ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Baby?


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 38 ~ Baby?]


Elle


Sejak hamil ia lebih suka berdandan padahal dulu sebelum hamil ia hanya akan memakai pelembab saja tapi sekarang ia memakai semua (all out).


Kata Tante Nana sih dia hamil anak cewe, tapi apapun jenis kelaminnya ia akan selalu menyayangi anaknya lebih dari apapun.


" Woy buruan woy!!! " teriak Dea dari arah luar.


Ah tu orang nggak senang apa ya lihat gue seneng.


" Iya sabar! " teriak nya seperti toak.


" Nggak usah teriak-teriak kenapa sih! " katanya dengan sebal setelah keluar dari vila yang di sewa selama di sini.


" Gue kirain loe ketiduran di dalam Ell. " Kata Dea dengan gaya menyebalkan.


" Woy! Kita nih mau jalan-jalan aja bentar tapi kenapa dandanan mu kayak mau kondangan sih! " kata Dea dengan gaya menyebalkan yang berhasil menyulut emosi nya.


" Udah De, udah biarin aja bumil nanti dia jawabannya sewot. " Kata Tante Nana tapi masih terdengar di telinganya.


" Tan... " katanya penuh dengan penekanan dan Tante Nana malah cengengesan karena ia bisa mendengar apa yang tadi di ucapkan.


" Udah De, itu sih nggak berlebihan. " Kata Tante Nana pada Dea dan melerai perdebatan.


" Buat orang hamil. " Tante Nana dalam hati.


" Yaudah yok, berangkat cus! " katanya dengan ceria kembali dan mengabaikan perdebatan tadi.


--


Ia baru saja muntah-muntah dan selalu terjadi di pagi hari, ha sungguh sangat menyiksa apalagi ia menghadapi kehamilan nya ini sendirian.


Ia masih terduduk di atas lantai dengan badannya yang ia sandarkan di tembok kamar mandi.


Ia masih termenung di dalam kamar mandi untuk mengumpulkan semua tenaga nya yang terkuras karena muntah-muntah pagi ini.


Ish!


Ia mengelus perutnya yang sekarang sudah terlihat sedikit menonjol saat bajunya di singkat dan di raba perlahan.


" Aku harus kuat! " katanya semangat, setelah mendapatkan beberapa wejangan dari Tante Nana beberapa hari yang lalu soal kedepannya ia akan menghadapi semua situasi yang sulit dan saat itu terjadi ia harus kuat menahan dan jangan lagi cengeng.


Setelah tenaganya terasa lebih baik dan juga sudah merasakan tidak muntah lagi, ia langsung berdiri dan mencuci muka dan setelah selesai ia langsung keluar dari kamar mandi dan menuju kamarnya untuk merencanakan hidupnya untuk kedepan.


Ia tidak bisa bersembunyi seperti ini lagi.


Ia tidak bisa bersembunyi karena sebuah tragedi yang bahkan, ia pun tidak menginginkan itu terjadi.

__ADS_1


Seharusnya pelakunya yang harus sembunyi bukan dirinya.


Ia harus membuat beberapa pemikiran dan rencana agar kehidupan kedepannya sudah ada di dalam rencana dan siap untuk melaksanakannya.


Arsya


Di sebuah rumah yang terkesan cukup mewah namun tidak ada satupun asisten rumah tangga karena di rumah itu ada seorang Ibu rumah tangga (istri) yang siap melakukan segala tugasnya sebagai seorang istri dan juga seorang Ibu dari seorang balita laki-laki yang sangat menggemaskan.


Dan sang kepala rumah tangga (suami) setiap pagi akan bekerja dari pagi sampai malam hari dan tidak banyak waktu yang lama di habis kan untuk istri dan anak laki-laki nya yang masih balita.


Maka dari itu setiap ada kesempatan, selalu di gunakan sebaik-baiknya... Siapa lagi kalau bukan Arsya.


Ia masih tergolek di atas tempat tidur dengan selimut putih yang membungkus tubuh polos nya dan juga Sha.


Ia terus saja melakukan lagi dan lagi setelah sholat subuh dan sampai pagi ini.


" Lumayan sebelum Baby boy nanti bangun. " Pikirnya dalam hati.


" Tuh kan udah bangun untung udah selesai. " Katanya saat mendengarkan suara baby Arsy yang menangis di box bayi.


" Ya iyalah udah selesai, orang dari habis sholat subuh, sekarang jam berapa... jam sepuluh. " Kata Sha dengan mendudukkan diri dengan benar dan memakai kemejanya yang ada di samping tempat tidur dan melihat sekarang sudah jam sepuluh.


" Abang nggak kerja? " tanyanya sambil memposisikan baby Arsy agar menyusu dengan benar.


" Nggak, Abang hari ini mau di rumah aja kan beberapa hari yang lalu lembur terus tuh, jadinya hari ini libur karena pekerjaan nggak terlalu banyak. " Katanya sambil memposisikan diri di belakang tubuh Sha yang sedang menyusui dan melakukan kegiatan yang membuat Sha rileks kalau sedang menyusui seperti ini.


Hem! aww!


" Kamu tidur aja Sha kalau masih ngantuk, ini baby kita aku pegangin kok nanti kita sarapannya pesan aja. " Katanya saat melihat wajah sayu Sha itu.


Saat nya quality time dengan keluarga.


---


" Abang yang beresin rumah sama pesen makanan? " tanya Sha saat mereka sedang duduk di ruang televisi setelah sarapan yang kesiangan dan sekarang saatnya menonton film kartun.


" Iya, tadi kamu kelihatannya capek banget, selagi Abang di rumah, tugasnya kita lakukan sama-sama, udah nggak apa-apa, sini duduk deketan. " Katanya sambil memandang Sha dengan senyuman menawan nya seperti biasa dan mengatakan kalau ia tidak apa-apa dan menyakinkan Sha.


" Sayang Abang. " Kata Sha dengan manja saat sudah masuk kedalam pelukannya dan ia pun tersenyum mendengar itu dan secara refleks ia langsung mengecup puncak kepala Sha dengan sayang.


" Abang juga sayang Sha. " Katanya lagi dan semakin mempererat dekapannya.


--


Ini sudah malam dan ia melihat Sha yang sedang menyusui Baby Arsy dan ia sekarang seperti biasanya mendekap Sha dari belakang saat sedang menyusui dan melakukan hal yang membuat Sha rileks seketika melakukan hal...


Dan setelah baby Arsy tidur dan meletakkannya di box bayi ia pun langsung merebahkan diri di ranjang dan memeluk Sha dari belakang.


Pelukan yang hangat!


" Senangnya kembali ke rumah. " Kata Sha tiba-tiba.


Memang bener sudah beberapa hari ini ia kembali ke KL dan meninggalkan Ibu Kota dengan tanda tanya besar?

__ADS_1


Karena orang yang ia cari menghilang begitu saja seperti di telan bumi.


Dan selama Elle belum di temukan maka ia akan kembali ke KL dan menjalin aktivitas nya seperti biasa.


Dan semoga suatu hari nanti tidak ada berita yang besar kalau memang dugaannya akan segera terjadi.


Coming soon! atau mungkin saja sudah terjadi makanya Elle bersembunyi.


" Iya tidur Sha. " Katanya yang sekarang memang sudah mengantuk dan sebelum memejamkan matanya ia mengecup kening Sha sekilas.


---


Ia melakukan seperti pagi-pagi yang sudah berlalu karena saat pagi junior nya selalu on fire dan sebelum berangkat kerja ia melakukan lagi dan lagi.


" Abang mandi dulu ya. " Katanya pada Sha dan mengecup kening Sha sekilas dan segera berlalu ke kamar mandi tanpa mengenakan apapun, polos.


" Ih Abang. " Kata Sha saat melihatnya seperti itu dan ia hanya terkekeh dan segera berlalu ke kamar mandi.


" Padahal tadi baru saja melakukan hal yang berakhir dengan kenikmatan. " Kata dalam hati saat melihat reaksi Sha.


--


" Abang berangkat dulu ya Sha. " Katanya dan segera mengecup kening Sha sebelum berangkat ke kantor.


Ia memang melarang Sha untuk mengantarkan ke teras rumah seperti biasanya karena ia membawa kunci dan akan membuka dan menutup pintu sendiri saja.


" Hati-hati Abang. " Kata Sha dan ia hanya mengiyakan dan setelah itu mengucapkan salam.


--


" Hei masih galau loe! " katanya dengan senyuman menyebalkan saat melihat wajah kusut Arsyad.


" Ck, apaan sih bang, pagi-pagi udah berisik. " Kata Arsyad dengan sewot.


Hm, ciri-ciri orang yang lagi patah hati hahahaha!


" Ya lebih baik berisik daripada pagi-pagi udah melamun karena cinta di tolak. " Katanya lagi sambil meledek.


" Apa jangan-jangan akan segera dukun ikut bertindak? " katanya semakin mengompori Arsyad dengan gaya menyebalkan.


" Semakin nggak waras loe ya bang. " Kata Arsyad dengan nada jengah.


Lumayan kan hiburan!


" Udah sono kerja. " Kata Arsyad dan segera membuka berkas.


" Baru ada ini kalau Direktur Utama di usir sama Wakil Direktur. " Katanya dengan gaya jenaka dan tidak tersinggung dengan perkataan Arsyad tadi.


" Ada lah! " kata kata Arsyad dengan singkat dan segera berlalu.


Hiburan yang menarik!


-

__ADS_1


Iyes double up, semoga secangkir kopi nya juga double šŸ˜‚


__ADS_2