ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
PDKT?


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 5 ~ PDKT?]


Arsya


Ia sedang membalas pesan yang ada di ponsel, tiba-tiba Shaila istri nya duduk di pangkuan nya dan mengatakan sesuatu yang membuat nya senang.


" Im Pregnant (Aku hamil) "


Sontak membuat ia kaget dan kemudian merengkuh Shaila untuk di peluk dengan dalam.


" Terimakasih Sha. "


Ucap nya sambil berbisik dan dengan tangan nya mengelus perut rata istri nya itu.


Yang beberapa bulan lagi pasti akan membesar karena kehamilan.


Hari-hari ia jalani dengan kebahagiaan dan terkadang protektif dengan istri nya itu takut kenapa-kenapa karena perut nya yang sudah besar.


Me (Saya) : [Gambar] My baby coming soon (bayi ku segera ada). Send (kirim)


Elle ON : Wah!!! selamat šŸ˜‡


Saat kehamilan nya semakin besar,, Shaila selalu mengeluh pada nya mengatakan kalau pinggangnya sakit dan sebelum tidur Shaila ingin perut nya di usap-usap karena jika ia tidak melakukan itu bisa di pastikan Shaila tidak akan bisa terlelap.


Nyidam yang sederhana tapi aneh!


Yeah.


" Abang, bangun!! Sha mau ke kamar mandi. " kata Shaila di dini hari dan membangunkan tidur nyenyak nya.


Dengan nyawa yang baru setengah kumpul, ia langsung memegang erat tangan Shaila dan menggandeng nya menuju kamar mandi.


Ia sekarang harus terbiasa bangun dini hari untuk membantu istri nya yang sedang hamil besar.


Elle


Hari-hari nya berjalan dengan biasa nya tapi ada yang beda dengan hati nya.


Hati yang biasa nya kosong dan tak berpenghuni sekarang ada nama yang tersemat di sana dan selalu ia ucapkan di setiap sujud dan doa nya.


Walaupun ia diam dan berpura-pura semua nya tidak ada apa-apa, ia tau kalau hati nya berkata lain dan menginginkan hal lebih.


Lebih dari adek ke tingkat yang lebih berarti dan serius untuk orang kepada orang asing yang tidak sengaja bertemu dan saling chatting (bertukar pesan).


Hubungan nya dengan Tante Nana dan juga Dea dua teman, sahabat sekaligus yang ia anggap seperti saudara sendiri perlahan membaik.


Walaupun ia harus berpura-pura sudah break (putus) dengan Abang Arsya yang tidak bisa ia lupakan dari pikiran dan hati nya.


Tapi demi kedua orang yang sangat berharga untuk nya ia rela berpura-pura agar terlihat baik-baik saja.


Tante Nana dan Dea yang selalu ada untuk nya di saat susah dan senang maka dari itu ia tidak mungkin bisa berpisah ataupun bertengkar lama-lama kepada mereka.


" Ell, Tante kenalin ke cowo yuk... ini juga orang Malay tapi lebih hot ini daripada yang ono. " Kata Tante Nana pada suatu hari setelah beberapa hari yang lalu ia mengatakan break (putus) Tante Nana langsung mencarikan nya jodoh.


Terkadang ia merasa seperti tidak laku!!


" Terserah Tante lah. " Kata nya pasrah karena untuk menolak pun ia tidak mempunyai alasan yang tepat.

__ADS_1


Walaupun terkadang Tante Nana menyebalkan!


Tapi ia menghormati Tante Nana seperti Ibu nya sendiri karena kasih sayang yang telah di berikan kepada nya tanpa di minta sekalipun.


" Nanti jam 7 malam di cafe sebrang ya Ell. " Kata Tante Nana lagi yang langsung membuat nya jengah dan tersenyum kaku untuk menyetujui.


Saat nya kencan!


Ia terus saja tersenyum kaku dan tipis saat pria di depan nya berbicara, entahlah seperti nya ia sudah di pelet dengan pesona seorang Arsya yang sulit untuk di tolak nya hingga saat berbicara dengan pria lain nya saja membuat nya biasa saja.


Padahal ia selama ini adalah pengagum pria tampan siapapun itu sebelum ia bertemu dengan Arsya... tapi lihat lah sekarang.


Bahkan ia terlihat biasa saja dan hati nya tidak berdebar saat berbicara dengan pria lain selain Arsya,, padahal dulu saat berbicara dengan pria tampan hati nya selalu berdebar.


Tapi sekarang hati nya mati, seakan debaran di hati nya hanya untuk Arsya seorang.


Bolehkah ia berharap lebih?


Saat melihat lagi, ia akui kalau pria yang sedang kencan dengan nya di kafe ini pria yang tampan dan juga terlihat lebih kekar, tinggi dan juga tampan di banding Arsya.


Ah stop (jangan) Arysa lagi please (kumohon)!!!


" Gimana Ell, sama pria yang tadi malam okeh kan? Pilihan Tante gitu loh. " Kata Tante Nana saat pagi hari ia bertemu di kios untuk membuka toko olshop nya.


" Iya Tan. " Jawab nya seadanya karena saat ini hati ku masih bertahta satu nama.


Namun dia terlarang untuk ku!!


Seakan akal sehat ku mengatakan...


Warning (peringatan)!!!


Tapi hati ku mengatakan...


Hati nya sedang kalut!


Apakah cinta pertama selalu menyakitkan seperti ini?


[*Suara kodok ~ pesan masuk]


AbangArsyaOn : [Gambar] My baby coming soon (bayi ku akan segera ada*]


Hati nya yang sudah kalut dan berkecamuk bertambah semakin kalut dan berkecamuk setelah membaca pesan singkat itu.


Me (Saya) : Wah!!! Selamat šŸ˜‡


Ketik nya singkat seakan ikut bahagia dengan keadaan yang ada tapi itu berbanding terbalik dengan hati nya yang merasakan patah hati.


" Woy, Ell ngapain melamun loe?? Lihat tuh es teh nya udah hampir luber gegara loe melamun. " Kata Dea membuyarkan lamunan nya.


Dan tanpa berkata apapun ia langsung menegak es teh tanpa gula itu, dan bisa kalian tebak kalau rasa es teh nya sangat pahit sepahit kisah percintaan nya.


Seakan ia membagi pahit hidup nya dengan segelas es teh tanpa gula dan merasakan ada nya teman dengan hidup pahit sepahit kehidupan nya.


Sebelum berperang tapi sudah kalah.


Ā 


" Apasih, dia itu cuma benalu dalam kehidupan Buk e!! " kata ia dengan marah terlihat dari sorot matanya yang memperlihatkan sebuah kebencian.


" Jogo ngomong em,, mbek ngono wong e iku bapak em tiri!! " kata Buk e dengan nada tak kalah marah dari nya.

__ADS_1


( Jaga bicaramu,, walaupun begitu dia itu Bapak tiri mu ) kata Buk e dengan nada tak kalah marah dari nya.


Shitt!!!


Guman nya dalam hati.


Dan setelah memberikan Buk e uang dengan jumlah yang besar... ia langsung pergi dari rumah terkutuk itu dengan cepat dan membanting pintu depan keras sehingga menimbulkan suara gaduh.


Dan dengan di susul teriakan Buk e untuk menyuruh nya kembali tapi karena hati nya merasakan sakit hati yang luar biasa ia abaikan suara itu.


Walaupun dalam hati nurani nya ia tau kalau Buk e adalah satu-satunya keluarga yang ia punya setelah Bapak kandungan nya yang meninggal saat ia masih bayi dan juga Mbah tersayang nya yang meninggal dua tahun lalu saat ia berusia 16 tahun.


Im Alone (aku sendiri)!!!


Dan tetap melangkah di gelap nya malam ia terus melangkah entah kemana tujuan nya yang terpenting ia tidak masuk ke dalam rumah terkutuk itu.


Rumah di mana seorang Ibu yang lebih membela suami baru nya daripada anak kandung nya sendiri.


Ia masih terus melangkah tanpa arah tujuan hingga kaki nya terasa pegal dan ia berkahir terduduk di pinggir jembatan.


Seakan ada dorongan mengatakan...


Apakah mati lebih baik?


Agar ia bisa melihat bapak kandung nya yang bahkan sampai sekarang ia tidak ingin bagaimana wajah?


Saking bencinya dulu Buk e dengan bapak karena tidak bisa memberikan kehidupan yang layak.


Tapi sekarang apakah suami baru nya buk e bisa memberikan kehidupan yang layak?


Padahal setiap bulan nya ia selalu memberikan jatah bulanan kepada buk e sebagai tanda kalau ia adalah anak yang berbakti.


Karena ia tau Bapak baru nya itu seorang kerja serabutan saat mempunyai uang lebih akan boros dan saat tidak mempunyai uang akan kelimpungan.


Walaupun hati nya selalu tersakiti dengan keadaan yang selalu tidak memihak kepada nya.


Entah berapa lama ia menangis di pinggir jembatan tanpa ada orang yang peduli hingga ia merasakan lelah dengan sendirinya lalu mengusap air mata nya yang mengering di pipi nya saking lamanya ia menangis.


" Sudah puas menagis nya? " tanya seorang pria yang entah datang dari mana.


Sambil menyodorkan tisu basah kepada nya tapi ia masih tetap tidak bergeming.


" Untuk membersihkan pipi mu. " Kata pria itu lagi sambil menggerakkan tangan nya seakan mengatakan... ambil lah ini.


Dan dengan setengah ragu ia langsung mengambil tissue basah dari pria asing itu dan mengelap pipi nya.


" Nah begitu kan lebih baik. " Kata pria itu lagi dengan senyuman manis nya tapi ia masih diam membeku.


" Minum ini, menangis pasti membuat tenggorokan mu kering. "


Dan lagi-lagi ia setengah ragu mengambil air mineral itu dan meminum nya.


" Apakah kamu nggak ingat aku Ell?? Aku adalah pria yang kencan dengan mu di cafe waktu itu. "


Perkataan pria itu yang sukses membuat nya tersedak seketika.


_____


PDKT : Memulai sebuah hubungan.


Buk e : Ibu

__ADS_1


Mbah : Nenek


__ADS_2