ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Ketegangan


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 59 ~ Ketegangan]


Arsya


Ia sedang berada di rumah bersama Sha dan juga Arsy.


Beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan Elle karena ia sedang sibuk dan juga urusan kantor juga sangat banyak.


Dan ia juga merasakan Elle malah senang saat ia tidak ada dan menghilang.


Benar-benar itu orang.


Tapi setelah semua pekerjaannya selesai ia akan mengganggu Elle lagi mau tidak mau sekalipun.


-


Ia sedang duduk di ruang kerjanya dan menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Ia masih fokus dengan apa yang ia kerjakan hingga suara pintu di ketuk membuyarkan keseriusannya.


Dan saat melihat ke arah pintu ternyata Sha datang dengan membawa secangkir teh hangat dengan baju ya wow.


Membuat se la ng kangan nya tegang seketika.


" Abang. " Kata Sha dengan biasa saja tapi di telinganya terdengar seperti ajakan ber cinta.


" Sha... " katanya terpotong lalu ia menutup semua berkas yang ada di meja walaupun belum semuanya selesai karena ia sudah tidak bisa fokus dan harus menuntaskan dulu hasratnya.


Berkas bisa di kerjakan nanti lagi setelah ia selesai dengan ini...


" Seksi banget Sha. " Katanya dengan menggoda dan Sha sekarang sudah berada di pangkuannya sehingga membuatnya mudah untuk bergerilya di tubuh Sha yang....


" Kerja Abang udah selesai belum? " tanya Sha dengan menggoda karena Sha sibuk mengusap dada bidangnya dengan gerakan sensual.


Dan sekali tarik ia langsung sudah menindih dan melakukan hal...


-


Ia terbangun di pagi hari dengan tubuh polos dan rambut acak-acakan bahkan Sha masih tertidur di atasnya dengan nyaman seperti bayi.


" Abang angkat telepon dulu. " Katanya sambil berbisik dan meletakkan Sha di atas ranjang dengan hati-hati.


Ia langsung memakai celananya dengan asal tanpa mengenakan atasan karena seperti sangat darurat hingga Tante Nana menghubunginya pagi-pagi buta seperti ini.


" Elle mau lahiran, sekarang datang ke rumah dan jangan lupa bawa dokter. " Kata Tante Nana dengan singkat eh itu bukan suara Tante Nana tapi Dea.


Dan setelah mendengar kalimat itu dan telepon di matikan sepihak ia langsung bergegas menuju ke rumah Elle dan membawa dokter.


Ia hanya berbisik kepada Sha dan langsung pergi melesat.


Oh ya ampun!


Ia sangat terlambat, semoga Elle bisa menunggu sampai ia datang ke rumah.

__ADS_1


Ia mengetuk rumah adiknya dengan tidak sabaran dan membawa adiknya yang seorang dokter ini dengan tergesa-gesa dan segera masuk mobil.


" Abang, abang. " Kata Aila dengan menggelengkan kepalanya saat melihat ke arahnya tapi ia tidak peduli dengan isi pikiran Aila itu ia hanya ingin segera sampai di rumah Elle.


-


Ia langsung membuka pintu Elle dan yang ia lihat Elle lahiran sendiri dengan bayi perempuan yang Elle gendong dengan tangisan.


Dan ia juga bisa mendengar saat Elle mengatakan...


" Ellana anak Ibu. " Yang langsung membuat air mata menetes.


Lahiran di rumah, di dalam kamar tanpa bantuan siapapun.


Kamu sungguh hebat.


Ia langsung menggendong Ella dan meng adzan ni dengan suara yang bergetar karena menahan tangis.


" Ella. " Panggilannya lirih dan mencium kening Ella dengan sayang.


" Ini Daddy nak. " Katanya dengan tangisan.


Ia juga melihat Elle yang sedang menyusut air matanya yang langsung membuatnya melangkah ke arah Elle dan merengkuh Elle ke dalam pelukannya.


Ia memeluk Elle dengan Ella yang sedang ia gendong, ia mengecup kening Elle dengan lama dan dalam.


Tidak ada ada kata yang terucap karena mereka memilih diam dan menangis saja.


Ia merengkuh dan memeluk mereka berdua.


Elle


Setelah memastikan Ella tertidur dengan nyenyak karena sudah kenyang menyusu, ia pun segera keluar dari kamar untuk makan, sejak kemarin ia melahirkan dan menyusui ia sungguh sangat kelaparan, sepanjang waktu selalu saja makan.


" Hei Elle. " Sapa Sha yang sudah datang bersama Arsy dan sedang mengobrol di ruang televisi.


Ia sungguh aneh dengan situasi sekarang.


Ia hanya tersenyum canggung, oh sungguh kenapa Abang Ars dan juga Sha bisa se santai ini?


" Makan kak. " Katanya pada Sha yang tidak jauh darinya.


-


Ia duduk di pinggir kolam renang dengan Sha yang duduk disampingnya dan melihat Abang Ars yang duduk sambil menggendong Ella dan di sisinya ada Arsy yang berceloteh di kursi bayi.


" Kita akan menjadi keluarga ya baik Ell. " Kata Akak Sha yang langsung membuat tenggorokan nya tercekat seketika.


" Akak nggak usah memikirkan hal seperti itu, aku tau apa yang baik untuk keluarga ku sendiri. " Katanya tegas sungguh ia tidak suka kalau keputusan bulatnya di tentang.


-


" Udah pesen tiketnya Tan? " tanyanya pada Tante Nana yang sedang membereskan barang untuk di bawa pulang ke Ibu Kota.


Memang ia memutuskan untuk segera pergi dan menghilang karena kedatangan Abang Ars dan istrinya beberapa waktu lalu membuatnya begitu terganggu karena ia sungguh tidak ingin di jadikan istri kedua, cukup Akak Sha saja yang menjadi Abang Ars.


Ia cukup dengan cinta dalam diamnya saja, cinta tidak harus memiliki.

__ADS_1


" Sudah Ell, eh tapi Ella ngga apa-apa kan kalau di bawa sekarang? " tanya Tante Nana lagi mengkhawatirkan Ella yang baru lahir dua hari lalu.


" Tenang aja Tan, aku udah konsultasi sama dokter... Semuanya okeh. " Katanya lagi menyakinkan Tante Nana kalau semuanya akan baik-baik saja.


Ia pun membantu Tante Nana mengemas barang dan mengecek apa saja yang perlu di bawa.


Sebenarnya ia tidak pamitan dengan Abang Ars, menurutnya itu tidak perlu karena akan semakin sulit berpisah nanti walaupun selama beberapa hari ini mereka cukup dekat dan baik-baik saja tapi ia sungguh tidak ingin bergantung pada siapapun itu.


Arsya


" Abang temui Elle, aku punya perasaan yang nggak enak. " Kata Sha pada malam hari saat mereka sudah selesai melepaskan rindu dan sekarang sedang polos di atas ranjang dengan peluh yang membanjiri sekujur tubuh mereka.


" Iya Sha, sekarang kita tidur ya. " Katanya mengalihkan perhatian karena ia sungguh tidak ingin membahas Elle untuk sekarang karena ini waktu untuk mereka berdua.


" Sha mau mandi dulu bang. " Kata Sha yang ingin beranjak dari atas ranjang tapi ia dengan sigap menggedong Sha seperti koala di depan.


" Ih Abang. " Kata Sha malu-malu saat mereka sama-sama polos dan segera masuk kedalam kamar mandi.


-


" Abang berangkat kerja dulu ya, tapi sebelum itu Abang akan ke rumah Elle dulu. " Katanya dengan jujur karena ia tidak menyembunyikan apapun itu dari istrinya ini.


Ia tidak ingin ada kesalahpahaman antara mereka berdua dan di manfaatkan oleh orang lain.


" Iya, Abang hati-hati ya. " Kata Sha sambil tersenyum dan menjawab salam setelah ia mengecup kening Sha sekilas.


-


Ia sudah berada di depan rumah Elle dan mendengar percakapan antara Elle dan Tante Nana yang akan pulang ke Ibu Kota besok?


Tanpa memberitahu kepadanya dulu.


" Elle? " panggilannya menyela pembicaraan antara Elle dan Tante Nana ia melihat Tante Nana yang bodoamat dan Elle yang bersikap seperti itu.


Wanita yang di rumah ini sungguh, wanita keras kepala.


" Ada apa bang? " kata Elle dengan malas padahal beberapa hari ini hubungannya dengan Elle baik-baik saja.


Tapi kenapa sekarang Elle sungguh berubah.


" Apa yang kamu lakukan hah! Membawa Ella ke Ibu Kota tanpa berbicara padaku dulu dek. " Katanya dengan frustasi.


Ia sungguh sangat mati gaya.


Bagiamana cara membuat Elle mengerti?


" Kenapa Abang marah? " tanya Elle sengak (menantang)


" Seakan-akan aku adalah pencuri yang tertangkap basah. " Kata Elle dengan nada marah.


Kenapa Elle jadi balik marah?


" Ella hanya anakku, seorang. " Kata Elle penuh dengan penekanan.


" Memang apa hak Abang? Bahkan setelah pemerkosaan itu, apa yang Abang lakukan untukku? " Kata Elle dengan nada sedih.


" Sekarang setelah Ella datang, Abang berpura-pura kalau Ella membutuhkan seorang Ayah seperti Abang, walaupun Ella bersama Abang, nasab Ella tetap kepada Ibunya... Karena apa? Karena Ella adalah anak h... " Kata Elle yang tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


-


Dukungan dan Apresiasi kalian sangat berarti untuk kelanjutan novel ini :(


__ADS_2