
...ELLE WEDDING Series 2...
...Prahara Pernikahan...
...-...
...-...
...[Tersinggung]...
" Ibu yang terbaik, Abang nggak bisa kehilangan Ibu... Bolehkah Abang ikut Ibu saja? " tanya Arsy pada Elle.
" Bagaimana dengan Mommy, bagaimana dengan Daddy? Abang harus bijaksana karena Abang mempunyai dua adik yang sangat membutuhkan Abang mereka, saat nanti Ibu... " kata Elle terputus karena sungguh berat mengatakan ini.
" Saat nanti Ibu dan Ella nggak ada, Abang tetap bisa menghubungi Ibu dan Ella setiap hari, apapun yang terjadi Abang tetap anak Ibu tetap Abang dari Ella, Adit dan Alea. " Kata Elle yang sekarang menghapus air mata Arsy walaupun air matanya sendiri masih deras enggan untuk berhenti.
" Abang tau, Abang paham... Tapi kenapa selalu saja Ibu dengan Ella yang tersingkirkan... itu seperti menyadarkan Abang kalau Ibu, Ella dan Abang mempunyai sebuah penghalang besar... saat Ibu pergi, Ibu selalu saja membawa Ella pergi tanpa meminta persetujuan Daddy dan ketika Ibu harus membawa Abang, Ibu selalu ijin dulu sama Daddy... Semua itu membuat Abang sadar kalau Ella lebih spesial dari Abang, Adit dan Alea karena tanpa pendapat ataupun pemikiran orang lain, Ibu membawa Ella kemanapun Ibu pergi, semua itu membuat Abang terluka, Abang berfikir... Kenapa Abang dulu nggak jadi anak kandung Ibu saja seperti Ella. " Kata seorang pria remaja yang mengeluh kepada sang Ibu bukan Ibu kandungnya tapi rasa sayang bukan hanya soalnya Ibu kandung ataupun Ibu tiri.
Ini adalah soal, memberikan kasih sayang seorang Ibu kepada sang anak tanpa rasa pamrih.
" Abang, Adit dan Alea tetap anak Ibu, Ibu sadar diri kalau Mommy dan Daddy tetap orang tua kandung kalian... Ibu harus meminta ijin dulu, Ibu enggak mau di anggap tidak sopan karena membawa kalian tanpa ijin Mommy dan Daddy, Ibu harap Abang mengerti. " Kata Elle sambil menempelkan kedua tangan besar Arsy ke pipi Elle.
Elle tidak menyangka tangan kecil anak laki-laki dulu yang sering Elle lindungi dari apapun itu sekarang sudah dewasa bahkan hampir lulus dan akan masuk universitas, semua berlalu dengan cepat.
Elle fikir, perpisahan kali ini akan terasa mudah karena anak-anak sudah bisa mengerti, sudah dewasa tapi Elle salah perpisahan ini terasa sulit, sungguh sulit
Memang anak-anak sudah dewasa tapi mereka enggan berpisah dari Elle dan Ella, mereka enggan! Sungguh enggan!
Membuat hati Elle bimbang.
Maafkan Ibu, biarkan Ibu egois untuk kali ini saja.
" Abang mengerti, Abang faham karena Ella ada itu akibat kesalahan Daddy dan Ibu terjebak menjadi istri kedua juga karena Daddy. " Kata Arsy si remaja yang sangat emosional jika menyangkut sang Ibu.
" Memang salah Daddy tapi semua ini sudah takdir, Abang nggak boleh menyalahkan Daddy... Ibu sudah melewatinya sampai saat ini, tolong bantu Ibu agar semua masalah ini selesai hingga akhirnya, Abang pulang ya. " Kata Elle yang tidak mau Arsya di benci anak nya sendiri dan tetap membujuk Arsy untuk pulang.
" Ibu tidakkah, Ibu menyanyangi Abang? " tanya Arsy yang enggan menjawab pertanyaan sang Ibu dan memilih untuk bertanya yang lainnya.
__ADS_1
" Ibu sayang Abang, Adit, Alea dan Ella... Jangan ragukan kasih sayang Ibu terhadap kalian berempat. " Kata Elle lagi dengan wajah yakin.
" Jangan merasakan iri dengan Ella, Abang... Ibu tidak pernah membedakan kalian Abang bisa merasakannya dan soal Ibu meminta ijin, Ibu hanya tidak ingin di anggap tidak tau diri, tolong mengertilah Abang. " Kata Elle lagi dengan wajah sedih.
" Abang mengerti Ibu, maafkan Abang. " Kata Arsy yang langsung berjalan menuju ke arah balkon dan dengan air mata yang belum mengering, Elle mengikut Arsy dari belakang, bahkan Arsy sekarang lebih tinggi dari Elle.
Benar-benar waktu cepat berlalu.
Elle ikut duduk saat Arsy duduk di sofa yang ada di balkon, tiba-tiba saja Arsy merebahkan diri dan meletakkan kepalanya di pangkuan Elle.
Tanpa pikir panjang Elle mengelus kepala Arsy, sang anak yang sangat kecil begitu menggemaskan sekarang sudah remaja menuju ke arah pria dewasa.
" Apa Abang ingat, dulu Abang pernah main bola di sekolah tapi saat itu bukanlah hari untuk olahraga karena jadwal olahraga masih hari Sabtu tapi Abang nggak sabar dan memilih main bola walaupun lapangan sedang becek karena habis hujan dan air mengenang di mana-mana tapi Abang tetap ngotot juga, akhirnya Abang hanya main bola sendiri dan kotor sendiri dan dengan lugu Abang mengatakan... "
" Ibu, Abang mau mandi. "
Kata Elle terkekeh saat mengenang wajah memelas Arsy, wajah yang selalu Arsy pasang kepada Elle agar tubuh terkena marah.
" Padahal waktu itu, kamu nggak bawa baju ganti... "
" Terus Ibu pergi ke toko depan sekolah, untuk membeli baju warna pink... Kuda pony. " Kata Arsy menyambung cerita Elle.
" Masih lah, ih! Abang waktu itu malu Ibu... Pake baju pink. " Kata Arsy yang cemberut, hingga sekarang Arsy masih kesal.
" Kamu waktu itu sangat imut. " Kata Elle dengan terkekeh dan Arsy masih sebal.
Arsya tau apa yang di lakukan nya pada Arsy itu keterlaluan tapi Arsya enggak mau Arsy terlalu manja apalagi kepada sang Ibu yang selama ini terlalu memanjakan anak-anak.
Bahkan Alea, Adit dan Ella menginap di rumah opah mereka karena situasi di rumah masih seperti ini dan Arsya belum bisa memastikan situasi aman sebelum Arsy dan Elle pulang kerumah.
Walaupun Arsya sadar kalau dirinya suka marah-marah tapi Arsya enggan marah di depan semua anaknya.
Maka dari itu di rumah hanya ada Sha dan Arsy sedangkan Elle masih belum pulang.
" Arsy hari ini jadi pulang, Abang? " tanya Sha yang baru saja datang dari arah dapur dan membawa secangkir kopi untuk Arsya.
" Enggak tau Sha, ini Elle juga nggak di angkat Abang menelfon, chat juga enggak di balas. " Kata Arsya dan meletakkan ponselnya tadi di atas meja dan segera meraih secangkir kopi untuk Arsya minum perlahan.
__ADS_1
" Kebiasaan tuh orang. " Kata Sha, Sha yang dulu kalem dan penurut sekarang menjadi Sha yang suka nyinyir.
Hm...
Da saat Arsy akan menimpali perkataan Sha, suara mesin mobil berhenti di bagasi rumah mulai terdengar dan itu membuat Sha heboh.
" Arsy sudah datang, Abang. " Kata Sha dengan heboh.
Ceklek!
Tapi saat pintu terbuka ternyata yang ada hanyalah Elle dan tidak ada Arsy membuat Sha begitu kecewa sedangkan Arsya tenang, seperti sudah memperkirakan ini.
" Nggak usah ngomong dulu, aku mau mandi gerah. " Kata Elle yang enggan berbicara sekarang.
Oh ayolah sekarang sudah malam dan Elle hanya ingin segera mandi untuk segera tidur, hari yang melelahkan.
Hm...
Dan tanpa menunggu jawaban dari Arsya atupun Sha, Elle pun masuk ke kamar dan mengunci pintu.
Saat Elle sudah sedari tadi selesai mandi dan sekarang sedang rebahan di kasur dengan memejamkan mata, Elle bisa mendengar suara Sha yang begitu terdengar jelas dan mengatakan...
" Sha tau kalau Elle sedang menghindar, biar kita bicarakan sekarang aja Abang biar cepat selesai. " Kata Sha yang Elle yakin dengan wajah yang ngeyel.
" Bener-bener tuh orang ya, nggak tau apa orang habis pulang kerja capek! La dia aja cuma modal di rumah sama nga kang setiap malam... Mana ada capek! Makanya selalu cari masalah sama gue. " Kata Elle di dalam kamar yang membicarakan tentang fakta.
" Udah biarkan, Elle biar istirahat dulu... Capek habis kerja di luar dari pagi baru pulang sekarang. " Kata Arsya yang akhir-akhir ini terasa jinak.
Mungkin karena perjanjian mereka akan segera berakhir dan mencoba menjadi baik tapi kalau hanya penjilat saja mendingan nggak usah.
Cih!
Tanpa memperdulikan apa yang sedang terjadi di depan pintu kamar...
-
-
__ADS_1
-
TEKEN LIKE biar author senang š