ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Home


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 24 ~ Home]


Home \= Rumah


Elle


Ini yang dinamakan home sweet home (rumahku surgaku) walaupun ia tinggal sendiri di rumah minimalis ini, ia merasakan betah, nyaman, tentram dan tidak perlu mendengarkan suara pertengkaran yang keras kapanpun itu karena rumahnya di kawasan elit, di perumahan elit.


Ia termasuk seorang pengusaha muda yang sukses karena memiliki usaha sendiri dan cukup berkembang.


Ini ada blood, sweat and tears (darah, keringat dan air mata) nya.


Ada doa yang ia panjatkan setiap sujud kepada sang pencipta.


Untuk menjadi orang sukses di masa depan dan doa nya terkabul dengan usaha yang selalu ia lakukan seperti menghemat, pokoknya apapun yang mau di beli harus di list (daftar) apakah itu keperluan atau keinginan.


Dan setelah berfikir maka ia akan mendapatkan daftar keinginan dan baru akan belanja, itu kehidupannya beberapa tahun ini dan berbuah manis dengan kesuksesan nya.


Ia akan memasak sederhana untuk makan malam, makan malam sendiri dengan masakannya sendiri.


Walaupun ia mempunyai materi yang cukup, ia selalu hidup sederhana seperti yang ia lakukan dan seperti hidupnya dulu di kampung yaitu sederhana.


Ia membuat tempe sambal dan tumis kangkung.


Menu sederhana yang sangat menggugah seleranya bahkan ia nambah nasi berkali-kali.


" Ah kenyangnya. " Katanya sambil duduk di atas sofa di depan televisi yang ia nyalakan dengan acara televisi running man, acara permainan dengan di selingi komedi yang membuatnya tertawa berkali-kali.


__


Ia berada di kamarnya dan mencuci muka lalu setelah itu ia langsung memaki skincare (perawatan wajah) dan setelah selesai ia langsung tidur dan terlelap.


" Uh selamat pagi. " Katanya saat baru bangun setelah sholat subuh tadi pagi.


Ia bangun dengan ceria.


I like sunday (aku suka hari minggu)!


karena hari ini ia libur dari ruko maka ia akan melakukan...


For myself (untuk diri sendiri)!


Seperti maskeran dan pijat rileksasi, memanjakan tubuh agar lebih segar.


Dan setelah selesai ia akan menonton film lagi seperti yang ia sukai.


" *Iya halo De, ada apa? "


" Malas*. "


Ia langsung mematikan sambungan telepon dari Dea setelah mengucapkan salam.


Ia sungguh malas untuk pergi ke luar hari ini, jadi yang ia lakukan hanya tiduran di rumah, menikmati kesendiriannya yang begitu menyenangkan.


[*Suara kodok ~ pesan masuk]

__ADS_1


Unknown number (nomor tidak dikenal*)


" Assalamualaikum Elle, ini Pak de mu yang tinggal di Slening... mau ngenalin cowo, ini nomornya kamu kenalan sendiri ya. "


Ia sepaneng (terdiam) saat membaca pesan ini, bukan karena Pak de yang tidak pernah ia kenal tiba-tiba menghubunginya?


Bahkan tau karena namanya saja dari Mbah dan tidak pernah menghubunginya tiba-tiba menghubunginya.


Mengenalkan cowo?


Padahal ia tidak berniat untuk menjalin hubungan dengan siapapun bahkan ttm (teman tapi mesra) pernikahan Buk'e membuatnya berfikir seribu satu kali untuk memikirkan hal pernikahan, ia menikmati hidupnya sekarang.


Ia mendiami pesan itu tanpa niat untuk membalasnya.


" Nanti kalau serius juga mengirimkan pesan lagi. " Katanya dalam hati karena sungguh ia tidak memikirkan soal kekasih, ia seperti memiliki trauma, trauma masa lalu.


___


" Ealah berisik loe. " Katanya sewot saat melihat Dea ada di depan pintu dan membawa makanan.


" Kayak siapa aja loe, ketok pintu segala biasanya juga nyelonong masuk. " Decak nya karena hari ini mager (malas gerak).


" Cih! malas banget sih Ell... pantesan aja jomblo mulu loe. " Kata Dea dengan meledek.


" Heh ini mager nggak ada sangkut pautnya sama jomblo ya. " Katanya malas karena apapun yang ia lakukan dan katakan selalu saja Dea menyangkut pautkan dengan Jomblo.


" Ish ada lah Ell, karena mager, mager cari gebetan. " Kata Dea dengan meledek dan terkekeh saat mendengar perkataannya.


" Ish berisik loe, diem! gue mau nonton virgin river dulu. " Katanya sambil melanjutkan tontonan nya itu melihat series terbaru dari Netflix, series pertama dan kedua sudah ia tonton.


" Ah capeknya. " Katanya saat selesai menonton series kedua dari virgin river dan memilih rebahan di sofa sambil melihat langit-langit kamarnya.


" Daritadi gue juga di sini Ell, loe aja yang keasikan nonton sampai nggak ngeh (tau) kalau gue masih di sini. " Kata Dea dengan mata yang masih melihat layar laptopnya.


" Gabut nggak sih De? " katanya tiba-tiba saat beberapa saat tadi terdiam.


" Bisa gabut juga loe Ell? " tanya Dea meledek karena daritadi ia hanya fokus menonton televisi dengan asik.


" Bisa lah, namanya juga manusia. " Katanya enteng, se enteng kerupuk.


" Gabut, enaknya ngapain ya De? " tanyanya lagi dengan mata melihat ke langit-langit rumahnya yang bercat putih.


" Enaknya tidur, ini udah jam sebelas malam pok (bodoh) " kata Dea sewot lalu membereskan semua barang-barang dan menuju kamar.


Nyelonong kayak rumah sendiri.


" Kalau mau ngajak jalan daritadi pok (bodoh) bukannya udah mau tengah malam baru bilang gabut. " Gerutu Dea sambil menunju kamarnya.


" Ealah, sewot aja udah sono tidur, gue mau lanjutin nonton virgin river aja. " Katanya mengabaikan perkataan Dea.


---


" Kok loe keluar lagi De? " tanyanya bingung saat melihat Dea duduk dengan setoples camilan di pangkuannya.


" Belum ngantuk. " Kata Dea santai dan sambil memakan camilan.


Ia pun termenung melihat televisi itu yang menayangkan sebuah pemandangan yang luar indah.


" Jadi pengen camping ya Ell. " Kata Dea dengan mata melihat televisi.

__ADS_1


" Iya De, indah banget tauk nggak. " Katanya lagi membetulkan perkataan Dea.


" Di kampung loe ada pemandangan kayak gitu juga nggak Ell? " tanya Dea lagi menanyakan kampungnya.


" Iya, tapi biasa aja palingan banyak sawah udah. " Katanya lagi karena yang ia tau cuma sawah kalau mau ke gunung juga jauh.


" Nggak tau pasti deh. " Katanya lagi karena memang dulu sewaktu kecil ia bermain di sawah tapi semenjak beranjak sekolah menengah pertama ia jarang main dan lebih memilih untuk menonton televisi saja.


" Dih! di kampung sendiri masak nggak tau. " Kata Dea dengan mencibir.


" Bodoamat, lupa aku tuh. " Katanya biasa aja.


Dan obrolan tengah malam pun berlanjut begitu saja, ia dan Dea mengobrol dengan sesekali menertawakan Dea yang kadang bertanya padanya tapi dengan sewot dan maksa.


Apa coba maksudnya?


" Udah ah, gue mau tidur dulu ya Ell. " Kata Dea melangkah ke kamarnya yang ada di lantai bawah dan menyelonong karena sudah ngantuk berat.


Dan ia hanya geleng-geleng kepala melihat Dea yang seperti itu.


Dasar!


Ia masih menonton televisi setelah tiga puluh menit kemudian Dea masuk ke dalam kamar.


Dan dalam kesunyian malam dengan suara televisi yang kecil ia tersentak saat mendengar suara lagu...


Halsey ~ Without Me


" Bikin kaget aja. " Katanya pelan.


Dan melihat layar ponselnya yang menyala dan menampakkan sebuah nama yang begitu terlarang untuknya apalagi di tengah malam begini.


AbangArsyaOn calling...


Dan dengan ragu ia pun mengakat telfon itu dan merasa bingung karena background suara, ada suara yang bising seperti sedang pesta atau ke club malam?


" Halo? " katanya ragu.


" Ini Elle bukan? " tanya orang di seberang sana dan ia yakin sekali itu bukanlah Abang Ars karena menanyakan....


Ini Elle bukan?


" Iya, kenapa? " jawab singkat sambil berfikir...


Ada apakah gerangan?


" Ini gue Josh, temen nya Ars... dia lagi mabuk di club malam tapi dia selalu bergumam nama Elle, ini Elle yang dimaksud loe apa bukan? " tanya orang di seberang sana.


" Ya mana saya tau, tanyakan saja dengan yang bersangkutan. " Katanya jengah ya mana mungkin ia tau, siapa yang di maksud Elle itu Elle dirinya apa orang lain?


" Kesini bisa? " kata orang di seberang sana yang membuatnya ternganga seketika.





Habis baca WAJIB TEKEN LIKE, VOTE dan komentar di bawah :(

__ADS_1


__ADS_2