh melihat interaksi sang Ibuk dan Abang yang begitu hangat dan konyol.


" Ah Ibuk mah ngeledek aja. " Ucap Arsy sambil melepaskan pelukan kepada Ibuk.


" Lagian Abang aneh ih! Baru juga ketemu kemarin. " Ucap Elle dengan terkekeh.


" Ayok Abang berangkat. " Ucap Ella yang sudah berada di luar rumah dan segera Arsy mengecup kening sang Ibuk dengan sekilas.


" Abang, berangkat ya bang. " Ucap Arsy dengan segera beranjak dan Elle hanya mengangguk kepalanya.


" Bersamamu Nak. "


Dan itu memang terwujud, Elle sekarang seorang janda dan Elle belum mengkonfirmasi itu karena itu perlu, Elle adalah seorang desaigner yang kehidupan pribadinya tersorot media tapi Elle belum siap untuk sekarang, Elle masih membutuhkan waktu.


Bahkan saat Rio menghubungi Elle soal Masha, Elle hanya mengatakan...


" Beri aku waktu, aku perlu menyembuhkan hatiku. " Ucap Elle yang langsung di mengerti oleh Rio.


" Abang menunggu. "


-


-


-


-


" Abang hari ini ada kelas? " tanya Ella saat sudah sampai di kampus dan membenahi rambutnya yang berantakan karena memakai helm dan Arsy juga membantu Ella untuk menata rambutnya dan itu mengundang bisik-bisik tapi mereka tidak peduli.


" Ada, ayok Abang antar dulu ke kelas. " Ucap Arsy pada Ella dan di angguki Ella.


" Adit sama Alea baik-baik aja kan bang? " tanya Ella pada Arsy dan menanyakan tentang kedua adiknya, walupun Ella tau kalau mereka bertiga berbeda Ibu, Ella tetap menyayangi ketiga saudara dan saudari nya itu.

__ADS_1


" Baik aja. " Ucap Arsy sambil mengacak rambut Ella dengan gemas.


" Oh ya dek, nanti malam makan malam ya? Daddy minta Abang kasih tau ke kamu soalnya tadi Daddy udah chat adek tapi belum di balas. " Ucap Arsy yang membuat Ella mengangguk kepalanya setuju ucapan Arsy tadi dan memeriksa ponselnya memang benar kalau Daddy mengirim pesan pada Ella tapi Ella tidak menyadarinya.


" Oh ya, biar aku balas pesan Daddy dulu. " Ucap Ella sambil berjalan dan di dalam rangkulan Arsy menuju ke kelas.


Dan setelah selesai membalas pesan, Ella sudah berada di depan kelas.


" Nanti kita pulang nya bareng ya, biar Abang jemput di sini lagi, tunggu Abang di sini. " Ucap Arsy dengan mengacak-acak rambut Ella dan Ella hanya mengagukkan kepalanya, dan setelah memastikan Arsy pergi Ella segera masuk ke dalam kelas.


-


-


-


-


" Daddy. " Ucap Ella pada Arsya saat melihat Daddy ada di depannya sambil merentangkan tangan meminta untuk di peluk Ella.


Setelah perpisahan Elle dan Arsya, Arsya menjadi lebih dekat dengan anak-anak terutama Ella yang wajahnya sangat mirip pada Elle.


Hm...


Tapi Sha hanya diam saja tanpa ingin menyambut Ella, Ella yang sudah terbiasa dengan Ibu tirinya itu tidak memikirkannya karena semua itu tertutupi dengan sikap sang Daddy yang sangat perhatian pada Ella karena Ella adalah satu-satunya anak yang terpisah dari Arsya dan Arsy, Adit dan Alea tetap di rumah yang lama sedangkan Ella mengikuti sang Ibu yaitu Elle.


" Ayo duduk sayang. " Ucap Arsya pada Ella sambil mengecup kening Ella sekilas.


Dan setelah mengatakan itu, Ella mengagukkan dan duduk di samping sang Daddy dan itu langsung berhadap-hadapan dengan sang Mommy yang selalu berwajah datar dan horor itu.


" Kuliah kamu gimana La? " tanya Arsya pada Ella dan dengan semangat Ella mengatakan...


" Baik Dad, kan Abang setiap pagi jemput Ella. " Ucap Ella yang membuat Arsya mengembangkan senyuman karena anak-anak yang begitu akrab.


-


To be continued


Kalau ending di Series 2 dan nggak di lanjutkan ke Series 3 & 4 akan gantung genks... dan spin-off yang sering author bicarakan mungkin juga nggak ada...


Permintaan author nggak muluk-muluk kok genks, Like kalian ratain, di Bab Marah ada 43 Like itu yang paling tinggi dan ke Atas, like nya memprihatikan, ratain dulu genks biar author senang...


Like komentar & Favorit adalah hal yang penting karena itu adalah hal yang mempengaruhi suatu karya,


Kemarin ada 193 fav tapi sekarang ada 192 fav!? gimana author mau semangat kalau semakin berkurang 😵


8 Episode lagi menuju ending Series 2 🤸


Target author nggak banyak kok, Like diratain sama semua, Fav jadi 200, popularitas jadi 100k... nggak banyak kan?


Huh! capek juga pagi-pagi udah curhat!


Dukunganlah author kecil kayak author biar karya nya bisa terlihat di permukaan...


Soalnya lanjutan Series 3 & 4 itu tergantung dukung kalian genks...

__ADS_1


Thanks you ā¤ļø


Note : Ditulis buru-buru karena mau berangkat kerja dengan perasaan yang nggak enak :(


__ADS_2