ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Go On


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 26 ~ Go On]


Go On \= Lanjutkan.


Shaila


Perutnya rasanya sangat sakit teramat sangat, ia meringis seperti ia kontraksi dan ingin segera lahiran.


Tapi ia sedang di rumah sendirian dan Abang Ars belum pulang sejak pagi.


Oh sakitnya!


Dan dengan tenaga yang masih ia punya ia langsung bersiap-siap sambil mengucapkan istighfar.


Ia mengunci pintu rumah dan berjalan pelan dan setelah sampai di pinggir jalan ia langsung menyetop taksi yang kebetulan lewat.


" Ke rumah sakit please! (tolong!) " katanya dengan meringis sakit.


" Iya baik Neng, sabar ya. " Katanya sopir taksi saat melihat perut besarnya dan meringis sakit karena ingin melahirkan.


Sepanjang perjalanan ia hanya mengucapkan istighfar dengan tangan mengelus perutnya.


Ia sedang di dorong di kursi roda dan menuju ruangan bersalin dan dengan kesadaran yang ia miliki, ia memberikan ponselnya pada salah satu perawat di sana dan mengucapakan...


" Tolong telepon suami saya. " Katanya dengan terbata-bata karena menahan sakit.


Dan tanpa pikir panjang perawat itu mengiyakan dan segera menelfon.


Arsya


Ia terbangun dan memandangi langit kamar dengan bingung.


" Ini bukan kamar yang ada di rumah. " Pikirnya.


Dan ia duduk di atas ranjang king size dan mengedarkan pandangannya, tidak ada siapapun selain dirinya.


" Kenapa aku tidak memakai pakaian. " Gumamnya bingung saat melihat di dalam selimut ternyata ia sedang polos seperti bayi yang baru lahir.


" Uh sakit kepala ku. " Kata Abang Ars sambil memegang kepalanya.


Dan di tengah kebingungannya ia melihat layar ponsel nya mati tapi lampu notifikasi nya terus menyala dan mati pertanda kalau ada pesan masuk.


Dan tanpa pikir panjang ia langsung mengambil ponsel itu dan menyalakannya.


Ia langsung bergegas untuk pergi ke puskesmas saat membaca...


Panggilan tidak terjawab (20)


[Ting ~ pesan masuk]


Isteri : Maaf Pak, ini saya perawat dari Puskesmas Kasih Bunda mau mengabarkan kalau Ibu Shaila akan melahirkan, kalau sudah membaca pesan ini tolong datang ke alamat [Alamat].


Dikirim jam 01:30 wib.


Ia langsung bergegas menuju puskemas setelah membaca pesan itu tanpa mandi karena tiba-tiba rasa pusingnya hilang saat mendengar kabar yang mengagetkan itu, lebih kaget lagi pesan itu di kirim dini hari dan ia baru membacanya saat jam sepuluh pagi, sungguh keterlaluan.


" Semalam apa yang terjadi. " Gumannya saat masih berada dalam taksi dan mencoba mengingatnya namun nihil.


" Ah sialan! " umpatnya.


" Pak cepetan! " katanya pada supir taksi karena ia sungguh cemas dengan Shaila yang melahirkan tanpa di temani siapapun, karena mereka ke Ibu Kota hanya berdua.


Elle


Ia akan melanjutkan hidupnya dan tidak ingin bersedih karena tragedi itu.


Ia masih berada di atas ranjang sambil termenung, hingga ketokan pintu membuatnya tersentak kaget.


" Elle gue berangkat dulu ya! " teriak Dea dari luar pintu.


" Iya! " balasnya sambil berteriak.


.


.


.


Ia masih termenung di atas ranjang di kamarnya dan memilih untuk mengirimkan pesan pada Tante Nana kalau ia tidak masuk kerja karena merasakan tidak enak badan.


Me (Saya) : Tan, aku nggak masuk kerja, lagi pusing kepala ku. Send (kirim)


Dan tanpa menunggu lama Tante Nana langsung membalas pesannya.

__ADS_1


[*Suara kodok ~ pesan masuk]


Tante Nana : Kamu oke Ell?


Me (saya) : Iya aku okeh Tan.


Tante Nana : Yaudah, istirahat aja Ell... semoga cepat sembuh.


Me (saya) : Okeh Tan, makasih.


Setelah mematikan sambungan data dan meletakkan ponselnya di atas nakas dan termenung.


Semoga ia bisa melewati cobaan ini, dan semoga ia tidak hamil karena malam itu Abang Ars mengeluarkannya di dalam.


Eh apa hamil?


Ia kaget mengingat itu lalu dengan cepat ia...


Arsya


Setelah sampai di puskesmas ia dengan kesetanan dan berlari untuk menuju ruang tempat Sha menginap semalam.


Dan setelah menemukannya ia melihat tidak ada siapapun selain Sha yang masih lemas di atas ranjang bersalin.


Dan dengan langkah lebar ia menuju ke arah Sha dan memeluknya dengan erat dan mengatakan...


" Maafkan Abang. "


Kata itu terus terucap dari mulutnya dengan sesekali ia mengecupi puncak kepala Sha.


Dan ia memejamkan matanya saat merasakan bahu Sha bergetar karena menangis dan di susul suara yang memilukan.


" Maafkan Abang, Sha. " Katanya masih menangkup wajah Sha dan memandang wajah Sha yang terlihat lelah dan juga sedih.


Ia memandang wajah baby boy yang di lahirkan Sha dini hari tadi.


" Arsy Putra Othoman "


Nama yang ia beri setelah mengadzani beberapa waktu lalu, walaupun terlambat.


Ia juga memandang wajah Sha yang tidur dengan nyaman di ranjang pasien setelah menangis tadi dan tiba-tiba tidur karena sudah kelelahan menangis.


Ia sungguh merasakan bersalah kepada Sha, dan jujur saja semalam ia lupa kejadian apa saja yang terjadi.


Elle


Tidak! tidak boleh terjadi.


Cukup kehormatannya saja yang sudah lenyap dan tersisa hanya dirinya yang penuh dengan noda.


Ia tidak ingin bayi hadir di antaranya dan tidak ingin membuat mahkluk yang tidak berdosa itu menanggung akibat dari tragedi cinta satu malam itu.


Dan dengan secepatnya kilat ia mengambil ponsel di atas nakas, menghidupkan layar ponsel dan menyalakan sambungan data dan membuat pancarian tentang...


Makanan dan minuman untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan.


Mencari...


Ada tujuh makanan dan minuman yang efektif dan aman untuk dikonsumsi.


Ada tujuh makanan dan minuman yang efektif dan aman untuk mencegah kehamilan.



Pepaya.



Okeh pepaya!



Minuman soda.



Minum soda? okeh tau!



Kayu manis.



Kayu manis? makanya pake apa? Ah nggak usah yang ini.


__ADS_1


Jahe.



Jahe, okeh! Wedang jahe okelah aku juga suka.



Ubi liar.



Ubi liar? nanti coba aku cari lagi.



Nanas.



Okeh nanas!



Buah Aprikot?



Buah Aprikot? buah apa tuh? nanti aku cari lagi.


Lalu tanpa pikir panjang langsung ia screenshot dan menyimpannya di galeri.


Dan setelah mencari apa yang ia ingin temukan, ia langsung membuka SpMart untuk belanja kebutuhan secara online, tinggal pilih saja dari ponsel lalu barangnya akan di kirim ke rumah.


Okeh selesai, ia langsung meletakkan ponselnya di atas nakas setelah belanja secara online dan tinggal menunggu barangnya dikirim.


Ia sedang makan buah-buahan yang dikirim tadi siang dengan lahap, apalagi sebagian buahnya ada buah yang ia sukai.


" Woy! biasa aja makanya pok! (bodoh!) " kata Dea dengan heboh dan dibarengi dengan tepukan di bahunya yang membuat bahunya tersedak seketika.


Sialan!


" Ngapain sih! dasar pe'a (bodoh) " katanya sewot yang dibalas Dea dengan kekehan yang terdengar sangat menyebalkan di telinganya.


" Lagian ngapain sih Ell? Makan buah sampai kayak gitu? Kayak nggak pernah makan tauk. " Kata Dea dengan wajah penuh dengan ke kepoan.


" Ealah, makan buah biar sehat,strong (kuat) "


Kuat mengahadapi kenyataan.


" Emang kenapa sih? " katanya malah balik bertanya.


" Nggak apa-apa, lagian heran aja... tapi loe kok makan buah sambil minum soda? nggak cocok pok (bodoh) sama susu kalau nggak jus, dasar aneh! " kata Dea dengan heran.


Huh dia tidak tau!


" Udah lah nggak usah banyak tanya, suka-suka lah. " Katanya memilih aman dan lebih memilih mengalihkan perhatian.


" Serah deh. " Kata Dea berlalu dari depan televisi ke arah dapur.


" Nyoh minum susu sambil makan buah baru cocok. " Kata Dea sambil meletakkan susu rasa coklat di atas meja hingga membuatnya tersedak seketika.


" Eh loe kenapa sih? daritadi perasaan di ajak ngobrol malah terdesak melulu, ada yang ngomongin tuh pastinya. " Kata Dea sambil membatunya mengambilkan air minum.


" Gimana nggak terdesak kalau loe tiba-tiba muncul kayak mbak kunti. " Katanya sewot saat tenggorokannya terasa lega.


" Udah ah tuh susu minum loe aja, lagian sejak kapan loe bikinin gue minum tanpa gue paksa dulu? " katanya sambil matanya memicing melihat ke arah Dea.


" Halah! Dibikinin minum salah, nggak dibikinin minum juga salah, serah deh ell. " Katanya sambil membawa susu rasa coklat yang di buat tadi dan berlalu ke kamar.


Huh untung tuh si Dea nggak tau soalnya beginian!





Ngedit gini aja satu jam, gegara sistem eror (sebal)


.


.


.


Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, VOTE dan komentar di bawah biar aku semangat buat Up lagee (ketawa cekikikan)

__ADS_1


__ADS_2