ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Tears


__ADS_3


ELLE WEDDING


[Episode 56 ~ Tears]


Tears \= Air Mata


Shaila


Ia baru saja menyelesaikan sholat malam dan sekarang sedang duduk bersimpuh sambil mengadahkan tangannya dan berdoa kepada sang pencipta dan pemilik kehidupan.


Ia sungguh resah, sangat resah.


Pernikahannya yang baru mencapai tahun kedua harus diterpa karena ada orang ketiga dan menghasilkan anak sebagai akibatnya.


Ia tergugu sambil menangis terisak, sungguh hatinya sangat sakit.


Haruskah ia goyah dari sisi suaminya itu lalu pergi saja?


Ia hanya manusia biasa yang bisa merasakan sakit hati dan merasa di khianati.


Ia masih mengadahkan tangannya dan berdoa dengan tangisan.


Ia sangat resah dan kecewa.


Ingin rasanya ia pergi dan membawa putra satu-satunya dan menghilang saja.


Tapi, ia tidak boleh memikirkan egonya sendiri.


Ia harus memikirkan putranya, tidak mungkin putra tanpa seorang Ayah karena orang tua yang berpisah.


Ia tidak sanggup untuk melakukan itu!


Ia tidak sanggup karena Abang Ars adalah cinta pertama dan juga adalah suaminya.


Bagiamana pun ia harus tetap bertahan agar keluarga tetap utuh dan putranya mempunyai keluarga yang lengkap.


Ia masih duduk dan merenung di kegelapan malam dan di gelapnya malam.


Hingga ia merasakan tubuhnya di peluk dari belakang.


Dia adalah suaminya, ia tau itu.


Ia merasakan itu, merasakan wanginya yang begitu ia kenali.


Bukannya tangisannya mereda ia malah semakin terisak dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Abang Ars yang begitu menenangkan sekaligus tempat favoritnya.


Arsya

__ADS_1


Ia baru saja pulang dari kantor saat sudah malam, setelah adzan isya.


Ia langsung mengetuk pintu rumah yang sudah ia tempati dua tahun belakangan ini bersama dengan istri tercintanya yaitu Shaila dan putra semata wayangnya yaitu Arsy.


Tok tok tok!


Ia mengetuk pintu rumahnya lagi karena Sha belum juga membukakan pintu.


Ceklek!


Pintu di buka dan ia langsung tersenyum lebar dan cerah saat melihat istrinya yang membuka pintu dengan wajah cantik yang selalu ia rindukan.


Bahkan setelah seharian bekerja di kantor dan saat pulang ke rumah, ia merasakan tenaganya kembali ada setelah melihat wajah istri tercintanya yaitu Sha.


" Assalamualaikum sayang. " Katanya sambil menyodorkan tangannya agar Sha bisa mencium tangannya yang selalu dilakukan pulang dan pergi dari rumah.


" Walaikumsalam Abang. " Kata Sha dan ia langsung merangkul bahu Sha untuk masuk ke dalam rumah setelah tadi menutup dan mengunci pintu.


" Abang mau mandi atau makan dulu. " Kata Sha saat mereka masih di depan ruang televisi dengan Sha yang sudah sigap membantunya untuk melepaskan jas dan dasi nya sehingga ia hanya perlu melepaskan beberapa kancing baju dan menggulung kemeja panjang yang ia kenakan sampai ke siku.


" Mandi dulu deh, Abang serasa lengket banget ini. " Katanya sambil mengecup sekilas kening Sha dan kemudian berlalu karena ia juga kebelet untuk buang air kecil.


-


" Terimakasih Sha. " Katanya setelah Sha menaruh piring berisi makanan di atas meja.


" Sama-sama Abang. " Kata Sha sambil tersenyum dan menyesap teh hangat yang selalu Sha minum saat menemaninya untuk makan malam.


-


" Arsy sudah tidur Sha? " tanyanya saat mereka sudah berada di atas tempat tidur dan siap untuk tidur.


" Sudah. " Kata Sha lalu mendekat kearahnya dan memeluk erat tubuhnya.


Dan ia mengecup kening Sha sekilas dan setelah itu langsung tidur.


-


Ia akan memeluk Sha tapi ia merasakan ranjang di sisi sebelahnya kosong dan sudah terasa dingin dan saat membuka mata ia tidak melihat Sha ada di ranjang.


" Kemana Sha? " katanya dalam hati dengan mata mengantuk dam rambut yang berantakan.


Ia pun dengan langkah setengah mengantuk dan sadar langsung mencari Sha.


Tapi baru mau memijak lantai, ia melihat Sha yang sudah selesai sholat malam dan berdoa.


Ia mendengar semua keluh kesah Sha yang membuat hatinya tersentil dan juga sedih.


Semua karena gegara dirinya.

__ADS_1


Ia dengan langkah perlahan langsung berjalan menuju Sha dan setelah sampai di dekat Sha langsung memeluk tubuh mungil Sha dari belakang.


Ia bisa merasakan Sha yang kaget tapi kemudian semakin tenggelam dalam pelukannya saat tau kalau itu adalah dirinya.


Ia menangis terisak di punggung mungil Sha, menyembunyikan wajah di punggung Sha yang tidak seberapa dengan postur tubuhnya yang besar dan kekar.


Ia semakin tenggelam dan setelah cukup menangis ia membalikkan tubuh Sha untuk menghadap kepadanya.


" Maafkan Abang Sha. " Katanya dengan lirih sambil mengecupi punggung tangannya Sha.


" Abang sungguh bersalah karena sudah menyakiti istri shalihah seperti Sha. " Katanya lagi sambil terus saja mengecupi telapak tangan Sha.


" Abang... " kata Sha tercekat dan Sha melanjutkan perkataan yang membuatnya semakin merasa bersalah...


" Nikahi lah Elle karena bagaimanapun anak yang sedang di kandung Elle adalah anak kandung dan darah daging Abang sendiri, seperti Arsy... Insyaallah Sha ikhlas. " Kata Sha dengan lirih dan sorot mata yang sedih sambil mengecup punggung tangannya.


" Sha, bagaimana Abang bisa lakukan itu... Bagaimanapun itu akan membuat kamu tersakiti dan Elle juga tidak ingin berada di sisi Abang, Elle... Dia pergi memutuskan untuk pergi dan menghilang. " Katanya lagi dengan sedih.


Ia tidak bisa menggapai Elle.


" Abang harus berusaha lebih keras lagi, Sha yakin kalau Elle membutuhkan Abang, anak yang sedang Elle kandung juga membutuhkan kasih sayang Ayahnya. " Kata Sha sambil menggelengkan kepalanya dan menyakinkan ia untuk tetap berusaha.


" Elle orang yang keras kepala Sha, Abang tidak bisa menikahi Elle... Bagaimana tanggapan keluarga besar kita kalau mengetahui Abang menikah lagi, bagaimana Abang mengatakan pada keluarga mu Sha? " katanya dengan frustasi karena ia sungguh sudah mengecewakan semua orang.


" Abang, apapun yang terjadi... Sha akan selalu disisi Abang, Abang jangan menyerah. " Kata Sha sambil memeluk tubuhnya dengan erat.


" Sha yakin, kita bisa melewati badai ini asalkan kita tetap bersama. " Kata Sha lagi masih dengan memeluk erat tubuhnya.


" Terimakasih Sha, terimakasih karena sudah selalu bersama Abang... Abang bukalah suami yang baik, terimakasih su... " katanya terpotong karena bibir nya di bungkam Sha, di lu mat dengan perlahan dan mata yang terpejam.


Seolah-olah menikmati semua rasa ini, berbagai kesedihan dalam ci u man yang menggelora.


Elle


Ia menatap sepasang suami istri itu dengan tatapan malas dan jengah.


" Ada apa? " katanya malas karena Abang Ars dan juga Sha daritadi hanya terdiam dan melihat kearah wajahnya dan perutnya yang semakin membuncit.


Seharusnya tadi ia tidak membukakan pintu sebelum mengecek siapa yang datang.


Karena ia tadi berfikir kalau itu adalah Tante Nana dan Dea yang sudah lama berbelanja tapi ternyata salah.


" Abang nggak bisa berbasa-basi, Abang mau mengatakan kalau Abang akan menikahi kamu. " Kata Abang Ars dengan lancar tapi ia tidak suka dengan rencana itu.


Oh ayolah kenapa mereka begitu memaksa untuk mengikatnya dalam pernikahan, pernikahan segitiga.


" Tidak akan pernah aku mau, oh ayolah... Bisakah kalian lupakan saja diriku ini dan kalian hidup bahagia dan tenang, sungguh kedatangan kalian membuat ku tertekan saat aku sedang mengandung, seharusnya kamu bersyukur bang, karena aku tidak melaporkan tidak pemerkosaan dirimu terhadap ku, karena apa? Aku hanya ingin hidup tenang, mengertilah. " Katanya dengan jengah, sungguh sekarang ia sangat sebal karena mereka terus saja memaksa dirinya.


" Dan kamu Sha, bisakah kamu mengerti perasaan ku? Aku di perkosa dan orang yang memerkosa selalu berada di sisiku dengan alih-alih bertanggung jawab? Tapi, apapun yang dikatakan, sungguh aku tidak membutuhkan itu... Itu membuat diriku begitu terlihat hina. " Katanya pada Sha.

__ADS_1


-


Jangan lupa tinggalkan jejak :)


__ADS_2