ELLE WEDDING Series

ELLE WEDDING Series
Nasib Yang Malang


__ADS_3


ELLE WEDDING.


[Episode 35 ~ Nasib Yang Malang]


Elle


Cerita Mbah...


Buk'e side story (Dari sisi Buk'e)


" Fi, koe ape nong ndy? (Fi kamu mau kemana?) " tanya Mak (Ibu) saat melihatnya membereskan barang-barang.


" Aku ape dadi tki nong Singapura (aku mau jadi tki di Singapura) " katanya tanpa beban dan itu mengagetkan Mak sekaligus.


Bagaimana tidak kaget ia baru menikah tiga bulan yang lalu tapi sekarang ingin pergi ke Singapura sebagai TKI.


" La bojonem ngko pye Fi? (Terus suami mu gimana Fi?) " tanya Mak dengan raut khawatir dan bingung.


" Ape pisah (mau pisah/cerai) " katanya tidak punya perasaan dan tanpa melihat ke arah Mak yang menatap nya dengan raut sedih tapi hatinya juga sangat sedih.


Baru menikah tiga bulan tapi suaminya tiba-tiba gila dan ia tidak tau harus bagaimana, selain terus melanjutkan hidup dan mencari nafkah untuknya sendiri dan juga Mak yang sudah jadi janda saat ia masih kecil, ia adalah yatim sejak kecil.


" Koe yo Ojo ngono Fi (kamu itu ya jangan begitu Fi) " kata Mak dengan nada melas tapi ia sungguh seperti mati hati dan masih tetap dengan pendiriannya.


Setelah semua barang selesai di masukkan ke dalam tas besar, ia melihat Mak dan mengatakan...


" Aku harus tetap melanjutkan hidup Mak, biar aku pisah saja karena nggak ada yang bisa aku harapkan dari dia (suami) " katanya dengan mata berkaca-kaca dan siap akan tumpah kapan saja air matanya.


---


Ia menyeka air matanya saat bis yang ia tumpangi melaju menuju ke arah Ibu Kota.


Setelah ia pamit dengan Mak dengan penuh air mata, ia langsung membawa tas besarnya menuju terminal biss dan segera pergi.


Bukannya ia melarikan diri dari masalah yang ia hadapi, ia hanya mencoba menepi dan menyingkirkan, ia memilih untuk tidak melawan arus karena ia tau kalau ujung-ujungnya nanti ia yang akan terjatuh dan tidak ada yang menolong.


Ia masih teringat dengan jelas, kalau tiga hari sebelum keberangkatannya menuju Singapura suaminya mulai mencari-cari dirinya dengan berteriak-teriak tapi ia memilih menyembunyikan diri karena ia sungguh takut dengan keadaan suaminya yang sekarang.


Ia akan berpisah/cerai saat sudah sampai di Singapura, biarlah kisah cinta ini sampai disini, sudah cukup untuknya.


Ia hanya ingin merasakan hidup tenang dan tanpa kekurangan lagi.


---


Ia sudah sampai di Ibu Kota dan sekarang sedang berada di tempat penampungan orang sebelum berangkat ke luar negeri.


Ia hanya termenung sendiri dan hanya tersenyum sesekali saat tidak sengaja menatap orang lain.


Sampai bagiannya di panggil untuk diperiksa.


" Kamu lagi hamil. " Kata dokter yang langsung membuatnya terkejut.


Hamil?


" Jadi kamu nggak bisa berangkat menjadi tki ke Singapura. " Kata dokter itu lagi saat ia hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Ia masih terdiam hingga dokter menyentuh lengannya dan mengatakan...

__ADS_1


" Kalau kamu nggak bisa rawat bayi itu, kamu bisa berikan kepada ku karena aku tidak punya anak, akan aku adopsi. " Kata dokter itu seolah mengerti keadaan yang sangat rumit.


Masalah ekonomi adalah sebabnya.


Tapi ia masih terdiam karena bingung mau melakukan apa?


Dan lebih menjawab pertanyaan dokter dengan...


" Saya akan memikirkannya lagi. " Katanya dengan bingung.


" Kalau begitu saya permisi Dok. " Katanya dengan tatapan bingung.


---


Sembilan bulan kemudian...


Dokter yang mengatakan jika ia sedang hamil, dia juga yang membantunya untuk bersalin dan melahirkan bayinya dengan selamat.


" Gimana? " tanya dokter itu setelah ia selesai di bersihkan dan sekarang sedang berbaring di ranjang pasien.


" Saya nggak bisa Dok, bayi nya akan saya besarkan, maaf. " Katanya dengan lirih.


Ia berfikir...


" Bagiamana mungkin ia menyerahkan anak kandungnya pada orang lain, karena ia tau nanti kalau masa tua hanya anaklah yang merawatnya maka dari itu ia menolak walaupun ekonomi keluarga sangat kacau. "


Dokter itu termenung sebentar saat mendengar jawabannya, namun sesaat kemudian tersenyum tipis dan mengerti dengan keinginannya.


" Baiklah kalau begitu, kalau kamu berubah pikiran kamu bisa hubungi aku. " Kata dokter itu dengan menepuknya pelan dan meninggalkan secarik kertas yang isinya sebuah nomor.


Dan ia hanya mengangguk kan kepala dan melihat kepergian dokter itu dengan tatapan biasanya saja.


Yang ia lakukan ini sudah sangat benar.


" Kamu akan menemani Mak ya. " Katanya sambil menimang bayi yang ia lahirkan beberapa saat yang lalu.


Ia berencana akan menitipkan anaknya pada Mak dan ia akan kembali bekerja dan mencari nafkah seperti rencananya pada awalnya.


----


Beberapa tahun kemudian...


Ia sedang bekerja di Ibu Kota sebagai art dan mengirimkan Mak uang untuk membeli susu formula untuk bayinya.


Karena ia pergi ke Ibu Kota dan tidak bisa menyusui secara langsung maka ia menggantinya dengan membeli susu formula.


Ia menjali hari-hari dengan biasa saja dan sekarang juga masih menjadi seorang janda karena setelah kehamilan ku beberapa tahun yang lalu mantan suaminya benar-benar menjadi gila dan beberapa tahun kemudian meninggal dan ia sekarang resmi menjadi janda dengan satu anak.


Dan menanggung biaya Mak dan anaknya karena cuma mereka yang ia punya.


Flashback off.


Ia masih termenung mendengar cerita beberapa bulan tahun yang lalu, cerita yang di ceritakan Mbah pada sebelum meninggal.


Tapi tetap saja ia tidak punya ikatan batin apapun, ia hanya mempunyai ikatan batin dengan Mbah.


" Heh ngalamun aja. " Kata Dea yang mengagetkan nya yang sekarang sedang berada di belakang rumah.


" Apaan sih De, kok ya bikin orang jantungan aja. " Katanya sebal tapi dengan malah tersenyum sambil cengengesan.

__ADS_1


Ish menyebalkan.


" Ada apa De? " katanya bertanya pada Dea yang sudah datang ke rumahnya di pagi hari karena biasanya adalah siang hari.


" Nggak apa-apa. " Kata Dea sambil duduk di sampingnya dan ia segera menoleh ke arah Dea dan menyeledik sepertinya ada sesuatu.


" Ada apa De? " katanya bertanya lagi karena sungguh ia tidak tahan kalau diam seperti ini.


" Nanti aja lah Ell. " Kata Dea sambil memejamkan mata dan menyadarkan kepalanya di sandaran kursi.


Pusing!


Mereka masih saling terdiam dan tanpa kata karena sibuk dengan pikirannya masing-masing.


--


Ini saatnya periksa kandungan, dan karena ia sedang bersembunyi maka ia berdandan seolah-olah tidak akan ada yang mengenali nya.


Bahkan ia mendaftar dengan nama orang lain karena ia tidak ingin ada orang yang akan mencari informasi tentangnya karena semua yang berkaitan dengannya adalah rahasia.


Ia periksa kandungan di temani Tante Nana di sebuah rumah sakit yang terdekat dari rumahnya sekarang.


" ELLIE MCRUKEN. " Kata suster memanggil nama dan ia segera berdiri dan membuat Tante Nana bingung.


" Heh itukan bukan nama kamu Ell? " tanya Tante Nana dengan bingung.


" Nanti aja aku jelaskan Tan. " Katanya dengan segera masuk kedalam ruangan dan di ikuti Tante Nana yang masih bingung.


Biarkan untuk beberapa saat!


" Hah? " kata Tante Nana cengo saat ia mengatakan kenapa memakai nama orang lain daripada namanya sendiri.


" Untuk antisipasi Tan. " Katanya lagi.


" Nama yang kamu sebutkan tadi kayak agak familiar deh. " Kata kata Tante Nana sedang berfikir dan langsung membulat kan mata karena sudah ingat siapa itu ELLIE MCRUKEN.


" Dia? " tanya Tante Nana dan ia hanya mengagukkan kepala mengiyakan perkataan Tante Nana.


" Dia salah satu penulis kan di *******? " tanya Tante Nana memastikan dan ia hanya mengagukkan kepala mengiyakan perkataan Tante Nana.


" Kamu kenal sama dia Ell? " tanya Tante Nana lagi.


" Kenal Tan, tapi ELLIE MCRUKEN yang seperti nggak kenal sama aku. " Katanya dengan terkekeh.


Benarkan!


" Ish kau itu, ku kira kenal dengan ELLIE MCRUKEN. " Kata Tante Nana dengan tertawa sumbang.


" Ya kenal kalau dia tuh penulis lah. " Katanya lagi.


" La terus namanya dia pake, nggak marah tuh orang. " Kata Tante Nana.


" Ya nggak marahlah karena dia nggak bakalan tau. " Katanya lagi dengan tertawa sumbang.


•


•


•

__ADS_1


Akun wp : elliemcruken_ (promosi 🤭) di wp aku ada novel juga tapi dah end ada juga yang on going :)


Aku up pagi-pagi biar apa? siapa tau ada yang mau ngasih sekuntum bunga mawar sama secangkir kopi biar pagi ini tambah happy šŸ˜‚šŸ¤­šŸ˜‰


__ADS_2