
ELLE WEDDING
[Episode 33 ~ What Is Love?]
What Is Love \= Apa Itu Cinta?
Elle
Plak!
Ia meringis sambil memegang pipinya yang merah dan menundukkan kepalanya karena ia tidak tau harus berbuat apa.
" Ya ampun Ell, kamu tuh harusnya katakan sama Tante apa yang terjadi sama kamu. " Kata Tante Nana begitu frustasi saat mengetahui kalau ia sedang mengandung.
Dan ia mengandung karena di perkosa membuat Tante Nana semakin meradang.
" Sekarang ayok kita laporin ke polisi, ini tuh udah termasuk pelecehan dan pemerkosaan. " Kata Tante Nana dengan menggandeng tangannya untuk segera ke kantor polisi untuk melaporkan.
" Tante. " Ia langsung bersimpuh di kaki Tante, bagaimanapun ia malu harus mengakui kalau ia adalah korban pemerkosaan.
Ia menangis sambil memeluk kaki Tante Nana dan mengatakan...
" Tante, aku mau semua ini hanya di antara kita saja, antara Tante, aku dan Dea. " Katanya dengan melirik Dea yang daritadi melihat pertengkarannya dengan Tante Nana.
" Tante nggak setuju Ell. " Kata Tante Nana dengan menggeleng.
" Bagaimana kamu bisa melepaskan pelaku pemerkosaan itu hidup tenang begitu saja? Dia harus di hukum karena kejahatan yang telah diperbuatnya. " Kata Tante Nana sambil memandangnya bingung.
" Aku hanya ingin hidup tenang Tan, ini memang sudah takdir ku. " Katanya lagi.
Bagaimana mungkin ia harus menemui pria yang telah memperkosanya dan mengatakan...
" Aku hamil. "
Tidak ia tidak bisa, karena ia juga tau kalau Abang Ars sudah memiliki istri dan memiliki anak dan keluarga bahagia.
Ia tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain.
Dan ia yakin, kalaupun ia mengatakan kepada Abang Ars, ia yakin sekali Abang Ars pasti akan bingung mau berbuat apa.
Ia cukup dengan hidup nya sendiri.
Ia tidak ingin bergantung kepada orang lain, dan mengharapkan seseorang dari orang lain, sesuatu yang tidak pasti.
Bukan tidak pasti, sesuatu yang tidak mungkin, tidak mungkin Abang Ars mau bertanggungjawab.
Ia tidak ingin menjadi perempuan yang menyedihkan.
Mengemis cinta, mengemis pada seorang pria agar mau menikahi nya.
" Siapa yang melakukannya Ell? apakah kamu mengenal orangnya? " tanya Tante Nana yang mengabaikan perkataannya tadi.
Deg!
Bagai seperti terjatuh, ia terdiam.
Memang ia menyembunyikan dari Tante Nana dan Dea, siapa pelakunya.
Karena ia tidak ingin terjadi masalah, mungkin ia tidak mengingkan siapapun yang tau selain dirinya.
__ADS_1
Biarkan dia saja yang tau.
" Elle jawab! " kata Tante Nana lagi tapi ia hanya diam sambil menggeleng kepalanya.
" Kamu nggak mau kasih tau Tante? " tanya Tante Nana dengan nada tidak percaya.
Dan ia hanya menggeleng sambil memandang Tante Nana dan mengatakan...
" Biarkan aku saja yang tau Tan, ini adalah aib! " katanya dan dengan segera pergi dari ruang tamu dan menjauh dari Tante Nana yang memanggilnya.
Tapi ia tidak peduli karena sudah bulat dengan keputusannya.
----
" Sekarang kamu mau gimana? " tanya Tante Nana dengan kepala dingin.
Setelah pertengkaran tadi siang dan berfikir sendiri-sendiri, Tante Nana akhirnya mengalah dengan keputusannya untuk tetap diam dan membesarkan anaknya sendiri, sebagai single mom (orang tua tunggal).
" Aku akan pindah dari Ibu Kota Tan, mungkin ke pedesaan karena aku ingin menghindari beberapa orang yang nanti tidak sengaja melihat ku atau berpapasan dengan ku. " Katanya sambil minum teh hangat.
" Jangan ke pedesaan Ell, Tante dan Dea tidak berasal dari sana dan kalau pergi ke desa kamu itu sangat tidak mungkin. " Kata Tante Nana sedang berfikir.
" Dan yang pasti tidak ada yang menemani mu nanti selama kehamilan kalau jauh dari kita. " Kata Tante Nana lagi dan memang benar apa yang dikatakannya.
" Kamu pindah rumah aja, yang rumah halamannya luas dan juga asri, pokoknya suasana alam lah, biar kamu merasakan daerah pedesaan. " Kata Tante Nana dan ia hanya mengangguk mengiyakan, lagi pula ia juga harus tetap bekerja kan.
---
Oek oek eok!
Ia muntah-muntah di pagi hari, ini terjadi saat ia terbangun di pagi hari.
Ia sedang di rumah sendiri, sebenarnya Dea dan juga Tante Nana menawari untuk bergantian menginap di rumahnya tapi ia menolak karena tidak ingin merepotkan cukup saat siang hari saja Tante Nana dan Dea kesini, berganti untuk menemani nya.
" Kamu jadilah anak yang baik Nak. " Katanya sambil mengelus perutnya yang masih datar dengan kepala yang bersandar pada tembok kamar mandi.
Ia janji akan memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya kelak!
Dan ia tidak membiarkan anaknya mengalami apa yang dialaminya, cukup sampai dia saja.
---
What Is Love?
Entahlah ia pun tidak tau karena sekarang ia sedang sebal karena suara Dea yang begitu menyebalkan mengomentari jalan cerita sebuah sinetron.
" Ish gitu aja langsung pergi, seharusnya tuh di samperin terus langsung di labrak. " Kata Dea entah yang keberapa kalinya dan ia mendengarnya sudah mulai jengah.
" Berisik banget sih De. " Katanya sebal karena sudah daritadi mendengar komentar.
" Ish apaan sih Ell, udah deh kamu lihat aja. " Kata Dea dengan mata yang tidak berpaling dari layar televisi.
" Gimana mau lihat? Kalau suara kamu selalu menggangu dengan komentar-komentar yang menyebalkan. " Katanya sebal.
" Loh, kalau nonton terus nggak komentar ya nggak asik. " Kata Dea lagi mencoba membela diri.
" Emang kira kamu nonton bola apa? harus ada komentar, lagian ini tuh nonton sinetron jadinya harus diem jadi bisa fokus sama jalan cerita. " Katanya mengemukan pendapat.
" Lagian dia tuh pergi, karena perasaan nya tersakiti lihat suaminya lagi mesra sama wanita lain ya walaupun cuma salah paham. " Kata berkomentar yang langsung membuat Dea melongo.
" Wah tumben ikut komentar Ell. " Katanya takjub.
__ADS_1
Ya ampun!
" Ini kita bakalan jadi Trio komentator kalau kamu sekarang ikut komentar. " Kata Dea yang terdengar semakin menyebalkan.
Ia pun berdecak dan segera pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar.
--
Ia sedang rebahan di kamar dengan tangannya yang mengelus perutnya yang masih datar.
" Ell gue pulang dulu ya! " kata Dea sambil mengetuk pintu kamarnya.
" Iya! " Katanya dengan berteriak.
Dan setelah Dea pergi ia masih rebahan di kamar dan memandangi langit-langit kamarnya dan merenung.
" Bantu Mama jadi Mama yang baik untuk kamu nak. " Katanya sambil mengelus perut datarnya itu.
Dan karena merasa kelelahan karena hamil muda ia pun tanpa sadar memejamkan mata dan tertidur.
Tidur sangat menyenangkan untuknya karena dengan tidur, ia bisa melupakan semua permasalahan dengan sejenak.
Tenang dan tentram.
Tanpa memikirkan beban hidup, tanpa memiliki sakit hati.
Sendiri dan sepi.
Arsya
*Ia melihat Sha yang tertidur setelah melakukan hal yang melelahkan dan berakhir dengan keringat yang terlihat di sepanjang permukaan kulit dan juga mendapatkan kenikmatan duniawi.
Ia masih memeluk Sha sambil sesekali mengecup kening dan merapikan rambut yang menutupi pipi Sha yang halus*.
Ia masih memandangi Sha dan memikirkan beberapa hal.
Termasuk memikirkan Elle, yang beberapa hari ini tidak ada kabar sama sekali, lebih tepatnya Elle menghilang seolah-olah di telan bumi.
Ia belum memastikan apakah Elle mengandung anaknya atau tidak?
Dan sekarang itu tidak bisa ia lakukan karena ia kehilangan jejak.
" Eh Abang... " kata Sha dengan suara serak dan melihat ke arahnya dengan tatapan mengantuk.
" Aku ganggu kamu ya? " tanyanya sambil mengecup kening Sha sekilas.
Apa yang ada dipikirannya?
Ia habis melakukan hubungan suami-istri dan setelah semua selesai ia malah memikirkan wanita lain dan tidak memikirkan tentang Sha, istrinya yang sekarang berada di dekapan karena kelelahan.
Ah ia sungguh brengsek!
" Tidur lagi Sha. " Katanya sambil mengeratkan pelukan dan memejamkan mata dan mulai tidur.
•
•
•
Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, VOTE dan komentar di bawah, biar aku semangat buat Up lagee :)
__ADS_1