
Masa lalu yang kelam tak mesti di lupakan. Tetapi bukan berarti kamu harus menyakiti diri dengan selalu mengingatnya. Kamu hanya perlu keberanian untuk berdamai dengan hatimu.
Teruslah berjalan menapaki kehidupanmu, jangan terlalu keras mencoba untuk melupakan jejakmu yang tertinggal. Karena semakin keras kamu mencobanya, maka semakin keras pula memorimu mengenangnya.
Kamu hanya perlu pertahanan untuk meninggalkan rasa sakitnya kenangan, dan keberanian untuk mengingat setiap pelajaran yang kamu temui darinya.
Ingatlah keberanian.
Dia ada ketika kamu melakukan sesuatu, pada saat rasa takut juga ikut menggerayangi hati dan pikiranmu.
Tidak ada keberanian tanpa ada rasa takut. Percayalah, sebelum menemui keberhasilan dan kesuksesan, kamu mesti berani terlebih dahulu melewati berbagai rintangan. Karena hidup ini adalah sebuah tantangan. Berani, atau hanya berdiam diri.
Salam satu layar Di MT&NT
By RADETSA
TAMAT
Ok teman2 pembaca semua. Salam hangat dari Radetsa. Aku merindukan dan mencintai kalian semua. Radetsa tidak pernah marah dengan kritikan dan saran dari teman2 ya. Jadi teruslah berkomentar, asal jangan menghujat.
Alhamdulillah... ENDRO, SANG PENGAWAL berakhir di sini ya teman2.
Untuk novel selanjutnya Radetsa tidak janji untuk UP cepat. Insya Allah semingguan lagi... Ingatin Radetsa terus ya di kolom komentar atau di akun sosial. Biar Radetsa tambah semangat menulisnya.
Maaf sekali di sini, Radetsa sangat jarang menyapa teman2...
Yang paling utama sekali, Radetsa ucapin terima kasih buat teman-teman yang sudah mampir ke karya2 Radetsa. Khususnya pembaca setia yang juga ngasih like, rate, fav, vote dan komentar. kita jadi berteman baik yang bisa saling sapa meski hanya lewat layar ya. Tapi mudah2an jika berjodoh, kita bisa bertemu nantinya. Aamiin ya Allah..
Oh ya... Makasih juga atas dukungan teman2. berkat itu, radetsa juga dapatkan upah nulis yang alhamdulillah sangat banyak untuk rakyat seperti Radetsa. Radetsa juga sempat bagiin ke orang yang membutuhkan, dan itu semua dari teman2 pembaca. Mudah2an mengalir pahalanya untuk kita semua.
Terima kasih juga buat platform Mangatoon dan Noveltoon yang udah ngizinin kita menulis dan membaca disini dengan gratis.
karya baru
Bukan sekadar ibu sambung
__ADS_1
Namanya Raniya Hafsyah Elnara.
Dia seorang gadis yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga saja. Ya, hanya
sekedar ibu rumah tangga katanya. Istri yang menyayangi suaminya, dan seorang
ibu yang akan menjadi guru pertama untuk anak-anaknya kelak.
Dia juga punya keinginan spesial
dalam hidupnya, yaitu menjadi istri seorang polisi.
Hahaha… Cita-cita yang sangat
unik, bukan?
Nggak hanya unik saja sih. Tapi
juga aneh…
jadi ibu rumah tangga nantinya. Eits… Tapi bagi yang hanya mau menikah saja,
ya… Jangan ada kata TRAUMA menikah, bagi yang belum pernah merasakan pernikahan
itu sendiri. Hanya karena menyaksikan pernikahan orang lain hancur, dan kamu
yang belum menikah malah ikut-ikutan trauma pula.
Pernikahan itu ibarat kita berada
di tengah lautan. Tidak selalu aman, tidak selalu nyaman. Coba bayangkan, kamu
yang belum pernah merasakannya pasti akan takut untuk memulainya. Tapi ketika
kamu telah merasakannya, meski belum mencapai tengah sekalipun, kamu akan
__ADS_1
merasa senang. Begitu indah pemandangan yang kamu temui. Kamu bahagia…
Setelah mencapai titik tengah, di
situlah ujian akan datang. Ada kalanya kapal yang kita tumpangi
terombang-ambing, karena cuaca tidak selalu mendukung perjalanan ‘mu. Intinya,
bagaimana kamu bisa bertahan dalam badai besar yang siap memecah belah dan
memporak-porandakan kapal yang kamu tumpangi. Jangan sampai kamu karam sebelum
mencapai pulau kenikmatan yang sebenarnya, yaitu surga-Nya Sang pencipta
makhluk-Nya yang berpasang-pasangan.
Kembali kepada Raniya. Bukan
hanya itu saja alasannya menjadi seorang ibu rumah tangga. Alasan lainnya
adalah, dia anak piatu yang hanya memiliki orang tua tunggal. Hanya Ayahnya
yang dia punya. Tidak ada yang lain. Ibunya meninggal ketika melahirkan dirinya
ke dunia. Hal itu membuat rasa sayangnya begitu besar dan terlalu berlebihan
terhadap ayahnya itu.
Dia
begitu kasihan terhadap ayahnya. Apa-apa, ayahnya selalu mengerjakannya
sendiri, mulai dari memenuhi kebutuhannya di rumah, di sekolah atau bahkan
dimana pun. Tak jarang pula ayahnya membawa dirinya ke luar kota untuk
__ADS_1
melakukan perjalanan bisnis.