ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Diluar, Aku Bukan Istrimu


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...[Diluar, Aku Bukan Istrimu]...


" Kamu yang terbaik Sha, selalu menuruti semua perkataan Abang. " Kata Arsya dan langsung menyatukan dan ber ciuman yang dalam dan lama, Arsya menyesap bibir bawah dan atas Sha secara bergantian dan menelusuri semua yang ada di rongga mulut Sha.


Sha hanya mengikuti arus dengan tangan yang mencengkram erat pinggang Arsya karena sensasi yang semakin panas dan nagih.


Dengan televisi yang masih menyala Arsya langsung merebahkan Sha di atas sofa dan tidak peduli sekarang mereka ada di mana...


Maka pergulatan panas pun terjadi hingga dini hari, Sha dan Arsya akhirnya tertidur di sofa yang ada di ruang televisi tanpa memikirkan Elle yang mungkin saja nanti pulang kerumah.


-


Elle masih berbaring di samping Ella yang masih saja menyusu, sekarang jam enam pagi tapi Ella tumben sekali sudah bangun dan malah berceloteh dan enggan untuk tidur kembali.


" Kamu mau pulang kerumah Nak? " tanya Elle pada Ella sambil mengelus kening Ella perlahan.


Ella hanya terdiam dan melihat Elle dengan senyuman tipis.


" Wah tumbenan jam segini udah bangun. " Kata Dea yang sedang berada di dapur dengan rambut acak-acakan, sudah dipastikan itu baru bangun tidur.


Tapi bukannya menyisir rambut, Dea malah bikin roti bakar, hadeh!


" Sisiran dulu kek De ih! " kata Elle sebal.


" Udah lah nggak usah, kalau cantik mah mau dalam keadaan apapun tetap cantik. " Kata Dea dengan gaya yakin dan terdengar menyebalkan di telinga.


Cih!


-


" Ini yang kamu mau Ell? Jadi istri kedua dari Abang ku sendiri. " Kata Arsyad setelah Arsyad menghilang begitu saja saat mengetahui kalau ia adalah istri kedua Abang nya sendiri.


" Kamu yang paling tau itu bang, aku tau Abang kecewa... Begitu juga dengan aku tapi inilah kenyataannya. " Kata Elle sambil menatap Arsyad dengan mata yang berkaca-kaca.


" Karena ini hm? Kamu menolak ku waktu itu? " kata Arsyad lagi dengan tangan yang sudah memegang tangan Elle dengan lembut dan bertanya dengan tatapan yang dalam.


" Maafkan aku. " Kata Elle menundukkan kepalanya karena merasakan tak berdaya.


" Seharusnya kamu katakan pada Abang. " Kata Arsyad yang begitu sangat mencintai Elle sekarang harus terluka mengetahui sang pemilik hatinya terluka dan tidak bahagia dengan pernikahan yang sedang Elle jalani.


" Aku nggak mau Abang ikut campur, mulai sekarang lupakan aku Abang, aku nggak pantas untuk Abang... Abang bisa mendapatkan yang terbaik nanti. " Kata Elle melepaskan genggaman tangan Arsyad pada tangannya.


Namun sebelum itu terjadi...


Brak!

__ADS_1


Pintu saja tiba-tiba terbuka dengan keras dan menimbulkan kegaduhan yang membuat Elle terkejut dan Arsyad yang sedikit kaget.


Saat Elle dan Arsyad terkejut, muncul Arsya yang datang dengan wajah marah dan tanpa berkata apa-apa langsung memukul wajah Arsyad dengan kencang.


Buk! Buk! Buk!


Tiga pukulan bertubi-tubi yang membuat Arsyad langsung oleng kebelakang di susul dengan jatuhnya barang yang ada di meja karena tersenggol dan Elle pun terpekik kaget dan berteriak.


" Abang! " teriak Elle entah Elle memanggil yang mana? Karena maupun dengan Arsya dan Arsyad, Elle memanggil dengan sebutan Abang.


" Berhenti. " Kata Elle marah dan berhasil memisahkan keduanya walaupun wajah keduanya sudah lebam.


Elle memegang Arsyad dan sedangkan Arsya sudah ada Sha yang memegang.


Elle menatap sengit ke arah Arsya karena tanpa basa-basi sudah memukul Arsyad sampai bonyok begini ya walaupun Arsya pun sama bonyok nya.


Tapi kan Arsya yang pertama kali mulai.


" Awas saja sampai keluar dari sini... "


-


" Awas saja sampai keluar dari sini... " suara Arsya dengan suara tertahan dan marah tapi Elle hanya berhenti sebentar dengan Arsyad yang ia gandeng untuk mengobati luka.


Tanpa menoleh sedikitpun Elle langsung berjalan pergi dari ruangan yang sudah banyak orang di dalamnya dan menghindar dulu untuk mengobati memar yang ada di wajah Arsyad karena Arsya sudah ada Sha disampingnya.


Saat Elle sudah keluar dari ruangan itu Elle mendengar Arsya dengan nada marah dan membentak semua orang untuk segera keluar dari ruangan itu.


" Wajah kamu pasti sakit ini, mau makan juga pasti sakit. " Kata Elle saat sudah sampai di UKS yang ada di kantor dan sekarang sedang mengobati luka memar yang ada di sudut bibir Arsyad.


Luka fisik bisa di sembuhkan dengan obat lalu luka hati tidak bisa sembuh dengan obat? Bagaimana luka di hatimu Elle? Bisakah sembuh?


-


Ucapan...


" Awas saja sampai keluar dari sini... "


Sungguh berbuntut panjang bahkan sampai di rumah.


Bahkan saat Elle akan beristirahat di kamar dengan rebahan dan tertidur Elle malah harus di panggil ke perpustakaan yang ada di rumah dan semua rencana untuk tidur pun sirna begitu saja.


" Aja sih Abang? " tanya Elle dengan tidak sabar karena Arsya maupun Sha sama-sama terdiam.


" Bukankah kamu seharusnya minta maaf dek? " tanya Arsya dengan tatapan tajam tapi Elle tidak takut dan tidak peduli.


" Kenapa harus aku yang minta maaf? Bukannya Abang yang tiba-tiba saja memukul orang tanpa sebab dan sekarang menuntut aku untuk minta maaf karena apa? " tanya Elle sebal.


Sungguh di butik tadi ia sudah capek karena banyak yang Elle kerjakan dan saat di rumah Elle ingin istirahat saja tidak bisa karena kedua suami-istri dihadapannya sungguh menyebalkan.

__ADS_1


" Elle minta maaf saja. " Kata Sha yang langsung membuatnya tercengang.


Apa-apaan mereka itu?


" Seharusnya Abang yang minta maaf sama Abang Arsyad. " Kata Elle sebal dan keluar dari ruang perpustakaan.


Sebelum benar-benar keluar ia mengatakan...


" Diluar, aku bukan istrimu. "


-


Sejak pertengkaran malam itu suasana dirumah menjadi seperti real neraka apalagi kalau ada Sheryl yang semakin membuat suasana semakin sebal.


Tanpa pamit kepada Arsya maupun Sha, Elle langsung pergi bekerja dengan Ella yang selalu Elle bawa kemanapun Elle pergi.


-


" Apa lagi sih bang. " Kata Elle dengan sebal saat Arsya menerobos masuk kedalam kamar Elle tanpa mengetuk pintu seperti biasanya.


Ya memang sudah terhitung kalau Elle dan Arsya saling diam karena perkara tempo hari.


" Kamu marah sama Abang ya dek? " tanya Arsya dengan pura-pura tidak tau.


" Udah bang nggak usah di bahas wong (orang) lukanya juga udah kering, udah basi. " Kata Elle sambil menyindir Arsya yang sampai sekarang tidak meminta maaf pada Arsyad hingga luka mulai kering.


" Hah! Kenapa kamu keras kepala sekali dek? Kamu nggak tau kalau Abang cemburu saat lihat kamu di dalam ruangan berdua dengan Arsyad? " kata Arsya yang membuat Elle terdiam seketika.


Apa yang Arsya katakan?


Cemburu?


Hah!


" Abang, apa punya hak untuk cemburu pada ku? Walaupun aku isti Abang secara agama dan hukum, tapi kita tidak seperti itu... " kata Elle terdiam seketika dan langsung mengatakan lagi...


" Apa Abang tau bagaimana cemburunya aku saat pulang di pagi hari bersama dengan Ella melihat Abang dengan Sha yang habis ber cinta dengan pakaian yang berserakan dan mesra, apa Abang tau bagaimana cemburunya aku? Aku cemburu tapi aku nggak berhak. " Kata Elle yang langsung menyentak Arsya dan melihat Elle dengan tatapan entahlah...


" Elle... " kata Arsya terpotong karena Elle keburu mengatakan...


" Jangan membuat hal lebih sulit lagi dengan hal soal cemburu, cemburu yang tidak berhak diantara kita... Biarkan aku menjalani pernikahan ini dengan tenang hingga batas yang sudah ditentukan, tolonglah Abang bantu aku untuk melewati semua ini, sebagai teman? " kata Elle yang mengungkapkan perasaan yang paling dalam dan hanya ingin berteman dengan Arsya walaupun sulit.


" Dek, bagiamana kita berteman sedangkan kita adalah suami istri? Adek adalah istri Abang juga sama seperti Sha, maafkan tindakan Abang yang tidak sengaja melukai adek. "


-


Eyaaaa!!! seru nggak sih?


Kalau seru teken LIKE sama kasih komentar di bawah biar author semangat terus...

__ADS_1


Hari ini, hari Senin genks, kasih VOTE yang kalian punya buat ELLE WEDDING Series ya...


Apresiasi dan dukungan kalian sangat berarti untuk kelanjutan novel ini...


__ADS_2