
ELLE WEDDING
[Episode 29 ~ Perasaan]
Shaila
Tiga puluh menit kemudian...
" Lama banget s... " kata Abang Ars terpotong saat menoleh kepadaku.
" Sha? kamu kenapa? " tanya Abang Ars dengan bingung karena melihatnya memakai baju tidur seksi padahal ia masih berada dalam masa nifas dan baru seminggu.
Ia hanya tersenyum saat melihat wajah cengo Abang Ars dan juga wajah penuh hasrat.
Uh ia sungguh tidak sabar!
Dengan langkah sensual, ia mendekati Abang Ars lalu setelah sampai ia langsung duduk di pangkuan Abang Ars.
Ia bisa melihat jakun Abang Ars yang naik turun dengan mata yang melihat ke arahnya penuh hasrat.
" Abang beberapa hari ini, Sha lihat lagi bengong terus, pasti lagi capek mikirin kerjaan ya? " tanyanya lagi dengan tangannya tidak bisa diam.
Ah sebenarnya aku malu sekali.
" Husttt! " potongnya saat Abang Ars akan bicara karena ia akan melakukan servis jadi biarkan dia yang berbicara saja.
" Abang cukup nikmati aja. " Katanya sensual dan ia sangat yakin kalau hembusan nafasnya di telinga Abang Ars sudah membuat Abang Ars tegang seketika.
Ia dengan pesonanya langsung memegang tangan Abang Ars dan menuntunnya menuju ranjang dan bagai terhipnotis Abang Ars hanya menurut saja dengan mata yang terus menatap kearahnya.
" Spesial servis buat Abang biar nggak bengong terus. " Katanya sambil tangannya membuka semua kancing kain yang di gunakan Abang Ars dan terpampanglah semua pemandangan, semua sudah tegang dan siap untuk mereguk kenikmatan untuk malam ini, malam ini akan menjadi malam yang panjang...
Arsya
Ia sedang duduk di sofa dengan melamun karena menunggu Sha yang terlalu lama di dalam kamar mandi.
Dan setelah tiga puluh menit kemudian, Sha keluar dari dalam kamar mandi dan membuatnya cengo seketika saat melihat pemandangan yang ada.
Pemandangan yang begitu membuat hasrat kelakian nya begitu tergoda dan tergiur.
Ia hanya mampu melihat Sha dengan tatapan lapar dan jakun nya yang mulai naik turun karena sangat tergiur untuk segera mencicipi.
Dan dengan langkah sensual Sha berjalan ke arah nya dan dengan yakin Sha langsung duduk di pangkuannya dan dengan otomatis ia bisa melihat gunung kembar yang menyembul dari dalam baju Sha, dan ia sungguh tidak sabar untuk mencicipi itu.
Ia akan berkata tapi Sha keburu memotong perkataannya dan mengatakan...
" Husttt! "
" Abang cukup nikmati aja. "
" Spesial servis buat Abang biar nggak bengong terus. "
Ia hanya bisa pasrah saat semua perkataannya di potong Sha dan ia hanya mengikuti semua kemauan Sha saat ia di tuntun untuk duduk di atas ranjang bahkan ia terlentang di atas ranjang.
Ia menikmati semua sentuhan Sha dalam men Servis nya.
Ia hanya membiarkan nya saja.
Memang benar sepertinya ia butuh kenikmatan untuk mengalihkan semua kegelisahan.
Dan setelah semua selesai, ia sudah tak berbusana, polos terlentang di atas ranjang dengan selimut putih menutupi tubuhnya.
Permukaan kulitnya penuh dengan peluh setelah gelombang kenikmatan melanda.
__ADS_1
Ia meraih Sha, dan memeluknya erat.
Sha juga terlebih lelah karena habis melakukan self job.
" Terimakasih Sha. " Katanya mengecup kening Sha sambil memejamkan matanya lama dan dalam.
" Dapat ilmu seperti itu dari mana hm? " tanyanya menggoda dan Sha tidak menjawab malah semakin menenggelamkan wajah di dadanya yang bidang.
Ia hanya terkekeh dan tersenyum karena ia yakin kalau sekarang Sha sangat malu.
Ia mengecupi puncak kepalanya Sha dan tidur.
Elle
" Ta da cinta setulus cintamu. " Tante Nana menyanyi lagu seluruh cinta.
Tapi tatapan Tante Nana seolah-olah mengatakan...
" Cinta tulus sudah ada di depanmu. "
Dan ia melihat ke depan yang ternyata ada laptop dengan layar menyala dengan menampakkan seorang pria siapa lagi kalau Arsya eh Abang Arsyad maksudnya, salah sebut nama di depan Tante Nana pasti ia akan mendapatkan delikan, sebenarnya ia tidak peduli lebih tepatnya ingin menghindari masalah aja.
Ia juga bingung kenapa mau aja di ajak video call?
" Kau... "
" Tante... " potongnya saat ia mendengar Tante Nana akan menyanyi lagi.
Bukannya apa, ia sungguh terganggu dengan suara cempreng dan jelek Tante Nana.
Sorry (maaf) Tante!
Ia sedang video call dengan Abang Arsyad tapi karena suara Tante Nana sungguh mengganggu jadi mengalihkan perhatiannya dari layar laptop ke arah Tante Nana.
" Kenapa sih Ell? " tanya Tante Nana pura-pura nggak tau.
" Berisik... " katanya penuh penekanan.
" Wong (orang) Abang Arsyad aja nggak terganggu kok, ya nggak? " kata Tante Nana dan beralih bertanya pada Abang Arsyad dan ia yakin jawab Abang Arsyad...
" Iya nggak ganggu kok, malah Abang terhibur Ell. " Kata Abang Arsyad dan itu membuatnya jengah.
" Ya kenapa nggak video call sama Tante Nana aja? " katanya sebal dan ia malah mendengarkan suara tawa Tante Nana yang terbahak-bahak.
" Udah ya Syad, Tante pergi aja nanti si Ell tambah ngambek. " Kata Tante Nana dengan menyebalkan.
Dan ia hanya mendengus.
" Au ah sebel, bye! " katanya malas langsung mematikan video call dan menuju ke ruangannya.
Setelah mematikan video call ia langsung menuju ruangannya dan mengerjakan semua pekerjaannya yang terdunda tadi.
Ia sedang berada di mall yang ada di Ibu Kota, ia juga bingung kenapa bisa ada di sini.
Oh ya ingat, ia tadi di paksa Dea untuk menemani membeli buku padahal mah biasanya Dea beli sendiri, dan entah ada apa dengan anak itu.
" Enjoy (bahagia) donk Ell. " Kata Dea saat mereka duduk di kursi yang ada di sana setelah berjalan beberapa saat untuk memilih buku.
" Gue nggak tau apa masalah loe Ell, tapi yang pasti gue mau loe nikmat hidup loe, jangan terus melihat ke belakang karena tidak akan mengubah apapun. " Kata Dea yang langsung membuatnya terdiam dan memikirkan sesuatu.
" Cukup jadikan pelajaran untuk hidup kedepannya, manusia bukanlah makhluk sempurna, manusia masih penuh dengan dosa. " Kata Dea lagi dan untuk saat ini ia belum juga menjawabnya.
" Bahkan Adam dan Hawa, harus di usir dari surga karena melakukan satu kesalahan, apalagi kita. " Kata Dea dengan nada mulai oleng.
" Woy! Loe sebenarnya mau ngomongin apa? Tiba-tiba udah nggak jelas aja. " Katanya terkekeh, Dea benar-benar tidak bisa serius.
__ADS_1
" Nah gitu senyum donk, enjoy (bahagia) hidup cuma sekali. " Kata Dea dengan berteriak dan seketika orang-orang di sekitar melihat ke arah kita.
" Ayo gue traktir makan sepuasnya sampai perut loe kembung. " Kata Dea dengan tidak tau malu padahal sudah jelas-jelas diperhatikan banyak orang.
" Yeay. " Katanya ikut-ikutan.
Benar-benar hari yang bar-bar.
-
Perasaan?
Ia merasakan bingung dengan keadaan yang ada.
Perasaan?
Entahlah, katanya cinta tak pernah salah.
Perasaan?
Semoga cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
Elle berumur lima belas tahun...
" Buat rumah kalau cuma tiga puluh juta nggak bakalan cukup. " Kata suami Buk'e dengan nada marah.
Ia hanya bisa menutup telinga atau bahkan pura-pura tuli agar tidak mendengarkan pertengkaran itu.
Ia heran dengan Buk'e, baru memikirkan membuat rumah sekarang?
Dulu, waktu ia masih kecil apa yang ada di pikirannya?
Ia tahu, dulu Buk'e begitu jatuh cinta pada suami barunya itu dan tanpa pikir panjang langsung menikah tanpa memikirkan masa depan seperti apa yang akan di berikan padaku atau anaknya kelak.
Bahkan Buk'e mengatakan padanya...
" Nanti kalau buat rumah uang nya nggak cukup, aku minta tabungan mu Ell. " Ia hanya terdiam mendengar ucapy itu tanpa menjawab menolak ataupun mengiyakan.
Itu seharusnya urusan mereka berdua kan (Buk'e & suami) ?
Bukan urusanya?
Bahkan ia memikirkan masa depannya sendiri karena Buk'e sama sekali tidak memikirkan masa depannya karena ia sekolah sampai sekolah menengah pertama
Miris!
Ia bahkan sampai menangis setelah acara kelulusan sekolah menengah pertama karena meminta untuk melanjutkan ke sekolah menengah atas.
*Tapi Buk'e seolah tidak mendengarkan keinginannya dan setelah ia bisa mencari pundi-pundi rupiah dengan pensil ijazah sekolah menengah pertama dan mempunyai tabungan dengan enaknya meminta tabungannya untuk membangun rumah?
Itu bukanlah tanggung jawabnya!
Bolehkah Tuhan menjemputnya saja?
" Aku ingin ikut ke surga bersama mu bapak*... "
" Aku sungguh tertekan, seharusnya dulu bawa aku ikut bersamamu bapak... "
-
-
-
Buk'e \= Ibu
__ADS_1
Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, VOTE dan komentar di bawah biar aku semangat buat Up lagee :>