ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Hug


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 32 ~ Hug]


Hug \= Pelukan


Elle


Ia memandangi Abang Arsyad yang sedang duduk di depannya.


" Abang, lagi ada agenda apa lagi kok udah di Ibu Kota? " tanyanya dengan heran karena Abang Arsyad sering sekali datang ke Ibu Kota.


Atau cuma perasaannya saja.


" Ada sesuatu... " katanya sambil mengedipkan sebelah matanya kearahnya.


" Apaan tuh? " tanyanya.


Sepertinya ada yang aneh.


" Rahasia. " Kata Abang Arsyad dengan terkekeh karena melihat wajah sebalnya.


" Ish kau tuh, yaudah aku pulang aja kalau udah nggak ada yang mau di omongin. " Katanya sambil beranjak bangun.


" Yaudah yuk Neng, Abang antar. " Kata Abang Arsyad dengan kata genit.


Yang langsung membuatnya mendelik sebal.


" Hahahaha. " Tawa Abang Arsyad.


" Yaudah ayok. " Katanya saat sudah di samping mobil Abang Arsyad.


" Iya Tuan putri. " Kata Abang Arsyad seolah-olah meledeknya.


" Jangan meledek ya. " Katanya sebal.


" Nggak kok, udah buruan masuk. " Kata Abang Arsyad sambil membukakan pintu untuknya dan meletakkan tangannya di atas kepala nya saat akan masuk kedalam mobil.


Di dalam mobil hanya terdengar suara radio yang memutar lagu...


Untuk Apa by Maudy Ayunda


Lagu yang sesuai dengan suasana hatinya, dan ia mendengarkan bait perbait dan tanpa sadar ia dan Abang Arsyad saling menyahut dan menyayangi bersama.


Arsyad


Ia sedang berada di cafe dengan Tante Nana dan Dea dua orang yang sangat berarti untuk Elle.


Eh tunggu dulu, kenapa ia tiba-tiba dengan mereka berdua?


Ya tebakan kalian benar!


Ia ingin serius menjalin hubungan dengan Elle dan sebelum melangkah lebih jauh lagi ia harus meminta pendapat dari orang terdekat Elle.


Yaitu Tante Nana dan Dea.


Biar apa?


Takut di tolak?


Emm sebenarnya... iya sih hahahaha!


Lebih tepatnya kalau ditolak setidaknya sakit hatinya bisa diskon.


Karena sakit hati adalah paket komplit dari namanya jatuh cinta.


Okeh stop!


Sekarang saatnya ia bertanya pada Tante Nana dan Dea dulu.


" Ada Syad, kok tumben ngajakin kita? Biasanya juga cuma ngajakin Elle. " Kata Dea mulai mengobrol.


" Ealah, kalau ngajakin kita ya bukan namanya kencan donk, tapi seru-seruan. " Kata Tante Nana yang selalu berkata membelanya.


Ia tersenyum mendengar perdebatan dua orang di depannya ini.

__ADS_1


" Ya nggak apa-apalah Tan, kan kita senasib sepenanggungan dengan Elle. " Kata Dea tak mau kalah.


" Eleh, ngomong aja kamu mau makan gratis! " kata Tante Nana langsung menjatuhkan boom.


Doar!!


Dan dengan cengengesan Dea menjawab...


" Ya nggak usah di omongin di depan Arsyad juga kalik Tan. " Kata Dea dengan lirih.


Tapi bukan karena perkataan itu yang di ributkan, Tante Nana malah melotot saat menyadari kalau Dea memanggilnya menggunakan namanya saja tanpa embel-embel Abang.


Matilah kau Dea!


" Dea kamu tuh jangan temekek (sok tua) panggil Abang atau Kaka juga bisa, Arsyad tuh usianya lebih tua daripada kamu. " Kata Tante Nana dengan sewot.


Dan seolah-olah menyadari kesalahannya, Dea langsung tersenyum canggung dan memanggilnya dengan sebutan...


" Mas "


Yang langsung membuatnya tersedak seketika.


Dea memang ingin menjahilinya karena ia melihat dari sudut matanya kalau Dea sedang tersenyum puas.


Ya ampun!


" Elah, udah panggil Abang aja deh dia kan orang Malay De jadinya nggak biasa di panggil Mas jadinya tersedak. " Kata Tante Nana sambil memberikannya air minum.


" Nggak apa-apa Tan, di panggil Mas juga nggak masalah. " Katanya setelah batuknya reda dan sekarang Dea yang terbatuk-batuk karena ia setuju dengan panggilan Mas untuknya.


Satu sama!


---


" Jadi kamu mau lamar Elle? " tanya Tante Nana setelah tadi tertawa dan bercanda sekarang mulai mode serius.


" Iya, gimana menurut Tante? Aku tanya ke Tante karena Tante adalah orang terdekat Elle? " katanya penuh harap semoga cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


" Gimana ya? seharusnya kamu tanya Elle dulu, apakah dia punya perasaan yang sama kayak kamu? Takutnya kamu udah bikin acara eh di tolak kan ngeri Syad. " Kata Tante sambil meringis bingung saat mengatakan ngeri, memang benar ia harus memastikan perasaan Elle dulu.


" Dan kalau udah diterima baru deh nyiapin pesta kejutan. " Kata Tante Nana.


" Ya paling nggak kalau di tolak nggak malu maluin amat. " Kata Tante Nana yang ia yakin kalau itu cuma bercanda.


" Ya pokoknya semangat dulu deh. " Kata Tante Nana dengan tersenyum.


Semangat!


Elle


" Elle, aku mau menjalin hubungan yang serius dengan kamu. " Perkataan Abang Arsyad tiba-tiba yang langsung membuatnya tersedak seketika.


Menjalin hubungan?


" Bang... ' katanya terpotong karena Abang Arsyad lebih dulu menyela.


" Kamu bisa fikirkan dulu, nggak perlu di jawab sekarang. " Kata Abang Arsyad yang langsung membuatnya pusing seketika.


Ia termenung di depan meja dengan tangannya menyangga dagu dan berfikir.


Ia tidak bisa menerima Abang Arsyad walaupun ia ingin.


Ia sudah tidak bermahkota lagi sebagai seorang wanita.


Ia hanya wanita yang penuh dengan noda.


Walaupun ia berfikir dengan keras, jawaban adalah tidak.


Ia tidak ingat membuat Abang Arsyad terjebak bersamanya, ia ingin Abang Arsyad mendapatkan apa yang layak didapatkan nya.


Dan Abang Arsyad mau menjalin hubungan serius dengannya karena belum tau apa-apa tentang dirinya, ia tidak bisa mengecewakan orang yang baik seperti Abang Arsyad.


Ia harus bagaimana?


Apapun itu ia harus menolaknya, ia tidak ingin di miliki siapapun itu.


---

__ADS_1


" Maafkan aku Abang. " Katanya saat ia sudah mengatakan kalau ia menolak Abang Arsyad.


" Kenapa Elle? " kata Abang Arsyad, dan ia hanya menggeleng sebagai jawabannya.


Apakah ia harus menceritakan aib nya saja?


" Ell, pikirkanlah lagi. " Kata Abang Arsyad mencoba untuk memegang tangannya, tapi dengan cepat ia tarik tangannya dari atas meja.


" Tolong jangan paksa aku. " Katanya dengan menundukkan kepalanya dan sekarang air matanya sudah tumpah.


" Maafkan aku karena sudah memaksa mu. " Kata Abang Arsyad dan segera menggeser tubuhnya di sampingnya.


Dan tanpa aba-aba Abang Arsyad memeluknya dan menenangkannya.


Dan ia semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Abang Arsyad dan menangis bersama.


" Aku punya alasan yang kuat untuk menolak mu, setelah aku siap aku akan menceritakannya padamu. " Katanya dengan sesenggukan.


Karena ia sungguh sedih!


Kenapa Abang Arsyad baru datang sekarang setelah semua itu terjadi padanya?


Seharusnya kalau Abang Arsyad datang lebih dulu, hidupnya pasti akan lebih bahagia.


---


Ia sedang termenung di kamarnya dan sambil memandangi langit-langit kamar.


Hidup tenangnya sekarang berubah menjadi kacau.


Siapa yang pantas disalahkan?


" Elle makan dulu. " Kata Dea dengan mengetuk pintu kamarnya dan itu membuatnya tersentak seketika.


" Iya! " jawaban.


Ia sedang makan dengan tenang di meja makan, dan tidak ada yang mulai bicara.


Hingga ia tersedak dengan pertanyaan Dea yang...


" Apapun yang terjadi, aku akan selalu berada di pihak mu Ell. " Kata Dea yang membuatnya berkaca-kaca seketika.


Ia hanya menganggukkan kepalanya karena kalau ia bertatapan dengan Dea ia yakin akan menangis lagi.


" Terimakasih De. " Jawabnya masih dengan menundukkan kepalanya.


---


Ia sedang menonton televisi tapi pikiran nya sedang tidak disana, terbukti ia hanya melamun saja dan tidak sama sekali menikmati tontonan yang ia tonton.


Ia malah mengadahkan kepalanya ke atas, dan memejamkan mata.


" Woy! Kalau mau tidur di kamar sana. " Kata Dea yang entah darimana datangnya.


" Nanti aja De, aku masih mau disini. " Katanya sambil memejamkan matanya.


--


" Ish kesal sekali aku tuh. " Kata Dea berkomentar dengan sinetron yang sedang dilihat.


Ia hanya bisa menghembuskan nafas.


Ya ampun.


" Lagian kenapa tuh cowok ngebet banget sih. " Kata Dea dengan sewot.


" Udah lah De. " Katanya yang mulai jengah dengan komentar Dea.


Lagian tinggal nonton apa susahnya sih?


Malah tukang berkomentar, disebelah nya lagi.




__ADS_1


Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, VOTE dan komentar di bawah biar aku semangat buat Up lagee...


__ADS_2