
ELLE WEDDING
[Episode 15 ~ Curhat]
Elle
Ia termenung di depan meja kerja nya.
Ia sudah pulang dari KL dari seminggu yang lalu dan semenjak saat itu ia hanya mengabaikan pesan Abang Ars dan menjawab sesingkat mungkin seperti... Iya.
Dan karena ia masih ada kerja sama dengan Abang Ars ia tidak bisa mem blok no Abang Ars begitu saja.
Mungkin next time ia akan menyuruh temannya untuk menggantikan nya untuk meeting bersama Abang Ars.
Apakah kalian bertanya bagaimana akhirnya pertemuan nya dengan Akal Sha?
Ah entahlah... Iya mengatakan pada Akak Sha bahwa ia akan menjauhi Abang Ars tapi hati nya mengatakan hal lain seperti...
Cinta tidak pernah salah!
Tapi akal sehatnya mengatakan...
Don't (jangan) lakukan itu karena akan mengakibatkan seorang bayi yang bahkan belum lahir di dunia kehilangan keluarga lengkap nya karena Daddy nya berpaling ke wanita lain!
Yeah definisi pikiran yang sangat kalut.
" Ell, ngapain melamun? " tanya Tante Nana entah dari mana datangnya.
Dan ia hanya tersenyum tipis seakan-akan mengatakan... Im oke! (Aku baik-baik saja!)
" Elah diem aja Ell. " Kata Tante Nana dan enggan ia menjawab karena sangat malas untuk membahas apapun itu.
" Ell hari ini kalem amat, kayak anak hilang. " Kata Dea yang terdengar sangat garing di telinga nya.
" Apa sih De. " Kata nya ogah karena hari ini sedang bad mood (suasana hati buruk).
Sherly
Ia adalah kembaran nya Shaila yaitu Sheryl lebih tepatnya ia adalah Akak nya Shaila karena ia lahir sepuluh menit lebih dulu.
Yah walaupun begitu ia tetap seorang Akak walaupun jarak waktu lahir hanya sepuluh menit.
Ia melihat Sha yang termenung di belakang rumah.
Walaupun wajah nya masih tertutup niqab ia masih melihat dengan jelas guratan kesedihan di mata adik kembar nya itu... Ada apa?
Tapi saat ia mendekat dan menanyakan ada apa?
__ADS_1
Sha selalu mengatakan...Sha baik-baik saja Akak.
Yang membuat nya menghebuskan nafas perlahan!
Arsya
Ia masih mencoba meminta maaf pada Sha yang sejak pertengkaran mereka, Sha selalu menjawab perkataan nya dengan singkat bahkan terdengar enggan.
Dan melihat itu ia ikut sedih, bagaimana pun semuanya terjadi karena ulah nya sendiri.
" Biar Abang antar Sha, demi Allah kamu lagi hamil jangan membuat Abang cemas. " Kata nya lagi dengan nada frustasi setiap bantuan yang ia tawarkan pada Sha selalu di tolak mentah-mentah.
" Abang cemas? Seperti itulah cemas nya Sha saat Abang tertarik dengan rumput tetangga yang lebih muda dan hijau, seharusnya kalau Abang tidak membuat Sha cemas dan menyiksa batin Sha saat Sha sedang mengandung, ini terasa menyakitkan Abang... apalagi saat mengandung seperti ini ketika semua perasaan dalam hati lebih sensitif dari biasanya. " Kata Sha langsung menusuk hati nya lagi.
Apakah sesakit itu?
" Sha, Abang tidak melakukan hal apapun dengan Elle, kalau masalah Via itu sudah lama dan Sha juga sudah memaafkan Abang. " Kata nya lagi mencoba mendekati Sha dan merengkuh dan memeluk nya erat dan ternyata tidak di tepis Sha seperti biasanya.
" Kumohon jangan tinggalkan Sha, Abang... " kata Sha terisak-isak dengan wajah nya di tenggelamkan di dada bidang nya dan itu membuat nya semakin merasa bersalah.
" Never ever! (Tidak akan pernah!) " kata nya sambil mengecupi puncak kepala Sha yang berbalut hijab.
Dan hari ini Sha mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi karena kalau sampai mereka pisah akan menyangkut keluarga besar juga.
Yang pasti akan kecewa dengan mereka berdua karena perpisahan.
____
Dan sekarang tinggal keringat yang membasahi sekujur tubuh, ia merasakan puas akan kenikmatan tapi merasakan nagih dan ingin melakukan nya lagi.
Dengan keahlian nya yang selalu bisa menawan lawan jenis dengan segala pesona, ia melakukan hal yang menyenangkan di duniawi ini dengan cara memperlakukan Sha semanis mungkin dan senyaman mungkin untuk menerima hasrat kelakian nya yang tidak akan padam dalam dua jam kedepan.
Dan melakukan berkali-kali hingga ia merasakan lelah kemudian tertidur dengan kenikmatan yang memuaskan.
Elle
Ia sholat di sepertiga malam.
Sholat yang membuat nya lebih tenang dan memasrahkan semua kepada sang pemilik kehidupan.
Karena tulang rusuk tidak akan pernah tertukar ataupun tertukar.
Setelah sholat ia berdoa, ia selalu mengeluarkan keluh kesah nya sekaligus curhat kepada sang pemilik dan pencipta kehidupan semesta alam berserta isi nya ini.
Karena sang pemilik kehidupan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan nya.
Seperti kehidupan masa kecil nya yang penuh dengan iri dan dengki karena sebuah ketidakmampuan untuk memiliki apa yang di miliki teman nya saat ia masih kecil.
Tapi setelah beranjak dewasa ia lebih bersyukur dengan kehidupan ini, karena dengan bersyukur hidup nya lebih bahagia lebih tenang dan lebih...
__ADS_1
Setelah mengeluarkan keluh kesah nya sambil terisak di malam yang sunyi ini.
Setelah membaca Al-Qur'an dengan sesekali mengusap sudut mata nya yang berair.
Ia tidak melepaskan mukena dan tidak melipat lagi sajadah nya.
Ia merebahkan kepala di atas sajadah sambil termenung dan teringat akan kesedihan nya dua sampai tiga tahun lalu, di mana kesedihan yang begitu menyedihkan membuat nya kuat menghadapi kenyataan seperti sekarang.
Elle saat berumur enam belas tahun...
Malam ini begitu sunyi tapi tidak untuk sebuah keluarga di sebuah kontrakan kecil di Ibu Kota.
Di mana ada seorang pria yang sangat marah dan mengeluarkan semua pakaian dari dalam lemari sambil terus memaki.
Dan di sisi lain ada seorang wanita dengan mata yang terus mengeluarkan air mata melihat suami nya begitu marah dengan terus mengucapakan...
" Keluarkan baju loe dari lemari gue, besok ni lemari bakal gue jual. " Kata pria itu dengan sangat marah dan terus memaki dengan kasar.
" Dasar bajingan gila, stress. " Umpat seorang gadis belia yang baru berusia enam belas tahun dia adalah Elle.
Ia terus saja menangis sepanjang jalan nya karena merasakan tertekan melihat pertengkaran di kontrakan itu, melihat Buk'e dan Bapak tiri nya bertengkar dengan hebat di tengah malam yang sunyi.
Dan tanpa memperdulikan Buk'e yang terus mengejarnya karena sudah malam dan ini di Ibu Kota, kejahatan bisa terjadi, apalagi terhadap gadis belia seperti nya.
Tapi hati nya telanjur sakit melihat pertengkaran yang tidak tau waktu dan tidak tau malu.
" Ell, koe ape nong ndy? Iki wes bengi (Ell, kamu mau ke mana? ini udah malam). " Buk'e memanggil nya dengan berteriak yang membuat nya berhenti seketika.
" Nong di wae, seng penting nggak nong kontrakan iku... Pejoh! ra sudi aku (Di mana aja, yang penting nggak dikontrakkan itu... Cih! nggak Sudi aku). " Kata nya yang masih berusia belasan tahun tapi ia tidak sudi untuk berada di lingkungan yang membuat nya tertekan bahkan di samping Buk'e.
" Sabar. " Kata Buk'e tak kalah marah pada nya tapi ia tidak gentar, jiwa muda nya seakan meledak malam ini juga, malam yang mengubah segalanya...
" Aku nggak peduli, mau dia itu suami mu atau apalah itu! Aku sungguh tidak peduli seperti saat Buk'e nikah dengan dia tanpa berbicara dengan ku dulu, tanpa meminta ijin dulu pada ku karena bagaimanapun aku adalah anak mu! Aku sungguh tidak peduli, aku tidak ingin hidup seperti ini terus. " Kata nya dengan berteriak dan air mata nya terus berjatuhan.
" Nggak usah aneh-aneh Ell, ayok pulang. " Kata Buk'e meremehkan ucapan nya dan mencoba menggapai tangan nya tapi dengan segera ia menghindar.
" Buk'e harus tinggalkan dia! " kata nya penuh penekanan dan perkataan nya itu membuat Buk'e melotot ke arah nya, tapi ia tidak lagi peduli dan mengatakan keinginan nya.
" Hahahaha. " Tawa nya sumbang yang terdengar sangat keras di malam sunyi ini.
" Aku mengerti, dan jangan coba mencari ku lagi. " Kata nya pergi dari hadapan Buk'e walaupun terus saja Buk'e berteriak memanggil namanya, seperti yang ia katakan tadi ia sungguh tidak lagi peduli...
•
•
•
•
__ADS_1
Shalat tahajud adalah shalat sunah muakad yang didirikan pada malam hari atau seperti malam setelah terjaga dari tidur. Sumber Wikipedia.