ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Ibu Bertahan Demi Kamu Nak...


__ADS_3

...ELLE WEDDING Series 2...


...Prahara Pernikahan...


...-...


...-...


...[Ibu Bertahan Demi Kamu Nak...]...


" Menurut ku, definisi mencintai itu seperti Ibu mencintai Daddy... Tetap tenang apapun yang terjadi walaupun dengan terang-terangan Mommy selalu mengumbar kemesraan di depan Ibu tapi Ibu selalu biasa saja bahkan tidak berpengaruh... But (karena) definisi mencintai yang sebenarnya adalah... Jika kamu mencintai, maka cintailah orang itu dengan sepenuh hati, walaupun kamu sendiri tau kalau mungkin cinta yang kamu tidak akan terbalas, tapi yah... ini adalah cinta yang selalu satu paket dengan namanya terluka. " Kata Arsy yang sedari tadi terdiam tapi kini mengatakan soal definisi cinta yang membuat sang Ibu yaitu Elle terdiam begitu juga dengan adik-adiknya.


" Walaupun rasanya sakit hati yang begitu dalam tapi sepadan dengan kebahagiaan orang yang kita cintai karena bisa bahagia dan penuh cinta walaupun bukan dengan kita. " Kata Arsy lagi semakin dalam.


" Ibu mencintai Daddy tapi yah cukup seperti itu karena Ibu tidak bisa melangkah lebih... bukan karena Ibu enggan berjuang untuk mendapatkan balasan cinta, tapi Ibu hanya berdiam saja bukan karena Ibu menyerah... Ibu hanya pasrah dengan takdir yang sedang berjalan karena jika Ibu tetap ngotot untuk mendekat ke arah Daddy, Ibu tau kalau Mommy yang akan tersakiti, bukan karena Ibu respect tapi karena Ibu tau kalau Ibu dan Mommy sama-sama wanita dan Ibu tidak ingin menyakiti hati wanita lainnya hanya demi kebahagiaan Ibu, itu egois.. Abang tau kalau Ibu dan Mommy tidak baik-baik saja tapi Ibu enggan mendekat ke arah Daddy hanya untuk membuat Mommy cemburu karena Ibu tau kalau sampai Ibu melakukan itu, bukan hanya Mommy yang cemburu tapi perasaan Ibu yang mungkin tidak bisa dikendalikan... Itu alasan kenapa Ibu hanya memiliki Ella sampai sekarang kan? " kata Arsy dengan panjang lebar dan semua yang di katakan Arsy benar.


Karet sejak tragedi cinta satu malam itu, baik Arsya maupun Elle tidak melakukan hubungan suami-istri lagi bahkan disaat mereka halal untuk melakukan itu.


Elle hanya merasakan tak pantas dan semakin baper dan jika suatu saat nanti kalau Elle harus meninggalkan keluarga ini akan sangat berat padahal di perjanjian sudah sangat jelas.


" Abang... " kata Elle dan segera memeluk Arsy.


" Ibu dan Ella akan pergi kan? Sebentar lagi hm? " tanya Arsy yang semakin membuat Elle terisak dan Elle mengatakan...


" Ibu bertahan demi kamu Nak... " kata Elle yang masih berpelukan dengan Arsy tapi tangan Elle yang satunya menggenggam tangan Ella dan mengatakan itu kepada Ella walaupun sekarang Elle sedang berpelukan dengan Arsy.


" Apapun yang terjadi, Ibu selalu ada untuk kalian... Kalian bisa nanti kapan-kapan berjumpa dengan Ibu, di desa Ibu. " Kata Elle dengan masih menangis dan memeluk Arsy sedangkan Alea dan Adit berpelukan tapi Ella masih berdiri di belakang Arsy dengan tangannya yang di pegang erat sang Ibu yaitu Elle.


" Bahkan, Ibu belum pergi saja sudah ada rencana... Bolehkah Abang ikut tanpa meminta ijin, seperti Ibu selalu membawa Ella... Sungguh! Abang sangat iri. " Kata Arsy dengan jujur dan kekehan tapi mata Arsy tidak bisa berbohong karena terus saja mengeluarkan air mata karena sungguh! Sangat sulit... Arsy tidak bisa berpisah dari sang Ibu dan juga adik tersayang nya yaitu Ella.

__ADS_1


" Jangan katakan hal itu, seharusnya Ella yang iri kepada Abang... Bukankah Abang tau cerita hadirnya Ella, Ella... " kata Elle yang tidak mengatakan ini kepada Arsy, walaupun sudah bertahun-tahun Elle masih merasakan sakit hati bahkan setelah bertahun-tahun dan menghabiskan masa mudanya dengan memiliki anak, pada akhirnya... pada akhirnya Elle akan berpisah/cerai setelah perjalanan yang panjang, terbang bebas.


" Abang tau, Abang ngerti... Walaupun Daddy tidak bisa di maafkan tapi Abang tetap meminta maaf walaupun maaf Abang nggak bisa mengubah apapun. " Kata Arsy yang terus meneteskan air mata, sedari tadi adik-adik hanya mendengar dan melihat Arsy dan Elle saling menyahut perkataan tanpa ada yang menyela karena mereka tidak bisa berkata-kata... Ini sungguh menyedihkan!


" Bisakah Abang ikut Ibu saja? " tanya Arsy lagi karena ucapannya tadi tidak dijawab Elle.


Dan dengan berurai air mata Elle menggelengkan kepalanya dengan menghapus air mata walaupun masih terus saja turun dan Elle mengatakan...


" Pikirkan Mommy mu, Abang... Bagaimana dengan Mommy, Abang nggak boleh meninggalkan Mommy hanya demi Ibu... Abang boleh berkunjung sesekali ke tempat Ibu kalau Abang begitu rindu Ibu atau kita bisa video call sekarang sudah serba bisa, instan dan gampang. " Kata Elle yang sekarang sudah melepas pelukan Arsy.


" Pesan Ibu, Abang jangan pernah salah pergaulan karena bisa membuat diri Abang sendiri rugi dan jangan lakukan di lakukan Daddy pada Ibu, itu bisa merusak anak gadis orang yang masih mempunyai mimpi dan cita-cita yang harus di raih... Apapun yang terjadi jangan lakukan itu. " Kata Elle berpesan pada Arsy.


" Untuk kamu juga Abang Adit. " Kata Elle lagi melihat Adit yang hanya mengangguk kepalanya.


" Ibu akan pergi? " tanya Alea si bungsu, mungkin Alea belum mengerti arti pergi yang sering di ucapkan sang Ibu dan kakak-kakaknya.


Semua orang yang ada di sana terdiam tapi Elle langsung mengatakan...


" Semua pasti akan kembali pada tempatnya dan tempat Ibu bukan di sisi Daddy. " Ucapan sederhana Elle yang langsung membuat Alea memeluk sang Ibu.


Alea sungguh sedih.


Elle sekarang berada di taman dan itu membuat Elle mengingat masa lalu yang langsung membuat air mata Elle tumpah seketika.


Elle menangis di kursi taman dengan kedua tangannya yang berusaha menutupi suara tangisan Elle tapi masih saja terdengar.


Hingga tiga puluh menit kemudian, Elle merasakan lelah karena menangis dan saat Elle menyusut air mata tiba-tiba saja ada yang menyodorkan tissue ke arah Elle dan saat mendongakkan kepalanya, Elle melihat Arsya.


" Apa yang membuat mu sedih dek? " tanya Arsya setelah Elle menerima tissue pemberiannya dan sekarang duduk di samping Elle yang sibuk menyusut air mata.

__ADS_1


" Situasi yang tidak pernah berpihak kepadaku. " Kata Elle dengan enteng dan kata-kata itu membuat Arsya specless.


" Kamu sungguh tertekan dek. " Kata Arsya yang membantu menghapus air mata Elle dengan tissue dan Elle tidak menolak dan kini tangan Elle memegang pergelangan tangan Arsya yang masih sibuk menghapus air mata Elle.


" Abang juga tertekan tapi tidak pernah mengatakannya. " Kata Elle lagi.


" Tentu saja Abang tertekan dengan keadaan rumah tangga ini dek, Arsy masih marah, anak-anak masih di rumah opah mereka, adek yang ngambek dan Sha yang marah. " Kata Arsya dengan jujur.


" Tidak ada yang tau bagaimana hidup kedepannya bang. " Kata yang sekarang membiarkan Arsya menghapus air matanya yang enggan untuk berhenti.


" Seperti adek yang akan pergi, padahal Abang sudah berusaha untuk membuat adek tetap di sisi Abang. " Kata Arsya yang telah selesai menghapus air mata Elle dan sekarang mengelus pipi Elle sebentar, Elle membiarkan saja dan berfikir dalam hati...


" Biarkan seperti ini, sebentar saja. "


Elle memejamkan matanya dan menerima saat Arsya mengelus lembut pipi, kehangatan seperti ini yang Elle impikan.


" Semuanya sudah jelas dalam perjanjian. " Kata Elle yang sekarang sudah membuka mata dan menatap mata Arsya yang juga menatap ke arah Elle.


" Bukan tempat ku disini. " Kata Elle lagi dengan lirih tapi Elle melihat wajah sendu Arsya yang enggan untuk berpisah/bercerai dari Elle.


" Abang tidak bisa melakukannya. " Kata Arsya lagi dengan lirih dan dengan segera Elle menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dan mengatakan...


" Abang pasti bisa, sudah ada Sha di sisi Abang... Itu yang penting, Abang harus bahagia dan aku juga harus bahagia walaupun tidak bisa bersama... "


Nanggung ya?🤭


So sorry genks, author masih sibuk 😵 ini aja up se sempat nya šŸ˜ž kemarin aja nggak ngetik sama sekali šŸ˜•


Author kalau nggak ngetik sehari aja udah galau banget 😳

__ADS_1


Kasih LIKE genks, komentar kalian akan author balas kalau udah radak santai... okeh!😘


See you tomorrow ā¤ļø


__ADS_2