
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...-...
...-...
...[Tak Tenggelam Dalam Usia]...
Brak!
Dengan kesal, Sha membanting lampu tidur yang ada di sampingnya dan di atas nakas, Sha sungguh kesal! Kesal dengan keadaan yang seakan-akan tidak pernah berpihak kepadanya dan selalu membuat nya tersingkir bahkan sampai hari ini.
Sampai bertahun-tahun pernikahannya dengan Arsya selalu saja membuat Sha tertekan seolah-olah tekanan itu datang dan.... Tak tenggelam dalam usia.
Arsya melihat Sha dengan kaget, terkejut dan apalah itu karena setelah bertahun-tahun menikah baru kali ini Sha sangat emosional hingga membanting barang hingga pecah seperti ini.
" Bagiamana Abang membenarkan perbuatan Abang dengan Elle seperti ini, Abang bahkan tidak mengucapakan maaf karena itu, Abang sudah lelah dengan mengucapakan maaf? " ucap Sha yang begitu terluka saat melihat kissmark di leher madu nya yaitu Elle dan Sha yakin kalau Arsya dan Elle sudah melewati banyak hal kemarin.
Sha sungguh egois, karena selama ini Sha yang selalu mendapatkannya hingga mempunyai tiga orang anak sedangkan Elle hanya mempunyai satu orang anak tapi melihat kissmark di leher Elle setelah bertahun-tahun, membuat Sha cemburu hingga membanting barang.
" Kenapa Abang harus meminta maaf Sha? Apa karena Abang melakukan kewajiban Abang setelah bertahun-tahun tidak melakukannya, Okeh Abang meminta maaf! Tapi setelah mengatakan itu, apakah kamu merasa lebih baik Sha? Tidak kan? Kamu pasti menganggap Abang berdusta karena setelah melakukan kewajiban Abang sebagai seorang suami, Abang dengan mudah meminta maaf, semua nya akan berakhir Sha, kamu tidak perlu cemburu... Abang hanya milik kamu. " Ucap Arsya dengan apa adanya dan mengatakan soal perpisahan Arsya dengan Elle untuk akan segera terjadi dan Sha tidak perlu cemburu, bukankah itu yang di nantikan Sha selama ini?
Kenapa saat Arsya melakukan kewajiban nya untuk pertama kalinya setelah menikah dan terakhir kalinya sebelum berpisah, harus terasa salah di mata istrinya yang pertama yaitu Sha.
Setelah pertengkaran ini, Arsya menjadi ragu, sungguh ragu!
-
-
-
-
Tante Nana, Elle dan Dea sedang berada di belakang rumah dan mengobrol mereka tetap sama setelah bertahun-tahun lamanya bersahabat seolah-oleh...
Tidak tenggelam dalam usia dan tetap menjadi diri sendiri.
Hanya fisik yang berubah, menjadi lebih mantang dan selebihnya kehidupan sudah berubah seperti...
__ADS_1
Tante Nana yang sekarang sudah menikah begitu pun dengan Dea hanya Elle untuk sebentar lagi akan menjadi janda.
Benar kata netijen waktu itu...
" Ku tunggu jandamu. " Perkataan itu akan terwujud beberapa bulan lagi.
" Elle mau pisah kok kelihatan happy ya? " goda Dea dengan wajah jahil dan terus memasukan timun dengan sambal rujak ke dalam mulut nya yang penuh.
" Terus gue harus apa hah? Nangis gitu? " ucap Elle dengan jengah.
Never ever (tidak akan pernah)!
" Ya wajah sedih dikit lah Ell. " Ucap Dea lagi dengan jahil.
" Ya sedih kalau pisah/cerai karena di tinggal meninggal tapi ini kan pisah/cerai karena udah kesepakatan, udah tau dari awal! Kalau perumpamaan baca novel mah, spoiler dulu biar nggak berat bacanya. " Ucap Elle santai yang membuat Dea terkekeh.
Edan (gila)!
" Ck, ya nggak harus meninggal dulu buat sedih, elah! Gila! tanpa sadar loe nyumpahin calon mantan suami loe meninggal gitu ya Ell. " Ucap Dea dengan pemikiran lain setelah Elle mengatakan alasan kenapa Elle tidak sedih!
" Gue nggak ngomong gitu ya De, loe sendiri yang menyimpulkan! Ya terserah loe mau bilang apa... Gue nggak peduli. " Ucap Elle enggan membahas soal Arsya apalagi semalam Elle mendengar suara barang yang di banting dari dalam kamar Arsya dan Sha dan bisa Elle simpulkan kalau Sha dan Arsya semalam bertengkar.
" Elle ngapain sedih sih De, si Rio aja nunggu Elle kok, walaupun Rio duda tapi hot banget kok. " Ucap Tante Nana yang sedari tadi terdiam tapi sekarang ikut berbicara dengan fakta tapi itu membuat Elle kesal juga.
" Iya, mantan istri nya nikah sama yang lebih kaya... Sama menteri kalau nggak salah dan saat itu karier Rio juga biasa aja ya kalah lah si Rio sama mentri itu orang background nya aja para pejabat semua... Ya kalah lah si Rio artis yang harus mulai dari nol kalah dari semua sisi tapi sekarang Rio udah di sebut sultan aja, duda sultan dengan satu orang anak. " Ucap Tante Nana yang tau banget dengan gosip-gosip terkini bahkan seluk beluk silsilah keluarga dan kekayaan.
Memang di televisi banyak sekali berita tentang masalah pribadi para artis daripada prestasi nya hingga sekarang tidak heran lagi kalau dari televisi kita bisa bergibah dan membicarakan nya di dunia nyata dan di kehidupan sehari-hari.
" Nih Tan lihat, hot banget kan? " ucap Dea pada Tante Nana sambil memperlihatkan ponselnya kepada Tante Nana dengan gambar Rio yang terlihat hot di sana.
" Kok bisa ya ni cewe ninggalin cowo se tampan dan se jantan ini ya Tan. " Ucap Dea dengan gemas dan terkagum dengan bentuk tubuh Rio.
" Hai Sam. " Ucap Elle kepada Sam yang ada di belakang tubuh Tante Nana dan Dea yang otomatis membuat Dea menegang karena sudah ketahuan mengagumi bentuk tubuh pria lain daripada suaminya sendiri dan Dea tau itu salah tapi tetap saja di lakukan, di dalam hati Dea...
" Matilah aku. "
" Nggak ada Sam kalik De, di kerjain sama Elle tuh. " Jawab Tante Nana dengan terkekeh saat melihat ke belakang memang tidak ada siapa-siapa dan setelah mendengar ucapan Tante Nana, Dea langsung melihat Elle dengan kesal dan Elle sudah beranjak dan segera pergi.
" Elle. " Ucap Dea dengan kesal tapi Elle tetap saja berjalan dengan melambaikan tangannya dan tubuhnya tidak berbalik dan tetap berjalan ke arah pintu keluar.
" Woy mau kemana woy! " ucap Dea yang suaranya masih terdengar hingga ke depan rumah tapi Elle tidak menjawab dan tetap terus melangkah menuju mobil untuk segera pulang ke rumah.
__ADS_1
Elle masuk ke dalam mobil dan segera malajukan mobil nya setelah beberapa saat lalu membunyikan klakson sebagai tanda pamit.
-
-
-
-
Elle melajukan mobilnya hingga beberapa saat ponsel Elle berbunyi hingga layar ponsel menyala dan menampilkan sebuah pesan...
[Suara kodok ~ pesan masuk]
Abang Rio : Tante kapan pergi bareng Masha? [Gambar]
Pesan yang dikirim atas nama Rio tapi berisi keinginan seorang bocah kecil yang bernama Masha yang begitu merindukan Elle.
Elle membaca pesan itu dulu dari notifikasi dari layar ponsel dan akan membalasnya nanti saat di rumah.
Me (saya) : Iya, kapan Masha ada waktu libur sekolah? Nanti kita pergi dengan Akak Ella. Send
Balas Elle dengan singkat dan setelah membalas dan memastikan terkirim, Elle langsung masuk ke dalam rumah yang di berikan Arsya beberapa hari yang lalu dan setelah mengucapkan salam dan membuka pintu, Elle melihat Ella yang sedang berada di dapur dan sedang memasak.
" Masak apa La? " tanya Elle saat sudah sampai di dapur dan Elle segera mengambil air dingin dari kulkas setelah sebelumnya Ella mencium punggung tangan Elle sekilas.
" Masak yang gampang aja lah Buk. " Ucap Ella kepada Elle yang membuat Elle terkekeh.
Ella sungguh sangat seperti dirinya yang tidak mau terlalu ribet untuk memasak, memasak yang gampang dan enak yang penting perut kenyang.
" Hm, enak juga rendang nya La. " Ucap Elle saat mencicipi satu potong daging rendang.
" Enak lah Buk, kan pakai bumbu jadi kalau sampai nggak enak ya aneh. " Ucap Elle yang biasa saja saat Elle mengatakan masakan Ella enak padahal semua bumbu menggunakan bumbu jadi.
" Iya bener juga, Ibuk mandi dulu deh. " Ucap Elle yang langsung menuju ke kamar dan hanya di angguki Ella untuk sekarang sedang membereskan dapur setelah acara memasak.
[Ting ~ pesan masuk]
Budhe Enny : La kasih tau Elle kalau Lek Sophe setengah sadar.
Deg!
__ADS_1
-
To be continued