
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...-...
...-...
...[Pulanglah Nak, Demi Ibu]...
Elle sekarang masih berada di rumah Tante Nana dengan ada Dea juga pastinya.
Mereka bertiga sudah menikah dan hanya Elle yang menjadi istri kedua dan sebentar lagi akan menjadi janda.
Pernikahan mereka bahagia, kecuali Elle pasti.
Mereka berdua sedang mengobrol seperti biasanya, anak-anak Tante Nana dan Dea ada dengan suami masing-masing dan Ella sudah besar jadi Elle tidak perlu khawatir.
" Gue tau kalau Rio Danuarta tuh suka sama Elle. " Kata Dea yang terkekeh senang.
Kenapa dia?
" Apaan sih ngaco. " Kata Elle menampik hal itu padahal sebagai seorang wanita, Elle tau! Tau kalau tatapan Rio kepadanya bukan tatapan seorang teman seperti Rio memandang Tante Nana dan juga Dea tapi Rio menatap Elle sebagai seorang pria yang menyukai wanita.
Tatapan jatuh cinta!
" Alah nggak usah pura-pura gendeng (bodoh) deh loe! Gue tau kalau loe juga tau kalau tatapan Rio ke loe itu tatapan cinta tapi loe pura-pura nggak tau dan nggak mau tau karena pasti loe mikir lagi, mikir mungkin nanti setelah saling tau kalian akan canggung kalau ketemu. " Kata Dea dengan ngotot dengan nada yang terdengar menyebalkan di telinga Elle, semenjak menikah dengan Sam, Dea terlihat sangat seperti pujangga cinta dan juga Mak comblang suka menjodohkan orang lain mentang-mentang sekarang Dea udah nikah.
" Elle gagal move on (melupakan) Arsya kalik De. " Kata Tante Nana dengan kekehan dan langsung di sambut Dea dengan senyuman jahil.
" Iya Tan, hahahaha memang pesona Arsya tuh nggak ada dua nya! Ya nggak Tan? " Kata Dea mengejek Elle dan meminta persetujuan Tante Nana dan di sambut dengan senyuman jahil Tante Nana.
Hm...
" Alah bacot loe De! Loe nggak tau gimana dulu loe bisa sama Sam? " kata Elle mengingat kan Dea tentang masa lalu di mana masa-masa perjuangan cinta.
Cinta yang hampir tidak tergapai.
Tapi akhirnya bisa di genggam walaupun dengan susah payah.
" Alah! Jangan mengingatkan masa lalu kek Ell. " Kata Dea dengan terkekeh.
" Dan sekarang aku berakhir happy ending (bahagia), loe kapan Ell? " kata Dea lagi.
" Akan tiba saatnya De, lihat saja. " Kata Elle dengan tersenyum dan menerawang jauh.
Hm...
" Bentar lagi ya Ell? " tanya Dea dan Elle menjawab dengan senyuman.
" Loe pulang ke Ibu Kota donk, setelah bertahun-tahun. " Kata Dea lagi.
" Iya De, nggak ada alasan gue disini... Gue mau hidup tenang di suatu tempat bersama dengan Ella. " Kata Elle yang sepertinya sudah mempersiapkan masa depannya dengan Ella.
" Kamu bakal ninggalin Tante sama Dea donk Ell. " Kata Tante Nana dengan sedih.
__ADS_1
" Ah, sekarang mah serba canggih Tan! Bisa video call setiap hari... Tante Nana sama Dea disini juga dengan keluarga masing-masing, dinikmati aja Tan. " Kata Elle dengan senyuman sedih.
Tante Nana dengan Dea terdiam dan Elle mengatakan lagi...
" Aku merasakan semakin tua, kesini dari umur 19 tahun dan sekarang Ella saja sudah 17 tahun... Bertahun-tahun aku jalani dengan harapan kedepannya aku bisa lebih bahagia walaupun hanya bersama dengan Ella karena alasan aku bertahan juga karena Ella tapi Arsy, Adit dan Alea juga berpengaruh dengan keputusan ku, mereka memang bukan anak kandung ku... Tapi, sungguh aku menyanyangi mereka seperti aku menyayangi Ella tidak ada yang aku bedakan. " Kata Elle dengan mata yang sudah memerah karena merasakan @$@_@&
Bodoh! Dan terlalu munafik!
" Apapun yang terjadi kita selalu ada di belakang kamu Ell. " Kata Dea dengan memeluk Elle dan dan ikuti Tante Nana.
Mereka berpelukan dengan tangisan, Dea yang awalnya merasakan sakit hati dalam cinta kini berkahir bahasa.
Tante Nana yang awalnya di khianati dan tidak percaya akan cinta, kini mendapatkan cinta yang tulus, true love (cinta sejati).
Tapi masih ada Elle yang malang, Kisah cinta yang bertahun-tahun terjadi hingga sekarang, tidak membuat Elle bahagia.
Elle merasakan tertekan tapi harus berusaha kuat karena alasan Elle kuat adalah Ella.
Kisah cinta tidak bisa memilih, saling mencintai tapi masih ada jarak.
Masih ada problem (masalah) diantara Elle dan Arsya.
Hingga suatu hari nanti yang tertulis di dalam perjanjian akhirnya tiba, sebentar lagi...
Tapi masih ada debaran cinta antara Elle dan Arsya!
Apa yang harus lakukan?
Tetap bersama tapi akan menyakiti Sha.
Mereka berpisah, berarti membohongi diri sendiri.
Mereka saling mencintai tapi tidak ada celah untuk mereka, tidak ada celah untuk Elle dan Arsya untuk bersatu.
Jodoh, jodoh pasti kembali.
Hanya ada satu tulang rusuk, tidak akan tertukar.
Mereka bertiga masih menangis sambil berpelukan.
Persahabatan yang datang tak terduga tapi begitu tulus, hingga sampai sekarang.
Saat salah satu merasakan sedih maka yang lainnya juga merasakan hal yang sama.
Mereka masih terisak seperti menangisi takdir yang terlihat begitu jahat!
Masa muda di habiskan dengan berkorban.
-
-
-
-
__ADS_1
-
-
Elle tau, setelah pertengkaran di rumah waktu itu... Arsy belum juga pulang karena setelah Elle suruh pulang Arsy masih enggan.
Ada apa dengan Arsy?
" Apakah Arsy trauma? " tanya Elle dalam hati.
" Arsy ada di kamar Ell, coba lihat. " Kaga Sam saat Elle, dan Tante Nana berkunjung ke rumah Dea.
Kenapa di rumah Dea? Karena ada sepupu Arsy keponakan dari Sam yang kebetulan sedang menginap.
Dan dengan mengagukkan kepalanya, Elle membuka pintu perlahan, Elle melihat Arsy yang terdiam di pintu balkon sambil memandang ketinggian dari balkon sini.
" Abang? " panggil Elle pelan pada Arsy.
Elle melihat Arsy yang tersentak kaget berarti Arsy sedang tidak melamun.
" Ibu, sini duduk. " Kata Arsy sambil menggandeng tangan Elle menuju ayunan.
Arsy dan Elle duduk di sana sambil melihat ke arah depan dengan kesunyian yang ada.
" Abang, pulang sama Ibu yuk. " Ajak Elle setelah beberapa saat terdiam dan Elle menggegam tangan Arsy.
" Abang, nggak bisa pulang sekarang Ibu. " Kata Arsy dengan tenang tapi Elle bisa melihat kesedihan yang ada di mata Arsy itu.
" Abang kenapa hm? Kenapa nggak mau pulang? Ibu bilang hanya satu hari aja nginap di luar tapi ini sudah seminggu Abang... Apa karena Daddy iya? Kalau soal itu biar Ibu yang urus... Adik-adik udah kangen sama Abang, apalagi Ella. " Kata Elle membujuk Arsy.
" Abang belum siap Ibu, Ibu terlihat bahagia padahal sebentar lagi akan meninggalkan Abang, Adit dan Alea dengan pergi bersama Elle? Apa yang harus Abang lakukan, nggak ada Ibu... Karena Abang masih tidak berdaya, Abang tidak berdaya dengan keadaan. " Kata Arsy dengan pelan dan mata yang sudah memerah karena menahan kesedihannya.
" Maafkan Ibu, maafkan Ibu... Abang. " Kata Elle yang memeluk tubuh Arsy yang sekarang sudah hampir menyamai tubuh Arsya dan memeluk Arsy dengan tangisan yang berusaha Elle tahan, tapi tetap saja keluar, Arsy masih bisa mendengar isakan Elle.
Arsy merasakan...
" Pulanglah Nak, demi Ibu. " Kata Elle dengan sesenggukan dan berkata lirih.
Arsy bisa mendengarnya karena setelah mendengarkan suara Elle yang terdengar memilukan itu, Arsy memeluk sang Ibu dengan erat.
" Maafkan Abang, Abang nggak bisa pulang sekarang... Abang perlu menyendiri Ibu, Abang nggak siap jika Ibu pergi dari hidup Abang, Ibu selalu menyanyangi Abang dengan adik-adik tanpa pilih kasih ataupun pamrih. " Kata Arsy dengan lirih.
Sekarang pelukan sudah terlepas, Arsy tidak mengeluarkan air mata tapi mata memerah Arsy bisa menjabarkan semuanya, Arsy sekarang sibuk menghapus air mata sang Ibu walaupun air mata itu tetap saja terus berjatuhan.
" Mommy juga menyayangi Abang dan adik-adik. " Kata Elle dengan sesenggukan tapi Arsy hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.
" Ibu yang terbaik, Abang nggak bisa kehilangan Ibu... Bolehkah Abang ikut Ibu saja? " tanya Arsy pada Elle.
" Bagaimana dengan Mommy, bagaimana dengan Daddy? Abang harus bijaksana karena Abang mempunyai dua adik yang sangat membutuhkan Abang mereka, saat nanti Ibu... "
-
-
-
__ADS_1
Seneng nggak double up? author lagi gabut š
LIKE ya genks š