ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Satu Keluar, Satu Sembunyi


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...[Satu Keluar, Satu Sembunyi]...


Elle beraktivitas seperti biasanya dan sekarang Elle sedang berada di kantor berita lebih tepatnya berada di salah satu stasiun televisi karena ada pameran busana yang Elle rancang akan tayang secara live (langsung) di televisi.


Dan sekarang lah Elle berada, sedang berjalan di lobby dengan Dea, sedangkan Tante Nana tetap di butik dengan Ella.


" Hei Elle? " sapa Alan Syah si pembawa acara beberapa waktu yang lalu yang mewancari Elle untuk tayang di channel khusus.


" Hei Datok Alan. " Kata Elle membalas sapaan Alan dan berjabat tangan sekilas.


" Hei juga Dea. " Sapa Alan yang melihat Dea ada di samping Elle.


" Akhirnya aku kelihatan juga ya, hai juga Datok Alan. " Jawab dengan nada bercanda.


" Kelihatan donk De, kan bukan hantu hahaha! Ngomong-ngomong panggil Abang aja lah biar lebih akrab kapan lagi kenal sama desainer kan? " kata Alan dengan nada bercanda.


" Ish bisa aja. " Kata Elle dengan terkekeh dan menjawab dengan anggukan kepala saat Dea pamit mau keruangan dulu.


" Hei bro! " suara seorang pria dari belakang Elle dan dengan otomatis Elle dan Alan pun melihat ke arah asal suara dan ternyata adalah... Arsya bersama dengan Sha.


Ish!


" Hei Arsya, Shaila. " Kata Alan sambil memeluk Arsya sekilas dan menangkupkan tangan saat salam dengan Sha.


" Lagi apa nih? Udah berduaan aja... Eh ya kenalin ini Elle designer yang akan menggelar pameran busana nanti. " Kata Alan bertanya kepada Arsya dan Elle juga melihat kalau Sha tetap menggandeng tangan Arsya dan melihat itu Elle biasa aja.


Sadar diri.


" Elle ini Arsya. " Kata Alan memperkenalkan Arsya pada Elle dan Elle segera menyambut salaman dari Arsya dan begitu juga dengan Shaila.


Mereka seperti orang tidak saling mengenal.


Dan saat bersalaman tadi Elle melihat raut terkejut dari mata Alan.


Tapi ada apa?


" Bang... " jawab Elle terpotong karena Elle memanggil Alan tapi Arsya yang menjawab dan Alan hanya menoleh.


Ya ampun.


Tapi Arsya seperti tau apa yang terjadi dan memilih untuk memperlihatkan raut yang biasa aja dan Elle pun mengatakan...


" Aku ke dalam dulu ya bang. " Kata Elle pamit pada Alan dan hanya mengangguk melihat Arsya dan Sha bergantian.


-


" Elle. " Panggil Alan lagi setelah satu jam kemudian.


" Eh iya bang, kenapa? " tanya Elle yang masih sibuk dengan urusannya.


" Kamu tadi kenal sama Arsya dan Sha? " tanya Alan dengan langsung dan membuat Elle bingung.


" Nggak tuh, baru pertama kali bertemu. " Dusta Elle dan masih sibuk dengan raut wajah serius padahal dalam hati sudah gaduh.


" Emang ada apa sih? " tanya Elle pura-pura bingung dan tidak tau.

__ADS_1


" Nggak apa-apa, tapi Abang heran aja... Kalau lagi sama istrinya, Arsya tuh kalau salaman selalu menangkupkan tangan kayak Abang tadi makanya Abang kaget! Terus Sha juga biasa aja kayak udah sering lihat. " Kata Alan yang membeberkan bukti.


" Ya mana kutahu lah bang, lagian kan mereka pertama kali yang mengulurkan tangan bukan aku. " Kata Elle lagi dengan sibuk dan segera pamit kepada Alan karena Dea sedang memanggil.


-


" Gimana Ell lancar? " tanya Tante Nana setelah Elle dan Dea kembali ke butik.


" Lancar Tan, aman. " Kata Dea lagi.


" Eh Elle tadi ketemu sama Arsya dan Sha loh Tan. " Kata Dea yang mulai bergosip.


" Terus gimana De? Ada adegan jambak-jambakan nggak? " tanya Tante Nana lagi dengan raut wajah serius.


" Nggak ada lah Tan, Elle mah elegan malah tadi kenalan kayak orang nggak kenal. " Kata Dea lagi sambil makan peyek.


" Udah ah balik, nggak seru disini tuh. " Kata Elle segera pulang ke rumah.


-


" Eh Elle dan Ella sudah pulang. " Kata Mama Arsya sudah berada di sini.


Ada apa?


" Eh ma, kapan datang? " tanya Elle sambil mencium punggung tangan Elle dan menyerahkan Elle untuk Mama gendong.


" Iya nih, kangen sama cucu itu Arsy lagi main sama Atuk, tuk masuk yuk. " Kata Mama yang langsung masuk ke dalam rumah dan di sana ada Papa, Arsya, Shaila dan Arsy.


Elle pun bersalaman dengan Papa dan Arsya sebelum pamit untuk mandi dulu.


-


" Gini, Papa kesini tadi mau ngomongin soal acara pertemuan dengan investor dari Singapura. " Kata Papa yang memulai pembicaraan tentang kunjungan ke rumah anak mereka.


" Ada undangan kesana dan cuma kamu yang bisa datang Ars karena Arsyad lagi membangkang anak itu entah kemana lagi tapi kesana sama pasangan masing-masing ya. " Kata Papa dengan terus terang dan Elle bodoamat karena pasti Sha yang akan ikut karena Elle istri tersembunyi dan Elle juga tidak ingin pernikahan ini di ketahui oleh siapapun itu karena semua orang tau kalau Arsya adalah suami Sha.


" Oh okeh! Nanti biar aku datang dengan Sha. " Kata Arsya yang sudah Elle tau jawabannya tapi Papa segera berkata...


" Ini investor asing Ars, mungkin nanti Sha harus ikut jabat tangan dan wajah nya harus kelihatan. " Kata Papa mengatakan apa yang sebenarnya karena tau kalau Sha nggak mua bersentuhan dengan orang asing kecuali dengan keluarga dan Arsya saja.


" Oh kalau gitu nanti aku sama Elle aja. " Kata Arsya dengan enteng seperti membalikkan telapak tangan dan Elle segera melihat ke arah Arsya dengan tatapan sebal apalagi saat melihat ke arah Sha yang sudah berwajah sedih dan sendu.


Ish!


" Mendingan nggak usah bawa istri lah. " Kata Elle mengutarakan keinginannya karena juga malas.


" Eh jangan begitu, nanti Tuan Zen bawa istri juga mungkin nanti di ajak ngobrol sesama wanita... Lagian kalau buat senang Nyonya Bianca biar bisa cepetan kelar urusan karena Tuan Zen juga pasti senang karena sang istri ikut senang. " Kata Papa yang menolak pendapat Elle dan seperti memaksa.


" Lagian di sana semua asing, dan nggak ada yang tau. " Kata Papa yang seolah-olah tau kekhawatiran dari wajah Elle.


" Sha ke kamar dulu. " Kata Sha yang langsung beranjak ke kamar dengan membawa Arsy.


Tuh kan ngambek.


" Papa ih! " kata Mama yang ikut nggak enak sama Sha.


" Elle juga ke kamar, mendingan Abang Ars datang dengan Sha aja deh, aku juga nggak mau walaupun di sana asing semua. " Kata Elle membawa Ella pergi ke kamar.


" Gimana pusing Ars punya dua istri? " kata Papa yang masih duduk di depan Arsya.

__ADS_1


" Ih Papa tuh! Udah Ars kamu putuskan mana yang terbaik ya, Mama tau kalau kamu bisa kamu kan pria jadi harus tegas karena kamu adalah kepala rumah tangga. " Kata Mama dengan bijak dan melihat bagaimana tadi kedua istri Arsya yang...


" Iya Ma. " Kata Arsya dengan datar padahal dalam hatinya bingung.


-


" Papa tuh jangan begitu dengan Sha, bagaimana pun dulu Sha itu pilihan kita untuk menjodohkan dengan Arsya. " Kata Mama yang nggak enak dengan sikap Papa tadi.


" Eh bukan kita ya tapi si Mirna tuh! adik kamu yang menjodohkan Arsya dengan Sha... Cuma lulusan sekolah aja lagi nggak kuliah, kamu lihat Elle kemarin kan? Desainer terkenal bisa fashion show di televisi secara live. " Kata Papa yang mulai membanding-bandingkan Elle dan Sha.


Tentu saja beda karena mereka adalah dua karakter yang berbeda.


" Udahlah Pa, biarkan Arsya yang memutuskan dia kan kepala rumah tangga. " Kata Mama yang di pihak netral dan enggan untuk berpihak karena dua-dua adalah menantu nya.


" Lagian Nyonya Bianca tuh suka fashion jadi pas tuh kalau Elle yang ikut. " Kata Papa yang membenarkan semua perkataannya tadi.


" Lagian Sha udah bertahan hingga sekarang ya masak mau ribut gegara nggak di ajak sekali aja, padahal Papa mah sering lihat Elle nggak pernah ngikutin malah bodoamat tuh. " Kata Papa yang ternyata mengamati semua yang ada di rumah tangga Arsya.


" Udah Pa udah ih! " kata Mama yang enggan membahas tentang kedua menantu nya itu karena bikin pening aja.


" Ya Mama jangan marah donk. " Kata Papa mulai merayu dengan menjawil dagu Mama.


Ish!


-


Curhatan author...


Ada yang bilang, komentar kritikan itu artinya agar author lebih membangun bla bla!


Author menjawab: Kritikan tanpa di barengi dengan apresiasi dan dukungan untuk apa?


" Nggak guna! " umpat ala Sheryl.


Author senang dengan komentar semangat dari kalian, dan itu membuat author terus belajar karena belajar itu nggak ada batasnya, bukan dapat komentar semangat terus author langsung wow gitu? nggak kok, author selalu belajar lagi dan lagi...


Pas awal Novel ELLE WEDDING Series ini mungkin cara penulisan author menggunakan sudut pandang dari masing-masing tokoh, tapi setelah kesini author lebih nyaman menggunakan sudut pandang author sendiri, karena apa? karena kritikan dari netizen? nggak! karena dari diri author sendiri yang terus belajar dari internet maupun baca karya author lain.


Jujur aja, author nulis bukan karena bakat ataupun cita-cita mau jadi penulis...


Author nulis hanya bermodal dari belajar otodidak, bertanya pada teman yang juga penulis baca di internet juga belajar dari membaca tulisan author lainnya.


Jadi kalau masih ada komentar bla, bla, bla mendingan nulis sendiri sono! go!


Tulisan author memang tidak bagus ataupun sempurna, tapi author tetap memberikan yang terbaik dan apa yang author tulis dan publis itu layak untuk kalian baca.


Setelah berfikir dari semalam, author akan melanjutkan Novel ELLE WEDDING Series ini sampai selesai nanti, demi pembaca setia author yang dari awal hingga sampai sekarang masih setia membaca tulisan author yang masih banyak kekurangan ini...


Terimakasih untuk Kak Nurhasan yang sedari awal udah kasih semangat untuk aku 🤭🤗😇😘❤️


Terimakasih juga untuk Kak May yang awalannya diem-diem sekarang udah sering komentar, ya nggak kak? piss ✌️🤭🤗😇😘❤️


Terimakasih juga buat semuanya, pokoknya 🤭🤗😇😘❤️


Oh ya author ada cerita tentang Sheryl, tapi ceritanya genre fantasi yang akan author up mulai tanggal 1 Oktober nanti, kasih apresiasi dan dukungan ya genks, soalnya mau author ikutkan lomba #pacarakubukanmanusia 😘❤️


Cerita Tuan Zen dan Nyonya Bianca juga ada tapi author up di Inn novel dengan judul SCANDAL DENGAN NYONYA kalau kalian ada akun di sana boleh langsung cuss baca🤗😇


Note : Author akan up satu bab lagi kalau VOTE yang sekarang masih ada 26 berubah menjadi 30 VOTE, author tunggu sampai malam ya genks, see you😘❤️

__ADS_1


__ADS_2