ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Love


__ADS_3


ELLE WEDDING


[Episode 55 ~ Love ]


Love \= Cinta


Elle


Ia ingin sekali menyumpal mulut Dea yang daritadi mengomentari jalan cerita sebuah drama.


Kalau nggak suka kenapa nggak di ganti aja sih?


Malah ngoceh!


Boleh sih Dea ngoceh tapi jangan ngoceh di sampingnya juga.


" Ya ampun penuh emosi banget. " Kata Dea saat melihat seorang anak begitu emosional saat mengatakan...


" Dia membuang istri dan anak kandungnya sendiri demi wanita yang lebih muda dan cantik. "


" Emang begok, brengsek tuh cowok! " maki Dea.


" Pejoh (an jing). " Maki Dea lagi saat mendengarkan sang anak mengatakan...


" Memikirkan itu... aku tidak bisa fokus belajar, aku tidak nyenyak tidur Ma. "


" Emang tipe-tipe cowok suka enaknya doangk tuh, sumpahin aja. " Kata Dea dengan menggebu-gebu saat mengatakan itu dan mata terus saja melihat ke layar televisi.


" Sumpahin aja! " kata Dea lagi.


Ya ampun.


" Heh Elle! " kata Dea sambil mengambil remot dari tangannya dan langsung menyalakan televisi lagi.


" Drama nya lagi seru ini, bumil mendingan tidur sono. " Kata Dea dengan mata yang masih terpaku ke layar televisi.


Dan tanpa mengatakan apapun ia langsung beranjak ke kamar dan segera istirahat.


Melihat Dea seperti itu sungguh membuatnya pusing.


-


Flashback...


Ia sedang tiduran di atas papan yang di sulap menjadi tempat tidur yang sederhana tidak ada kasur, hanya ada selimut tipis bukan selimut tapi seprai sebagai alasnya dan ada bantal dengan sarung bantal yang sudah sobek, sebenarnya di dalamnya bukan bantal tapi terisi boneka lusuh punyanya.


Ia sungguh sangat kesal sekali tapi ia memilih diam dan memendam apa yang di katakan Buk'e.


Sungguh rasanya ia tidak kuat lagi berada di kontrakan sempit itu.


Tapi saat ia akan pergi, ia tidak tau harus kemana dan setidaknya kalau ia melangkah ia harus punya rencana bukan main pergi tanpa persiapan apapun.


Maka yang ia lakukan sekarang hanya pura-pura tuli dan acuh tak acuh tapi sesungguhnya telinganya merasakan panas mendengar semua omelan Buk'e itu.


Tapi ia adalah gadis yang besar di Desa dan si asuh oleh kasih sayang Mbah (nenek) dan saat mendengar semua perkataan umpatan dan makian dari mulut Buk'e menjadikan sakit hati dan juga trauma.


Ia memendam itu, memejamkan mata, menyumpal telinganya dengan headset dan langsung tidur menghadap ke tembok tapi ia masih bisa mendengar makian Buk'e yang...


" Dasar anak setan. " Yang langsung membuat air matanya tidak terbendung lagi dan menangis dalam diam.

__ADS_1


-


" Elle. " Kata Dea yang langsung membuyarkan lamunannya dan ia melihat ke arah Dea.


" Kenapa nangis? " tanya Dea.


" Ha? " tanyanya kaget dan saat ia menyetuh pipinya, ia merasakan pipinya basah oleh air mata.


Masa lalu yang menyakitkan.


" Nggak apa-apa De. " Katanya lagi sambil mengusap matanya dan memalingkan wajahnya saat Dea terus saja melihat kearahnya.


Ia sungguh tidak kuat bercerita sekarang.


" Kamu tuh kalau ada apa-apa jangan di pendam sendiri, harus cerita biar kita tau isi hatimu Ell... Lagian kasihan baby masih kecil udah di ajak mikir terlalu berat. " Kata Dea yang memang benar adanya.


Tapi ia memilih diam karena ia juga belum siap mengatakan apapun itu.


" Yaudah kamu cepat tidur Ell, udah malam. " Kata Dea yang melihatnya terdiam dan tidak mengatakan apapun.


Ia pun hanya mengagukkan kepalanya tanpa menjawab.


Arsya


Ia sedang berada di rumahnya dan ia sedang berada di depan televisi dengan baby Arsy, lebih tepatnya televisi yang menonton mereka karena ia daritadi hanya melamun dan baby Arsy sedang tidur.


" Abang, baby kita bawa ke kamar aja biar tidurnya nyenyak. " Kata Sha dari arah dapur.


Dan tanpa pikir panjang ia pun langsung mengangkat tubuh mungil baby Arsy dan menggendongnya ke kamar.


Ia membenarkan selimut baby Arsy dan sebelum beranjak pergi ia mengecup kening baby Arsy dengan sayang yang malah membuatnya termenung sebentar karena mengingat sekarang anaknya yang lain sedang berada di kandungan Elle.


Ia langsung berjalan pelan ke arah balkon yang ada di kamarnya, ia menyalakan rokok dan membakar ujung, menyesap pelan sambil melihat ke depan.


Ia sungguh bingung.


Setelah kejadian itu, Elle sangat sulit dihubungi bahkan di temui.


Elle sangat terlihat jelas sedang menjauhinya.


Ia tau itu, ia merasakan itu.


" Temui Elle, kalau itu membuat Abang tenang. " Kata Sha sambil memeluknya dari belakang.


Elle


Ia sedang berada di taman belakang rumah dengan segelas susu hamil rasa coklat yang masih hangat.


" Ell, Arsya datang noh! Sama bapak Ibu nya. " Kata Dea yang membuatnya langsung menatap dengan dengan pandangan horor.


" Kenapa di bukain pintu sih De? " Katanya lagi dengan nada bingung.


Karena ia sangat tidak siap untuk bertemu Arysa.


" Loe mau Arsya ketok-ketok pintu terus gitu? Bisa-bisa semua tetangga ikut ngetok pintu rumah. " Kata Dea lagi.


" Yaudah kamu kesana lagi nanti aku nyusul. " Katanya lagi sambil menghembuskan nafas perlahan.


" Jangan lama-lama. " Kata Dea lagi sambil menepuk pelan pundaknya.


Ia hanya bisa terdiam.

__ADS_1


Ia masih terdiam saat Dea sudah masuk kedalam rumah lagi.


" Untuk apa, dia bawa kemari orang tuanya? " tanyanya dalam hati.


" Kenapa tidak cukup dengan istrinya saja, kenapa masih saja mengusik ku? " tanyanya lagi dengan khawatir.


Dan, dengan setengah bimbang ia langsung berdiri dan pergi ke ruang tamu.


-


Ia sudah duduk di ruang tamu dan di depan ada Bapak dan Ibu nya Abang Arsya sedang menatap nya tajam.


Ia tidak tau harus berbuat apa, yang ia lakukan pertama kali adalah langsung salam kepada kedua orang tua Abang Ars dengan takjim dan senyum yang dipaksakan.


" Elle, Abang mau katakan sesuatu sama kamu. " Kata Abang Ars yang pertama kali bersuara karena sejak dari tadi hanya ada keheningan.


" Apa? " katanya singkat sambil memandang Abang Ars dengan khawatir.


" Orang tua Abang pengen ketemu sama kamu, pengen tau gimana kandungan kamu apalagi Mama. " Kata Abang Ars sambil memandangnya dan ia hanya bisa memalingkan wajahnya karena takut akan mengeluarkan air mata.


" Kamu Elle kan? " Tanya Mamanya Arsya sambil memegang perut buncitnya dan mengelusnya perlahan.


Ia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum canggung.


Karena ia tidak siap dengan kedatangan mereka yang begitu mendadak.


" Nggak usah canggung nak, panggil Mama ya jangan Tante. " Kata Mama seolah tau kebingungannya akan memanggil apa kepada dia.


" Iya Tan, eh Ma maksudnya. " Katanya canggung dan kelu karena ia sungguh belum terbiasa.


-


" Nggak usah datang ke sini lagi, Abang nggak perlu memberikan harapan palsu kepada orang tua Abang. " Katanya sambil mencekal tangan Abang Ars yang akan berlalu keluar dari dalam rumah menuju pintu dan dengan cepat ia membawakan Abang Ars ke pojok pintu.


" Abang nggak memberikan harapan palsu. " Kata Abang Ars dengan tersenyum lebar dan tangan mengelus punggung tangannya tadi yang mencekal.


Dan dengan refleks ia pun langsung menghempaskan tangan Abang Ars dengan kasar karena Abang Ars mencari kesempatan dalam kesempitan.


" Kalau nggak memberikan harapan palsu terus apa hah, Abang harus sadar donk! Ada Sha sebagai istri Abang dan Abang juga udah punya baby... Lepaskan aku maka aku akan pergi dan tidak akan pernah mengganggu ataupun mengusik hidup Abang. " Katanya dengan terus terang.


Sungguh! Merebut ataupun menjadi istri kedua bukanlah dirinya.


Ia lebih suka memendam daripada merebut dan menyakiti orang lain.


" Kamu nggak perlu kasih tau Abang, karena Abang tau apa yang Abang mau! Dan Abang pastikan kalau kamu akan berada di sisi Abang. " Kata Abang Ars dan segera berlalu dengan kemarahan.


Dan ia hanya melihat punggung Abang Ars yang semakin menjauh dan menyisakan kesedihan di sudut hatinya.


Ia langsung duduk di atas sofa yang ada di ruang televisi dan menyadarkan kepalanya yang terasa berdenyut.


Sungguh, berbicara kepada Abang Ars semakin membuat kepalanya sakit.


Dan semua cara yang ia lakukan agar terbebas tidak berhasil sama sekali bahkan buntu.


-


Sebenarnya part yang flashback mau aku bikin tulisan miring, tapi saat udah aku bikin yang terlihat malah nggak miring dan ada tanda (bintang) setelah lulus review, ya daripada udah capek ngedit terus yang keluar nggak seperti yang diharapkan mendingan biasa aja, biar nggak esmosi :(


Hari ini aku up 5 eps langsung, crazy up kan?


Jadi jangan lupa kasih aku hadiah (ngarep)šŸ˜‚*

__ADS_1


__ADS_2