
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...[Pernikahan Yang Menyedihkan]...
Elle
" Kita menikah, jawaban ya atau ya. " Kata Abang Ars yang sangat memaksa kehendak dan seenaknya.
Dan ia pun langsung mengatakan...
" Apa kau gila hah! " sentakannya dengan marah karena ia tidak mungkin menyerah tanpa melawan dan mendapatkan keinginannya itu.
" Kamu yang gila dek, kalau Abang gila, Abang nggak akan bisa mendapatkan hak asuh Ella. " Kata Abang Ars dengan santai dan langsung membuatnya melihat sinis kearahnya Abang Ars seketika.
" Hak asuh? " katanya dalam hati dan berdecih.
" Jangan harap. "
Ia akan mengatakan sesuatu hal lagi dan tanpa sengaja ia melihat kearah Tante Nana dan Dea yang di samping mereka sudah ada banyak polisi dan sekarang ia tau kalau mereka sudah benar-benar terpojok.
Ia pun tak sengaja melihat ekspresi wajah Tante Nana dan di barengi dengan gelengan kepala.
Sekarang ia harus tenang agar bisa menghadapi Abang Ars yang sangat tidak tau malu ini.
" Kita bicarakan di tempat yang lebih tenang, aku tidak bisa membiarkan Ella harus tidur dengan tidak nyaman seperti ini. " Katanya mengalihkan perhatian yang sedang panas-panasnya dan memejamkan matanya saat ia mendengar pesawat yang harusnya ia tumpangi sudah mulai lepas landas.
Oh aku tertahan!
" Baiklah, ayo ke apartemen Abang aja. " Kata Abang Ars yang berlalu di depannya dengan Sha yang daritadi menangis sambil menggendong Arsy dan ia melihat itu sungguh sangat sedih.
Ia berjalan bertiga beriringan dengan Tante Nana dan Dea yang masih sama-sama terdiam.
" Kita akan selalu bersama dengan kamu Ell. " Kata Dea dengan tulus yang membuatnya tersenyum dengan mengagguk.
-
" Katakan apa yang mau Abang katakan. " Katanya dengan wajah datar saat mereka sekarang sudah berada di dalam ruang kerja yang ada di apartemen dengan Sha dan pengacara jadi sekarang mereka berempat di dalam ruangan kerja.
Sedangkan Tante Nana dan juga Dea menunggu di luar ruang kerja dengan anak-anak yang masih tertidur.
" Sudah jelas apa yang Abang mau, kamu menikah dengan Abang dan Ella akan mendapatkan orang tua yang lengkap, Abang tidak bisa membuat masa kecil Ella kurang kasih sayang seorang Ayah. " Kata Abang Ars yang membuatnya berdecih seketika.
__ADS_1
" Kau sungguh serakah. " Katanya dengan sarkas tapi Abang Ars seolah tidak peduli.
" Pernikahan seperti apa yang Abang harapan hm? Dua istri? " tanyanya lagi dengan nada memancing.
" Kamu tenang, Sha sudah setuju dan masalah keluarga besar akan Abang dan Sha yang urus. " Kata Abang Ars dengan yakin tapi ia masih bimbang karena ia sungguh takut nanti bakal di maki karena merebut suami orang padahal sebenarnya bukan seperti itu.
" Bagaimana dengan pak pengacara, saya harus bagaimana? " tanyanya pada pengacara yang seperti sangat mereka terkejut karena tidak menyangka ia akan bertanya pada pengacara langsung.
" Menurut apa yang Pak Arsya bilang ada benarnya Bu, menikah tapi Ibu harus membuat perjanjian beberapa poin untuk membuat Ibu aman di tidak dirugikan di kemudian hari, hitam di atas putih. " Kata pengacara yang membuat angin segar kepadanya.
" Baiklah aku mau perjanjian pernikahan jawaban ya dan ya. " Katanya mengulang kata Abang Ars tadi dan tidak ada penolakan.
Setelah membuat beberapa poin dan kesepakatan, ia langsung memberikan tanda tangan begitu juga dengan Abang Ars dan juga Sha.
Sekarang mereka sedang berada di dalam kamar bertiga untuk membicarakan hal tentang pernikahan mereka kedepannya.
Sedangkan pengacara tadi sudah pergi setelah berkas sudah di tanda tangani.
Mereka masih terdiam tanpa ada yang membuka suara, ia pun enggan karena ia berada di situasi seperti sekarang karena Abang Ars yang nekat.
" Bantu Abang agar pernikahan kita nanti akan berjalan lancar seperti yang kita harapkan. " Kata Abang Ars dan ia memilih untuk diam tanpa menjawab dan Sha langsung memeluk Abang Ars dengan erat.
Tapi ia tidak peduli.
Lebih memilih melamun dan memikirkan beberapa hal seperti tentang pernikahan besok yang akan sah secara hukum dan negara.
Arsya
Setelah melewati semua cara yang rumit sekarang ia bisa membuat Elle tetap di sisinya walaupun dengan cara yang sedikit curang karena ia harus mengungkap kan kekurangan Elle.
Walaupun begitu ia akan segera menikah dengan Elle, hari ini tapi saat ia akan mengetuk pintu kamar yang di tempati Elle ia mendengar Elle yang sedang menelfon seseorang dan mengatakan...
" Aku akan menikah. "
" Tidak perlu datang, tempatnya jauh. "
Klik!
Kata Elle dengan singkat di telepon hingga membuatnya bertanya-tanya kenapa Elle sungguh seperti keras hati saat mengatakan itu.
Oh ya ia lupa karena Elle adalah orang yang penuh dengan rahasia dan hanya beberapa orang yang tau siapa sebenarnya Elle.
Dan setelah memastikan Elle sudah mematikan sambungan telepon ia pun langsung mengetuk pintu kamar Elle dan hanya di jawab dengan iya dan tanpa membuka pintu.
Lalu ia pun berteriak dan mengatakan...
__ADS_1
" Buruan keluar, pernikahannya akan segera di mulai. "
-
Ini adalah pernikahan yang menyedihkan.
Bagaimana bisa begitu?
Karena hanya ada beberapa orang saja sebagai saksi, Elle pun hanya memakai gaun sederhana yang berwarna putih dan ia memakai baju koko, sarung dan peci dan tanpa ada orang tua di masing-masing pihak dan hanya di wakilkan dengan wali hakim.
Dan ia juga baru tau kalau Elle adalah seorang anak yatim sejak bayi.
Setelah mengucapkan ijab kabul ia pun menyematkan cincin di jari manis Elle tapi ia tidak memakainya karena di sana sudah ada cincin pernikahannya dengan Sha.
Membuat hatinya menclos seketika.
Tapi saat ia lihat sepertinya Elle tidak peduli dan menganggap pernikahan ini seperti perjanjian yang sudah mereka sepakati tadi.
Elle pun mencium punggung tangannya dan ia pun mengecup kening Elle sambil membacakan doa.
" Sekarang kalian Sha menjadi suami istri. " Kata penghulu yang menikahkan mereka berdua.
Dan ia hanya bisa melihat dari sudut matanya kalau Elle menunduk dan mencoba menyeka air mata yang keluar.
" Surat-surat masih perlu waktu ya Pak? " tanya pada pengacara yang hari ini menjadi saksi setelah tadi ia mengatakan terimakasih pada penghulu.
" Iya Pak Arsya, nanti setelah semuanya jadi akan saya kabari lagi. " Kata pengacara itu dan ia pun hanya mengangguk kepalanya.
-
" Aku akan tinggal di apartemen sementara dulu, karena aku tidak mungkin membawa Tante Nana dan juga Dea tinggal di rumah kalian untuk saat ini. " Kata Elle saat ia mengajak Elle untuk pulang bersama nya.
" Lagian tidak baik untuk Ella juga keluar malam-malam begini. " Kata Elle lagi dan ia pun membenarkannya.
" Baiklah Abang dan Sha juga akan tinggal di apartemen untuk sementara waktu. " Katanya kemudian yang tidak membuat Elle terkejut karena mungkin Elle sudah mengantisipasi nya.
" Terserah, sekarang aku mau tidur. " Kata Elle yang langsung nyelonong masuk kedalam kamar di mana di sana ada Ella.
" Ayok Sha kita masuk. " Katanya pada Sha untuk masuk kedalam kamar yang lainnya sedangkan Tante Nana dan Dea memutuskan untuk tidur di depan televisi karena ingin menonton televisi.
Ia pun tidak masalah untuk itu.
" Baringkan Arsy di tempat tidur Sha. " Katanya pada Sha dan Sha pun menurut.
" Abang mandi dulu ya. " Kata Sha sambil membatunya untuk melepaskan kancing kemeja yang baju koko yang sedang ia pakai dan senang hati ia pun langsung melingkarkan tangannya di pinggang ramping Sha.
__ADS_1
" Mandi berdua aja Sha. " Katanya sambil mengedipkan sebelah matanya.