ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Menepi


__ADS_3


ELLE WEDDING


[Episode 52 ~ Menepi]


Arsya


Ia sedang berada di ruang kerja nya yang ada di rumah dan mengerjakan beberapa pekerjaan.


Ia juga tidak berangkat ke kantor hari ini karena rasanya hatinya tidak tenang maka dari itu ia mengerjakan semua pekerjaan nya yang di kantor untuk di bawa ke rumah saja.


Seperti sekarang ini, ia sudah berada di ruang kerja nya selama berjam-jam karena pekerjaan nya hari ini sungguh banyak.


Ia tersentak kaget dan langsung menolehkan kepalanya ke samping kanan saat mendengar telepon nya berbunyi, menyala dan menampilkan nama Bik Fatma seorang asisten rumah tangga yang ia tempatkan untuk selalu ada di samping Elle.


Ada apa ini?


Lalu tanpa pikir panjang ia pun langsung mengangkat telepon itu dan mendengarkan semua perkataan Bik Fatma.


Dan setelah sambungan teleponnya terputus ia pun langsung keluar dari ruang kerja dan setengah berlari menuju ke pintu depan dan segera menuju garasi.


Ia langsung menancapkan gas dan langsung mengemudi ke rumah di mana Elle tinggal dan setelah mendengar perkataan Bik Fatma...


" Tadi ada Nyonya Sheryl kesini terus berantem sama Neng Elle. "


Kata Bik Fatma yang terus-menerus teringat di kepalanya dan itu membuat nya marah.


Sheryl?


Ada apa dengan dia?


Tapi ia akan membereskan itu nanti, yang penting ia harus cepat ke rumah Elle dan mencegat Elle yang akan pergi entah kemana.


Ia mengemudi dengan kecepatan tinggi karena ia sudah susah payah membujuk Elle.


Tapi sekarang semuanya berantakan karena ulah kakak iparnya yaitu Sheryl, sialan!


-


Ia langsung masuk ke dalam rumah dan membuka pintu rumah dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang bising.


Ia terengah-engah saat sudah sampai di dalam rumah karena ia tadi berlari.


Tepat waktu!


Elle belum pergi tapi sudah berkemas dan siap untuk segera pergi.


Dan dengan langkah perlahan ia mendekati Elle dan mengatakan...


" Elle kamu mau kemana? " tanyanya dengan nada khawatir dan pura-pura tidak tau.


" Aku akan pulang di sini bukanlah tempatku. " Kata Elle dengan nada datar dan wajah datar.


Elle sama sekali tidak menangis.


Ia sudah tau kalau Elle bakal susah di bujuk kalau sudah seperti ini.


Sangat keras kepala.

__ADS_1


Bahkan semua perkataannya nya di lawan Elle dengan nada marah dan kesal.


Dan saat ia akan berkata lagi Elle memotong dan langsung menghempaskan tangannya yang daritadi menggegam tangan Elle.


Ia mencoba untuk berbicara dengan Elle lagi tapi Elle kekeh mengatakan tidak dan langsung berlalu dari hadapannya.


Tidak! Jangan seperti ini, ia harus meninggalkan kesan yang baik dulu untuk Elle.


Dan tanpa pikir panjang ia pun langsung memeluk Elle dengan erat dari belakang dan terisak di punggung mungil Elle dan semakin mendekat Elle dengan erat dan terisak beberapa saat.


Ia langsung membalikkan tubuhnya Elle yang daritadi tidak berontak saat ia memeluk Elle.


Ia pun langsung mengecup kening Elle dalam, lama dan memejamkan matanya dengan erat seolah menyimpan memori ini.


Dan setelah mengecup kening Elle ia langsung berjongkok di depan Elle dan langsung perut buncit Elle ada di hadapannya.


Ia mengelus perutnya buncit yang berisi darah dagingnya itu dan mengatakan...


" Baik-baik sama Ibu ya Nak. " Katanya sambil mengelus perutnya buncit Elle beberapa saat dan setelah itu ia berdiri dan melihat ke arah Elle.


Ia menempelkan keningnya dengan Elle sambil memejamkan matanya dan saling tatap hingga memejamkan matanya sambil terisak.


Bukan ia saja yang terisak tapi Elle juga ikut terisak.


Mereka terisak beberapa saat dengan kening saling menempel dan hatinya mengatakan....


" Cinta tidak harus memiliki. "


" Cinta tidak harus memiliki. "


Kata-kata itu terus saja teringat di kepalanya hingga Elle di tarik untuk segera pergi.


Dan ia hanya bisa melihat punggung Elle yang semakin jauh dan mengecil.


Saat ia menoleh kan wajahnya ia melihat Sha yang sedang terisak sambil berdiri.


Ia bahkan daritadi tidak melihat Sha karena saking fokusnya untuk membujuk.


Dan dengan langkah pelan ia langsung melangkah menuju ke arah Shaila dan setelah berada di depan Shaila ia langsung memeluk erat Shaila yang langsung terisak di pelukan nya.


Ia sungguh brengsek!


Setelah membuat wanita lain hamil ia sekarang membuat istrinya yang baik dan selalu setia kepadanya sampai sangat sedih seperti ini.


Berdosa nya ia!


Elle


" Kita nggak bisa pulang ke Ibu Kota sekarang Ell, karena kehamilan mu sekarang yang tidak boleh pulang pergi dengan pesawat, harus menunggu sampai lahiran. " Kata Tante Nana di sebuah rumah yang di sewa selama di sini.


Ia pun hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti.


Tante Nana hanya yang menemaninya karena Dea sedang mengurus bisnis nya yang selama ini ia tinggalkan.


Ia sangat bersyukur di kenal dan mempunyai Tante Nana dan Dea yang selalu mendukung nya hingga seperti ini.


" Ini Ell makan dulu terus langsung minum obat. " Kata Tante Nana sambil menaruh sarapan nasi lemak di meja makan dan di hadapannya.


Ia pun langsung makan antara ingin di telan ataupun tidak.

__ADS_1


Karena ia merasakan hambar tapi ia sadar ia harus memberikan asupan pada baby yang sedang ia kandung.


Ia makan dengan perlahan sambil mengelus perut buncitnya dan berkata dalam hati...


" Semoga kamu sehat-sehat saja di perut Ibu Nak. "


Ia tetap makan hingga tidak terasa kalau piringnya sudah kosong.


-


Ia termenung di meja makan dengan segelas susu hamil yang masih mengepul di atas meja.


Setelah kejadian di mana ia pergi dari hidup Abang Ars, selama itu juga hidup nya tidak pernah ada gangguan tapi kenapa hatinya merasakan was-was?


Ia merasakan sesuatu yang akan terjadi dan seperti itu adalah sesuatu yang sangat besar.


" Hei, kok belum tidur? " tanya Dea yang sudah selama satu minggu sudah menemani nya di rumah sewa ini sedang Tante Nana pulang ke Ibu Kota.


Dea dan Tante Nana bergantian menemaninya dan tidak membiarkan nya sendiri.


Kalau Tante Nana sedang ada urusan maka Dea yang akan menjaga begitu sebaliknya.


" Tadi tiba-tiba terbangun De. " Katanya saat melihat jam di dinding menunjukkan hampir saja adzan subuh.


Setelah Dea berlalu setelah mengatakan agar ia tidur kembali, ia pun langsung membawa gelas bekas susu hamil itu di wastafel dan sekalian mencucinya dan setelah selesai ia pun langsung menuju ke kamar nya untuk segera melanjutkan tidurnya.


Saat akan tidur ia melihat layar ponselnya yang ada di atas nakas menyala dan ada nomor tidak dikenal tertera di sana dan mengirim nya pesan...


[*Suara kodok ~ pesan masuk]


AbangArsOn : Semoga kamu dan baby baik-baik aja dek😇*


Pesan itu yang langsung membuat nya termenung sejenak dan dengan cepat ia langsung menghapus nomor itu dan mem blok nomor itu.


Memang, setelah berpisah di hari itu Abang Ars selalu mengirimi nya pesan dengan nomor yang selalu berbeda karena setiap ia membaca pesan dari Abang Ars ia langsung menghapus nya dan mem blok nya karena ia sungguh tidak ingin berurusan dengan mereka semua.


-


Ia terbangun dari tidurnya di jam sepuluh pagi dan setelah mencuci muka dan rapi ia pun langsung keluar kamar dan menuju kolam renang yang ada di dalam rumah.


Ia duduk di samping kolam renang dengan tenang dan memandangi rumput hijau yang sangat asri.


" Sarapan sudah datang. " Kata Dea sambil duduk di sampingnya dan membawa beberapa potong roti bakar yang masih hangat dan mengepulkan asap.


" Wah bisa-bisa gemuk nih gue De. " Katanya sambil melihat roti bakar yang menggugah selera.


" Ya kalau gemuk kenapa Ell? Berarti ponakan gue kan sehat. " Kata Dea dengan tertawa renyah.


Benar juga hahahaha.


Dan tanpa berkata lagi ia pun langsung memakan roti bakar itu dengan segelas susu hamil.


Hm enak!


Ia dan Dea pun makan dengan saling bercanda dan membicarakan hal-hal yang tidak penting sampai yang penting.


Ia sangat suka kehidupan nya yang dulu benar-benar tenang.


-

__ADS_1


*Huhuhu sebenarnya aku nggak mau up tapi aku mikir lagi, gimana sama Kakak-kakak yang udah ikutin Novel ELLE WEDDING Series dari pertama kali sampai sekarang🤗😇😘


Dan juga ini tuh hari Senin, sumbangkan vote kalian kesini ya🤧*


__ADS_2