
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...[Tidak Perlu Membantu]...
Arsya
" Mengenai pembicaraan kamu dengan Sheryl tadi. " Katanya dengan langsung yang membuat Sha langsung menatap matanya dan otomatis tubuh mereka berjarak.
" Jangan biarkan Sheryl mencemooh Elle seperti itu Sha, kamu yang tau bagaimana Elle orangnya bagaimana. " Katanya dengan tangan yang mengelus pipi Sha yang halus.
" Abang marah? " tanya Sha dengan nada polos dan entahlah...
" Tentu saja Abang marah, bagiamana pun Elle adalah istri Abang. " Katanya lagi sambil menatap mata Sha yang sekarang Sha juga menatap kearahnya dan ia bisa merasakan tubuh Sha yang menegang saat ia mengatakan... Istri Abang.
" Maafkan Abang, Sha. " Katanya sambil memeluk Sha dengan erat saat ia melihat Sha langsung menitikkan air mata.
" Elle juga istri Abang, bagaimana pun Abang harus adil. " Katanya lagi masih memeluk Sha dan ia merasakan tubuh Sha yang polos di balik selimut tebal ini yang langsung membuatnya memejamkan mata.
" Abang tidak bisa adil secara biologis kepada Elle tapi Abang akan melindungi Elle secara lisan yang mulai mencemooh Elle, Abang hanya melakukan hubungan suami-istri hanya pada ku saja Sha saat Abang sudah menikah dengan Elle karena Elle tidak mau menyakiti... " Katanya terpotong karena Sha semakin mengeratkan pelukan terhadap tubuhnya dengan isakan.
" Abang cinta Sha, tolong bantu Abang untuk melawan semua yang mulai mencemooh Elle, mulai mencemooh pernikahan kita. " Katanya lagi dengan lirih dan sesekali mengecupi pelipis Sha dengan sayang.
Dengan air mata yang masih saja turun dengan deras di pipi Sha, ia langsung memanggut bibir Sha dengan perlahan dan semakin dalam karena ia semakin menarik tengkuk Sha agar ia bisa leluasa dan mendominasi ciuman ini.
Dan ronde kedua pun terjadi dengan perasaan yang membuncah karena obrolan tadi.
Ia memperlakukan Sha like a queen (seperti ratu) di atas ranjang yang sebentar lagi akan acak-acakan karena ulah dua manusia yang sedang mabuk cinta ini.
Author pov
Elle sedang berada di dapur karena sedang menyiapkan sarapan, ini adalah hari libur dan seperti hari libur biasanya Elle langsung beres-beres rumah karena ini adalah gilirannya.
Elle bisa memakai jasa orang lain untuk membersihkan rumah dengan uang yang Elle punya dan Elle hasilkan sendiri.
Tapi Elle tidak ingin ada kesalahpahaman terjadi di pagi buta seperti ini karena Sha saja membersihkan rumah dengan tenaga sendiri kenapa ia malah menyuruh orang lain?
Dan pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan lagi.
Dan karena hari ini Elle tidak ingin membangkang dan ingin menuruti aturan yang ada ya sekali-kali lah.
__ADS_1
" Selamat pagi Elle. " Ucap Ars dan Sha secara bersamaan keluar dari kamar dengan wajah yang gembira tapi Elle tidak peduli dan lebih menjawab dengan biasa saja.
" Pagi juga, silahkan duduk dulu akan aku siapkan sarapannya. " Kata Elle yang langsung berlalu ke dapur untuk mengambil roti bakar yang ia buat tadi.
-
" Selamat pagi Bu Desainer. " Kata Rio entah darimana asalnya yang langsung membuat Elle kaget.
" Rio Danuarta kan? " kata Elle memastikan karena Elle tidak ingat dengan orang yang hanya baru satu kali ditemui maka dari itu Elle bertanya dulu, siapa tau salah orang.
" Elah cantik-cantik masa lupa sama Abang yang ganteng kayak aku. " Ucap Rio sambil menyisir rambut kebelakang seperti iklan shampoo.
" Hahahaha, emang kalau ganteng nggak boleh dilupain? " tanya Elle lagi dan segera melangkah karena mengobrol dengan Rio pasti akan lama.
" Elah canda Bu, jangan baper ya. " Seloroh Rio lagi dan ia hanya tertawa karena sudah tau kalau Rio adalah orang yang begitu humoris.
" Tau-tau, nggak masuk dalam gedung apa? Kok masih disini? " tanya Elle lagi saat Rio malah mengikuti Elle berjalan menuju ke ruang meeting.
" Elah lupa Bu, melihat Bu desainer membuat ku teralihkan dari dunia nyata. " Ucap Rio dengan penuh godaan tapi Elle hanya tertawa saja karena Elle tau kalau semua itu hanya candaan.
-
" Bu Elle. " Ucap Mr Shine saat melihat Elle melintas dan dengan otomatis Elle pun menoleh dan melihat kearah Mr Shine yang ternyata dengan beberapa orang dan termasuk... Arsya?
" Kenalkan ini Pak Arsya. " Ucap Mr Shine saat Elle mulai berkenalan dengan Abang Ars setelah tadi sudah berkenalan dengan yang lainya.
Dan seperti orang yang tidak kenal dan tidak pernah bertemu sebelumnya Elle mengatakan...
" Elle. " Kata Elle dengan senyuman tipis dan mengulurkan tangan seperti tadi.
" Arsya. " Jawab Arsya sambil mengulurkan tangan juga.
-
" Kenapa tadi pas di kantor pura-pura nggak kenal Abang, dek? " tanya Arsya saat berada di dapur dan Elle sekarang sedang membuat teh hangat.
" Ya kan emang kita udah sepakat kan bang, buat sembunyikan pernikahan ini... Ya kalik aku ngomong sama orang kalau aku istri kedua kamu ya nggak mungkin lah, pura-pura nggak kenal adalah pilihan yang terbaik. " Kata Elle tanpa merasa bersalah karena Elle tidak ingin Arsya berharap lebih pada perasaan cinta yang tidak mungkin bersatu ini.
" Bisa aja kan temenan aja. " Kekeh Arsya lagi dan tidak terima dengan tadi.
" Udahlah bang, lagian juga udah kelewat. " Kata Elle santai dan mengabaikan kemarahan Arsya.
" Aku mau... " kata Elle terhenti karena tiba-tiba Arsya memegang lengan Elle dan menatap Elle dengan tajam.
__ADS_1
" Abang. " Kata Elle yang kaget dengan reaksi Arsya yang marah.
" Kamu udah keterlaluan dek, Abang tuh suami kamu kalau adek lupa... Abang hanya mencoba bertanggung jawab dan membantu meringankan beban adek tapi kenapa sampai sekarang adek nggak memaafkan Abang, hm? " kata Arsya dengan marah dan semua unek-unek didalam hati dan pikiran Arsya langsung diungkapkan.
" Abang tidak perlu membantu aku, aku bisa sendiri... Dan karena ambisi Abang membantu aku, sekarang aku diposisi serba salah Abang, aku nggak bahagia, aku tertekan... Ini kan yang Abang mau? Aku mulai gila lalu, lama kelamaan aku mulai mati dan Abang membawa Ella pergi, siapa yang tersakiti Abang? " kata Elle lagi yang terasa sangat jengah dengan situasi rumah yang sangat membuat nya marah.
" Seperti Sheryl, apa Abang tau? Kalau kata-kata Sheryl pada Sha juga hanya karena ingin membantu tapi siapa yang di salahkan dan di cemooh, siapa? Aku, aku yang dicemooh dan omongkan sana-sini dalam keluarga besar Abang maupun Sha... Lalu apa yang Abang lakukan untuk aku? Nggak ada Abang. " Kata Elle yang mulai frustasi dengan keadaan yang ada dan dengan menyetak tangan Arsya yang sedari tadi mencengkram lengan Elle hingga sakit dan setelah lengan Elle terlepas Elle langsung masuk kedalam kamar dengan air mata yang terus saja mengalir.
Dan dirumah orang tua Sha, Sheryl dengan gaya sok serius terus saja mencemooh Elle dengan kata-kata...
" Dia tuh kerja. "
" Sedangkan Sha dirumah aja seperti pembantu tau nggak, aku nggak terima adik ku seperti itu. " Kata Sheryl dihadapan Abi, Umi dan sang suami yaitu Sam.
" Sheryl kamu terlalu ikut campur, biarkan Sha menyelesaikan masalah rumah tangganya sendiri, Sha udah dewasa dan tau apa yang dilakukan. " Kata Sam dengan bijak dan menenangkan hati Sheryl yang tengah hamil muda itu karena Sam tidak ingin Sheryl terlalu stress sedangkan Abi dan Umi hanya terdiam.
-
" Maafkan Akak ya Abang. " Kata Sha saat Arsya masih terdiam di dapur padahal Elle sudah masuk ke dalam kamar sejak tadi.
Arsya pun hanya terdiam tidak tau mau mengatakan apa membiarkan Sha mengatakan apapun yang ingin dikatakan dan membiarkan Sha memeluk Arsya walaupun Arsya tidak membalas pelukan Sha.
" Biarkan Abang sendiri dulu Sha. " Kata Arsya yang membuat Sha langsung semakin menangis apalagi saat Arysa melepaskan pelukan Sha dengan begitu saja dan Arsya langsung berlalu keruang kerja.
-
Sedangkan Elle yang berada di dalam kamar lebih memilih untuk menyumpal telinga dengan headset agar tidak mendengar semua obrolan tadi.
-
Aku tau apa yang aku tulis itu bikin kesal š
Tekan LIKE dan tinggalkan KOMENTAR walaupun hanya next-next aja...
Semoga hari Senin besok udah sampai 20k popularitas ya genks...
Dukungan kalian sangat berarti untuk kelanjutan novel ini šŖāļøā¤ļø
Oh ya hari ini author bakalan double up ya, agak malam...demi apa? demi kalian yang udah setia baca Novel ELLE WEDDING Series dari awal sampai sekarang dan juga para pembaca yang baru š
Doakan author yang lagi dikejar revisi sama ngetik draft semoga bisa kembali normal dan nggak terlalu banyak yang di ketik dalam satu hari šš¤
Biasanya ngetik lima bab perhari untuk 4 Novel tapi dua hari ini ngga selesai juga, jadinya numpuk... pokoknya apapun yang terjadi tetap semangat šŖāļøš¤
__ADS_1
Up lagi nanti malam ya genks...