
ELLE WEDDING.
[Episode 37 ~ Belum Move On]
Arsyad
" Gimana? " tanya Abang Ars entah darimana datangnya dan duduk di depannya di kantin kantor.
" Nggak gimana-gimana. " Katanya santai dan tetap melanjutkan makan siangnya.
Benar-benar Abang nih lagi oleng!
" Ck, lagian ngapain mikirin cewe yang udah nolak cinta loe! Mendingan tuh pacari salah satu karyawati yang jelas-jelas udah pada suka sama loe. " Kata Abang Ars yang mengedarkan pandangannya dan memang banyak karyawati di kantor yang suka padanya tapi tidak ada yang membuatnya tertarik.
Yeah cinta nggak bisa paksa!
" Nggak ah, malas. " Katanya lagi sambil tetap melanjutkan makannya.
" Yang pasti, salah satu dari mereka rela di hamili. " Kata Abang dengan suara pelan dan melihatnya dengan tatapan yang entahlah... dan segera beranjak pergi setelah membuatnya tersedak makanan.
Dan banyak sekali karyawati yang menyodorkan minum kepada nya.
Nah kan!
Memang sialan tuh orang!
Bukannya habis nikah tambah bener eh malah tambah oleng.
" Udah nggak apa-apa makasih. " Katanya setelah minum air mineral nya sendiri dan tidak mengambil air mineral yang di sodorkan kepadanya.
Dan ia segera menyuruh semua karyawati yang berkumpul segera bubar.
Enak aja nonton dia tersedak.
Dan setelah menyelesaikan makan siangnya di kantin kantor, ia pun langsung menuju ke ruangan yaitu...
Wakil Direktur Pak Arsyad Othman
Ya tentu saja ia wakil dan Abang nya itu adalah direktur nya, ya sesuai urutan siapa yang lahir lebih dulu, karena nyatanya ia terlahir sebagai adik bukanlah sebagai Kaka.
---
Ia mencoba profesional dalam bekerja dan tetap fokus walaupun dalam hati mengatakan...
Belum move on.
Ah ia menghembuskan nafas perlahan.
Ini sungguh pengalaman pertama nya yang patah hati di tolak cintanya pada seorang wanita dan dia juga yang menyatakannya lebih dulu.
Karena biasanya wanita lah yang menyatakan dulu cinta, dan ia akan menerima karena tidak punya alasan untuk menolak.
Karena menurutnya jalanin saja, dan setelah bosan ia akan membuat wanita itu memutuskannya dengan cara berselingkuh.
Ah ia sungguh brengsek!
__ADS_1
Tapi tetap saja ia tahu kalau itu sangat brengsek selalu ia lakukan terus menerus hingga ia bertemu dengan Elle yang membuat jatuh cinta, lalu patah hati karena di tolak, definisi karma selalu ada.
Ini adalah karma untuknya yang selalu menyakiti hati banyak wanita dan sekarang ia sakit hati di tolaknya satu wanita.
Jadi seperti ini rasanya patah hati.
Sakit juga.
" Heh malah melamun. " Kata Abang Ars yang sudah duduk di depannya dan dengan senyuman menyebalkan ia bisa lihat itu.
" Apasih, bikin kaget aja, mau masuk tuh ketok pintu dulu. " Katanya sewot karena terpergok lagi sedang melamun apalagi di depan Abang nya itu.
Bisa-bisa ia akan di jahili lagi.
" Nggak baik perjaka sering melamun, eh tapi beneran masih perjaka kan? " kata Abang Ars dengan gaya meledek.
Tuh kan!
" Apaan sih, kayak loe dulu waktu nikah masih perjaka aja, perjaka tapi berpengalaman apaan tuh namanya. " Katanya ikut meledek dengan gaya menyebalkan.
Seperti saling meledek sebentar enak!
" Hahahaha, ya gimana ya? namanya juga berpetualang mencari lubang yang paling nikmat. " Kata Abang dengan gaya menyebalkan dan angkuh.
Sialan!
" Tapi ternyata semuanya sama, sama-sama nikmat. " Katanya lagi.
" Eh, tapi sekarang gue cuma punya satu lubang aja, lubang sumber kenikmatan gue. " Kata Abang dengan gaya frontal dan bar-bar.
Ia menggelengkan kepalanya.
" Serah deh, loe mau ngomong apaan. " Katanya lagi dengan sebal.
" Eh tapi loe sejak nikah masih suka jajan di tempat lain nggak, kalau iya sih parah. " Katanya lagi dengan meledek.
Dan ia bisa melihat ekspresi Abang Ars yang tiba-tiba saja terkejut dan ia mengabaikan itu, urusan keluarga nya sendiri.
" Eits jangan di jawab, udah ayok meeting (rapat) malah gibah di sini. " Katanya dan beranjak dari duduknya.
Elle
Ia sedang liburan di puncak sesuai dengan keputusan bersama beberapa hari yang lalu dan sekarang ia, Tante Nana dan juga Dea akan berada di sini selama beberapa hari dan menikmati keindahan alam yang masih asri.
" Disini dingin ya. " Kata Dea dan ia membenarkan perkataan Dea itu, untung ia membawa banyak baju tebal.
Ia termenung di depan teras rumah sambil menikmati pemandangan ini yang indah.
" Ell kita mau bicara serius. " Kata Tante Nana setelah beberapa saat mereka terdiam.
Memang liburan ini rencananya adalah untuk mereka refreshing dan juga untuk membicarakan beberapa hal seperti...
" Arsyad waktu itu datang ke ruko mencari mu. " Kata Tante Nana yang membuatnya kaget seketika.
" Dan Tante mengatakan kalau kamu lagi ada urusan dan tidak mau di ganggu. " Kata Tante Nana lagi menenangkan kegelisahan nya tadi.
" Tapi, entah sampai kapan Arsyad sabar menunggu karena Tante tau Arsyad adalah orang yang akan mencari tau kalau ada sesuatu yang salah. " Kata Tante Nana seperti tau akan sifat Arsyad.
__ADS_1
" Tante juga tau kalau kamu menyukai orang yang sudah merenggut kehormatan mu dan belum bisa move on karena pria itu sudah ber istri mungkin. " Tebak Tante Nana yang membuatnya awalnya terkejut dan sekarang bernafas lega.
" Terlihat dari caramu yang diam saja daripada melaporkan. " Kata Tante Nana lagi dan sampai sekarang ia masih diam dan tidak bicara.
" Aku nggak tau harus mengatakan apa, dan membenarkan apa. " Katanya setelah beberapa saat terdiam dan ia menghembuskan nafas perlahan.
" Yang kamu lakukan hanyalah, harus kuat karena kalau suatu saat nanti masalah ini ada yang tau selain kita bertiga, di sanalah puncak masalah nya dan sebelum itu terjadi kamu harus kuat dulu agar bisa mengahadapi masa depan yang lebih keras lagi dari hari ini. " Kata Tante Nana yang langsung membuatnya berkaca-kaca seketika.
" Tante... " kata tercekat dan mewek, ya walaupun Tante Nana awalnya marah dengan keadaan nya sekarang tapi ia bersyukur ada Tante Nana dan juga Dea yang selalu mendukung dan selalu ada di sisinya apapun yang terjadi.
" Udah ih, kok mewek sih! " kata Tante Nana yang langsung membuyarkan semua suasana sedih.
Ish!
" Tante ini benar-benar nggak tau apa, kalau suasana nya lagi mengharu biru. " Katanya dengan sebal dan menyeka air matanya.
" Eh De, kok loe nggak nangis sih! Sialan. " Katanya dengan bersungut-sungut saat melihat ke arah Dea yang ternyata tidak menangis sama sekali bahkan mata merah atau berkaca-kaca pun tidak, ia masih mengelap sisa air matanya dengan tisu basah.
Sialan!
" Ini yang nangis cuma aku aja? "tanyanya saat melihat Tante Nana juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan menangis apalagi ciri-ciri habis menangis.
Sialan!
" Hahaha. " Tawa Tante Nana saat melihat nya bersungut-sungut.
" Lagian kamu tuh cengeng deh Ell, masa di ajakin ngomong serius malah mewek, kamu nih harus latihan biar nggak gampang mewek deh, biar musuh kamu tuh udah lari ngacir duluan cuma lihat tatapan dan gaya bicara mu. " Kata Tante Nana dan ia pun membenarkan itu.
Ia harus belajar mengendalikan emosi nya agar tidak mudah terpancing dan juga gampang menangis.
" Udah ah ayok kulineran, mumpung lagi ada di puncak, jangan mewek mulu. " Kata Tante Nana sambil beranjak dari duduknya dan segera berlalu setelah menyindir nya terus.
Ish!
Dan ia juga melihat Dea yang ikut berlalu menyusul Tante Nana dengan cekikikan.
Ish mereka berdua itu.
Dan ia pun ikut berlalu tapi sebelum pergi ia harus mencuci muka dan membenahi riasan nya yang berantakan karena habis menangis.
Sejak hamil ia lebih suka berdandan padahal dulu sebelum hamil ia hanya akan memakai pelembab saja tapi sekarang ia memakai semua (all out)
Kata Tante Nana sih dia hamil anak cewe, tapi apapun jenis kelaminnya ia akan selalu menyayangi anaknya lebih dari apapun.
" Woy buruan woy!!! " teriak Dea dari arah luar.
Ah tu orang nggak senang apa ya lihat gue seneng.
" Iya sabar! "
ā¢
ā¢
ā¢
Aku butuh secangkir kopi, biar tambah semangat lagi (bacanya pake nada lagu dua kursi)š
__ADS_1