
ELLE WEDDING
[Episode 48 ~ Again And Again]
Again and again \= Lagi dan lagi
Arsya
Ia masih berada di dalam rumah dan sejak semalam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, memejamkan mata lalu terbangun lagi seperti itu terus hingga menjelang.
Sejak pertengkaran nya dengan Elle tadi malam ia sungguh kegelisahan dan khawatir dengan keadaan Elle.
Benarkah ia hanya khawatir saja?
Tidak ada hal yang lain seperti, jatuh cinta?
Oh ****!
" Abang kok melamun pagi-pagi? " kata Sha yang langsung membuat nya tersentak seketika dan sadar kalau saat ini sedang berada di dalam kamar dengan Sha yang sedang menggendong baby Arsy di gendongan nya.
Pemandangan yang begitu menyejukkan matanya.
Ia juga perlu membicarakan sesuatu dengan Sha karena semalam ia pulang larut malam karena masih di depan pintu kamar Elle dan mendengar tangisan yang memilukan.
Mengingat itu ia menjadi sangat sedih.
Karena mau bertanggung jawab seperti apapun itu Elle tetaplah korban yang tersakiti dan terluka terus-menerus.
Karena ia tidak bisa memberikan kebahagiaan.
-
Disinilah ia berada, di dalam ruang kerjanya dengan Sha yang ia dudukan di meja dan ia duduk di sofa jadi mereka bisa berhadap-hadapan saat berbicara.
" Elle gimana Abang? " tanya Sha dengan senyuman manis dengan tangan yang saling menggenggam mesra.
Sha tau kalau saat ia mengajak ke ruang kerjanya untuk membahas ini jadi tidak terlalu bertele-tele.
" Tidak baik. " Katanya sambil mengingat semalam.
Elle yang tiba-tiba saja merasakan sakit perut karena ia membahas tentang bertanggung jawab.
" Ia Sha tau kalau nggak ada yang baik di sini, maksudnya apakah Elle mau Abang bertanggung jawab pada nya? " tanya Sha dengan wajah entahlah, karena ia yakin kalau Sha juga merasakan sakit hati tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena semua sudah terjadi.
Yang bisa ia lakukan adalah tetap bersama Sha apapun yang terjadi.
" Elle tetap kekeh nggak mau Sha. " Katanya lagi mengingat bagaimana keras kepala Elle dan ia pun tidak punya cara untuk membujuk Elle.
" Bawa aku bertemu dengan Elle. " Kata Sha yang langsung membuat nya ternganga seketika.
Apa yang akan terjadi?
-
Setelah mengatakan...
" Bawa aku bertemu dengan Elle. "
Ia langsung membawa Sha ke rumah di mana tempat tinggal Elle.
__ADS_1
Dan saat ia bertanya...
" Mau apa Sha? " tanya dengan penasaran Sha hanya menjawab...
" Aku akan berbicara dulu dengan Elle. " Kata Sha dengan tenang.
Apakah ada perebutan?
Dan disinilah mereka berada di dalam ruang tamu dan duduk di sofa dengan Elle duduk sendiri di single sofa sedang ia dan Sha duduk berdampingan.
Bahkan sejak kedatangan nya dengan Sha pun, Elle selalu memasang wajah jengah dan juga malas kepada mereka.
Bahkan di ruang tamu hanya ada kesunyian yang ada, Sha selalu memperhatikan gerak-gerik Elle, dan Elle?
Dia menjadi sangat acuh, bodoamat dan tidak memperdulikan Sha yang daritadi melihat ke arahnya.
Masih sunyi di ruang keluarga ini hingga suara Sha langsung membuatnya menoleh...
" Tinggalkan aku berbicara empat mata dengan Elle dulu, Abang. " Kata Sha.
Dan mau tidak mau ia pun segera bangkit dari duduknya dan mengarah ke dapur untuk mencari minum karena sejak duduk di ruang tamu Elle bahkan tidak menawari minum.
Shaila
Ia melihat ke arah Elle dengan tatapan tidak berpaling sedikit pun dan Elle malah bersikap acuh tak acuh.
Elle benar-benar wanita berbeda dengan wanita yang sering ingin menjerat Abang Ars dan menjebak Abang Ars.
Bahkan saat sudah hamil begini saja Elle bersikap seolah-olah tidak membutuhkan Abang Ars di sampingnya.
Strong women! (Wanita kuat!)
Bahkan Elle menghindar dan pergi karena tidak ingin Abang Ars mengetahui kehamilannya.
Sungguh tidak bergantung dengan orang lain.
Hm!
Dehem nya dan pertama kalinya ia membuka suara setelah beberapa saat ia terdiam karena ingin menilai karakter Elle.
Dan Elle hanya menoleh sedikit saat mendengar deheman nya.
" Aku ingin bicara. " Katanya dengan menatap Elle.
" Bicaralah! " kata Elle dengan acuh tak acuh dan sekarang melihat ke arah nya.
" Tapi kalau kamu ingin membicarakan tentang pertanggungjawaban itu, aku sungguh tidak mau. " Kata Elle yang langsung membuat nya terkejut.
Bahkan Elle menolak, Abang Ars ingin bertanggung jawab!
" Kenapa? " tanyanya bingung.
" Oh ayolah kamu nggak usah naif dan sok polos, dengan bertanya kenapa? " kata Elle dengan tersenyum remeh dan mata sambil menatap ke arahnya.
Naif dan sok polos?
" Aku tau kau pasti sakit hati saat suami mu mau menikah dengan wanita lain dengan kata-kata bertanggung jawab. " Kata Elle yang langsung menusuk hatinya.
Memang ia sakit hati tapi walaupun bagiamana pun Abang Ars adalah suaminya dan ia harus mempertahankan rumah tangganya karena ia memikirkan naaib Arsy, tidak mungkin ia membiarkan Arsy tumbuh tanpa keluarga yang lengkap.
Tidak!
__ADS_1
" Kau tak perlu bersikap dermawan dan juga terlalu baik, secukupnya saja... bersikap seperti itu? karena itu akan membuat orang lain mem bodoh i mu seperti sekarang ini. " Kata Elle yang menusuk relung hatinya.
Kenapa Elle mengetahui semua isi hatinya?
Apakah karena sesama wanita?
" Kau terlalu bodoh hingga tidak membedakan mana yang bodoh dan di mana baik, seperti sekarang... walaupun suami mu sudah selingkuh kamu tetap memafkan dan sekarang datang dan membujuk seorang wanita yang telah mengandung anak dari suamimu agar mau di nikahi oleh suami mu itu, bukankah itu bodoh? " kata Elle dengan tatapan datar ke arahnya.
Ia tidak bisa mengatakan apapun.
" Karena... " katanya terpotong karena Elle keburu berbicara lagi.
" Seharusnya kamu go (pergi) karena berkhianat itu nggak banget. " Kata Elle dengan tetap dengan tatapan datar.
" Tapi kau terlalu baik hingga membujuk ku untuk menikah dengan pria yang jelas-jelas sudah ber istri dan memiliki seorang anak dengan alasan bertanggung jawab? " kata Elle lagi dengan tatapan entahlah...
" Bukankah itu akan menjadikan aku sebagai penghancur rumah tangga orang lain dan juga sebagai orang ketiga, bahkan aku sampai mengandung seperti ini karena niat baik ku untuk membantu malah berkahir menjadi malapetaka dan mengubah hidup ku, apakah kamu nggak takut terkena malapetaka karena terlalu baik dan juga niat yang kamu pikirkan sekarang? " kata Elle yang membuat nya terkejut dengan kata-kata...
" Niat baik berakhir menjadi malapetaka? " yang langsung membuat nya terdiam seketika.
Apakah memang aku terlalu naif dan juga terlalu polos?
" Jawab ku tetap tidak apapun bentuk pertanggungjawaban itu karena aku sama sekali tidak ingin berhubungan dengan malapetaka itu, aku hanya ingin hidup tenang seperti kehidupan ku dulu dan silahkan pergi dari sini karena tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. " Kata Elle yang langsung berdiri dari duduk dan berjalan ke arah kamar dengan perut buncit yang membuat nya terdiam.
Hingga Elle sudah menutup pintu ia masih terdiam dan enggan beranjak dan tiba-tiba saja matanya sudah berkaca-kaca karena sungguh ingin menangis.
-
Di dalam perjalanan pulang ia terdiam karena sedang berfikir.
Saat melihat Elle yang kekeh dengan mengatakan tidak, sungguh membuatnya... hm!
Dan sejak tadi ia juga melihat kalau Abang Ars sedang melihat ke arahnya tapi ia memilih untuk diam dan tak mengatakan apapun itu.
Lebih memilih diam dan juga melihat pemandangan di luar jendela.
-
" Gimana Sha? " tanya Abang Ars saat mereka sudah sampai rumah.
Mungkin karena daritadi ia terdiam jadi membuat Abang Ars bingung dan bertanya-tanya.
Tapi memilih untuk diam dan melangkah kaki nya ke arah sofa dan duduk di sana sambil menyadarkan badannya yang terasa berat di sandaran sofa akibat pukulan telak untuknya tadi.
" Abang harus tetap tanggungjawab. " Katanya pada Abang Ars padahal tadi jelas-jelas kalau Elle menolak.
Kenapa ia juga ikut kekeh?
-
Kekeh \= Keras kepala.
-
*Eyaaa!
Mulai seru nggak?š¤£
Elle si keras kepala
Sha si naif
__ADS_1
Arsya si serakah
Namanya juga manusia š*