ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Sedangkan


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 45 ~ Sedangkan]


Arsya


Ia sedang berada di ruangan kerja sedangkan Sha sedang berada di kamar dengan baby boy.


" Ada apa Sha? " tanyanya saat masuk kedalam kamar ternyata baby boy sedang menangis dan Sha menenangkan dengan raut wajah khawatir.


" Nggak tau nih kenapa. " Kata Sha dengan mata yang berkaca-kaca mungkin karena lelah dan juga ingin sekali menangis karena menenangkan baby boy daritadi tapi tetap saja masih menangis.


" Sini biar sama Abang aja. " Katanya sambil mengeluarkan tangannya untuk meraih baby boy ke gendongan nya dan ternyata langsung berangsur diam.


" Emang baby boy seperti nya ingin sama Abang, Sha. " Katanya sambil menepuk pelan punggung mungil baby boy.


" Sini Sha. " Katanya sambil menyuruh Sha untuk mendekat ke arahnya dan ia langsung mendekap Sha dengan lembut dan mengecup pelan kening Sha.


" Kamu tidur saja ya, baby boy sekarang sama Abang dulu... Kamu istirahat ya. " Katanya dengan mengelus pipi Sha dengan lembut dan mengecup nya pelan.


Dan langsung setuju tanpa banyak bicara karena seperti nya Sha memang benar-benar lelah.


Ia masih menggedong baby boy dan bersenandung kecil agar baby boy cepat tertidur dan ia pun tersenyum melihat Sha yang tertidur nyaman di ranjang.


Keluarga yang bahagia.


Ia masih bersenandung dan setelah memastikan Baby boy tidur ia langsung menaruhnya di box bayi dan mengecup kening baby boy sekilas.


Ia sekarang berada di balkon yang ada di kamarnya, ia memutuskan untuk melihat bintang malam ini karena ia memang belum benar-benar mengantuk dan ingin sendiri untuk sekarang dan memikirkan beberapa hal.


Seperti Elle?


Ah Elle! Mengingat nama itu ia merasakan sungguh tidak di butuhkan dan di inginkan karena setelah tragedi itu Elle sungguh tidak pernah terlihat dan menghilang.


Elle memang sepertinya sudah mahir dalam bersembunyi dan menghilang.


Terbukti ia sampai menyerah untuk mencari Elle karena tidak mendapatkan apapun sekali mendapatkan petunjuk malah lepas begitu saja.


Dan setelah berfikir sebentar ia pun langsung memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan menutup pintu balkon.


Dan segera berganti baju tidur dan segera untuk tidur.


--


Ia sedang berkutat dengan berkas dan ada yang masuk begitu saja ke ruangan nya siapa lagi kalau bukan adik nya Arsyad hanya dia yang berani nyolong masuk begitu saja.

__ADS_1


Ia mendengar suara Arsyad yang menghembuskan nafas perlahan dan ia lebih memilih acuh dan masih fokus dengan kerjaan nya.


Ia masih terdiam begitu juga dengan Arsyad tidak seperti biasanya adik nya itu diam karena kalau bertemu dengannya Arsyad selalu saja mengoceh yang tidak penting.


Dan ia mendongakkan kepalanya dan melihat, ah ternyata Arsyad sedang tidur yang benar saja.


Ia hanya menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan adiknya itu, keruangan untuk tidur.


Tumben sekali.


Karena biasanya Arsyad ke ruangan nya selalu mengoceh dan mengganggu nya tapi sekarang Arsyad juga menggangu nya, menggangu dengan cara lain yaitu tertidur di ruangan nya.


Akhirnya ia mengabaikan Arsyad dan melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi.


" Ah capek. " Katanya setelah beberapa saat tadi fokus dan sekarang ia merasakan sangat lelah tapi ini masih siang hari.


-


Ia sedang menonton televisi berdua dengan Sha karena baby boy sudah tidur dan saat-saat seperti ini di gunakan sebaik-baiknya.


Seperti saat ini, ia sedang tiduran dengan kepalanya ia taruh di pangkuan Sha dan Sha dengan otomatis langsung mengelus kepalanya perlahan.


Ia memejamkan matanya dan merasakan pijatan Sha sangat menenangkan untuknya sekarang dan ia merasakan ingin tertidur.


" Abang pindah ke kamar aja yuk, Sha pijat di atas ranjang biar setelah di pijat langsung tertidur. " Kata Sha dan ia pun menganggukkan kepalanya setuju dan sebelum ke kamar ia mengecek apakah seluruh rumah sudah di kunci atau belum dan juga mematikan lampu setelah tadi ia mematikan sambungan televisi.


Ia langsung mengunci pintu kamar dan mulai merebahkan diri di atas ranjang dan siap untuk di pijat.


Elle


Sedangkan di belahan dunia yang lain, seorang wanita yang sedang hamil lima bulan sedang muntah-muntah di kamar mandi tanpa ada siapapun yang menemani ataupun memijat dirinya hanya sendirian dan juga menanggung semua itu sendirian.


Wanita itu masih muntah-muntah terus menerus dan tidak ada yang keluar dari mulut dan itu membuatnya tersiksa.


Setelah muntahan nya reda ia (Elle) langsung membasuh mulut nya dengan air dan membuang nya.


Ia masih di dalam kamar mandi dan terduduk di bawah wastafel dengan mengelus perut buncitnya dan mengatakan...


" Kenapa kamu akhir-akhir ini rewel nak? " katanya seolah-olah bayi yang sedang ia kandung bisa mendengar dan mengerti keluh kesahnya itu.


Bukan ia kesal atau bagaimana, setelah tri semester itu berlalu ia sudah tidak merasa muntah-muntah lagi dan entah apa yang terjadi muntah-muntah nya datang lagi.


" Sepertinya aku harus periksa ke dokter. " Katanya dalam hati dan segera berdiri dan berlalu ke kamarnya.


-


Ia sedang sarapan pagi ini dengan memakan bubur sumsum yang ia pesan lewat online tadi.

__ADS_1


Ia memikirkan kalau dulu ia sering muntah-muntah di pagi hari dan sekarang malah di malam hari.


Hm, sepertinya ia harus memeriksakan nya ke dokter dan ia takut kalau ada yang salah dengan baby nya.


" Halo Tan. " Katanya setelah sambungan teleponnya di jawab oleh Tante Nana dan mengatakan beberapa hal.


Seperti...


" Tante jadi nganterin aku ke rumah sakit? "


Dan setelah Tante Nana mengatakan jadi ia pun langsung mengakhiri sambungan telepon itu untuk bersiap-siap.


Sebenarnya ia kasihan dengan Tante Nana dan juga Dea yang harus bolak-balik Ibu Kota - Bali tapi mau bagaimana lagi.


Saat ia mengatakan cukup tengok ia sesekali maka Tante Nana dan juga Dea akan mengatakan...


" Tidak apa-apa, kita hanya bertiga dan apapun yang terjadi akan selalu bersama dan akan selalu di usahakan untuk selalu ada karena kita saudara. "


" Kamu sering muntah kalau malem ya Ell? " tanya Tante Nana setelah kita berada di dalam taksi online.


Karena Tante Nana baru saja datang dari bandara dan sekarang langsung mengantar nya ke rumah sakit maka ia memakai taksi online saja karena ia tau kalau Tante Nana lelah dan belum siap untuk menyetir.


-


Ia telah diperiksa dokter tadi dan sekarang sedang berhadapan dengan dokter yang menulis resep obat untuk dia tebus tadi.


" Mengeluh kalau malam sering muntah ya? " tanya dokter memastikan dan ia menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.


" Mungkin Papa nya lagi keluar kota ya? Jadi nya baby nya kangen sama Papa nya ini sering terjadi sama pasien saya kalau Papa nya keluar kota atau lagi jarak jauh pasti Ibu hamil nya akan mengelus muntah-muntah atau merengek karena ingin selalu dekat dengan Papa nya. " Kata dokter yang membuatnya terdiam begitu juga dengan Tante Nana.


Ia terdiam karena bingung ingin menjawab apa dan mengatakan apa.


" Oh gitu ya dok. " Kata Tante Nana setelah tersadar dari lamunannya dan segera menjawab perkataan dokter tadi dan ia juga masih terdiam.


Wajah tiba-tiba keruh saat dokter mengatakan...


" Baby nya kangen sama Papa nya. " Kata itu yang terus saja terulang-ulang di telinga nya bahkan ia semakin terdiam saat dokter menanyakan...


" Papa nya atas nama siapa? " tanya dokter tanpa dosa yang langsung membuat nya terdiam begitu juga dengan Tante Nana yang langsung melihat ke arah nya dan ingin mendengar jawaban nya.


Ia tidak tau akan di tanya seperti ini karena kemarin tidak dokter tidak tanya dan kenapa sekarang bertanya?


Dan dengan pelan ia mengatakan..


.


Udah selesai triple up nya ya...

__ADS_1


Berikanlah dukungan untuk novel ini, seikhlas šŸ˜‡šŸ™


__ADS_2