ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Ella Yg Malang ~ Extra Part


__ADS_3

...Extra Part...


...Aku Melepaskanmu but, I Love You...


...-...


...-...


...[Ella Yg Malang]...


Sekarang Arsya menyadari bagiamana rasanya sakit hati yang di alami Elle.


" Kenapa menjadi seperti ini La, kenapa kamu pergi ke club dan berakhir seperti ini? " tanya Elle yang baru punya kesempatan untuk berbicara kepada Ella yang terlihat syok di dalam kamar sedangkan Pras sedang di obati di dalam kamar, Ella dan Pras akan menikah siri malam ini juga akan menikah resmi pada pagi hari nya.


" Aku tidak tau Buk, saat aku terbangun sudah berada di atas ranjang tapi yang tidur dengan aku bukan Abang karena aku bisa tau itu Abang atau bukan dari bau badannya. " Ucap Ella yang tidak membeberkan kalau Ella tidur dengan saudaranya sendiri dan secara tidak langsung, Ella membenarkan kalau malam itu Ella tidur dengan Pras, sahabat Arsya yang umurnya jauh lebih tua dari Ella dan Pras bukanlah pria tua yang tampan tapi pria tua yang sesungguhnya, bisa kalian bayangkan sendiri.


Hm...


" Maafkan Ella Buk, udah bikin malu Ibuk. " Ucap Ella sambil menangis sambil memeluk kaki sang Ibuk dengan tangisan yang terdengar pilu dan Elle yang mendengar itu ikut meneteskan air mata dan dengan perlahan Elle mengatakan...


" Memang Pras adalah pria tua, tapi setidaknya Pras bukanlah pria beristri. " Ucap Elle dengan terkekeh, ini bukanlah sejarah terulang lagi tapi Ella yang malang.


" Maafkan Ella. " Ucap Ella lagi yang enggan untuk menjawab perkataan Elle itu.


" Udah La, jangan nangis terus nanti mau nikah. " Ucap Elle lagi sambil menarik Ella agar duduk di sampingnya dan langsung mengelap air mata Ella.


-


-


-


-


-


Sudah seminggu sejak Ella menikah dan sejak saat itu juga urusan tentang pernikahan Ella secara hukum juga sedang di urus.


Hancur sudah, hancur harapan dan agenda Elle yang ingin segera pulang ke Ibu Kota tapi tidak jadi karena Ella sudah menikah dan otomatis ikut sang suami dan Elle sekarang seperti gadis atau janda?


Karena memang hanya tersisa dirinya sendiri, sepi dan sendiri.


" Ella udah ada suami Ell, sekarang giliran loe bahagia sama Rio, udah terima Rio aja karena Ella pun akan setuju demi kebahagiaan mu dan Masha juga suka sama kamu Ell. " Ucap Tante Nana pada suatu hari yang panas dan terik tapi hati Elle tetap dingin dan beku, enggan membuka hati untuk siapapun yang mengetuk pintu, tetap keras kepala.


Hm...


" Bener tu Tan, sekarang perasaan loe gimana Ell? " tanya Dea yang ikut penasaran karena sedari tadi Elle terdiam saja enggan berkata-kata.

__ADS_1


" Sepi, patah hati. " Ucap Elle dengan singkat dan kembali melamun.


" Kalau sepi Tante ngerti tapi maksudnya patah hati tuh apa? Kamu patah hati kenapa? " tanya Tante Nana dengan bingung.


" Entahlah Tan. " Ucap Elle yang langsung beranjak berdiri dan pergi dari sana.


Elle perlu sendiri.


" Woy mau kemana? " tanya Dea saat melihat Elle pergi dan tanpa mengucapkan sepatah katapun, Elle pergi tanpa melihat ke arah belakang dengan tangan melambai ke arah Tante Nana dan Dea seolah-olah mengatakan... Bye!


" Lagi galau gitu amat yak Tan? " ucap Dea yang tidak habis pikir dengan kisah cinta Elle yang begitu rumit.


" Tante lihat Elle tuh kasihan, Ella masih muda udah nikah, sekarang Elle merasakan gimana rasanya masa tua dini. " Ucap Tante Nana yang terlihat sedih melihat punggung Elle yang perlahan menghilang dan mengatakan... Masa tua dini! Maksudnya apa tuh?


" Apaan tuh maksudnya masa tua dini? " ucap Dea yang bingung dengan perkataan Tante Nana.


" Ya belum terlalu tua tapi udah mau jadi nenek, merasakan kesepian di masa tua tapi terlalu cepat. " Ucap Tante Nana sambil melihat masa depan.


Dea hanya terdiam dan tidak menanggapi perkataan Tante Nana.


-


-


-


-


-


Semenjak Ella menikah karena Tragedi, Arsya menjadi semakin dingin kepada ketiga anaknya dan juga Sha bahkan soal ranjang saja sampai sekarang mereka tidak pernah melakukannya, Arsya tidak pernah melakukan hubungan suami-istri dan tidak memberikan nafkah biologis kepada Sha.


Entahlah! Perasaan Arsya mati!


" Daddy kenapa tuh bang? " tanya Alea kepada Adit dengan lirih tapi semua orang yang ada di meja makan bisa mendengarnya karena saking sunyi nya, suasananya sungguh horor!


Dan sebelum Adit membuka mulutnya untuk menjawab perkataan Alea, tiba-tiba saja suara kursi berderit karena orang duduk tiba-tiba berdiri.


" Tuh, Mommy juga kenapa tuh? " tanya Alea dengan bingung sedangkan Arsy hanya menghebuskan nafasnya perlahan.


Semenjak, Ella menikah dan semenjak kejadian tragedi itu, hubungan persaudaraan Arsy dengan Ella perlahan merenggang karena ulah nya sendiri.


Andai saja waktu itu tidak ke club, andai saja...


Semenjak seminggu ini, Arsy merasakan menyesal karena ulahnya Ella harus kena getahnya dan harus menikah muda.


Semenjak seminggu ini, Arsy terus saja mengatakan kata-kata... Andai saja dipikirannya padahal waktu tidak bisa di ulang dan itu sudah takdir.

__ADS_1


Dan tanpa menjawab pertanyaan Alea yang sedang bertanya sedari tadi dan Adit yang sibuk menjawab pertanyaan Alea, Arsy langsung berdiri dari duduknya dan segera pergi ke kamar.


Walaupun makanan yang Arsy makan tadi belum habis tapi perasaan sungguh merasakan tidak enak karena terus merasakan bersalah, makan pun merasakan tidak enak.


Arsy terus saja melangkah menuju kamar nya dan mengabaikan panggilan Alea yang sedari tadi memanggilnya.


" Udah dek, biarkan Abang menangkan diri dulu. " Ucap Adit yang tau kalau Arsy merasakan bersalah dan bertanggung jawab apa yang terjadi pada Ella.


Saat anak-anak sedang gundah dan penuh kebingungan di lantai bawah, maka Sha yang berada di lantai atas merasakan menang dan merasakan bahagia karena masalah yang telah menimpa Elle belakang ini.


Itu karma!


Sha malam ini menggunakan baju kurang bahan dan ingin menari dan terus melilit seperti ular sawah yang tidak akan bisa di lepaskan kalau sudah membelit.


Hm...


Sha masih duduk di depan meja rias sedangkan Arsya masih di kamar mandi untuk berganti baju tidur.


Ceklek!


Pintu terbuka dan Sha melihat Arsya yang melihat ke arah Sha dengan kaget.


" Pasti udah tegang. " Ucap Sha percaya diri padahal dalam hati Arsya mengatakan...


" Bisa-bisanya Sha mau menggodanya malam ini sedangkan anak-anak di bawah merasakan kebingungan apalagi Arsy yang merasakan bersalah, bukannya selalu ada untuk anak-anak malah sibuk berkembang biak. " Ucap Arsya dalam hati dan enggan melihat ke arah Sha.


" Abang... " ucap Sha dengan nada lirih dan terdengar seperti *******, Arsya yakin kalau Sha di bawah sana sudah basah padahal Arsya belum ngapa-ngapain.


Arsya masih diam saja dan membiarkan Sha memeluknya dengan sepuasnya, tapi Arsya langsung memegang pergelangan tangan Sha saat merasakan tangan Sha akan turun ke bawah, tepat di kelakian.


Tidak akan Arsya biarkan.


Tapi Sha tidak mau tau dan tetap memaksa hingga Arsya melepaskan diri dengan susah payah dan melihat ke arah Sha dengan kesal.


" Apa yang kamu inginkan Sha? " tanya Arsya tanpa tendeng aling-aling.


" Ya mau itu lah. " Ucap Sha malu-malu seperti mau malam pertama tapi bukannya merasakan gemas dengan sikap Sha itu, Arsya malah merasakan muak.


" Mau berkembang biak iya? Anak-anak di bawah yang lagi risau aja nggak kamu perdulikan, sekarang mau berkembang biak! Jangan semangat bikin nya aja Sha tapi di urus juga! " ucap Arsya penuh penekanan hingga membuat wajah Sha memerah, entah karena malu atau karena apa?


" Sekarang ganti baju dan tenangkan anak-anak! " ucap Arsya yang langsung keluar dari kamar dan...


-


To be continued


Okeh, besok lagi ya genks... ayo kasih komentar karena author sukak baca komentar kalian 😘

__ADS_1


Komentar kalian akan author baca kalau udah radak senggang, sekarang author lagi ngebut bikin draft buat Sekuel ELLE WEDDING Series dan juga Novel author yang ada di aplikasi sebelah belum author up, galau author tuh 😵


__ADS_2