
...Extra Part...
...Aku Melepaskanmu but, I Love You...
...-...
...-...
...[Belum Selesai part 2]...
Hingga suasana yang intim dan romantis ini buyar karena perkataan Pras...
" La turun dulu, perut ku terasa sakit. " Ucap Pras yang meringis malu, bisa-bisanya Pras berbicara sejujur ini tidak ada tendeng aling-aling bahkan mereka masih pengantin baru.
Paling tidak harus jaim lah.
" Hahaha, sayang... Nanti makan makanan yang sehat sama olahraga ya, biar sehat dan berumur panjang biar kita selalu bersama. " Ucap Ella menyuruh Pras untuk olahraga agar perut buncit Pras hilang dan Ella juga menyelipkan godaan agar Pras senang.
Wah! Sejak kapan Ella menjadi penggoda ulung seperti ini?
" Iya, tapi perlahan ya La, aku mau hidup panjang agar bisa menikmati masa tua bersama. " Ucap Pras yang sudah berandai padahal usia Pras sudah di katakan tua tapi sekarang membahas menikmati masa tua.
Masa tua yang mana?
" Eh kok kamu ketawa La? " tanya Pras dengan bingung karena kalimat yang Pras ucapkan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati malah di balas dengan cengengesan oleh Ella.
Menikah dengan daun muda harus bersabar, bukan hanya usia yang terpaut jauh, pikiran pun ikut terpaut jauh.
Hehehe!
" Aku pengen ketawa aja, sekarang kamu kan udah tua yang masa mikirin masa tua nanti... Maksudnya nanti tuh kapan? Orang tua nya aja udah sekarang. " Ucap Ella berbicara fakta dan bukannya merasakan tersinggung Pras malah mendekati Ella dan menggelitiki Ella sampai Ella berteriak geli.
" Akh... Sayang ih! " ucap Ella yang merasakan kegelian yang teramat sangat.
" Bilang ampun nggak? " ucap Pras yang merasakan di atas awan karena berada di posisi menang.
" Iya ampun sayang, ampun... " ucap Ella yang masih tertawa hingga Pras melepaskan Ella dan dengan perlahan Ella berhenti tertawa dan mereka pun saling menatap hingga wajah mereka saling menempel dan terjadilah...
" Kamu siap La? " tanya Pras dengan tatapan mesum sekaligus nakal.
" Emm... " ucap Ella yang masih malu-malu tapi mau dan tanpa menunggu jawaban Ella yang sudah pasti Pras tau, mereka mulai menyatukan diri dan terjadilah pergumulan yang sangat panas.
Terdengar suara lenguhan...
-
-
-
-
-
" Kita beneran udah tua ya Ell? " tanya Dea dengan terkekeh sambil melihat ke arah Elle yang semakin cantik setelah menjadi janda.
Aura seorang janda!
Janda semakin terdepan!
Dea, Tante Nana dan Ella sekarang sedang berada di sebuah kafe yang bertema home dan itu sangat nyaman untuk acara mengobrol seperti yang ini.
Selain mereka bertiga juga banyak anak-anak muda hingga ke tua bahkan pasangan semuanya ada di kafe ini yang sangat nyaman untuk mengobrol.
__ADS_1
Mereka bertiga adalah wanita matang yang setia.
Kalian tidak percaya?
Apa kata nggak bisa move on (melupakan) merupakan kata dari setia yang di samarkan?
Entahlah!
" Kenapa tuh Tan? " tanya Dea kearah Tante Nana dengan menyikut pelan bahu Tante Nana dan melihat ke arah Elle yang sedang melamun.
" Biasalah galau, kayak nggak tau aja. " Ucap Tante Nana yang santai, seolah-olah melamun adalah pekerjaan tetap Elle selain menjadi desaigner.
" Tante!! " ucap Masha yang melihat Elle dengan senang dan di sebelah Masha ada pengasuh nya Masha.
" Mimi, hei? " ucap Elle yang senang melihat Masha.
Melihat Masha, seperti nostalgia melihat Ella yang dulu masih kecil.
Ah Ella? Sedang apa dia sekarang?
Elle sampai sekarang nggak menyangka kalau Ella sudah dewasa bahkan menikah muda.
" Sama siapa kesini sayang? " tanya Elle pada Masha sambil mengecup pipi Masha sekilas.
" Sama Mba sama Papa juga tapi Papa masih syuting. " Ucap Masha lagi dengan imut.
" Eh sapa dulu, ini Tante Nana dan ini Tante Dea. " Ucap Elle pada Masha untuk menyapa Tante Nana dan Dea.
" Heloo Tante dua. " Ucap Masha yang enggan menyebutkan nama satu persatu dan malah langsung menyebut Tante dua.
" Hello Masha, eh panggilan Mimi ya? Hello Mimi. " Ucap Dea yang gemas dengan Masha.
" Aduh lucu banget sih, Mimi... Mau ajak bawa pulang nggak? " tanya Tante Nana sambil menyubit pelan pipi Masha yang tembab khas anak kecil itu.
Hm...
Lewat isyarat mata mereka berdua mengatakan... Cie kepada Elle yang langsung melihat mereka dengan sebal.
" Udah Ell, langsung sah kan aja jadi Mama nya Mimi. " Ucap Dea dengan wajah yang menggoda.
" Bungkus Elle bungkus, sekarang nggak ada panggilan Ibuk lagi karena berganti dengan panggilan Mama yang berpasangan dengan Papa, tuh Papa nya Mimi! " ucap Dea dengan terkekeh karena berhasil membuat Elle jengkel.
Wkwkwkkwk!
" Hello Mama. " Sapa Rio yang ikut drama yang sedang terjadi dan membuat Tante Nana, Dea dan pengasuh itu tertawa.
Dasar mereka!
" Ish! Apaan sih Abang! " sungut Elle yang enggan di panggil Mama tapi itu tidak bertahan lama karena setelah itu Masha merengek kepada Elle dan mengatakan...
" Mama nggak mau jadi Mama, Masha? " tanya Masha dengan wajah yang berkaca-kaca dan Elle yang melihat itu tidak tega.
" Sabar ya Mimi sayang. " Ucap Elle sambil mengecupi puncak kepala Mimi dengan sayang.
" Udah ayok makan dulu. " Ucap Rio yang langsung mengalihkan perhatian karena bagaimanapun Rio tidak tega melihat Masha sedih seperti itu.
Seandainya!
-
-
-
__ADS_1
-
-
Arsy sedang berada di kampus dan bertekad untuk meminta maaf kepada Ella hari ini.
Sungguh! Setelah Ella menikah, Ella sangat sulit untuk di temuinya.
Dulu, kalau Arsy ingin bertemu dengan Ella tinggal sama datang kerumah sang Ibuk tapi setelah Ella menikah Ella ikut dengan suaminya dan lebih parah nya lagi Arsy tidak tau dimana alamat rumah suaminya Ella.
Suaminya Ella! Ah mengingat kata-kata itu tiba-tiba saja kepala Arsy terasa pusing dan masih terasa bersalah.
Dan sekarang setelah mengumpulkan segala tekad yang Arsy punya, Arsy akan meminta maaf kepada Ella dengan sungguh-sungguh bahkan Arsy sudah membelikan Novel terbaru untuk Ella karena dulu saat Ella marah maka dengan gampang Arsy akan menyogok Ella dengan membelikan Novel terbaru dan sekarang Arsy yakin kalau Ella masih sama.
Tapi saat Arsy sudah melihat Ella yang datang ke kampus, Arsy melihat Ella yang sibuk menelfon dengan seseorang yang di panggil Ella dengan sebutan sayang dan lebih yang membuat Arsy kaget dan syok kalau sekarang, Ella sedang mengucapkan terimakasih kepada seseorang yang dipanggil sayang dan Arsy yakin seseorang itu adalah suami nya Ella.
Sejak kapan mereka sedekat ini?
" Aku suka novel nya. " Ucap Ella dengan riang dan belum menyadari kalau ada Arsy di sana dan Arsy mendengar semua ucapan Ella itu.
" Ih sayang! " ucap Ella dengan manja.
Sekarang Arsy tidak suka kalau Ella sang adik yang dulu sangat dekat dengan Arsy dan ikut kemanapun Arsy pergi, sekarang sangat jauh dari Arsy dan dari jangkauan Arsy.
Arsy nggak rela!
Adik yang dulu selalu hanya ada Arsy di sekitar nya sekarang dengan riang berjalan sendiri dengan bertelepon.
Arsy nggak rela!
Seandainya waktu bisa di putar, Arsy tidak akan pergi ke club karena kesal dan lebih memilih untuk tidur saja tapi semuanya sudah terjadi, Arsy lebih memilih pergi ke club hingga mabuk dan berakhir dengan Ella yang terkena getahnya dan Arsy juga sekarang terkena getahnya yaitu...
Kehilangan Ella yang sekarang sudah menjadi milik orang lain bukan adik nya sendiri dan tanggung jawabnya sudah beralih ke tangan suaminya sendiri dan sekarang tinggal lah Arsy yang malang!
" Dek? " panggil Arsy pelan yang ingin melihat bagaimana tanggapan Ella yang melihat Arsy dan seperti yang di duga Arsy kalau Ella masih marah dan dengan melengos Ella pergi dan mengabaikan Arsy.
" Dek! Maafkan Abang! " ucap Arsy dengan kekeh.
" Lepaskan! " ucap Ella yang enggan untuk bertemu dengan Arsy.
Hingga aksi mereka yang dulu terlihat sangat akur dan seperti sepasang sejoli padahal mereka saudara menarik perhatian sekitar...
" Abang! "
-
To be continued
So sorry buat yang nungguin author tadi malam, jujur aja author ketiduran karena habis minum pil yang ada efek sampingnya yaitu jadi ngantuk π
Author nggak tau lagi alergi apa? karena sampai sekarang masih dan lebih parahnya kenapa di jari manis author, huhuhu sedih tuh! galau juga πΆ
Kalian pasti mikir? kok loe galau terus sih thor? iya author galau karena usia author tuh masih ABG dan masa-masa sedang galau nya bukan karena pacar tapi karena Sekuel dari ELLE WEDDING Series jadinya molor belum author ketik karena author nggak bisa totalitas karena seperti yang author bilang tadi, jari manis author alergi dan di kasih salep jadinya kalau lagi ngetik, author terganggu πΆ
Dan sebentar lagi Extra Part nya akan selesai genks, bantu author dengan Like ya karena author haus akan Like π€
Author sukak dengan komentar kalian dan sudah author baca lewat Notifikasi π
Nanti kalau radak senggang author bakal balas okeh!π
Hari ini 1 bab dulu ya genks, doa kan author bisa bikin draft dari Novel ini biar cepat-cepat author publis π
See you tomorrowβ€οΈ
__ADS_1
Thank you :)