
ELLE WEDDING.
[Episode 14 ~ Mantan Itu Via]
Arsya
Hari ini hati nya tidak tenang sedikit pun.
Apalagi tadi sebelum berangkat kerja ia bertengkar dengan Sha lebih tepat Sha mengungkapkan unek-unek nya yang terdalam hingga Sha menangis.
Sebelumnya...
" Abang ini maksudnya apa? " tanya Sha dengan nada penuh penekanan dan menatap mata nya tajam tidak seperti Sha yang biasanya... Sha yang penurut.
Dan ia pun langsung mengambil ponsel dari tangan Sha dan membaca pesan dari Via, mantan pacar online nya yang ia putuskan secara sepihak karena ia sudah menikah dengan Sha.
" Tidak ada Sha, dia aja yang belum bisa move on (melupakan) Abang. " Kata nya santai dan menjelaskan bagaimana keadaan nya.
" Sha lelah Abang, Abang udah nikah sama Sha... Sha juga lagi hamil anak Abang, terus ini ada mantan Abang minta Abang nikahin dia buat jadi istri kedua, Abang udah pernah janji apa aja sama dia? Sampai di begitu tergila-gila sama Abang? " kata Sha dengan lirih, walaupun Sha sedang marah terhadap nya tidak akan pernah meninggikan suara nya.
" Ini udah lama Sha, udah... " kata nya terpotong karena Sha keburu memotong perkataan nya itu.
" Udah apa? Sha nggak mau dengar penjelasan Abang! Yang Sha tau... orang ketiga nggak akan masuk dalam rumah tangga kita kalau Abang tidak memberikan celah untuk masuk, dan Abang memberikan celah untuk orang ketiga masuk dan mengganggu rumah tangga kita, dan yang lebih parahnya ini terjadi saat Abang udah nikah sama Sha." Kata Sha akhirnya mengutarakan unek-unek nya .
" Apa kekurangan Sha, Abang? "
Bagaimana perasaan mu kalau baru tiga bulan menikah, suami mu mempunyai pacar?
Walaupun ini pernikahan karena perjodohan tapi rasanya sungguh menyakitkan! Apalagi karena ada orang ketiga.
" Sha!! " bentak nya akhirnya karena merasa tersudut.
" Abang nggak cinta sama Sha kan? Abang sekarang cinta nya sama Elle, tatapan Abang kepada Elle mengatakan semua nya. " Kata Sha terisak-isak saat melihat tatapan cinta suami nya kepada perempuan lain.
" Sha... " ujar nya lirih sambil mendekat ke arah Sha, namun Sha berpaling dan pergi lalu mengatakan... Biarkan Sha sendiri.
Dan ia hanya mematung di tempat melihat kepergian isteri nya dengan tangisan!
Sungguh berdosa nya sudah membuat isteri nya sedih, sesedih itu!
Shaila
" Aku harus bertemu dengan Elle mumpung dia lagi ada di KL bagaimanapun aku harus menyelamatkan rumah tangga ku dan memilih egois dan mengambil hak ku. " Kata nya dalam hati.
Me (Saya) : Assalamualaikum Elle, ini Sha isteri nya Abang Ars... kamu ada waktu? ada yang ingin aku bicarakan. Send(Kirim).
Setelah menunggu tiga puluh menit lamanya Elle pun menjawab nya...
Elle : Walaikumsalam Akak Sha, iya boleh... aku tunggu di cafe pertama kali kita ketemu ya😇
Me (Saya) : Iya Elle, aku tunggu*.
Elle
__ADS_1
Ia masih di KL, setelah bertemu dengan Abang Ars dan istri nya itu ia langsung menuju ke hotel tanpa memberitahukan ke Arsyad karena hari ini ia ingin beristirahat dengan tenang dan kalau ia memberitahu Arsyad kalau ia sedang rebahan di hotel maka dengan seribu satu cara Arsyad akan mengatakan hal yang membuat nya membuat nya mengatakan... Ya.
Dan untuk saat ini ia sedang malas dan ingin malas-malasan saja.
Tapi saat ia masih memejamkan mata menikmati sensasi rebahan yang sangat indah ini, terganggu dengan nada suara kodok yang familiar di telinga nya karena itu adalah notifikasi di ponsel nya yang ia pasang kalau ada pesan masuk.
Dan dengan malas ia mengambil ponsel itu dan ternyata pesan dari orang tidak dikenal tapi setelah membaca nya ia mengerti kalau itu adalah no isteri nya Abang Arsya yaitu Akak Sha.
Dan setelah membalas nya ia mengatakan iya saat Akak Sha mengajak nya bertemu... Ada apa?
Dan dengan malas ia pun langsung keluar dari hotel tempat nya menginap untuk menuju cafe tempat pertemuan yang sudah di sepakati.
Ia sedang duduk di cafe dengan Akak Sha yang masih berdiam.
Ia bisa melihat mata Akak Sha yang memerah seperti habis menangis... Ada apakah ini?
Dan mereka masih terdiam bingung mau mengatakannya apa?
" Ell... " kata Akak Sha dengan lirih dan itu membuat nya langsung memandang ke arah Akak Sha dengan pandangan bertanya-tanya.
" Iya Kak? "
" Aku nggak ingin bertele-tele, Abang Ars menyukai mu... tatapan nya... " kata Akak Sha dengan sedih dan terputus karena keburu terisak lebih dahulu.
Haruskah ia senang saat mendengar perkataan... Abang Ars menyukai mu?
Rasa senang hanya sedikit, lebih banyak rasa bersalah karena melihat wanita di depan nya terisak di balik niqab nya itu.
Tidak mungkin ia merasakan bahagia di atas penderitaan orang lain.
Karena ia sudah sangat hapal dengan yang namanya penderitaan.
Dan ia pun harus tau diri, karena tidak mungkin menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain.
" Terimakasih Elle, kamu gadis yang baik karena tanpa aku meminta kamu sudah bisa tau apa yang aku inginkan. " Kata Akak Sha yang tampak senang.
" Aku kira kamu seperti Via, mantan nya Abang... yang kekeh ingin di nikahi Abang walaupun jadi isteri kedua walaupun ia setuju tapi demi Allah Aku nggak akan ridho. " Kata Akak Sha sambil mengelap air mata nya.
" Aku cukup tau diri. " Kata nya dengan senyuman getir.
" Dan Via itu juga sering mengganggu Abang. " Kata nya lagi.
" Abang kasih tau kamu? " tanya Sha tampak kaget dan ia pun mengagguk mengiyakan.
" Abang nggak pernah tuh kasih tau Sha. " Kata Sha dengan lirih dan air mata nya tumpah seketika.
Dan ia meringis karena telah memperkeruh suasana yang sudah kondusif tadi.
" Akak lahiran nya kapan? " tanya nya untuk mengalihkan perhatian Akak Sha agar tidak menangis lagi.
" Em udah mau lahir. " Kata Akak Sha yang seperti enggan untuk menjawab pertanyaan lebih detail.
" Kalau sampai kamu merebut Abang Ars dari Akak, mungkin anak yang belum lahir akan kehilangan Daddy nya. " Kata Sha dengan terisak.
Bukan karena perkataan Merebut yang membuat nya terpaku tapi kata Kehilangan Daddy yang membuat nya terpaku dan termenung karena ia merasakan itu, mengalami itu...
__ADS_1
Flashback Elle umur 10 tahun.
" Mbah, Buk'e bodo iki bakal mbalek kampung ora? " Kata ia saat berumur seputar tahun.
(Nek, Buk'e lebaran ini bakal pulang kampung nggak? "
" Ora Ell, Buk'e em bodo nong Ibu Kota. " Kata Nenek yang membuat nya ingin menangis tapi mencoba untuk membendung nya karena ia tidak ingin Nenek nya sedih.
(Nggak Ell, Buk'e mu lebaran di Ibu Kota)
Hal ini terjadi bukalah pertama kalinya tapi sudah berkali-kali.
Saat lebaran semua sanak keluarga berkumpul justru ia harus hanya berdua dengan Nenek nya di hari lebaran.
Bahkan sepupu nya mempunyai keluarga yang lengkap saat lebaran dan di kunjungi sanak saudara nya.
Lalu dia?
Hanya bisa diam dan memendam perasaan sedih ini.
Rasanya ingin menangis, saat masih bayi ia sudah kehilangan Ayah kandung nya dan ketika beranjak tumbuh anak-anak Buk'e sibuk kerja di Ibu Kota dan tidak memperdulikan nya dan menitipkan nya kepada Mbah nya yang seorang janda sejak Buk'e kecil.
Bukannya ia tidak bahagia dengan Mbah nya itu, ia sangat bahagia karena Mbah nya itu selalu memerhatikan nya yang terkadang membuat sepupu-sepupu nya cemburu terhadap nya dan terkadang mengatakan...
" Elle adalah anak Mbah "
Kenapa sepupunya cemburu pada nya?
Seharusnya ia yang cemburu pada sepupu nya itu karena memiliki orang tua lengkap, rumah yang bagus.
Dan dia? rumah nya saja masih terbuat dari anyaman bambu, dan dia seorang anak yatim.
Yang harus di cemburui dari ia itu apa?
Bahkan terkadang, saat hidup semakin sulit ia rasa nya ingin ikut dengan Ayah nya itu supaya ia tidak merasakan kesedihan ini dan meringankan beban Buk'e kalau ia pergi untuk selama-lamanya.
Sungguh pelik pikiran seorang anak kecil yang bahkan baru berusia sepuluh tahun.
Rumah anyaman bambu. Sumber Google.
Bambu merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak di temukan di Indonesia. Tapi bagaimana jika bambu di jadikan kerajinan tangan yang sangat populer hingga luar negeri.
Anyaman bambu adalah serat yang di rangkaikan hingga membentuk benda yang kaku, biasanya untuk membuat keranjang dan perabot.
.
.
.
Haram hukumnya seorang suami yang membuat istrinya menangis tanpa hak. Hal ini dapat di temukan pada Al-Qur'an surat Al-Ahzab : 84.
__ADS_1
Ketika suami berbuat zalim terhadap istri, dia telah berdosa besar dan tubuhnya tidak lagi di haramkan di neraka.
Sumber Google.